Arsip Tag: java

Pengantar Pemrograman Aplikasi GUI di Linux (Pustaka, Framework, dan IDE)


Bismillahirrahmanirrahim.

Artikel ini tersedia pula dalam PDF.

Apakah Anda ingin membuat aplikasi Linux? Anda ingin membuat aplikasi yang memiliki GUI sebagaimana program yang dibuat dengan Microsoft Visual Basic? Lakukan sekarang juga dengan memilih satu dari beberapa peralatan berikut. Choose one, master it!

Pustaka

1. GTK+

Pustaka ini adalah standar GUI untuk Ubuntu dan distro keluarga Debian lainnya. Pustaka inilah yang digunakan untuk membangun GNOME, Mate, Cinnamon, Nautilus, dan banyak program terkenal di Linux. GTK+ bisa dipakai di semua sistem operasi. Untuk menggunakan GTK, Anda bisa memakai bahasa C/C++ atau Python. Karena sangat banyak aplikasi Linux dibuat dengan GTK+, maka mudah sekali menemukan contoh aplikasi GTK+ yakni dengan membuka kode sumber aplikasi yang dibuat memakai GTK+.

2. Java SWING
Pustaka ini adalah salah satu standar GUI dalam Java. Aplikasi semacam Otodidak dibuat dengannya. Kelebihan Java SWING adalah kelengkapan tutorial resminya yang sempurna beserta besarnya jumlah komunitas programernya. Tutorial SWING berbahasa Indonesia paling banyak jika dibandingkan dengan peralatan lain yang disebutkan dalam posting ini. Jika Anda baru memulai pemrograman GUI, saya sendiri menyarankan untuk memulai dari SWING.

3. Qt Framework

qt-creator-logoQt sebetulnya bukan hanya pustaka, melainkan sudah merupakan framework untuk GUI. Qt itu sangat lengkap dan ia adalah framework yang membangun KDE, Unity, Texmaker, dan lain-lain. Qt memiliki dokumentasi resmi yang sangat lengkap (setara Java) dan komunitas yang sangat besar. Sedikit jumlah tutorial Qt berbahasa Indonesia tetapi jika Bahasa Inggris bukan halangan untuk Anda, maka dokumentasi asli Qt sudah mencukupi bahkan untuk pemula sekalipun. Kelebihan dokumentasi resmi Qt yang lain adalah lebih mudah dipahami dibanding yang lain sehingga pemula pun bisa mengerti dengan cepat. Untuk menggunakan Qt, Anda bisa menggunakan bahasa C++ atau Python.

IDE

1. Gambas

Nama Gambas merujuk kepada IDE sekaligus bahasa pemrogramannya. Gambas disebut sebagai Visual Basic-nya Linux. Jika Anda familiar dengan Microsoft Visual Basic, maka Anda akan mudah menggunakan Gambas.

2. Lazarus

Lazarus biasa disebut Delphi-nya Linux. Ia adalah IDE untuk Pascal. Anda bisa membuat GUI dengan GUI builder di dalamnya.

3. MonoDevelop

MonoDevelop ini IDE untuk membangun aplikasi GUI dengan C# dan .NET Framework. Ia memiliki GUI builder.

Gambar Contoh Aplikasi

Aplikasi GTK+

nautilus

Nautilus

Aplikasi Java SWING

Pemula-1

Otodidak

Aplikasi Qt

dolphin

Dolphin

Aplikasi dengan Gambas

myunity

MyUnity

Aplikasi dengan Lazarus

PeaZip (pengganti WinRAR dan WinZIP)

Aplikasi dengan MonoDevelop

banshee

Banshee Media Player

Gambar IDE

Glade

Netbeans

resized-netbeans

Qt Creator

qtcreator

Gambas

Lazarus

MonoDevelop

Penutup

Tulisan ini hanyalah pengantar. Gambar-gambar di atas sebagian diambil dari Wikipedia atau dari situs aslinya. Semoga benar-benar menjadi pengantar Anda untuk membuat aplikasi Linux. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Iklan

Menginstal Android ADT di Eclipse Indigo Secara Semi-Offline di Ubuntu 12.04


Bismillahirrahmanirrahim.

Sebenarnya lama sudah saya ingin menulis soal memrogram aplikasi Android. Hanya saja, saya selalu gagal dalam mengintegrasikan ADT (Android Development Tools) ke dalam Eclipse. Saya bingung bagaimana caranya walaupun mirip dengan sistem kerja apt di Ubuntu. Baik, berhubung sudah berhasil mengintegrasikan Eclipse dengan ADT sehingga saya bisa membuat aplikasi Android dan menggunakan GUI builder Android di dalam Eclipse, maka sekarang saatnya saya menulisnya.

Kaidah Dasar

  1. Dependensi: ada 2 hal yang mesti ada terlebih dahulu yakni Android SDK dan Android Delevepment Tools (ADT). Dua hal ini berbeda tetapi tanpa salah satunya kita tidak bisa memrogram Android di Eclipse.
  2. Model instalasi: sebenarnya ada 2 cara. Pertama dengan cara menginstalkan ADT ke dalam Eclipse yang telah kita instal di Ubuntu kita dari repositori, atau kedua dengan cara mengunduh secara utuh satu paket ADT SDK Bundle yang sudah berisi Eclipse. Tulisan ini menjelaskan yang pertama. Cara kedua ini ukuran paketnya sekitar 400 MB.
  3. Gambaran instalasi: memasukkan alamat ADT dan memasukkan alamat repositori resmi Indigo (semacam PPA), lalu memilih paket-paket yang diperlukan untuk pemrograman Android. Dengan cara offline ini, Anda tidak memerlukan lagi URL https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/.
  4. Gambaran pemrograman Android: Anda menulis kode di Eclipse pada bagian khusus pemrograman Android lalu Anda menjalankan aplikasinya pada AVD (Android Virtual Device, sebut saja hape Android di dalam Ubuntu) sebagaimana menjalankan programnya di hape betulan. Anda harus tahu gambaran ini dulu sebelum memrogram.

Spesifikasi Saya

  • Eclipse Indigo (diinstal dari repositori resmi)
  • Ubuntu 12.04 32 bit
  • ADT versi 21.1.0

Cara Instalasi

  1. Unduh dulu ADT: http://dl.google.com/android/ADT-21.1.0.zip (12 MB)
  2. Unduh juga SDK: http://dl-ssl.google.com/android/repository/android-17_r02.zip (45 MB) lalu ekstrak di /home/anda/Publik/.
  3. Buka Eclipse > Help > Install Software > klik Available Software Sites > masukkan alamat http://download.eclipse.org/releases/indigo. OK. Ini gunanya untuk mengunduh aplikasi tambahan. Ingat, saya pakai Eclipse Indigo jadi saya pasang URL indigo. Kalau Anda pakai Eclipse Juno, ganti URL indigo dengan juno.
  4. Masih di jendela Install Software, klik Add lalu masukkan path ke ADT yang tadi diunduh pertama. Ini enaknya punya ADT, sehingga tidak perlu alamat http://dl-ssl.google.com/android/eclipse/.
  5. Nanti akan muncul 2 pilihan yakni Developer Tools dan NDK Plugins. Cawang yang Developer Tools lalu Next. OK saja pada perjanjian lisensi yang muncul.
  6. Setelahnya, Anda akan diminta untuk restart. Turuti saja.
  7. Setelah restart, Anda akan diminta mengonfigurasi SDK. Ya, selain ADT, harus ada SDK. OK saja lalu berikan path menuju Android SDK yang sudah Anda unduh sebelumnya pada tahap kedua tadi.
  8. Selesai.

Kalau sudah selesai, maka Anda bisa File > New > Android Application Project dengan lancar. Jika gagal, maka opsi Android Application Project tidak akan muncul.

Masalah

  1. Jika Anda tidak punya Android SDK tetapi punya ADT Bundle (yang 400 MB itu) seperti kasus saya, maka mudah saja. Gantilah alamat path ke Android SDK di atas menjadi path ke folder sdk/ di dalam folder adt_bundle. Sama saja isinya. Masalah akan muncul jika ternyata SDK yang ada dalam ADT Bundle ternyata lebih baru, sehingga Anda harus update sendiri ADT Anda. Ini terjadi pada saya dan alhamdulillah beres karena ada internet langsung.
  2. Jika terjadi galat yang berisi pesan ADT requires ‘org.eclipse.wst.sse.core 0.0.0’ but it could not be found, maka perhatikan lagi URL pada poin 3 di atas. Ketiadaan URL repositori inilah penyebabnya. Tenang, berkas yang akan diunduh hanya sedikit.
  3. Jika terjadi galat besar yang mengakibatkan semua opsi di menu File > New menjadi hilang (termasuk Java, Project, Android, dan lain-lain yang biasanya ada), entah karena kesalahan konfigurasi repositori atau lainnya, maka jangan instal ulang Eclipse Anda. Cukup rename saja folder ~/.eclipse Anda.

Rujukan

  1. http://qdevarena.blogspot.com/2010/05/download-android-sdk-standalone-for.html
  2. http://stackoverflow.com/questions/4249695/adt-requires-org-eclipse-wst-sse-core-0-0-0-but-it-could-not-be-found
  3. http://stackoverflow.com/questions/6482268/eclipse-indigo-cannot-install-android-adt-plugin

Cara Instal JRE untuk Berbagai Distro Linux


Bismillahirrahmanirrahim.

Menanggapi saran yang baik dari seorang teman bernama alisoftware, saya putuskan untuk membuat posting tersendiri mengenai cara instalasi Java Runtime Environment (JRE) di berbagai distro. Mengapa? Demi memudahkan pengguna yang ingin menggunakan Otodidak. Aplikasi Otodidak dibuat dengan Java sehingga selalu membutuhkan JRE kalau kita ingin menjalankannya. Anda tidak memerlukan JDK kalau hanya ingin menjalankan Otodidak, karena JDK itu lebih besar dan khusus untuk programer. Oh iya, tidak hanya Otodidak. Dengan menginstal JRE satu kali, kita sudah dapat menjalankan aplikasi-aplikasi Java lainnya tanpa kesulitan. Berikut caranya.

Secara Global

Semua OS termasuk Windows dan Mac OS, bisa mengunduh JRE secara manual dari http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html. Biasanya berkasnya berukuran 50 MB ke atas. Dan nama berkasnya biasanya seperti ini: jre-7u21-linux-i586.rpm. Ambil yang i586 untuk komputer 32 bit atau yang x64 untuk komputer 64 bit.

Secara Khusus

Tutorial ini saya berikan dalam wujud perintah-perintah Terminal agar mudah ditulis. Setiap kesulitan dapat langsung didiskusikan melalui komentar.

Ubuntu

sudo apt-get install default-jre

Fedora

rpm -ivh jre-7u21-linux-i586.rpm

openSUSE

Unduh berkas JRE dengan format .bin saja biar mudah instalasinya.

  1. chmod +x jre-6u29-linux-x64-rpm.bin
  2. ./jre-6u29-linux-x64-rpm.bin

Arch

pacman -S jre7-openjdk

Rujukan Penting

Otodidak Behind The Scene #1 – Panduan Lengkap Membuat Aplikasi GUI dengan Netbeans Khusus untuk Pemula dan Orang Awam


otodidak-behind-the-scene-cover-1

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan Otodidak Behind The Scene #1. Sementara ada gangguan koneksi, saya hanya bisa mengunggah versi PDF. Insya Allah setelahnya saya akan tulis lengkap postingnya di sini di samping juga tautan unduh PDF. Ukuran PDF ini 3 MB.

Unduh PDF Otodidak Behind The Scene #1.

Mengapa Otodidak Dibuat? (2/2 – Habis)


Bismillahirrahmanirrahim. Setelah alasan awal saya paparkan, sekarang saatnya alasan setelahnya. Alasan yang akan saya sebut ini adalah alasan psikis beserta teknis, yang menjadi tunggangan saya untuk mempromosikan Linux (sebagai OS halal) ke seluruh Indonesia. Nah bagi yang ingin tahu, apa saja alasan di balik pembuatan Otodidak itu, berikut ini dimulai dari sisi psikis. Barakallahu fiikum…

Alasan Psikis1

  1. Pengguna Windows cenderung takut untuk menggunakan Linux, apalagi untuk beralih total. Karena itu, Otodidak dibuat sesimpel dan segampang mungkin. Tombolnya saya bikin besar-besar biar jelas.
  2. Minimal satu kali, saya ingin dalam hidup ini berterima kasih kepada komunitas yang sudah banyak membantu saya saat kesulitan dengan jalan membuat aplikasi. Tentunya target utama saya adalah pengguna awam dan pemula, dengan GUI.
  3. Saya ingin mengumpulkan daftar modem-modem yang sudah terbukti pasti bisa konek di Linux, yang sudah dites oleh kawan-kawan KPLI seluruhnya. Saya telah mengutarakan ide ini berulang kali, dan saya merasa seluruhnya tak seide dengan saya. Oleh karenanya, saya membuat Otodidak ini. Barangkali dengan melihat langsung, kawan-kawan lebih paham maksud saya dengan daftar modem. Jadi ini semacam sarana untuk memperjelas ide saya saja.
  4. Otodidak dibuat GUI dan dititikberatkan pada skrinsot karena semua manusia yang saya temui selalu mengatakan lebih suka membaca buku yang banyak gambarnya daripada yang cuma tulisan saja.
  5. Otodidak sengaja dibuat besar semua fontanya, karena terinspirasi ayah dan ibu saya yang tidak dapat membaca tulisan kecil (harus pakai kacamata atau di-zoom manual).
  6. Akan lebih mudah saya promosi di laman-laman komunitas, saya bisa membuat satu pesan yang mengenai 2 komunitas sekaligus, Linux dan Windows, kalau Otodidak saya bikin untuk Linux sekaligus untuk Windows. Bagaimana komunitas Windows bisa menolak kiriman pesan saya kalau Otodidak-nya dalam format EXE?
  7. Saya ingin membantu pengguna Windows untuk mengenal Linux, dengan mem-bypass rasa takut mereka melalui Simulator Terminal dalam Otodidak dan keseluruhan Otodidak itu sendiri. Tentu, agar mereka bisa menjadi otodidak seperti kami.
  8. Saya ingin berguna bagi orang lain, minimal memberikan ide berupa aplikasi yang sudah ada beserta tutorial pembuatannya. Saya berharap bisa menghubungi anak-anak SMP/SMA (yang berminat) di tempat yang jauh untuk bersama belajar membuat aplikasi seperti Otodidak ini dengan Netbeans, secara daring (online). Saya melihat banyaknya bakat anak-anak itu tetapi sering mereka bingung mau disalurkan ke mana. Semoga bisa terwujud.
  9. Proof of concept bahwa ide bisa lebih bermanfaat daripada kemampuan pemrograman, melihat saya sendiri yang tidak bisa memrogram. Otodidak dibuat berdasarkan ide yang saya peroleh dari aplikasi ElectroDroid di Android teman saya. Saya hanya pernah melihat aplikasi itu 2-3 kali, dan saya merasa sangat terpukul ‘alangkah mudahnya membuat aplikasi yang seperti ini’. Hanya ide yang saya punya.

Alasan Teknis

  1. Saya sangat ingin mempelajari Java sebagai bahasa pemrograman, sekaligus mengobati “patah hati” saya terhadap Visual Basic yang terlampau mahal. Dengan membuat aplikasi GUI secara langsung.
  2. Saya ingin tahu sejauh mana Matisse bisa mewujudkan ide-ide saya.
  3. Saya ingin bisa pemaketan Debian/Ubuntu.
  4. Saya ingin bisa membuat aplikasi Windows namun 100% tidak menggunakan Windows, hanya Linux.
  5. Saya ingin membuat aplikasi Android meski tidak punya perangkatnya.

Pesan-pesan Saya

Mengapa psikis duluan? Bukankah teknis lebih penting? Jawabannya adalah karena saya termasuk orang yang mendahulukan ide daripada kemampuan. Percuma punya skill bagus tetapi gagal berkomunikasi, gagal beradab yang baik, gagal berbicara yang santun kepada orang lain. Saya tegaskan, orang Indonesia kebanyakan adalah manusia yang tak mengerti mahalnya sebuah ide. Oleh karena itu, janganlah jadi bangsa yang cemburu kalau ada anak bangsa yang lari ke luar negeri di mana ide-ide mereka (baru kemudian kemampuan mereka) lebih dihargai. Kalau mereka lari, mari instrospeksi diri apakah kita telah melukai sebuah hati. Anda punya teknologi tinggi? Oke. Namun sekali Anda kasar terhadap orang yang bertanya tentang teknologi Anda, janganlah berharap orang menghargai Anda.

Karenanya, mulai hari ini, ayolah mulai membuat aplikasi-aplikasi berdasarkan ide-ide yang cemerlang. Jangan sia-siakan itu. Mulai dari mengunduh Netbeans dan buatlah aplikasi Anda sendiri. Jangan lupa rilis versi Linux-nya, ya?

 

_______________________

1 KBBI: yang berbuhungan dengan psike (kejiwaan)

Pelajaran Java Hari Ini 13 Agustus 2012


//PROGRAM WHILE 13 AGUSTUS 2012
package javaapplication4;
public class While
{
public static void main(String[] args)
{
int x=0,y=20;
while(x<y)
{
x++;
 System.out.println(+x);
}
}
}

Analisis

Pertama

package javaapplication4; <<=== deklarasi nama paket. Nama harus sama.

Kedua

public class While{} <<=== deklarasi nama kelas. Namakelas harus sama dengan namaberkas.

Ketiga

int x=0,y=20; <<=== deklarasi int persis seperti di C. Nilai x = 0, nilai y = 20.

Keempat

while(x<y){} <<=== fungsi perulangan while. Syaratnya x < y. Maksudnya, lakukan yang di dalam kurung ketika x < y.

Kelima

X++; <<=== tambah nilai x dengan 1 secara otomatis.

Keenam

System.out.println(+x); <<=== mencetak nilai variabel x. Ternyata println beda dengan print. Println akan mencetak baris baru setiap dipanggil. Print hanya akan mencetak persis di sebelah karakter tanpa spasi.

Gambar

Keluaran

Pelajaran Java Hari Ini 5 Agustus 2012


//PROGRAM PERTAMA SAYA = 5 AGUSTUS 2012
//PROGRAM MENCETAK NAMA KE LAYAR = PROGRAM PALING SEDERHANA
package javaapplication4; 
public class JavaApplication4 
{ 
public static void main(String[] args) 
{
System.out.println("Berkas bernama JavaApplication4.java"); 
}
}

 

Analisis

 

Pertama

package javaapplication4; <<== Harus ada. Ini menunjuk namapaket.

 

Kedua

public class JavaApplication4{} <<=== Harus ada. Ini menunjuk nama berkas. Nama wajib sama dengan NamaBerkas. Dan ini bukan NamaKelasTertinggi. class = kelas = berkas.

 

Ketiga

public static void main(String[] args){} <<=== Inti aplikasi seperti di C. Harus ada String[] args di dalam (). Entah fungsinya apa.

 

Keempat

System.out.println(“Berkas bernama JavaApplication4.java”); <<=== printf-nya Java. Sintaks persis C tapi kompleks karena ada anakan System.out.

 

Gambar

 

 

Keluaran