Arsip Tag: belajar

How To Become A Newbie


Bismillahirrahmanirrahim.

Hak cipta © 2014 Ade Malsasa Akbar

Tulisan ini tersedia dalam format PDF.

Tulisan ini adalah pengantar untuk menjadi newbie. Tulisan ini saya susun setelah merasa perlunya ada panduan ringkas untuk orang-orang yang belum mampu bertanya dengan baik di komunitas. Tulisan ini utamanya ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang sedang memulai menggunakan sistem operasi GNU/Linux. Tulisan ini diharapkan bisa menjadi landasan awal Anda dalam dua hal yakni menggunakan GNU/Linux secara mandiri dan mampu berdiskusi dengan baik di komunitas. Tulisan ini hanyalah perkenalan dari esensi dasar teknologi yakni mengatasi keterbatasan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda sekalian. Baca lebih lanjut

Iklan

Pengantar Pemrograman C Dasar di Linux (Disertai Latihan)


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

kateTulisan ini menjelaskan bagaimana memulai belajar pemrograman dengan bahasa C di Linux. Tulisan ini dibuat karena cukup banyak permintaan dari para pemula yang ingin belajar pemrograman tetapi tidak tahu caranya. Tulisan ini dirancang agar mudah diikuti dengan contoh dan gambar-gambar. Tulisan ini mengutamakan minimal working example sehingga dengan sekali baca saja Anda sudah mampu melakukan pemrograman pertama Anda di Linux. Tulisan ini dilengkapi latihan-latihan bahasa C agar Anda memperoleh pemahaman terbaik. Yang diharapkan dari tulisan ini adalah Anda mengerti bagaimana pemrograman itu dan bagaimana melakukannya di Linux. Diharapkan pula Anda memperoleh feeling seorang tukang program supaya bisa mempelajari bahasa pemrograman apa pun dengan cepat setelah mempelajari C. Tulisan ini dirancang untuk diterapkan pada Ubuntu. Mohon maaf jika banyak kekurangan dan semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda. Baca lebih lanjut

Mengapa Otodidak Dibuat? (1/2)


Bismillahirrahmanirrahim.

Saya harap tulisan ini bermanfaat bagi komunitas Linux di Indonesia. Sejujurnya, alasan saya satu-satunya membuat Otodidak hanyalah kekecewaan saya kepada komunitas Blankon. Saya sebagai orang awam tentulah senang melihat kemajuan rakyat Indonesia membuat sistem operasi sendiri. Apalagi melihat sendiri ada segudang teknologi yang dibangun sendiri di komunitasnya. Akan tetapi, saya menjadi kecewa saat merasakan sendiri adanya segelintir manusia di dalamnya yang menurut saya terlampau kasar dalam menyikapi orang awam seperti saya ini dan beberapa pengguna baru lainnya. Inilah aslinya alasan saya menulis esai permohonan kemarin, serta kemudian membuat Otodidak: untuk ikut membangun komunitas Blankon. Sebenarnya tulisan ini ingin langsung saya terbitkan setelah esai itu, tetapi akhirnya saya putuskan setelah Otodidak rilis saja. Tentu saja. Kalau tidak, apa yang bisa saya berikan selain tulisan? Minimal-lah, ada nilai tambah yang bisa saya kontribusikan. Insya Allah.

Pertama, alhamdulillah, akhirnya saya sadar, sepatutnya saya alihkan niat hanya untuk mengharap keridhaan Allah semata. Alhamdulillah, dari beberapa kajian yang saya ikuti, saya menjadi tersadar akan hal paling penting ini. Kami kaum muslimin diajari untuk mengikhlaskan niat hanya untuk Allah semata, tidak untuk mengharap dunia ini sedikit pun. Namun, esai ini tetap saya tulis sebagai hadiah untuk komunitas Blankon.

Kedua, saya tegaskan bahwa tidak seluruh anggota komunitas seperti itu. Malah masih banyak yang ramah terhadap pengguna baru, alhamdulillah. Namun sedikit saja sikap yang kasar ini mengenai saya, saya jadi skeptis akan majunya komunitas ini nanti. Ini saya simpulkan dari esai yang saya kirim ke laman komunitasnya, yang kemudian salah satunya membalas dengan (menurut saya) sangat tidak pantas. Entah, barangkali seluruh singgungan saya di esai itu (karena memang aslinya untuk komunitas mereka) betul mengena ke hati, entah bagaimana. Sehingga tak satu ucapan terima kasih pun terucap. Bukannya saya mengemis, tetapi bukankah kita di Indonesia ini sudah sering sekali mengatakan ‘kritik dan saran pembaca kami nantikan‘? Sekarang ada orang awam yang mengirim esai untuk mengkritik kalian, apa yang kalian katakan? Bahkan balasan pertama mereka adalah ‘omong doang’ kemudian ‘ini curhat‘. Masya Allah, bukankah kalian sendiri merasa komunitas kalian jauh dari sempurna? Apa salahnya buka mata sedikit menjadi lebih ramah? Komentar-komentar mereka sungguh membuat saya sedih (membayangkan larinya orang-orang awam dari mereka) dan sampai terucap kalimat yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya ‘saya bersedia didepak dari komunitas‘.

Sudah saya tegaskan di dalam esai itu, saya takkan lari sekasar apa pun komunitas. Namun dengan segelintir orang yang sikapnya tak ramah ini, saya jadi berpikir kembali. Apa mungkin orang-orang seperti ayah saya, seperti tetangga saya, guru sekolah saya, yang instal aplikasi saja tak mengerti caranya, akan mau menggunakan Blankon? Kalau cara menjawab pertanyaan dari pengguna awamnya saja ‘ya begitu itu orang Indonesia asal coba tanpa mau baca dulu‘ (tidak pantas, bukan?). Padahal saya merasa cuma Blankon di Indonesia ini yang paling menonjol. Bagaimana mereka ingin masyarakat menggunakan Blankon padahal sebagian mereka (maaf-maaf saja) amat kasar dalam menjawab penggunanya? Sungguh ironis. Bacalah laman ini http://www.darussalaf.or.id/nasehat/akhlak-islami-hiasan-indah-dalam-sebuah-kehidupan/ agar jelas maksud dari tulisan ini.

Pesan Saya

Jadilah komunitas yang paling ramah terhadap pengguna. Jadilah insan-insan yang berakhlak mulia. Sebagai pembuka, silakan unduh MP3 akhlak mulia berikut. Barakallahu fiikum, yaa Akhii…

Penutup

Saya tak takut andai tulisan ini berakhir seperti kasus Ibu Prita, insya Allah. Karena kalau sampai benar terjadi, maka benar dugaan saya rakyat Indonesia masih antikritik, dan tidak mau konsisten terhadap apa yang sering diikrarkannya sendiri ‘kritik dan saran pembaca kami nantikan‘. Sungguh hanya dukungan positif yang saya berikan dalam esai ini untuk komunitas Blankon. Ini adalah hadiah yang pahit bagi saya ‘tuk menulisnya dan barangkali pahit juga bagi yang membacanya. Namun ini mesti ada. Dari seorang awam yang antusias terhadap Blankon dan teknologi-teknologinya. Saya tak suka kalau komunitas Blankon yang sudah mulai solid jadi bubar seperti distro-distro lain yang entah ke mana pengembangnya. Saya senang dengan hadirnya Blankon Sajadah. Dan bukankah lebih bagus andai apa yang tercantum di dalam Blankon Sajadah itu (salah satunya akhlak mulia) diterapkan dalam bermasyarakat baik di komunitas ataupun di dunia nyata? Iya, bukan? Barakallahu fiikum.

Otodidak Versi 1 Dirilis


Pemula-1Bismillahirrahmanirrahim,

Halaman ini dimutakhirkan pada 14 Agustus 2016

Dengan mengharap rahmat Allah, saya merilis aplikasi Otodidak versi 1 hari ini. Otodidak adalah aplikasi open source baru yang terinspirasi dari Electrodroid, dengan kegunaan utama sebagai aplikasi belajar Linux yang all-in-one untuk pemula. Otodidak mulai dibuat pada 6 November 2012 dan siap diunduh hari ini. Dengan antarmuka GUI berbahasa Indonesia, prinsip click and run, beserta dominasi gambar untuk menjelaskan, jadilah Otodidak aplikasi khusus untuk orang awam dan pemula dalam belajar Linux. Otodidak dirilis untuk Linux dan Windows (serta Mac OS X) dengan harapan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Otodidak dirancang agar bisa dimanfaatkan oleh perorangan, sekolah dasar maupun menengah, perguruan tinggi, korporasi, warnet, dan siapa pun yang ingin migrasi ke sistem operasi Linux. Kini dengan Otodidak, diharapkan pembelajaran Linux dapat dikurangi kerumitannya karena cukup membuka satu aplikasi ini untuk:

1) Simulator Terminal (Anda bisa belajar Terminal tanpa Terminal).

2) Kumpulan tutorial instalasi modem di Ubuntu.

3) Kumpulan penjelasan mengenai Ubuntu semisal kelebihan/kekurangan.

4) Tabel perbandingan aplikasi Windows dan Ubuntu.

5) Semua kumpulan pengetahuan Linux bergambar.

6) Tutorial instalasi aplikasi di Ubuntu.

7) Tutorial instalasi kodek MP3 di Ubuntu.

8) Kumpulan penjelasan mengenai 5 desktop environment di Linux.

9) Kumpulan perintah Terminal yang sering digunakan.

10) Kumpulan trik cepat menggunakan Terminal.

11) Kumpulan pengetahuan dasar Linux, GNU, Free Software, Open Source, Repositori, dan cara belajar Linux dalam Bahasa Indonesia dan disertai ilustrasi (didesain dengan Inkscape).

Otodidak dirancang agar sederhana. Karenanya Otodidak dirilis dalam format DEB (bisa langsung diinstal di Ubuntu) dan EXE (Windows). Dan siapa pun yang menemukan kerumitan atau kesalahan di dalamnya hendaklah melaporkan ke pengembangnya.

Unduh Otodidak

Linux dan Windows: Otodidak_versi_1.jar (12 MB)

Ubuntu: Otodidak_versi_1.deb (12 MB)

Windows: Otodidak.exe (12 MB)

Kode Sumber:

*) Linux lainnya dan Mac OS X bisa menggunakan versi JAR saja (terima kasih untuk Pak Dedy yang telah mengetes Otodidak di Mac OS X dan melaporkan bahwa ia berjalan lancar di sana)

**) Otodidak dibuat dengan Java, sehingga Anda memerlukan Java Runtime Environment (JRE) di komputer Anda untuk bisa menjalankannya. Baca cara instalasi JRE untuk Linux Anda di sini.

Plus

Bagi yang ingin tahu, nantikan Otodidak Behind The Scene di web resmi Otodidak yang menjelaskan bagaimana tahapan desain dan pemrograman selama Otodidak dikembangkan.

Skrinsot

Simulator-Terminal

Pemula-2 Lanjutan-2 Lanjutan-1

[PDF] Buku-Buku Literatur Linux 3


1
Judul: Introduction to Git
Halaman: 415
Ukuran: 5 MB
Tautan unduh: GitIntro >>https://speakerd.s3.amazonaws.com/presentations/4ecfc649eee53a005000b88b/GitIntro.pdf
Keterangan: presentasi penuh gambar yang sangat tebal menjelaskan Git. Murni Git. Prinsip kerja, perintah-perintah, apa yang sebenarnya terjadi ketika commit, dan lain-lain. Dijelaskan dengan gambar, sangat minim tulisan. Kiranya cocok untuk kita yang mau memulai memanfaatkan Git sebagai version control system dalam proyek pemrograman.

2
Judul: Pro Git
Halaman: 238
Ukuran: 5 MB
Tautan unduh: progit.en >> https://github.s3.amazonaws.com/media/progit.en.pdf
Keterangan: buku lengkap ratusan halaman menjelaskan apa itu version control system secara global kemudian merinci pembahasan apa itu Git. Buku ini adalah versi tertulis dari presentasi Introduction to Git. Saya rekomendasikan juga untuk yang butuh panduan Git secara lengkap.

3
Judul: Petunjuk Praktis Cloud Computing Mengunakan Open Source 
Halaman: 48
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: OWP-20110701-petunjuk-praktis-cloud-computing-menggunakan-opensource
Keterangan: buku ringkas tetapi padat mengenai pembuatan cloud dengan aplikasi open source. Pembahasan berputar pada apa itu cloud computing, menginstal cloud tanpa internet, Eucalyptus dan Ubuntu Enterprise Cloud, serta banyak tambahan berharga berupa kode-kode yang dijelaskan banyak sekali. Suatu kumpulan pengetahuan yang berharga sekali untuk yang ingin memulai usaha cloud computing dengan open source.

4
Judul: Debian Packaging Tutorial 
Halaman: 77
Ukuran: 600 KB
Tautan unduh: packaging-tutorial.en >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/packaging-tutorial-en.pdf
Keterangan: buku yang ditulis oleh salah satu orang dari Debian.org ini mengangkut dasar-dasar pemaketan, contoh pemaketan secara langsung, menyangkut juga pemaketan tingkat lanjut, bagaimana me-maintain paket di Debian, serta lengkap dengan penjelasan istilah-istilah aneh dalam pemaketan. Anda akan dituntun bagaimana membuat .deb sendiri dari program yang sudah ada.

5
Judul: Qt basics 
Halaman: 66
Tautan unduh: Qt basics GKO 2010 >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt-basics-gko-2010.pdf
Keterangan: presentasi dalam bentuk buku ini ditulis oleh seorang Nokia Certifie d Qt Developer. Isinya tentang penjelasan dasar Qt, apa itu Qt, apa yang bisa dilakukan dengannya, mengapa saya patut menggunakannya, dan apa yang mesti saya tahu untuk bisa menggunakannya. Semacam pengenalan singkat tapi menyeluruh tentang pemrograman Qt.

6
Judul: Qt Designer Widgets | Qt Essentials – Training Course
Halaman: 128
Ukuran: 2 MB
Tautan unduh: qt-designer-widgets >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt-designer-widgets-1.pdf
Keterangan: presentasi dalam bentuk buku ini ditulis oleh ICS. Isinya sama tentang Qt, tetapi lebih menyeluruh dengan suguhan dasar-dasar Qt, beberapa contoh kode program Qt, menggunakan Qmake, menjelaskan GUI QtCreator dengan gambar, dan tentunya Qt Widgets diulas banyak di sini. Di dalamnya termasuk kode dan penjelasan untuk membuat aplikasi Qt pertama kita, dengan GUI tentunya. Disertai banyak gambar skrinsot yang bikin betah membacanya smile

7
Judul: Mobile Phone Programming | Quick start: Qt for Windows/Linux, Symbian and Maemo/Megoo 
Halaman: 20
Ukuran: 700 KB
Tautan unduh: Qt_Quick_Start_Building_Hello_World >>https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt_quick_start_building_hello_world.pdf
Keterangan: presentasi ringkas ini berisi bagaimana membuat aplikasi Qt pertama kita bukan untuk desktop tapi untuk Nokia N900. Dan di dalam SDK Qt khusus mobile sudah terdapat simulator untuk hape yang bersangkutan. Cukup keren, bukan? Bisa dilakukan di Linux pula. Dilengkapi kode-kode siap kopi beserta skrinsot. Dua puluh halaman terasa kurang.

8
Judul: Qt – Introduction to GUI programming
Halaman: 76
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: Qt_Training_Day4 >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt_training_day4.pdf
Keterangan: buku kecil ini menjelaskan pembuatan GUI di Qt secara global, tetapi merinci pada sebagian permasalahan seperti dialog, dengan membawakan kode-kode. Namanya juga introduction, maka yang diangkut adalah dasar-dasarnya. Disertai skrinsot, penjelasan ringkas per poin, membahas IDE tersohor QtCreator dengan GUI designer internal-nya (bukan QtDesigner), MVC, events, signals, slots, layout, dan elemen dasar pemrograman Qt lainnya.

BARU (1 Maret 2013)

9
Judul: Basic For Qt® essentials
Halaman: 25
Ukuran: 200 KB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/q7basic_essentials1.pdf
Keterangan: buku ini berisi dasar untuk Qt, bagaimana kompilasi program C++, beberapa daftar sintaks, serta terakhir daftar QtWidget apa saja yang sesuai dengan keperluan programer. Dituliskan duntut satu per satu.

10
Judul: Programmer’s Guide for QT Gui + openFrameworks (OF) in C++ (Visual Studio 2008 & 2010)
Halaman: 8
Ukuran: 100 KB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qtof_programmersguidec1.pdf
Keterangan: inti dari buku ini adalah dasar sederhana bagaimana memulai pemrograman dengan Qt + OpenFrameworks, yang dilakukan dalam Microsoft Visual Studio.

11
Judul: PyGTK tutorial
Halaman: 135
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/pygtk-tutorial.pdf
Keterangan: buku tebal ini sangat cocok untuk memandu Anda dalam pemrograman PyGTK mulai awal sampai akhir. Di dalamnya ada banyak sekali contoh kode program, yang disertai skrinsot hasil programnya, dan dominan isi buku ini adalah itu. Cocok sekali untuk yang ingin to the point menciptakan aplikasi di Linux. Anda pun akan menemukan bab pertama yang memandu Anda bagaimana seharusnya memulai pemrograman ini. Isi buku ini seputar GTK yakni Layout Manager, Menu, Toolbar, Signal dan Event, Widget, Advanced Widget, Dialog, membahas Pango Library (font management), Cairo Library (membuat vektor), bahkan di akhir buku Anda diajari bagaimana game development dengannya. Tentu dengan contoh. Bahasa buku ini sangat ringan dan menggunakan logat pemula, cocok untuk yang ingin memulai development yang mudah. Sangat direkomendasikan.

12
Judul: PyGTK 2.0 Tutorial
Halaman: 346
Ukuran: 3,5 MB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/pygtk2-tut.pdf
Keterangan: buku ini adalah tutorial untuk PyGTK juga tetapi versi 2.0. Jauh lebih tebal daripada buku satunya. Polanya sama, sangat banyak contoh kode di setiap bab, bahkan bisa dikatakan isi buku ini memang dominan contoh kode. Mungkin tujuannya biar langsung bisa diaplikasikan. Isinya antara lain bagaimana memulai pemrogramannya, signal handler, widget (sangat lengkap pembahasannya), adjustment, drang and drop system, timeout function, apa yang baru pada PyGTK 2.2, dan 2.4, penjelasan berkas rc milik GTK, mengelola seleksi, dan banyak lagi isinya. Buku ini meski gratis, sudah seperti buku berbayar. Tampilannya profesional (didesain dengan Latex, wajar saja) dan ada appendixes yang mantap. Baca sendiri. Istimewanya buku ini, kita didorong untuk berkontribusi konten buku kepada penulisnya. Maklum, warga komunitas FOSS. Sebuah ciri khas yang dominan dan dinamis. Sangat profesional! Saya rekomendasikan bersama buku satunya.

13
Judul: PyGObject Tutorial Documentation Release 1.0
Halaman: 141
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/python-gtk-3-tutorial.pdf
Keterangan: buku yang bertujuan mengajarkan writing GTK+ 3 applications in Python ini juga setebal buku satunya, bedanya ia mengajarkan GTK+ 3. Buku ini berisi panduan instalasi perangkat lunak yang dibutuhkan (tidak ada di 2 buku sebelumnya), bagaimana menulai, dasar-dasar signal, properties, string, layout container, label, entry, dan banyak lagi. Buku ini juga berisi cara memrogram bersama Glade (GUI Builder untuk GTK), serta tentu saja contoh kode menyebar di seluruh halaman buku. Sangat direkomendasikan!

Maaf, karena saya lebih suka GUI, maka buku tutorial yang saya sediakan di sini dominan yang berbasis GUI. Saya mendukung GUI dan saya tak suka memaksa pemula menyentuh CLI smile Saya usahakan semua buku bisa diunduh secara langsung (hotlinking) dari server saya, semoga Anda berkenan. Daftar ini bersambung insya Allah, dengan beberapa buku Qt lagi dan pemrograman PyGTK bersama Glade. Semoga ini bermanfaat.

NB: tulisan ini juga dimuat di Forum Ubuntu Indonesia pada laman http://ubuntu-indonesia.com/forums/ubbthreads.php/topics/126678#Post126678

Tutorial Shell Dasar 5 Menit


Tulisan ini tersedia dalam PDF

Baiklah, sering nian (terutama di kanal IRC) sebagian besar pemula menghadapi terminal. Terminal memiliki banyak nama: terminal, shell, console, bahkan disebut command prompt bagi yang familiar dengan Windows. Banyak orang takut memakainya dengan berbagai alasan, jadi tutorial ini bertujuan menyediakan perintah-perintah mendasar untuk mempermudah navigasi dan aktivitas sistem dasar dari keyboard Anda.

Mari memulai. Karena versi Linux setiap orang bisa saja berbeda, saya takkan mendetailkan bagaimana membuka terminal. Saya anggap Anda bisa menemukannya di menu.

Faktanya:

  1. Anda bisa melakukan hampir segalanya di terminal yang juga bisa lakukan dari GUI.
  2. Sebagian besar perintah dirancang khusus untuk bekerja di Terminal, kemudian GUI diciptakan di atasnya. Itulah mengapa sebagian GUI terasa lambat, karena diproses lagi setelah proses Terminal.
  3. Lokasi default Terminal Anda ketika dibuka dari menu adalah pada folder Home, yang dikenal pula dengan ~.
  4. Folder Anda sekarang ditunjukkan oleh operator . (titik). Sebagian besar perintah ketika berjalan di folder sekarang, bisa diikuti dengan . (titik).
  5. Perintah, lokasi, dan berkas adalah case sensitive. /home berbeda dari /HOME atau /Home.
  6. Gunakan tombol tab untuk menyempurnakan (secara otomatis) nama berkas. Jika Anda memiliki berkas bernama panjang seperti: 123214342565234-bukuputih.zip, maka cukup ketik 12 lalu tekan tombol tab untuk menyempurnakannya. Kalau ditekan tab masih juga belum sempurna, tambahkan karakternya jadi 123 dan seterusnya karena bisa saja ada berkas lain yang punya nama mirip (misalnya 1235151.zip).
  7. Hampir semua perintah dapat dibaca lengkap about-nya menggunakan manpage atau dengan mengetik -h atau –help setelah menulis nama perintah. Penulisannya bisa man namaperintah, namaperintah -h, atau namaperintah –help.
  8. Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, Anda bisa menggunakan info. Sebuah perintah bisa dicari dengan menggunakan info namaperintah. Untuk sebagian besar perintah yang menjadi bagian dari coreutils package, Anda bisa menemukan informasi yang bagus menggunakan info coreutils namaperintah invocation.
  9. Hampir semua perintah dapat menampilkan apa yang sedang dilakukan. Ini dilakukan dengan menambahkan -v atau –verbose.
  10. Anda bisa menentukan banyak opsi pada perintah sekaligus untuk memperoleh informasi lebih banyak (lihat contoh ls -al di bawah).
  11. Nama perintah kadang tersingkat (seperti ls dari list) – karena keterbatasan ruang pada Unix zaman dahulu, nama perintah disingkat dan penyingkatan ini tidak diubah lagi.

Perintah:

cd → Digunakan untuk bernavigasi dalam direktori (folder). Anda bisa berpindah ke lokasi mana pun dengan path.

  1. cd Ini akan memindahkan Anda ke home, sama dengan cd ~.
  2. cd .. Ini akan mengembalikan Anda tepat satu direktori ke atas. Bermula dari /home/ahmad/Desktop, cd .. akan memindahkan Anda ke /home/ahmad. Ini dapat diperpanjang ke atas dengan cd ../ ../ dari Desktop akan memindahkan Anda 2 kali ke atas, dari Desktop Anda ke /home.
  3. cd namafolder/ Ini akan memindahkan Anda ke depan, ke folder yang ada di folder Anda sekarang. Ingat bahwa ada kesalahan umum pemakaian /. Jika Anda di /home/ahmad/ dan Anda ingin masuk ke Desktop, Anda harus mengetik cd Desktop/ tanpa / sebelum Desktop. Mengetik / sebelumnya akan memindahkan kita ke root dari sistem berkas, yang artinya salah tempat. Catatan penerjemah: Anda juga bisa menulisnya cd Desktop tanpa / setelah Desktop.
  4. cd /folder/yang/lainnya Ini akan membawa Anda ke alamat folder yang spesifik, kalau alamat yang Anda ketik tepat. Jangan lupakan tab Anda!

ls → Digunakan untuk mendaftar isi folder. Anda bisa menampilkan banyak jenis atribut dari berkas dan folder.

  1. ls Kalau sendirian, ia akan mendaftar semua berkas pada folder sekarang. Dari fakta #4, mengetik ls . (ls <spasi> titik) sama hasilnya dengan ls saja.
  2. ls -l Menampilkan daftar isi dalam format lebih panjang termasuk pemilik, izin, ukuran, dan tanggal dimodifikasinya.
  3. ls -a Menampilkan berkas dan folder tersembunyi beserta daftar isi biasa.
  4. ls -d */ Menampilkan hanya folder saja (tambahan dari penerjemah).
  5. ls -al Menggabungkan opsi untuk menampilkan dua hal, baik itu berkas tersembunyi maupun format panjang.
  6. ls -h Menampilkan ukuran berkas dalam format ukuran data manusiawi (K, M, Gbyte) menggantikan bytes. Berguna saat dipakai bersamaan dengan opsi -l.
  7. Canggihnya, Anda bisa menampilkan berkas dalam direktori lain yang Anda tidak sedang di dalamnya. Jika Anda di /home/ahmad/Desktop, dan ingin menampilkan berkas di /home/ahmad/, lakukan ls ../ yang mendaftar berkas satu direktori ke belakang (dan tak perlu pindah direktori untuk melakukannya).

cp → menyalin berkas.

  1. cp berkas /folder/yang/dituju Menyalin berkas ke alamat yang dituju.
  2. cp -r folder /folder/yang/dituju Menyalin isi folder ke folder lain secara rekursif (-r).
  3. cp *.extension /folder/yang/dituju Menyalin berkas yang bersesuaian ekstensinya ke folder yang dituju.
  4. cp kajian* /folder/yang/dituju Menyalin semua berkas yang diawali dengan kata kajian ke folder yang dituju. Untuk menyalin semua berkas yang berawalan dengan kata contoh, ia menjadi cp contoh* /folder/yang/dituju dan tentu foldernya harus sudah ada.

mv → memindahkan berkas

  1. Sintaks mv mirip dengan contoh cp di atas kecuali #2. mv tidak mengenal opsi -r karena memindahkan folder sudah berarti memindahkan isinya pula. Sintaks tidak selalu persis sama, tetapi bisa bekerja dengan contoh di atas. Bacalah manpages Anda untuk lebih detailnya.

rm → menghapus berkas.

  1. Untuk semua penggunaan, menghapus dengan rm itu permanen. Ia tidak menggunakan Trash Bin. Gunakan dengan hati-hati dan yakin dulu Anda menghapus apa yang Anda inginkan, bukan yang Anda pikir Anda inginkan.
  2. rm berkas Menghapus berkas dari sistem.
  3. rm -r folder Menghapus folder dari sistem sekaligus isinya secara rekursif (-r).
  4. rm -rf folder Menghapus folder secara paksa (-f, –force)dari sistem. Perintah ini dapat memusnahkan konfigurasi Anda jika digunakan tidak tepat karena ia tidak akan memperingatkan Anda apa yang sedang dihapus. Jika harus menggunakan ini, jangan main-main atau kesalahan akan terjadi. Ini harus menjadi metode penyelesaian paling akhir dan tidak disarankan.

nano → editor teks terminal

  1. Anda bisa mengedit berkas menggunakan nano di terminal. Ia cepat, tetapi ingat bahwa ia hanya menangani berkas teks dan berkas pemrograman, dokumen Microsoft Word tidak akan bisa dibuka dengannya.
  2. Jika berkas dimiliki oleh root, ia tidak bisa diedit sebagai pengguna normal. Nano harus diawali dengan sudo untuk bisa menerapkan perubahan. Selainnya, ia hanya akan dibuka dalam mode read-only.
  3. nano berkasbaru.apasaja Nano menciptakan berkas baru berdasarkan nama dan membukanya untuk pengeditan.
  4. nano berkas_yang_ada Nano membuka berkas yang sudah ada untuk diedit.
  5. Dari dalam nano
    1. Simpan berkas menggunakan Ctrl+O, dan ubah nama berkasnya atau tekan enter untuk menyimpan dengan nama yang sudah ada. Ini akan menyimpan berkas.
    2. Tutup nano dengan Ctrl+X. Jika Anda memiliki perubahan belum tersimpan, ia akan meminta Anda untuk menyimpan.

mkdir → membuat direktori (folder)

  1. mkdir namafolder Membuat folder.
  2. mkdir -p /folder/yang/dituju Membuat folder yang diinginkan. Untuk membuat folder /home/ahmad/folderbaru/folder2, ketika hanya ada /home/ahmad, menggunakan mkdir -p akan membuat kedua direktori folderbaru dan folder2 secara otomatis.

ps → mendaftar proses

  1. ps aux Mendaftar semua proses secara mendetail yang berjalan di sistem, termasuk pengguna, nomor Process ID (PID), dan nama proses. Menggunakan ini, Anda bisa menampilkan daftar proses mereka dan jika diperlukan, meng-kill proses yang tak dibutuhkan atau macet.

kill/killall/xkill → matikan proses yang bermasalah

  1. kill PID PID adalah nomor yang menandai proses. Anda harus mendapatkan PID dari perintah seperti ps aux. Jika sebuah proses menolak untuk mati, Anda bisa melakukan kill -9 PID yang mematikan proses tanpa ba-bi-bu, bahkan kalau sistem akan kacau dengannya.
  2. killall program Killall mematikan *berdasarkan nama* semua instansi dari program yang disebutkan. Misalkan ada 3 sesi Firefox terbuka, killall firefox akan melakukannya, mematikan semua sesi Firefox. Bedanya, kill hanya bisa menerima PID (bukan nama) dari proses yang ingin dimatikan, dan cuma bisa mematikan satu saja (tidak semua instansi).
  3. xkill adalah cara GUI untuk klik dan matikan jendela. Mengetik xkill lalu enter akan mengubah kursor Anda jadi tengkorak yang ada silangnya, lalu jendela yang diklik pasti mati.

Pipa → hal paling berguna yang Anda akan pelajari di *NIX. Mengalihkan keluaran program ke masukan bagi yang lain.

  1. Pipa (pipes) diwakili oleh ‘garis tegak’ yang dikenal sebagai tombol ‘|’ (di atas Enter).
  2. Tombol ini jarang dipakai di Windows, dia biasanya bersama tombol backslash (\).
  3. Pipa dipakai untuk menautkan perintah-perintah menjadi satu. Pipa mengambil keluaran dari satu perintah sebagai masukan bagi perintah yang lain.
  4. Bacalah sumber-sumber online lebih lanjut dengan informasi mengenai pipes dan pemakaiannya yang sangat beragam.

> dan >> → mengirim keluaran sebagai berkas menggantikan Terminal.

  1. > digunakan untuk *overwrite* alias menimpa isi berkas yang sudah ada dan menggantikannya dengan keluaran dari perintah yang baru.
  2. >> digunakan untuk *append* alias menambahkan isi kepada berkas yang sudah ada – tidak menghapus yang sebelumnya. Ini berguna untuk logging.
  3. Misalnya: ps aux > process.log mengirim keluaran dari ps aux ke berkas process.log untuk dibuka di editor teks dan menimpa isi saat ini dari berkas.
  4. Misal lainnya: man ls > manualnyals.txt mengirim keluaran dari halaman manual ls menjadi berkas teks untuk dibaca di luar Terminal daripada repot membacanya di dalam Terminal (tambahan dari penerjemah).

tee → mengirim keluaran ke berkas sekaligus Terminal.

  1. tee digunakan bersamaan dengan ‘|’ untuk mengambil keluaran perintah dan mengirimnya ke mana saja. Ini berguna jika ada error yang muncul sekejap lalu hilang sebelum Anda membacanya, cara ini memungkinkan apa pun yang tampil di layar terekam dalam sebuah berkas.
  2. Misalnya: dmesg | tee boot.txt akan menjalankan perintah dmesg yang menampilkan info initial boot, dan ‘|‘ mengirim keluaran dmesg ke tee, yang kemudian melaksanakan kerjanya dengan mengirimnya ke Terminal dan ke berkas log boot.txt.

Eksekusi Berkas → apakah Anda ingin mengeksekusi berkas atau program dari Terminal? Pastikan dulu ia ditandai eksekutabel. Jika tidak, bacalah Tip Cekatan #4 di bawah.

  1. Perlu mengeksekusi berkas di direktori saat ini setelah ia ditandai eksekutabel? Operator ./ dapat mengeksekusinya sebagai pengguna normal yang tak perlu hak root. ./ aslinya bermakna “di direktori sekarang” jadi ia tidak bekerja pada berkas di luar direktori sekarang. Catatan penerjemah: misalnya ./run.sh.
  2. Perlu mengeksekusi berkas tidak di direktori sekarang? Anda harus menulis alamat direktorinya (path) untuk mengeksekusi program. Jika ia adalah program Python, perintahnya python /alamat/berkas dan jika ia berkas shell, perintahnya sh /alamat/berkas sebagai contoh. Tentu banyak program lain, tetapi ini cukup sebagai petunjuk global untuk pemula.
  3. Perlu mengeksekusi berkas dengan hak root karena pesan operation not permitted? Awali perintah dengan sudo. Maka, dengan contoh di atas, sudo python /alamat/berkas akan mengeksekusi skrip dengan hak root. Catatan penerjemah: selalulah perhatikan spasi.
  4. Perlu mengeksekusi program GUI dari terminal? Ketik saja nama program (case sensitive!) dan dia akan berjalan. Ini akan menjadikan Terminal saat ini tidak bisa dipakai. Menutup terminal ketika program terbuka akan mematikan program. Cara yang lebih baik adalah untuk mem-background program, menggunakan namaprogram & dan kemudian mengetik kata exit untuk menutup Terminal dan proses tetap berjalan. Catatan penerjemah: meski sedang tidak bisa dipakai, Anda masih bisa membuka Terminal baru di tab baru dalam 1 jendela karena memang itulah fitur khusus Linux. Ini tidak ditemukan di Windows.
  5. Perlu menjalankan program GUI dengan hak root dari Terminal? Awali dengan gksudo atau gksu dan bukan sudo. Menggunakan sudo untuk menjalankan aplikasi GUI adalah kebiasaan buruk dan semestinya dihindari.
  6. Jangan, jangan gunakan sudo hanya karena pesan “operation not permitted”. Ingatlah apa yang Anda lakukan bisa *memusnahkan* seluruh sistem dengan menjalankan perintah di tempat yang salah dengan hal root. Pastikan berkas Anda berasal dari sumber terpercaya.

Tip-tip Cekatan:

  1. Hilang arah dalam direktori? Tak yakin di mana berada? Ketik pwd untuk print working directory.
  2. Ingin menghitung disk space Anda dengan cepat? df -h bisa menampilkannya.
  3. Ingin mengetahui ukuran folder atau berkas dengan cepat? du -cksh namatarget dapat melakukannya dengan tepat. Ingin mengetahui ukuran folder yang sekarang? du -cksh.
  4. Perlu menandai eksekutabel pada berkas? chmod +x namaberkas dapat melakukannya. Nanti kalau Anda mau mengeksekusi berkas dan ia tidak ditandai eksekutabel, Anda sudah mengerti caranya.
  5. Ingin melakukan mount sebuah ISO seperti Daemon-Tools di Windows? Linux sudah memiliki fungsi ini built-in. Buatlah direktori di mana saja, katakanlah /home/ahmad/isomount, dan laksanakan perintah mount -o loop /alamat/ke/isosaya.iso /home/ahmad/isomount dan isinya akan di-mount ke dalam folder itu.
  6. Mau menjalankan satu perintah sebelumnya, tetapi Anda lupa? Ketik history di Terminal dan ia akan menampilkan riwayat perintah Anda semuanya. Ingin menghapus riwayat? history -c akan menghapusnya habis.

Disklaimer:

  1. Tulisan ini adalah hanyalah terjemahan bebas dari laman berjudul The 5-Minute Essential Shell Tutorial http://community.linuxmint.com/tutorial/view/100 yang ditulis oleh justin.
  2. Metode yang saya tempuh dalam menerjemahkan hanya menitikberatkan pada sisi pembaca yang berbudaya bahasa Indonesia, bukan yang berbudaya bahasa Inggris.
  3. Beberapa kalimat sengaja tidak saya terjemahkan seperti “If you decide to get fancy with your delete commands, it’s probably going to come back to bite you” yang saya tak mengerti maknanya.
  4. Saya menambahkan beberapa catatan yang pada tulisan ini fontanya saya miringkan yang saya rasa perlu ditambahkan.
  5. Saya juga menambahkan beberapa perintah yang saya rasa sangat penting tetapi belum ada di tulisan aslinya semisal bagaimana ls untuk folder saja.
  6. Saya merasa ingin menerjemahkan ini karena melihat tulisan asli sangat bagus untuk pemula andai saja berbahasa Indonesia.
  7. Saya minta maaf jika tulisan ini masih juga sulit untuk dipahami. Semoga Allah menganugerahkan kita ketegaran untuk memanfaatkan hanya harta yang halal. 

Open Source Translation – Konsep Mengajar Bahasa yang Baru


trans-logoPernahkah Anda mendengar frase open source? Pernah jugakah Anda mendengar bahwa kita bisa ikut serta menerjemahkan antarmuka aplikasi ke Bahasa Indonesia? Open source adalah konsep yang memelopori itu semua dan menjadikannya mudah untuk kita. Alangkah bagusnya kalau ini bisa kita manfaatkan untuk mengajar peserta didik. Esai ini sepenuhnya bersifat alternatif.

Tulisan ini tersedia dalam bentuk PDF.

Target Tulisan Ini

  1. Guru Bahasa Inggris.
  2. Guru Bahasa Indonesia.
  3. Siapa pun yang ingin mendalami Bahasa Inggris secara mandiri.
  4. Siapa pun yang ingin memperbaiki Bahasa Indonesianya sendiri.
  5. Siapa pun yang tertarik dengan open source. Baca lebih lanjut