Arsip Tag: tutorial

Panduan Dasar Terminal Ubuntu untuk Pemula


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

utilities-terminalSaya susun tulisan ini untuk setiap pemula baik yang migrasi dari Windows maupun tidak. Tulisan ini disusun berdasarkan prioritas yang terpenting di atas yang penting. Tulisan ini disusun untuk membantu Anda mengerti cara pakai Terminal Ubuntu dengan cepat. Anda akan melihat 2 hal terpenting dalam tulisan ini, yakni sistem manajemen paket dan konfigurasi dasar. Semua gambar skrinsot di dalam tulisan ini disediakan dalam kualitas tinggi. Silakan lakukan zoom jika gambar tidak terlihat jelas. Semoga tulisan ini bermanfaat. Baca lebih lanjut

Pentingnya Sebuah Tutorial Bagi Seorang Pemula


Bismillahirrahmanirrahim. 

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Tutorial itu adalah catatan sederhana mengenai bagaimana Anda bisa menyelesaikan 1 masalah di Linux.

Isi Tulisan Ini

  1. Pembukaan
  2. Permasalahan
  3. Penjabaran Permasalahan
  4. Solusi
  5. Penjabaran Solusi
  6. Contoh Implementasi
  7. Hambatan-Hambatan
  8. Kontra Hambatan
  9. Contoh-Contoh Tutorial
  10. Penutup

Baca lebih lanjut

Kumpulan Tutorial C++ & Source Code Qt Framework Edisi 1 – 11


Bismillahirrahmanirrahim.

qt-creator-logoBerikut ini tutorial C++ beserta contoh kode sumbernya. Semua kode di sini adalah hasil dari pemrograman Qt saya. Semua kode saya ditulis di Linux dan program saya semuanya memakai Qt Framework untuk menghasilkan GUI. Anda bisa gunakan karya saya ini untuk membuat aplikasi yang lebih bermanfaat. Lisensi semua karya saya ini bebas untuk dipakai apa saja selama tidak untuk maksiat kepada Allah. Semoga bermanfaat. Baca lebih lanjut

Tutorial Menulis Dokumen dengan LaTeX di Linux (Disertai Contoh)


Bismillahirrahmanirrahim.

LaTeX itu sangat bagus untuk menulis dokumen apa pun. Bahkan bisa jadi lebih bagus dari Microsoft Word. Percayalah, hasilnya sangat bagus. Walau judul tulisan ini tutorial, sebetulnya saya cuma ingin menuliskan catatan-catatan saya dalam menulis dokumen dengan LaTeX. Semoga ini bermanfaat. Baca lebih lanjut

LaTeX, Gummi, dan Ubuntu


Bismillahirrahmanirrahim.

Saya menyukai tulisan yang rapi. Semenjak awal mengenal Linux, saya telah mengenal banyak PDF yang rapi. Ternyata PDF-PDF tersebut ditulis dengan \LaTeX, bukan dengan Microsoft Word seperti yang saya sangka. Sejak itu saya tertarik. Namun baru pada 22 Oktober 2013 saya menginstal \LaTeX untuk pertama kalinya. Ternyata sangat menarik. Jauh lebih menarik daripada Writer atau Word. Saya bisa mengendalikan seluruh dokumen semau saya tetapi otomatis rapi. Dan semangat menulis saya bangkit kembali setelah mencoba \LaTeX ini. Sungguh luar biasa menyenangkan. Saya ingin menunjukkan betapa mudah dan rapinya LaTeX.

LaTeX di Ubuntu

Saya menginstal Gummi selaku GUI untuk \LaTeX. Mengapa? Karena setelah saya membaca beberapa artikel perbandingan GUI untuk \LaTeX, saya memilih yang memiliki live preview. Sejauh ini baru Texmaker dan Gummi saja yang saya temukan. Sesungguhnya saya lebih menyukai Texmaker karena tampilannya keren sekali (seperti Qt Creator). Namun akhirnya pilihan saya jatuh pada Gummi. Ia yang paling kecil ukuran unduhannya (sekitar 300 MB) dibanding yang lain. Memang besar, tetapi kalau hasilnya serapi ini, 300 MB cuma angin lalu. Gambar ini diambil di KDE yang belum terinstal qtcurve, sehingga tampilan Gummi (GTK) terkesan kurang menarik.

compressed_latex-gummi1

Panel kiri untuk menulis kode dan kanan untuk preview

Awal “Keberanian” Saya

Sebelumnya saya “tidak berani” menginstal \LaTeX karena khawatir kesulitan memakainya. Namun saya mulai tertarik sejak melihat komputer seorang pengguna Windows yang di situ terdapat Texmaker. Ah, indah! Yang kedua, saya memberanikan diri mencari artikelnya. Subhanallah, saya menemukan artikel http://tex.stackexchange.com/questions/339/latex-editors-ides dan harus saya akui artikel ini penyebab saya bersikeras ingin menggunakan \LaTeX. Ya, di situ ada banyak skrinsot Texmaker, Gummi, Vim, dan editor lain yang demikian indah. Berikut ini skrinsot dari laman tersebut. Siapa tak tergoda mencobanya?

texmaker - latex

Texmaker

texstudio -latex

Texstudio

texworks - latex

Texworks

vim-latex

Vim & LaTeX Extension

Dan tidak akan saya lupakan, sebuah buku karya Kang Tedy Tirtawidjaja yang membahas \LaTeX secara komplet sehingga menumbuhkan semangat saya mencoba. Buku inilah yang pertama kali memprovokasi saya untuk mencoba \LaTeX. Saya memperoleh dasar-dasar menulis dengan \LaTeX awalnya dari buku ini. Akhirnya saya bisa menerapkannya. Terima kasih, Kang Tedy! Unduh bukunya di http://budi.insan.co.id/docs/membuat%20dokumen%20dengan%20latex%20-%20ver.0.3.pdf.

latex-tirta

Salah satu halaman buku tersebut

Apa Kelebihan LaTeX?

  1. \LaTeX adalah typesetter yang digunakan oleh profesor, peneliti, ilmuwan, matematikawan, mahasiswa, dan pelajar untuk menulis dokumen sejak dulu kala (1980) sebelum adanya Microsoft Office. Terlalu banyak skripsi, tesis, paper, bahkan buku dan tutorial dikerjakan dengan \LaTeX. Segera Anda akan menyadari bahwa banyak tutorial Linux yang Anda unduh selama ini ternyata ditulis dengan \LaTeX (baca Properties-nya). Banyak orang menggunakan \LaTeX. Karena itu, Anda tidak akan pernah kekurangan tutorial untuk \LaTeX.
  2. \LaTeX menghasilkan dokumen yang tingkat kerapiannya sangat tinggi. Bisa dibilang lebih rapi dari Microsoft Word.
  3. \LaTeX menghasilkan teks rumus matematika dengan tingkat ketelitian sangat tinggi. Ia bisa menuliskan rumus sesulit apa pun (oleh karena itu para profesor menggunakannya).
  4. \LaTeX itu otomatis. Penomoran heading otomatis dipegang oleh LaTeX. \LaTeX otomatis membuatkan daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, bahkan daftar kode sumber. Begitu pula penomoran footnote, halaman, abstrak, margin, dan lain-lain.
  5. \LaTeX memiliki sintaks yang mirip HTML, dan sama sekali tidak sulit. Anda hanya butuh beberapa hari saja untuk bisa menggunakan \LaTeX (saya mulai menggunakan LaTeX 5 hari lalu/22 Oktober 2013).
  6. \LaTeX itu gratis.
  7. \LaTeX itu open source.
  8. \LaTeX punya banyak sekali package (baca: plugin) yang memperluas fungsinya sebagaimana Firefox dengan addons-nya.

Anda dan LaTeX

  • Anda, jika sudah bosan dengan Microsoft Word atau Libreoffice Writer, cobalah \LaTeX.
  • Jika Anda merasa Writer kekurangan fungsi equation editor (kalah dengan Word), maka Anda harus mencoba \LaTeX. Rasakan power-nya.  $latex \[ \int_a^b f(x)\,dx.\]$
  • Jika Anda menyukai matematika, sayang sekali jika tidak kenal \LaTeX.
  • Jika Anda merasa gairah menulis menurun karena kurang tantangan, cobalah \LaTeX.
  • Jika Anda sangat menyukai kerapian, gunakan LaTeX.
  • Jika Anda menyukai matematika, sayang sekali jika tidak kenal Jika Anda menyukai matematika, sayang sekali jika tidak kenal \LaTeX.
  • Jika tombol Delete Anda rusak sedangkan Libreoffice Writer maupun Kingsoft Writer tidak menerima rebinding Anda dengan xev dan xmodmap, maka cobalah Gummi + \LaTeX.
  • Atau jika Anda memang sedang senggang.

Saya dan LaTeX

Alhamdulillah, kemarin saya baru saja menyelesaikan tutorial Qt ke-11 sekaligus versi PDF-nya. Versi PDF ini adalah dokumen \LaTeX pertama saya. Biasanya saya hanya mengandalkan Writer untuk membuatnya. Sekarang bisa dilakukan dengan \LaTeX dan saya sangat puas. Hasilnya begitu rapi untuk ukuran seseorang yang baru memakai \LaTeX (yah, tutorialnya memang banyak, sih). Berikut ini skrinsot tulisan saya dengan \LaTeX.

latex-transisi

Tak pernah saya mengira tulisan saya bisa serapi ini. Tak putus-putus rasa hati ingin memandangnya. Padahal saya baru memakai sedikit kode \LaTeX. Dan tujuan saya menginstal Gummi di Ubuntu adalah menulis seluruh versi PDF untuk posting selanjutnya dengan LaTeX.

Daftar Tutorial LaTeX

Bagian yang paling saya suka adalah tutorial. Tentunya saya tak perlu menuliskannya karena sudah ada orang sebelum saya yang melakukannya. Mereka ahlinya. Maka silakan membaca tutorial mereka. Istimewa untuk buku Kang Tedy, saya sudah sebutkan tautannya di atas.

  1. http://matematika.upi.edu/wp-content/uploads/2011/03/LaTeXpemula.pdf
  2. http://ctan.cermin.lipi.go.id/macros/latex/contrib/hyperref/doc/manual.pdf
  3. http://www.stdout.org/~winston/latex/latexsheet.pdf
  4. http://ece.uprm.edu/~caceros/latex/introduction.pdf
  5. http://www.andy-roberts.net/res/writing/latex/original_toc.pdf
  6. http://en.wikibooks.org/wiki/LaTeX/Colors
  7. http://www.maths.tcd.ie/~dwilkins/LaTeXPrimer/GSWLaTeX.pdf
  8. http://www.tug.org/twg/mactex/tutorials/ltxprimer-1.0.pdf
  9. http://latex-project.org/guides/usrguide.pdf
  10. http://www.ling.ohio-state.edu//events/lcc/tutorials/intro-latex.pdf
  11. http://tex.stackexchange.com/questions/38978/how-can-i-manually-install-a-latex-package-debian-ubuntu-linux
  12. http://tex.stackexchange.com/questions/867/syntax-coloring-in-latex
  13. http://texblog.org/2011/06/11/latex-syntax-highlighting-examples/
  14. http://tex.stackexchange.com/questions/83882/how-to-highlight-python-syntax-in-latex-listings-lstinputlistings-command

[PDF] Unduh Tutorial Pemrograman GUI dengan Qt C++ Edisi 1-7


Bismillahirrahmanirrahim.

Unduh Satu Per Satu

Berikut ini kumpulan tutorial pemrograman GUI Qt yang mencapai edisi 7 sampai sekarang. Ini semua PDF yang direct link. Semoga bermanfaat.

Pemrograman Qt 1 – Membuat Dialog, GroupBox, Layout, dan Tombol dengan Menulis Kode (Bukan Designer)

Pemrograman Qt 2 – Mendayagunakan QGroupBox dan QHBoxLayout untuk Membentuk Kolom dalam QDialog

Pemrograman Qt 3 – Mendayagunakan QFrame dan QVBoxLayout untuk Membentuk Kolom Lebih Banyak dalam QDialog

Pemrograman Qt 4 – QStackedLayout dan QComboBox untuk Window Layering

Pemrograman Qt 5 – QStackedLayout dan QPushButton untuk Layering (setCurrentIndex)

Pemrograman Qt 6 – Membuat Program GUI Sederhana Menggunakan Sebanyak Mungkin Kelas (QStackedLayout, QPushButton, QLabel, QComboBox, dan Lainnya)

Pemrograman Qt 7 – Menjalankan Perintah Linux dari GUI C++ dengan Mudah Menggunakan system()

Unduh Sekaligus Satu Paket PDF

Tautan: http://www.mediafire.com/download/f76q15p246qgh6q/Tutorial_Pemrograman_GUI_Qt_C%2B_Edisi_1-7.tar.gz
Ukuran: 1.6 MB

Unduh Sekaligus Satu Paket Saved Web Pages (HTML)

Tautan: http://www.mediafire.com/download/mm6dn0l5xhmmycm/Pemrograman_Qt_1-7_Laman_Web_(Non-PDF).zip
Ukuran: 6 MB

Pemrograman Qt – Membuat Dialog, GroupBox, Layout, dan Tombol dengan Menulis Kode (Bukan Designer)


Bismillahirrahmanirrahim.

Saya sebenarnya lebih suka cara drag and drop akan tetapi karena sudah kesulitan, maka cara terakhir adalah hard coding. Hard coding (begitu orang menyebutnya) adalah membuat aplikasi GUI tidak dengan drag and drop melainkan menulis kodenya semua dari nol. Kedengarannya mengerikan tetapi nyatanya tidak. Saya ingin mendemonstrasikan sedikit contoh hard coding (walaupun sebetulnya ini belum masuk hard level) untuk membuat satu dialog, di atasnya diberi layout, lalu di atas layout itu diberi tombol. Tetap kita lakukan ini dengan Qt Creator, dengan bahasa C++, dan di atas Ubuntu. Semoga ini bermanfaat.

Wujud Program yang Ingin Dibuat

ngite-hardcoding

Alur Kode

Saya nggak berani bilang ini algoritma. Namun inilah alur pikir sederhana dari program ini.

  1. Membuat sebuah dialog (QDialog).
  2. Mengisi dialog itu dengan groupbox (QGroupBox).
  3. Mengisi groupbox dengan layout (QHBoxLayout).
  4. Membuat tombol (QPushButton).
  5. Memasukkan tombol itu ke dalam layout.
  6. Otomatis, jika ada widget (entah button entah apa) masuk ke dalam layout, yang layout itu sendiri ada dalam groupbox, dan si groupbox ada di dalam Dialog, maka sempurnalah tampilan Dialog dengan tombol.

Urut-urutan di atas harus dipenuhi dalam hard coding di Qt karena jika tidak, maka hanya muncul jendela saja tanpa ada isinya. Atau malah hanya muncul pesan galat. Memang terlihat mbulet tetapi saja janji insya Allah akan mudah dengan penjelasan.

Kode Pembuatan Widget Qt (QPushButton, QHBoxLayout, QGroupBox)

Sebelum saya beberkan kodenya secara keseluruhan, saya tunjukkan dulu bagaimana hard coding untuk tombol, groupbox, dan layout agar Anda merasa juga bahwa sama sekali ini tidak hard.

Kode untuk Membuat Tombol (PushButton)

QPushButton *tombol = new QPushButton("PULAU BUTON");

Mudah dipahami. Maksudnya adalah membuat objek bernama tombol (dengan sifat pointer karena pakai *), yang diturunkan dari kelas QPushButton, dengan teks PULAU BUTON. Bisa saja tidak memakaikan sifat pointer (tanda *), tetapi nanti objek tombol tidak bisa menunjuk (tanda -> kepada fungsi). Ingat, nama kelas untuk tombol adalah QPushButton bukan QButton. Ingat, C++ adalah bahasa pemrograman yang berbasis objek. Jadi, sedikit-sedikit kita akan bertemu dengan objek. Oh iya, nama objek di sini bebas Anda ubah.

Kode untuk Membuat GroupBox

QGroupBox *groupbox = new QGroupBox(tr("Horizontal Layout"));

Maksudnya adalah membuat objek bernama groupbox dari kelas QGroupBox, dengan teks judul Horizontal Layout. Buat apa sih, groupbox? Ini berguna untuk mengelompokkan layout agar dalam satu dialog/jendela, bisa ada lebih dari satu layout. Latar belakang saya memakai groupbox ini akan dijelaskan di bawah. Sekali lagi, nama objek boleh Anda tentukan sendiri.

Kode untuk Membuat Layout

QHBoxLayout *layout = new QHBoxLayout;

Maksudnya, membuat objek layout berbasis BoxLayout yang bertipe horizontal, yang bernama layout. Buat apa layout itu? Oke, gunanya besar sekali untuk mengatur secara otomatis item-item GUI yang kita buat baik tombol atau lainnya. Sebagai informasi, layout dalam Qt itu sangatlah banyak jenisnya. Hanya saja, saya di sini pilih salah satunya saja yakni BoxLayout yang tipenya horizontal. Sekali lagi, Anda bebas mengganti nama objek. Cukup jelas, bahwa sampai layout pun dianggap objek dengan C++.

Kode Program

Saatnya membeberkan seluruh kode yang saya miliki. Selayang pandang, ada 5 berkas saja yang digunakan dalam program ini yakni:

  1. main.cpp
  2. mainwindow.cpp
  3. mainwindow.h
  4. mainwindow.ui
  5. DialogPertama.pro

Yang akang Anda utak-atik hanyalah mainwindow.cpp dan sedikit di mainwindow.h. Fokus hanya di dua berkas ini. Ah, jangan bingung dengan nama DialogPertama.pro. Kalau Anda buat proyek Qt baru dengan nama BotolMizone maka namanya jadi BotolMizone.pro. Berkas pro ini adalah konfigurasi proyek Qt kita. Otomatis diciptakan oleh Qt Creator. Kebetulan saja saya menamainya DialogPertama.

main.cpp

#include <QtGui/QApplication>
#include "mainwindow.h"

int main(int argc, char *argv[])
{
    QApplication a(argc, argv);
    Dialog w;
    w.show();

    return a.exec();
}

mainwindow.h

#ifndef MAINWINDOW_H
#define MAINWINDOW_H

#include <QDialog>
#include <QGroupBox>
#include <QPushButton>

class QGroupBox;
class QPushButton;

class Dialog : public QDialog
{
    Q_OBJECT

public:
    Dialog();

private:
    void createHorizontalGroupBox();

    QGroupBox *horizontalGroupBox;
    QPushButton *tombol;
};

#endif // MAINWINDOW_H

mainwindow.cpp

#include <QtGui>
#include "mainwindow.h"
#include "ui_mainwindow.h"

Dialog::Dialog()
{
createHorizontalGroupBox();
QVBoxLayout *mainLayout = new QVBoxLayout;
mainLayout->addWidget(horizontalGroupBox);
setLayout(mainLayout);
}

void Dialog::createHorizontalGroupBox()
{
horizontalGroupBox = new QGroupBox(tr("Ini Horizontal Layout"));
QHBoxLayout *layout = new QHBoxLayout;
QPushButton *tombol = new QPushButton("PULAU BUTON");
QPushButton *timbil = new QPushButton("PULAU SERAM");
QPushButton *tambal = new QPushButton("PULAU ANGKER");
layout->addWidget(tombol);
layout->addWidget(timbil);
layout->addWidget(tambal);
horizontalGroupBox->setLayout(layout);
}

mainwindow.ui

Abaikan isinya karena tidak dipakai.

DialogPertama.pro

Abaikan isinya karena tidak dipakai.

Hasil

ngite-hardcoding

Penjelasan Kode

Di dalam main.cpp, kode yang perlu diperhatikan hanya 2 baris yakni

Dialog w;
w.show();

Maksudnya adalah membuat objek bernama w dari kelas Dialog. Kelas Dialog ini dijelaskan di dalam mainwindow.h. Inilah pemrograman C++, beberapa berkas pemrograman saling terkait dan saling memanggil. Maka, Anda akan temukan di bagian atas main.cpp ada #include “mainwindow.h”.

Di dalam mainwindow.h, kode yang perlu diperhatikan adalah

class Dialog : public QDialog

karena kita memakai Dialog menggantikan MainWindow. Kalau Anda baru membuat proyek baru, pasti kode di dalam mainwindow.h isinya adalah deklarasi kelas MainWindow. Di sini kita menggantinya dengan Dialog.

public:
    Dialog();

karena Dialog ini dipakai di main.cpp untuk membuat objek bernama w.

private:
    void createHorizontalGroupBox();

    QGroupBox *horizontalGroupBox;
    QPushButton *tombol;

karena fungsi createHorizontalGroupBox() dipakai di mainwindow.cpp (sedangkan mainwindow.cpp memanggil mainwindow.h ini), horizontalGroupBox adalah objek yang dibuat dari kelas QGroupBox yang objek ini dipakai di mainwindow.cpp, dan objek tombol yang dibuat dari kelas QPushButton yang objek ini juga dipakai di mainwindow.cpp.

#include <QDialog>
#include <QGroupBox>
#include <QPushButton>

karena di dalam mainwindow.h dipakailah tiga kelas ini yakni QDialog, QGroupBox, dan QPushButton. Enaknya mendeklarasikan ini di atas pada mainwindow.h adalah jika mainwindow.cpp memanggil objek QDialog, maka tidak usah dideklarasikan. Cukup deklarasikan #include “mainwindow.h” dalam mainwindow.cpp karena header inilah yang bertugas memanggil ketiga pustaka tersebut.

Di dalam mainwindow.cpp, kode yang perlu diperhatikan hanya dua blok yakni:

//BLOK PERTAMA
Dialog::Dialog()
{
createHorizontalGroupBox();
QVBoxLayout *mainLayout = new QVBoxLayout;
mainLayout->;addWidget(horizontalGroupBox);
setLayout(mainLayout);
}

karena berkas .cpp yang satu ini adalah inti pemrograman kita. Semua kode sebelumnya hanyalah pelengkap, sebetulnya. Blok pertama ini tujuannya memberikan pada dialog, sebuah layout BoxLayout bertipe vertikal. Layout ini, objeknya diberi nama mainLayout. Mengapa? Karena layout kedua nanti akan diletakkan di atas layout pertama ini.

Hal penting lainnya adalah mekanisme pemasukan objek ke dalam layout dan pemasukan layout ke dalam Dialog. Pertama-tama kita harus menciptakan objek layout entah apa tipenya (kalau dalam kode ini QVBoxLayout). Kedua, kita point (->) objek tadi kepada method/fungsi bernama addWidget, dengan memasukkan objek layout kedua ke dalam passing parameter-nya (simpel, passing parameter itu isi dari () setelah kata addWidget). Ingat, method addWidget ini akan sangat sering dipakai dalam hard coding GUI karena memang pembuatan GUI di Qt ini isinya bikin objek lalu tempelkan (addWidget), bikin objek lagi tempelkan (addWidget) lagi, dan begitu terus. Ketiga, kita tempelkan (setLayout) layout yang sudah berisi objek-objek tadi ke dalam parent object (dalam blok ini, Dialog). Jadi, mekanismenya adalah nanti tombol masuk ke groupbox, groupbox masuk ke layout ini, dan layout ini masuk ke Dialog maka muncullah tampilan.

//BLOK KEDUA
void Dialog::createHorizontalGroupBox()
{
horizontalGroupBox = new QGroupBox(tr("Ini Horizontal Layout"));
QHBoxLayout *layout = new QHBoxLayout;
QPushButton *tombol = new QPushButton("PULAU BUTON");
QPushButton *timbil = new QPushButton("PULAU SERAM");
QPushButton *tambal = new QPushButton("PULAU ANGKER");
layout->addWidget(tombol);
layout->addWidget(timbil);
layout->addWidget(tambal);
horizontalGroupBox->setLayout(layout);
}

lihat, mudah sekali. Kode pada blok kedua inilah yang paling penting dalam pemrograman kali ini. Sebetulnya, andai bisa membuat objek tanpa deklarasi header, maka semua kode yang sebelumnya tidak dibutuhkan. Lihat, di sini terjadi pembuatan objek, lalu penempelan objek ke dalam layout, lalu menempelkan layout ke dalam groupbox. Cuma itu yang dilakukan dengan hard coding GUI di Qt kita kali ini.

Bisa dipahami dari kode ini, pembuatan GUI dengan hard coding ini dilakukan dengan cara membuat objek lalu menempelkan (addWidget) objek tersebut ke dalam layout lalu memasukkan layout tadi ke dalam groupbox (kalau pakai groupbox).

Unduh Source Code Proyek Qt Ini

Ukuran: 4 KB
Tautan: http://otodidak.freeserver.me/tarball/DialogPertama.zip

Baca lebih lanjut

[PDF] Buku-Buku Literatur Linux 3


1
Judul: Introduction to Git
Halaman: 415
Ukuran: 5 MB
Tautan unduh: GitIntro >>https://speakerd.s3.amazonaws.com/presentations/4ecfc649eee53a005000b88b/GitIntro.pdf
Keterangan: presentasi penuh gambar yang sangat tebal menjelaskan Git. Murni Git. Prinsip kerja, perintah-perintah, apa yang sebenarnya terjadi ketika commit, dan lain-lain. Dijelaskan dengan gambar, sangat minim tulisan. Kiranya cocok untuk kita yang mau memulai memanfaatkan Git sebagai version control system dalam proyek pemrograman.

2
Judul: Pro Git
Halaman: 238
Ukuran: 5 MB
Tautan unduh: progit.en >> https://github.s3.amazonaws.com/media/progit.en.pdf
Keterangan: buku lengkap ratusan halaman menjelaskan apa itu version control system secara global kemudian merinci pembahasan apa itu Git. Buku ini adalah versi tertulis dari presentasi Introduction to Git. Saya rekomendasikan juga untuk yang butuh panduan Git secara lengkap.

3
Judul: Petunjuk Praktis Cloud Computing Mengunakan Open Source 
Halaman: 48
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: OWP-20110701-petunjuk-praktis-cloud-computing-menggunakan-opensource
Keterangan: buku ringkas tetapi padat mengenai pembuatan cloud dengan aplikasi open source. Pembahasan berputar pada apa itu cloud computing, menginstal cloud tanpa internet, Eucalyptus dan Ubuntu Enterprise Cloud, serta banyak tambahan berharga berupa kode-kode yang dijelaskan banyak sekali. Suatu kumpulan pengetahuan yang berharga sekali untuk yang ingin memulai usaha cloud computing dengan open source.

4
Judul: Debian Packaging Tutorial 
Halaman: 77
Ukuran: 600 KB
Tautan unduh: packaging-tutorial.en >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/packaging-tutorial-en.pdf
Keterangan: buku yang ditulis oleh salah satu orang dari Debian.org ini mengangkut dasar-dasar pemaketan, contoh pemaketan secara langsung, menyangkut juga pemaketan tingkat lanjut, bagaimana me-maintain paket di Debian, serta lengkap dengan penjelasan istilah-istilah aneh dalam pemaketan. Anda akan dituntun bagaimana membuat .deb sendiri dari program yang sudah ada.

5
Judul: Qt basics 
Halaman: 66
Tautan unduh: Qt basics GKO 2010 >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt-basics-gko-2010.pdf
Keterangan: presentasi dalam bentuk buku ini ditulis oleh seorang Nokia Certifie d Qt Developer. Isinya tentang penjelasan dasar Qt, apa itu Qt, apa yang bisa dilakukan dengannya, mengapa saya patut menggunakannya, dan apa yang mesti saya tahu untuk bisa menggunakannya. Semacam pengenalan singkat tapi menyeluruh tentang pemrograman Qt.

6
Judul: Qt Designer Widgets | Qt Essentials – Training Course
Halaman: 128
Ukuran: 2 MB
Tautan unduh: qt-designer-widgets >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt-designer-widgets-1.pdf
Keterangan: presentasi dalam bentuk buku ini ditulis oleh ICS. Isinya sama tentang Qt, tetapi lebih menyeluruh dengan suguhan dasar-dasar Qt, beberapa contoh kode program Qt, menggunakan Qmake, menjelaskan GUI QtCreator dengan gambar, dan tentunya Qt Widgets diulas banyak di sini. Di dalamnya termasuk kode dan penjelasan untuk membuat aplikasi Qt pertama kita, dengan GUI tentunya. Disertai banyak gambar skrinsot yang bikin betah membacanya smile

7
Judul: Mobile Phone Programming | Quick start: Qt for Windows/Linux, Symbian and Maemo/Megoo 
Halaman: 20
Ukuran: 700 KB
Tautan unduh: Qt_Quick_Start_Building_Hello_World >>https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt_quick_start_building_hello_world.pdf
Keterangan: presentasi ringkas ini berisi bagaimana membuat aplikasi Qt pertama kita bukan untuk desktop tapi untuk Nokia N900. Dan di dalam SDK Qt khusus mobile sudah terdapat simulator untuk hape yang bersangkutan. Cukup keren, bukan? Bisa dilakukan di Linux pula. Dilengkapi kode-kode siap kopi beserta skrinsot. Dua puluh halaman terasa kurang.

8
Judul: Qt – Introduction to GUI programming
Halaman: 76
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: Qt_Training_Day4 >> https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qt_training_day4.pdf
Keterangan: buku kecil ini menjelaskan pembuatan GUI di Qt secara global, tetapi merinci pada sebagian permasalahan seperti dialog, dengan membawakan kode-kode. Namanya juga introduction, maka yang diangkut adalah dasar-dasarnya. Disertai skrinsot, penjelasan ringkas per poin, membahas IDE tersohor QtCreator dengan GUI designer internal-nya (bukan QtDesigner), MVC, events, signals, slots, layout, dan elemen dasar pemrograman Qt lainnya.

BARU (1 Maret 2013)

9
Judul: Basic For Qt® essentials
Halaman: 25
Ukuran: 200 KB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/q7basic_essentials1.pdf
Keterangan: buku ini berisi dasar untuk Qt, bagaimana kompilasi program C++, beberapa daftar sintaks, serta terakhir daftar QtWidget apa saja yang sesuai dengan keperluan programer. Dituliskan duntut satu per satu.

10
Judul: Programmer’s Guide for QT Gui + openFrameworks (OF) in C++ (Visual Studio 2008 & 2010)
Halaman: 8
Ukuran: 100 KB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/qtof_programmersguidec1.pdf
Keterangan: inti dari buku ini adalah dasar sederhana bagaimana memulai pemrograman dengan Qt + OpenFrameworks, yang dilakukan dalam Microsoft Visual Studio.

11
Judul: PyGTK tutorial
Halaman: 135
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/pygtk-tutorial.pdf
Keterangan: buku tebal ini sangat cocok untuk memandu Anda dalam pemrograman PyGTK mulai awal sampai akhir. Di dalamnya ada banyak sekali contoh kode program, yang disertai skrinsot hasil programnya, dan dominan isi buku ini adalah itu. Cocok sekali untuk yang ingin to the point menciptakan aplikasi di Linux. Anda pun akan menemukan bab pertama yang memandu Anda bagaimana seharusnya memulai pemrograman ini. Isi buku ini seputar GTK yakni Layout Manager, Menu, Toolbar, Signal dan Event, Widget, Advanced Widget, Dialog, membahas Pango Library (font management), Cairo Library (membuat vektor), bahkan di akhir buku Anda diajari bagaimana game development dengannya. Tentu dengan contoh. Bahasa buku ini sangat ringan dan menggunakan logat pemula, cocok untuk yang ingin memulai development yang mudah. Sangat direkomendasikan.

12
Judul: PyGTK 2.0 Tutorial
Halaman: 346
Ukuran: 3,5 MB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/pygtk2-tut.pdf
Keterangan: buku ini adalah tutorial untuk PyGTK juga tetapi versi 2.0. Jauh lebih tebal daripada buku satunya. Polanya sama, sangat banyak contoh kode di setiap bab, bahkan bisa dikatakan isi buku ini memang dominan contoh kode. Mungkin tujuannya biar langsung bisa diaplikasikan. Isinya antara lain bagaimana memulai pemrogramannya, signal handler, widget (sangat lengkap pembahasannya), adjustment, drang and drop system, timeout function, apa yang baru pada PyGTK 2.2, dan 2.4, penjelasan berkas rc milik GTK, mengelola seleksi, dan banyak lagi isinya. Buku ini meski gratis, sudah seperti buku berbayar. Tampilannya profesional (didesain dengan Latex, wajar saja) dan ada appendixes yang mantap. Baca sendiri. Istimewanya buku ini, kita didorong untuk berkontribusi konten buku kepada penulisnya. Maklum, warga komunitas FOSS. Sebuah ciri khas yang dominan dan dinamis. Sangat profesional! Saya rekomendasikan bersama buku satunya.

13
Judul: PyGObject Tutorial Documentation Release 1.0
Halaman: 141
Ukuran: 1 MB
Tautan unduh: https://malsasa.files.wordpress.com/2013/02/python-gtk-3-tutorial.pdf
Keterangan: buku yang bertujuan mengajarkan writing GTK+ 3 applications in Python ini juga setebal buku satunya, bedanya ia mengajarkan GTK+ 3. Buku ini berisi panduan instalasi perangkat lunak yang dibutuhkan (tidak ada di 2 buku sebelumnya), bagaimana menulai, dasar-dasar signal, properties, string, layout container, label, entry, dan banyak lagi. Buku ini juga berisi cara memrogram bersama Glade (GUI Builder untuk GTK), serta tentu saja contoh kode menyebar di seluruh halaman buku. Sangat direkomendasikan!

Maaf, karena saya lebih suka GUI, maka buku tutorial yang saya sediakan di sini dominan yang berbasis GUI. Saya mendukung GUI dan saya tak suka memaksa pemula menyentuh CLI smile Saya usahakan semua buku bisa diunduh secara langsung (hotlinking) dari server saya, semoga Anda berkenan. Daftar ini bersambung insya Allah, dengan beberapa buku Qt lagi dan pemrograman PyGTK bersama Glade. Semoga ini bermanfaat.

NB: tulisan ini juga dimuat di Forum Ubuntu Indonesia pada laman http://ubuntu-indonesia.com/forums/ubbthreads.php/topics/126678#Post126678

Tutorial Shell Dasar 5 Menit


Tulisan ini tersedia dalam PDF

Baiklah, sering nian (terutama di kanal IRC) sebagian besar pemula menghadapi terminal. Terminal memiliki banyak nama: terminal, shell, console, bahkan disebut command prompt bagi yang familiar dengan Windows. Banyak orang takut memakainya dengan berbagai alasan, jadi tutorial ini bertujuan menyediakan perintah-perintah mendasar untuk mempermudah navigasi dan aktivitas sistem dasar dari keyboard Anda.

Mari memulai. Karena versi Linux setiap orang bisa saja berbeda, saya takkan mendetailkan bagaimana membuka terminal. Saya anggap Anda bisa menemukannya di menu.

Faktanya:

  1. Anda bisa melakukan hampir segalanya di terminal yang juga bisa lakukan dari GUI.
  2. Sebagian besar perintah dirancang khusus untuk bekerja di Terminal, kemudian GUI diciptakan di atasnya. Itulah mengapa sebagian GUI terasa lambat, karena diproses lagi setelah proses Terminal.
  3. Lokasi default Terminal Anda ketika dibuka dari menu adalah pada folder Home, yang dikenal pula dengan ~.
  4. Folder Anda sekarang ditunjukkan oleh operator . (titik). Sebagian besar perintah ketika berjalan di folder sekarang, bisa diikuti dengan . (titik).
  5. Perintah, lokasi, dan berkas adalah case sensitive. /home berbeda dari /HOME atau /Home.
  6. Gunakan tombol tab untuk menyempurnakan (secara otomatis) nama berkas. Jika Anda memiliki berkas bernama panjang seperti: 123214342565234-bukuputih.zip, maka cukup ketik 12 lalu tekan tombol tab untuk menyempurnakannya. Kalau ditekan tab masih juga belum sempurna, tambahkan karakternya jadi 123 dan seterusnya karena bisa saja ada berkas lain yang punya nama mirip (misalnya 1235151.zip).
  7. Hampir semua perintah dapat dibaca lengkap about-nya menggunakan manpage atau dengan mengetik -h atau –help setelah menulis nama perintah. Penulisannya bisa man namaperintah, namaperintah -h, atau namaperintah –help.
  8. Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, Anda bisa menggunakan info. Sebuah perintah bisa dicari dengan menggunakan info namaperintah. Untuk sebagian besar perintah yang menjadi bagian dari coreutils package, Anda bisa menemukan informasi yang bagus menggunakan info coreutils namaperintah invocation.
  9. Hampir semua perintah dapat menampilkan apa yang sedang dilakukan. Ini dilakukan dengan menambahkan -v atau –verbose.
  10. Anda bisa menentukan banyak opsi pada perintah sekaligus untuk memperoleh informasi lebih banyak (lihat contoh ls -al di bawah).
  11. Nama perintah kadang tersingkat (seperti ls dari list) – karena keterbatasan ruang pada Unix zaman dahulu, nama perintah disingkat dan penyingkatan ini tidak diubah lagi.

Perintah:

cd → Digunakan untuk bernavigasi dalam direktori (folder). Anda bisa berpindah ke lokasi mana pun dengan path.

  1. cd Ini akan memindahkan Anda ke home, sama dengan cd ~.
  2. cd .. Ini akan mengembalikan Anda tepat satu direktori ke atas. Bermula dari /home/ahmad/Desktop, cd .. akan memindahkan Anda ke /home/ahmad. Ini dapat diperpanjang ke atas dengan cd ../ ../ dari Desktop akan memindahkan Anda 2 kali ke atas, dari Desktop Anda ke /home.
  3. cd namafolder/ Ini akan memindahkan Anda ke depan, ke folder yang ada di folder Anda sekarang. Ingat bahwa ada kesalahan umum pemakaian /. Jika Anda di /home/ahmad/ dan Anda ingin masuk ke Desktop, Anda harus mengetik cd Desktop/ tanpa / sebelum Desktop. Mengetik / sebelumnya akan memindahkan kita ke root dari sistem berkas, yang artinya salah tempat. Catatan penerjemah: Anda juga bisa menulisnya cd Desktop tanpa / setelah Desktop.
  4. cd /folder/yang/lainnya Ini akan membawa Anda ke alamat folder yang spesifik, kalau alamat yang Anda ketik tepat. Jangan lupakan tab Anda!

ls → Digunakan untuk mendaftar isi folder. Anda bisa menampilkan banyak jenis atribut dari berkas dan folder.

  1. ls Kalau sendirian, ia akan mendaftar semua berkas pada folder sekarang. Dari fakta #4, mengetik ls . (ls <spasi> titik) sama hasilnya dengan ls saja.
  2. ls -l Menampilkan daftar isi dalam format lebih panjang termasuk pemilik, izin, ukuran, dan tanggal dimodifikasinya.
  3. ls -a Menampilkan berkas dan folder tersembunyi beserta daftar isi biasa.
  4. ls -d */ Menampilkan hanya folder saja (tambahan dari penerjemah).
  5. ls -al Menggabungkan opsi untuk menampilkan dua hal, baik itu berkas tersembunyi maupun format panjang.
  6. ls -h Menampilkan ukuran berkas dalam format ukuran data manusiawi (K, M, Gbyte) menggantikan bytes. Berguna saat dipakai bersamaan dengan opsi -l.
  7. Canggihnya, Anda bisa menampilkan berkas dalam direktori lain yang Anda tidak sedang di dalamnya. Jika Anda di /home/ahmad/Desktop, dan ingin menampilkan berkas di /home/ahmad/, lakukan ls ../ yang mendaftar berkas satu direktori ke belakang (dan tak perlu pindah direktori untuk melakukannya).

cp → menyalin berkas.

  1. cp berkas /folder/yang/dituju Menyalin berkas ke alamat yang dituju.
  2. cp -r folder /folder/yang/dituju Menyalin isi folder ke folder lain secara rekursif (-r).
  3. cp *.extension /folder/yang/dituju Menyalin berkas yang bersesuaian ekstensinya ke folder yang dituju.
  4. cp kajian* /folder/yang/dituju Menyalin semua berkas yang diawali dengan kata kajian ke folder yang dituju. Untuk menyalin semua berkas yang berawalan dengan kata contoh, ia menjadi cp contoh* /folder/yang/dituju dan tentu foldernya harus sudah ada.

mv → memindahkan berkas

  1. Sintaks mv mirip dengan contoh cp di atas kecuali #2. mv tidak mengenal opsi -r karena memindahkan folder sudah berarti memindahkan isinya pula. Sintaks tidak selalu persis sama, tetapi bisa bekerja dengan contoh di atas. Bacalah manpages Anda untuk lebih detailnya.

rm → menghapus berkas.

  1. Untuk semua penggunaan, menghapus dengan rm itu permanen. Ia tidak menggunakan Trash Bin. Gunakan dengan hati-hati dan yakin dulu Anda menghapus apa yang Anda inginkan, bukan yang Anda pikir Anda inginkan.
  2. rm berkas Menghapus berkas dari sistem.
  3. rm -r folder Menghapus folder dari sistem sekaligus isinya secara rekursif (-r).
  4. rm -rf folder Menghapus folder secara paksa (-f, –force)dari sistem. Perintah ini dapat memusnahkan konfigurasi Anda jika digunakan tidak tepat karena ia tidak akan memperingatkan Anda apa yang sedang dihapus. Jika harus menggunakan ini, jangan main-main atau kesalahan akan terjadi. Ini harus menjadi metode penyelesaian paling akhir dan tidak disarankan.

nano → editor teks terminal

  1. Anda bisa mengedit berkas menggunakan nano di terminal. Ia cepat, tetapi ingat bahwa ia hanya menangani berkas teks dan berkas pemrograman, dokumen Microsoft Word tidak akan bisa dibuka dengannya.
  2. Jika berkas dimiliki oleh root, ia tidak bisa diedit sebagai pengguna normal. Nano harus diawali dengan sudo untuk bisa menerapkan perubahan. Selainnya, ia hanya akan dibuka dalam mode read-only.
  3. nano berkasbaru.apasaja Nano menciptakan berkas baru berdasarkan nama dan membukanya untuk pengeditan.
  4. nano berkas_yang_ada Nano membuka berkas yang sudah ada untuk diedit.
  5. Dari dalam nano
    1. Simpan berkas menggunakan Ctrl+O, dan ubah nama berkasnya atau tekan enter untuk menyimpan dengan nama yang sudah ada. Ini akan menyimpan berkas.
    2. Tutup nano dengan Ctrl+X. Jika Anda memiliki perubahan belum tersimpan, ia akan meminta Anda untuk menyimpan.

mkdir → membuat direktori (folder)

  1. mkdir namafolder Membuat folder.
  2. mkdir -p /folder/yang/dituju Membuat folder yang diinginkan. Untuk membuat folder /home/ahmad/folderbaru/folder2, ketika hanya ada /home/ahmad, menggunakan mkdir -p akan membuat kedua direktori folderbaru dan folder2 secara otomatis.

ps → mendaftar proses

  1. ps aux Mendaftar semua proses secara mendetail yang berjalan di sistem, termasuk pengguna, nomor Process ID (PID), dan nama proses. Menggunakan ini, Anda bisa menampilkan daftar proses mereka dan jika diperlukan, meng-kill proses yang tak dibutuhkan atau macet.

kill/killall/xkill → matikan proses yang bermasalah

  1. kill PID PID adalah nomor yang menandai proses. Anda harus mendapatkan PID dari perintah seperti ps aux. Jika sebuah proses menolak untuk mati, Anda bisa melakukan kill -9 PID yang mematikan proses tanpa ba-bi-bu, bahkan kalau sistem akan kacau dengannya.
  2. killall program Killall mematikan *berdasarkan nama* semua instansi dari program yang disebutkan. Misalkan ada 3 sesi Firefox terbuka, killall firefox akan melakukannya, mematikan semua sesi Firefox. Bedanya, kill hanya bisa menerima PID (bukan nama) dari proses yang ingin dimatikan, dan cuma bisa mematikan satu saja (tidak semua instansi).
  3. xkill adalah cara GUI untuk klik dan matikan jendela. Mengetik xkill lalu enter akan mengubah kursor Anda jadi tengkorak yang ada silangnya, lalu jendela yang diklik pasti mati.

Pipa → hal paling berguna yang Anda akan pelajari di *NIX. Mengalihkan keluaran program ke masukan bagi yang lain.

  1. Pipa (pipes) diwakili oleh ‘garis tegak’ yang dikenal sebagai tombol ‘|’ (di atas Enter).
  2. Tombol ini jarang dipakai di Windows, dia biasanya bersama tombol backslash (\).
  3. Pipa dipakai untuk menautkan perintah-perintah menjadi satu. Pipa mengambil keluaran dari satu perintah sebagai masukan bagi perintah yang lain.
  4. Bacalah sumber-sumber online lebih lanjut dengan informasi mengenai pipes dan pemakaiannya yang sangat beragam.

> dan >> → mengirim keluaran sebagai berkas menggantikan Terminal.

  1. > digunakan untuk *overwrite* alias menimpa isi berkas yang sudah ada dan menggantikannya dengan keluaran dari perintah yang baru.
  2. >> digunakan untuk *append* alias menambahkan isi kepada berkas yang sudah ada – tidak menghapus yang sebelumnya. Ini berguna untuk logging.
  3. Misalnya: ps aux > process.log mengirim keluaran dari ps aux ke berkas process.log untuk dibuka di editor teks dan menimpa isi saat ini dari berkas.
  4. Misal lainnya: man ls > manualnyals.txt mengirim keluaran dari halaman manual ls menjadi berkas teks untuk dibaca di luar Terminal daripada repot membacanya di dalam Terminal (tambahan dari penerjemah).

tee → mengirim keluaran ke berkas sekaligus Terminal.

  1. tee digunakan bersamaan dengan ‘|’ untuk mengambil keluaran perintah dan mengirimnya ke mana saja. Ini berguna jika ada error yang muncul sekejap lalu hilang sebelum Anda membacanya, cara ini memungkinkan apa pun yang tampil di layar terekam dalam sebuah berkas.
  2. Misalnya: dmesg | tee boot.txt akan menjalankan perintah dmesg yang menampilkan info initial boot, dan ‘|‘ mengirim keluaran dmesg ke tee, yang kemudian melaksanakan kerjanya dengan mengirimnya ke Terminal dan ke berkas log boot.txt.

Eksekusi Berkas → apakah Anda ingin mengeksekusi berkas atau program dari Terminal? Pastikan dulu ia ditandai eksekutabel. Jika tidak, bacalah Tip Cekatan #4 di bawah.

  1. Perlu mengeksekusi berkas di direktori saat ini setelah ia ditandai eksekutabel? Operator ./ dapat mengeksekusinya sebagai pengguna normal yang tak perlu hak root. ./ aslinya bermakna “di direktori sekarang” jadi ia tidak bekerja pada berkas di luar direktori sekarang. Catatan penerjemah: misalnya ./run.sh.
  2. Perlu mengeksekusi berkas tidak di direktori sekarang? Anda harus menulis alamat direktorinya (path) untuk mengeksekusi program. Jika ia adalah program Python, perintahnya python /alamat/berkas dan jika ia berkas shell, perintahnya sh /alamat/berkas sebagai contoh. Tentu banyak program lain, tetapi ini cukup sebagai petunjuk global untuk pemula.
  3. Perlu mengeksekusi berkas dengan hak root karena pesan operation not permitted? Awali perintah dengan sudo. Maka, dengan contoh di atas, sudo python /alamat/berkas akan mengeksekusi skrip dengan hak root. Catatan penerjemah: selalulah perhatikan spasi.
  4. Perlu mengeksekusi program GUI dari terminal? Ketik saja nama program (case sensitive!) dan dia akan berjalan. Ini akan menjadikan Terminal saat ini tidak bisa dipakai. Menutup terminal ketika program terbuka akan mematikan program. Cara yang lebih baik adalah untuk mem-background program, menggunakan namaprogram & dan kemudian mengetik kata exit untuk menutup Terminal dan proses tetap berjalan. Catatan penerjemah: meski sedang tidak bisa dipakai, Anda masih bisa membuka Terminal baru di tab baru dalam 1 jendela karena memang itulah fitur khusus Linux. Ini tidak ditemukan di Windows.
  5. Perlu menjalankan program GUI dengan hak root dari Terminal? Awali dengan gksudo atau gksu dan bukan sudo. Menggunakan sudo untuk menjalankan aplikasi GUI adalah kebiasaan buruk dan semestinya dihindari.
  6. Jangan, jangan gunakan sudo hanya karena pesan “operation not permitted”. Ingatlah apa yang Anda lakukan bisa *memusnahkan* seluruh sistem dengan menjalankan perintah di tempat yang salah dengan hal root. Pastikan berkas Anda berasal dari sumber terpercaya.

Tip-tip Cekatan:

  1. Hilang arah dalam direktori? Tak yakin di mana berada? Ketik pwd untuk print working directory.
  2. Ingin menghitung disk space Anda dengan cepat? df -h bisa menampilkannya.
  3. Ingin mengetahui ukuran folder atau berkas dengan cepat? du -cksh namatarget dapat melakukannya dengan tepat. Ingin mengetahui ukuran folder yang sekarang? du -cksh.
  4. Perlu menandai eksekutabel pada berkas? chmod +x namaberkas dapat melakukannya. Nanti kalau Anda mau mengeksekusi berkas dan ia tidak ditandai eksekutabel, Anda sudah mengerti caranya.
  5. Ingin melakukan mount sebuah ISO seperti Daemon-Tools di Windows? Linux sudah memiliki fungsi ini built-in. Buatlah direktori di mana saja, katakanlah /home/ahmad/isomount, dan laksanakan perintah mount -o loop /alamat/ke/isosaya.iso /home/ahmad/isomount dan isinya akan di-mount ke dalam folder itu.
  6. Mau menjalankan satu perintah sebelumnya, tetapi Anda lupa? Ketik history di Terminal dan ia akan menampilkan riwayat perintah Anda semuanya. Ingin menghapus riwayat? history -c akan menghapusnya habis.

Disklaimer:

  1. Tulisan ini adalah hanyalah terjemahan bebas dari laman berjudul The 5-Minute Essential Shell Tutorial http://community.linuxmint.com/tutorial/view/100 yang ditulis oleh justin.
  2. Metode yang saya tempuh dalam menerjemahkan hanya menitikberatkan pada sisi pembaca yang berbudaya bahasa Indonesia, bukan yang berbudaya bahasa Inggris.
  3. Beberapa kalimat sengaja tidak saya terjemahkan seperti “If you decide to get fancy with your delete commands, it’s probably going to come back to bite you” yang saya tak mengerti maknanya.
  4. Saya menambahkan beberapa catatan yang pada tulisan ini fontanya saya miringkan yang saya rasa perlu ditambahkan.
  5. Saya juga menambahkan beberapa perintah yang saya rasa sangat penting tetapi belum ada di tulisan aslinya semisal bagaimana ls untuk folder saja.
  6. Saya merasa ingin menerjemahkan ini karena melihat tulisan asli sangat bagus untuk pemula andai saja berbahasa Indonesia.
  7. Saya minta maaf jika tulisan ini masih juga sulit untuk dipahami. Semoga Allah menganugerahkan kita ketegaran untuk memanfaatkan hanya harta yang halal. 

[TUTORIAL] Bagaimana Jika Anda Tak Tahu Cara Memerintah Linux?


Bismillah. Ini adalah tutorial sederhana untuk saudara-saudaraku. Apa yang kita lakukan jika tidak tahu apa yang harus dilakukan di terminal Linux? Kita dapat mengetik ”man” tanpa tanda kutip diikuti nama perintah. Atau Anda cukup mengetik “help” tanpa kutip. Akan saya tunjukkan.

Contoh sederhana, Anda dapat mengetik man traceroute untuk menampilkan manual dari program traceroute. Oke, traceroute adalah nama perintah dan dia adalah program untuk mencetak rute jejak data menuju suatu host dalam jaringan.

Anda dapat menutup halaman manual dengan menekan “q” tanpa petik. Mudah sekali untuk mengetahui detail program di terminal.

Dan Anda dapat mengeluarkan halaman help dari setiap program dengan mengetik “–help” tanpa kutip setelah nama perintah. Ini juga contoh sederhana, cukup ketik traceroute –help dan sebuah halaman help akan terbuka untuk Anda. Ow, help itu berbeda dari man. Anda dapat melihat bahwa help merupakan rangkuman kecil dari man. 

Oke, Anda tidak akan menemukan halaman man atau halaman help jika program yang ingin Anda ketahui belum terinstal di Linux Anda. Jadi, Anda dapat melaksanakan tutorial ini dengan mengetik nama program lainnya selain traceroute di sini (jika Anda belum memiliki traceroute). Sebagai gantinya, silakan lihat man dari perintah ls, fdisk, rm, modprobe, dan lain-lain. Anda dapat melihat banyak perintah asli Linux dengan mengetik “help” saja tanpa nama perintah.
Oh ya. Anda harus selalu menekan enter setelah mengetik nama perintah. Enter itu artinya eksekusi. Ya, sekarang Anda dapat melakukannya. Siapa yang kita tanya jika kita tak mengerti perintah? Jawabannya: man dan help! Saya harap ini bermanfaat buat semua saudaraku.