Arsip Tag: otodidak

Membuat Server File Sharing/Mirror Sendiri 20 GB (Bisa Direct Link, SSH, FTP, dan Web Hosting)


Bismillahirrahmanirrahim.

Ingin memiliki Mediafire Anda sendiri yang bisa dikontrol sekehendak Anda? Gratis, ukuran penyimpanan besar, bandwidth besar, bisa direct link, bisa membuat folder, bisa me-mirror server lain, bisa mengunduh berkas dari server lain, bisa FTP, ada shell-nya (termasuk perintah wget), dan bisa juga difungsikan sebagai hosting web Anda?  Dan jika Anda bingung dengan paparan teknis di atas, maka gampangnya: maukah Anda memiliki sendiri fasilitas server untuk backup/sharing data Anda sendiri atau membantu orang lain dengan me-mirror berkas seperti ISO/ebook/program dari server lain? Jika iya, maka Anda bisa membuatnya sendiri dengan sangat mudah. Mendaftarlah gratis di 2freehosting.com ((http://api.2freehosting.com/redir/787511) pranala ini adalah referral dari saya). Saya sudah mendaftar dan jadilah server mirror saya http://otodidak.freeserver.me.

Perkenalan Singkat

Sebelum beranjak ke teknis, saya tunjukkan dulu apa manfaat membuat server ini dari pengalaman saya dengan server otodidak.freeserver.me (OFE):

ofe-iso-mirror7

  1. saya bisa membantu orang lain agar mereka bisa mengunduh aplikasi portabel Linux dengan sekali klik atau dengan IDM, secara gratis lagi bebas. Server OFE didedikasikan untuk itu (awalnya) -> contohnya laman utama OFE;
  2. saya bisa membantu orang agar dia bisa mengunduh ISO dengan IDM dari server saya. Karena tidak sopan mengunduh dari server komunitas dengan IDM, maka saya buatkan saja server pribadi yang saya bebaskan pengunduhnya untuk memakai IDM -> contohnya http://otodidak.freeserver.me/iso/
  3. saya bisa membantu orang bersama tutorial yang saya tulis, dengan dukungan aplikasi/berkas lain yang tersebut dalam tutorial itu sehingga direct download untuk pembaca (tidak usah ada iklan/klik tambahan) -> contohnya http://otodidak.freeserver.me/tarball/;
  4. saya bisa membantu orang lain agar mereka bisa mengunduh buku-buku gratis dengan IDM dari server saya. Caranya ya saya suruh saja server OFE untuk mengunduh ke server lain yang ada bukunya ATAU saya sendiri yang mengunggah ke sana lewat FTP (pakai FIlezilla) -> contohnya http://otodidak.freeserver.me/teks/;
  5. untuk diri saya sendiri, saya bisa menyimpan software buatan saya di sana dan memberikannya kepada orang yang saya tanya soal software tersebut. Contohnya -> http://otodidak.freeserver.me/tarball/proyek_qt_creator/.

Harapan saya yang belum tercapai adalah menjadikan server ini sebagai mirror kecil dari http://ilmoe.com, sebuah server yang isinya penuh mp3 rekaman kajian Islam ilmiyyah ustadz dan masyayikh ahlus sunnah. (MUTAKHIR 23 Februari 2014: saya sementara meninggalkan ilmoe.com karena nasihat Syaikh Rabi’. Sebagai gantinya, Anda bisa me-mirror server ahlus sunnah yang baru http://radiorasyid.com.). Semoga apa yang saya tulis ini dapat Anda manfaatkan untuk kebaikan. Jangan gunakan cara ini untuk hal-hal maksiat.

Kecepatan Unduh Server Ini Gila!

server-tfh-cepat-300MBps

Lihat? Ini skrinsot saat saya me-mirror server PortableLinuxApps.org. Kecepatannya 268 MB/s. Bukan KB/s, tetapi MB/s.

Membuat Mirror Satu ISO dari Server Kambing

  1. Masuk CPanel -> Advanced -> SSH Client.
  2. cd public_html
  3. wget -c http://kambing.ui.ac.id/iso/fedora/17/Fedora/i386/iso/Fedora-17-i386-DVD.iso (tergantung ingin me-mirror berkas apa asal Anda tahu URL-nya).
  4. Tunggu sampai selesai. Cepat, kok.

Ini mirror yang berhasil saya buat.

ofe-iso-mirror

Membuat Mirror MP3 Kajian dari Ilmoe.com (Kecil-Kecilan)

Saya ingin sebetulnya bisa sempurna menggunakan wget untuk mengunduh secara semau saya apa pun yang saya pilih dari server http://ilmoe.com maupun http://ilmoe.net. Ternyata hal ini tidak mudah walau saya sudah mengikuti tutorial terbaik di Indonesia ini: http://www.master.web.id/mwmag/issue/04/content/hack-wget/hack-wget.html. Demi mempersingkat waktu, saya akhirnya menyerah dengan membuat mirror kecil-kecilan dulu.

Caranya:

  1. Dapatkan dahulu URL yang ingin di-mirror dari server ilmoe (boleh server mana saja) misalnya ini: http://statics.ilmoe.com//kajian/fiqh/Tata_Cara_Shalat/Cara_Sholat_Rasulullah_AlUstadzLuqmanBaabduh_1.mp3.
  2. Sebaiknya buat sebuah folder baru khusus mp3 di folder public_html pada server kita. Misal kita beri nama mp3: mkdir mp3
  3. wget -c http://statics.ilmoe.com//kajian/fiqh/Tata_Cara_Shalat/Cara_Sholat_Rasulullah_AlUstadzLuqmanBaabduh_1.mp3
  4. Tunggu sebentar, maka satu buah mp3 dari ilmoe sudah ditransfer ke dalam server kita, pada folder mp3/. Alhamdulillah.
  5. Cara membagikannya ke orang lain adalah kopi alamat server kita yang ada nama foldernya. Karena tadi kita beri nama foldernya mp3, maka alamatnya http://otodidak.freeserver.me/mp3. Berikan alamat ini ke teman yang membutuhkan. Atau bisa langsung ke mp3-nya dengan klik kanan pada link pada halaman tersebut, lalu berikan. Nanti alamatnya akan jadi seperti ini: http://otodidak.freeserver.me/mp3/Cara_Sholat_Rasulullah_AlUstadzLuqmanBaabduh_1.mp3. Alhamdulillah, kita telah memiliki sendiri mirror ilmoe.com. Semoga kita mendapat pahala yang besar dari apa yang kita usahakan ini.

ofe-iso-mirror6

Menjadikan Server Ini Backup Data Kita

Terlepas dari reliable atau tidak, yang penting bisa dipakai. Gunakan FTP client semisal Filezilla untuk mengunggah data kita ke server. Pokoknya Anda harus tahu username dan password-nya. Ada kok, di halaman login 2freehosting. Ini saya contohkan mengunggah buku panduan Debian:

1. Pilih data lalu klik kanan > Upload.

ofe-iso-mirror4

2. Proses mengunggah. Pastikan diunggah ke folder yang tepat. Semenara saya punya 4 subfolder utama yakni teks, tarball, iso, dan mp3 saja. Yang saya pakai di sini folder teks karena ini PDF.
ofe-iso-mirror3

3. Hasil unggahan.

ofe-iso-mirror5

4. Kalau ingin memberikan tautan unduhnya, cukup klik kanan > Copy URL to clipboard. Maka jadinya nanti seperti ini ftp://u861838735@otodidak.freeserver.me/public_html/teks/debian/Bab%205%20Linux%20Shell.pdf. Ubah setiap URL yang dikopi dari Filezilla ini menjadi begini http://otodidak.freeserver.me/teks/debian/Bab%205%20Linux%20Shell.pdf yakni hilangkan public_html dan ubah ftp menjadi http. Kalau tidak diubah begini, orang tidak bisa mengunduhnya. Insya Allah gampang. Atau dengan cara kunjungi foldernya melalui browser lalu Copy Link dari klik kanan. Mudah sekali.

Rangkuman

Pokoknya, dengan memiliki server ini, kita bisa:

  1. Berbuat baik untuk diri sendiri lebih-lebih orang lain.
  2. Me-mirror server lain.
  3. Menggunakannya sebagai server unduhan (leecher) dari berkas yang berasal dari server yang tidak bisa diunduh pakai IDM/semisalnya, agar jadi bisa diunduh pakai IDM/semisalnya.
  4. Menggunakannya sebagai tempat backup.
  5. Menggunakannya untuk keperluan file sharing seperlu kita.
  6. Belajar bagaimana mengurus server sendiri melalui ssh.
  7. Belajar wget dan opsi-opsinya terutama kalau ingin praktikkan laman Masterweb di atas.

Pertanyaan? Keluhan?

Silakan tuliskan di kolom komentar. Semoga ini bermanfaat.

Otodidak Behind The Scene #1 – Panduan Lengkap Membuat Aplikasi GUI dengan Netbeans Khusus untuk Pemula dan Orang Awam


otodidak-behind-the-scene-cover-1

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan Otodidak Behind The Scene #1. Sementara ada gangguan koneksi, saya hanya bisa mengunggah versi PDF. Insya Allah setelahnya saya akan tulis lengkap postingnya di sini di samping juga tautan unduh PDF. Ukuran PDF ini 3 MB.

Unduh PDF Otodidak Behind The Scene #1.

Mengapa Otodidak Dibuat? (2/2 – Habis)


Bismillahirrahmanirrahim. Setelah alasan awal saya paparkan, sekarang saatnya alasan setelahnya. Alasan yang akan saya sebut ini adalah alasan psikis beserta teknis, yang menjadi tunggangan saya untuk mempromosikan Linux (sebagai OS halal) ke seluruh Indonesia. Nah bagi yang ingin tahu, apa saja alasan di balik pembuatan Otodidak itu, berikut ini dimulai dari sisi psikis. Barakallahu fiikum…

Alasan Psikis1

  1. Pengguna Windows cenderung takut untuk menggunakan Linux, apalagi untuk beralih total. Karena itu, Otodidak dibuat sesimpel dan segampang mungkin. Tombolnya saya bikin besar-besar biar jelas.
  2. Minimal satu kali, saya ingin dalam hidup ini berterima kasih kepada komunitas yang sudah banyak membantu saya saat kesulitan dengan jalan membuat aplikasi. Tentunya target utama saya adalah pengguna awam dan pemula, dengan GUI.
  3. Saya ingin mengumpulkan daftar modem-modem yang sudah terbukti pasti bisa konek di Linux, yang sudah dites oleh kawan-kawan KPLI seluruhnya. Saya telah mengutarakan ide ini berulang kali, dan saya merasa seluruhnya tak seide dengan saya. Oleh karenanya, saya membuat Otodidak ini. Barangkali dengan melihat langsung, kawan-kawan lebih paham maksud saya dengan daftar modem. Jadi ini semacam sarana untuk memperjelas ide saya saja.
  4. Otodidak dibuat GUI dan dititikberatkan pada skrinsot karena semua manusia yang saya temui selalu mengatakan lebih suka membaca buku yang banyak gambarnya daripada yang cuma tulisan saja.
  5. Otodidak sengaja dibuat besar semua fontanya, karena terinspirasi ayah dan ibu saya yang tidak dapat membaca tulisan kecil (harus pakai kacamata atau di-zoom manual).
  6. Akan lebih mudah saya promosi di laman-laman komunitas, saya bisa membuat satu pesan yang mengenai 2 komunitas sekaligus, Linux dan Windows, kalau Otodidak saya bikin untuk Linux sekaligus untuk Windows. Bagaimana komunitas Windows bisa menolak kiriman pesan saya kalau Otodidak-nya dalam format EXE?
  7. Saya ingin membantu pengguna Windows untuk mengenal Linux, dengan mem-bypass rasa takut mereka melalui Simulator Terminal dalam Otodidak dan keseluruhan Otodidak itu sendiri. Tentu, agar mereka bisa menjadi otodidak seperti kami.
  8. Saya ingin berguna bagi orang lain, minimal memberikan ide berupa aplikasi yang sudah ada beserta tutorial pembuatannya. Saya berharap bisa menghubungi anak-anak SMP/SMA (yang berminat) di tempat yang jauh untuk bersama belajar membuat aplikasi seperti Otodidak ini dengan Netbeans, secara daring (online). Saya melihat banyaknya bakat anak-anak itu tetapi sering mereka bingung mau disalurkan ke mana. Semoga bisa terwujud.
  9. Proof of concept bahwa ide bisa lebih bermanfaat daripada kemampuan pemrograman, melihat saya sendiri yang tidak bisa memrogram. Otodidak dibuat berdasarkan ide yang saya peroleh dari aplikasi ElectroDroid di Android teman saya. Saya hanya pernah melihat aplikasi itu 2-3 kali, dan saya merasa sangat terpukul ‘alangkah mudahnya membuat aplikasi yang seperti ini’. Hanya ide yang saya punya.

Alasan Teknis

  1. Saya sangat ingin mempelajari Java sebagai bahasa pemrograman, sekaligus mengobati “patah hati” saya terhadap Visual Basic yang terlampau mahal. Dengan membuat aplikasi GUI secara langsung.
  2. Saya ingin tahu sejauh mana Matisse bisa mewujudkan ide-ide saya.
  3. Saya ingin bisa pemaketan Debian/Ubuntu.
  4. Saya ingin bisa membuat aplikasi Windows namun 100% tidak menggunakan Windows, hanya Linux.
  5. Saya ingin membuat aplikasi Android meski tidak punya perangkatnya.

Pesan-pesan Saya

Mengapa psikis duluan? Bukankah teknis lebih penting? Jawabannya adalah karena saya termasuk orang yang mendahulukan ide daripada kemampuan. Percuma punya skill bagus tetapi gagal berkomunikasi, gagal beradab yang baik, gagal berbicara yang santun kepada orang lain. Saya tegaskan, orang Indonesia kebanyakan adalah manusia yang tak mengerti mahalnya sebuah ide. Oleh karena itu, janganlah jadi bangsa yang cemburu kalau ada anak bangsa yang lari ke luar negeri di mana ide-ide mereka (baru kemudian kemampuan mereka) lebih dihargai. Kalau mereka lari, mari instrospeksi diri apakah kita telah melukai sebuah hati. Anda punya teknologi tinggi? Oke. Namun sekali Anda kasar terhadap orang yang bertanya tentang teknologi Anda, janganlah berharap orang menghargai Anda.

Karenanya, mulai hari ini, ayolah mulai membuat aplikasi-aplikasi berdasarkan ide-ide yang cemerlang. Jangan sia-siakan itu. Mulai dari mengunduh Netbeans dan buatlah aplikasi Anda sendiri. Jangan lupa rilis versi Linux-nya, ya?

 

_______________________

1 KBBI: yang berbuhungan dengan psike (kejiwaan)

Mengapa Otodidak Dibuat? (1/2)


Bismillahirrahmanirrahim.

Saya harap tulisan ini bermanfaat bagi komunitas Linux di Indonesia. Sejujurnya, alasan saya satu-satunya membuat Otodidak hanyalah kekecewaan saya kepada komunitas Blankon. Saya sebagai orang awam tentulah senang melihat kemajuan rakyat Indonesia membuat sistem operasi sendiri. Apalagi melihat sendiri ada segudang teknologi yang dibangun sendiri di komunitasnya. Akan tetapi, saya menjadi kecewa saat merasakan sendiri adanya segelintir manusia di dalamnya yang menurut saya terlampau kasar dalam menyikapi orang awam seperti saya ini dan beberapa pengguna baru lainnya. Inilah aslinya alasan saya menulis esai permohonan kemarin, serta kemudian membuat Otodidak: untuk ikut membangun komunitas Blankon. Sebenarnya tulisan ini ingin langsung saya terbitkan setelah esai itu, tetapi akhirnya saya putuskan setelah Otodidak rilis saja. Tentu saja. Kalau tidak, apa yang bisa saya berikan selain tulisan? Minimal-lah, ada nilai tambah yang bisa saya kontribusikan. Insya Allah.

Pertama, alhamdulillah, akhirnya saya sadar, sepatutnya saya alihkan niat hanya untuk mengharap keridhaan Allah semata. Alhamdulillah, dari beberapa kajian yang saya ikuti, saya menjadi tersadar akan hal paling penting ini. Kami kaum muslimin diajari untuk mengikhlaskan niat hanya untuk Allah semata, tidak untuk mengharap dunia ini sedikit pun. Namun, esai ini tetap saya tulis sebagai hadiah untuk komunitas Blankon.

Kedua, saya tegaskan bahwa tidak seluruh anggota komunitas seperti itu. Malah masih banyak yang ramah terhadap pengguna baru, alhamdulillah. Namun sedikit saja sikap yang kasar ini mengenai saya, saya jadi skeptis akan majunya komunitas ini nanti. Ini saya simpulkan dari esai yang saya kirim ke laman komunitasnya, yang kemudian salah satunya membalas dengan (menurut saya) sangat tidak pantas. Entah, barangkali seluruh singgungan saya di esai itu (karena memang aslinya untuk komunitas mereka) betul mengena ke hati, entah bagaimana. Sehingga tak satu ucapan terima kasih pun terucap. Bukannya saya mengemis, tetapi bukankah kita di Indonesia ini sudah sering sekali mengatakan ‘kritik dan saran pembaca kami nantikan‘? Sekarang ada orang awam yang mengirim esai untuk mengkritik kalian, apa yang kalian katakan? Bahkan balasan pertama mereka adalah ‘omong doang’ kemudian ‘ini curhat‘. Masya Allah, bukankah kalian sendiri merasa komunitas kalian jauh dari sempurna? Apa salahnya buka mata sedikit menjadi lebih ramah? Komentar-komentar mereka sungguh membuat saya sedih (membayangkan larinya orang-orang awam dari mereka) dan sampai terucap kalimat yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya ‘saya bersedia didepak dari komunitas‘.

Sudah saya tegaskan di dalam esai itu, saya takkan lari sekasar apa pun komunitas. Namun dengan segelintir orang yang sikapnya tak ramah ini, saya jadi berpikir kembali. Apa mungkin orang-orang seperti ayah saya, seperti tetangga saya, guru sekolah saya, yang instal aplikasi saja tak mengerti caranya, akan mau menggunakan Blankon? Kalau cara menjawab pertanyaan dari pengguna awamnya saja ‘ya begitu itu orang Indonesia asal coba tanpa mau baca dulu‘ (tidak pantas, bukan?). Padahal saya merasa cuma Blankon di Indonesia ini yang paling menonjol. Bagaimana mereka ingin masyarakat menggunakan Blankon padahal sebagian mereka (maaf-maaf saja) amat kasar dalam menjawab penggunanya? Sungguh ironis. Bacalah laman ini http://www.darussalaf.or.id/nasehat/akhlak-islami-hiasan-indah-dalam-sebuah-kehidupan/ agar jelas maksud dari tulisan ini.

Pesan Saya

Jadilah komunitas yang paling ramah terhadap pengguna. Jadilah insan-insan yang berakhlak mulia. Sebagai pembuka, silakan unduh MP3 akhlak mulia berikut. Barakallahu fiikum, yaa Akhii…

Penutup

Saya tak takut andai tulisan ini berakhir seperti kasus Ibu Prita, insya Allah. Karena kalau sampai benar terjadi, maka benar dugaan saya rakyat Indonesia masih antikritik, dan tidak mau konsisten terhadap apa yang sering diikrarkannya sendiri ‘kritik dan saran pembaca kami nantikan‘. Sungguh hanya dukungan positif yang saya berikan dalam esai ini untuk komunitas Blankon. Ini adalah hadiah yang pahit bagi saya ‘tuk menulisnya dan barangkali pahit juga bagi yang membacanya. Namun ini mesti ada. Dari seorang awam yang antusias terhadap Blankon dan teknologi-teknologinya. Saya tak suka kalau komunitas Blankon yang sudah mulai solid jadi bubar seperti distro-distro lain yang entah ke mana pengembangnya. Saya senang dengan hadirnya Blankon Sajadah. Dan bukankah lebih bagus andai apa yang tercantum di dalam Blankon Sajadah itu (salah satunya akhlak mulia) diterapkan dalam bermasyarakat baik di komunitas ataupun di dunia nyata? Iya, bukan? Barakallahu fiikum.

Istirahat Bersama Otodidak


Lama sekali tidak melakukan penulisan manual, mungkin 4 bulan sudah. Sejak Otodidak mulai dibuat, saya hanya terfokus pada pengetikan mesin. Itu pun sedikit esai yang sempat saya tulis. Namun hati kecil tak bisa dibohongi. Saya masih ingin terus menulis. Setidaknya masih ada beberapa rencana yang sudah saya canangkan. Di antaranya menulis esai Behind The Scene berseri untuk Otodidak dan menulis esai khusus mengapa Otodidak dibuat. Tujuannya jelas, mengajak semua anak muda Indonesia untuk mengembangkan aplikasi. Kalau sudah ada gerakan pemrograman Android yang sanggup menarik minat banyak orang, mengapa tidak untuk gerakan pemrograman aplikasi Linux? Biarlah saya memulainya.

Pertama-tama, yang paling penting, memikirkan objek. Objek saya adalah anak-anak muda Indonesia. Usia SD/SMP/SMA dan sangat saya harapkan ada anak SMK tertarik mengembangkan. Karena objeknya adalah mereka, dan mereka adalah bagian dari Indonesia, maka ada 2 hal penting yang harus dipersiapkan: (1) pola pikir sederhana (2) hindari menggunakan pemikiran Barat untuk mengajari mereka. Dengan memerhatikan 2 hal ini, saya akan melangkah. Tanpanya, orang Indonesia akan sulit mengenal pemrograman. Inilah konsep yang saya bangun dalam rencana tersebut.

Sekaang, apa wujud dari 2 hal penting ini? Menurut saya, tentu saja dengan

  1. mengenalkan pemrograman berbasis visual, dominan gambar minim kode, hasil instan, dan interaktif, serta proses pengerjaan aplikasi secara keseluruhan yang sederhana (dikurangi kerumitannya secara ekstrem).
  2. pemikiran barat yang saya maksud ialah metode mengajar supermandiri yang menurut saya tidak cocok untuk orang Indonesia, apalagi usia SD/SMP/SMA. Jadi rencana saya, wujudnya adalah saya yang akan menyiapkan segalanya mulai dari buku, tutorial, gambar, contoh aplikasi (Otodidak), dan lain-lain sehingga minim sekali nanti saya suruh mereka cari sendiri. Tujuan saya hanya mengajari mereka bikin aplikasi, bukan memperumit mereka. Sederhana, bukan?

Mengapa saya melakukan ini? Sederhana juga. Inspirasi saya adalah adik-adikku di seluruh Indonesia yang putus sekolah, teman-temanku di usia SMA yang mencari jati diri, dan kisah Lintang di buku cerita Laskar Pelangi. Kalian semuanya, janganlah menyerah. Aku tahu kalian ingin jadi orang yang berguna, yang bermanfaat bagi orang lain. Jika keterbatasan menghimpit kalian, lawan! Kalian sanggup melakukannya. Adik-adikku, kawanku semuanya, percayalah. Hari ini pun kalian bisa jadi orang yang berguna, tidak perlu menanti. Tidak perlu ada putus asa, tidak perlu ada perkelahian. Kalian semua ada di Indonesia yang subur teknologi informasinya. Kalian semua bisa berguna dengan mendayagunakan teknologi informasi. Salah satu bidangnya adalah pembuatan aplikasi. Ya, aplikasi seperti Otodidak. Oleh karena itu, kakak ingin mengajak kalian semua untuk memulai bidang ini. Industri besar kita yang baru ini. Kita bikin aplikasi, mulai dari yang cara termudah yang kalian pasti bisa. Adik-adikku, kalian semua adalah inspirasi bagi kakak. Jangan pernah menyerah.

Kapan akan dilakukan? Tentu setelah saya siap. Memang sesaat setelah saya putuskan membuat Otodidak, saya langsung mendokumentasikannya. Saya tulis dan gambar desain aplikasi di buku tulis sekolah saya (SIDU 58 lembar). Saya juga catat potongan kode istimewa yang dibutuhkan setiap saya mengedit Otodidak. Cukup lengkaplah dokumentasi manualnya. Hanya saja saya belum memotret buku itu (revisi: sudah dipotret pada 10 Maret 2013). Dokumentasi itulah yang akan menjadi titik berat Otodidak Behind The Scene nanti. Tentulah ditambah literatur luar agar tujuan membuat aplikasi tercapai. Sederhana dan mudah, bukan? Jadi, ini baru bisa dilaksanakan setelah buku itu selesai dipotret.

Apakah hanya dengan menulis esai? Tidak. Saya ingin menerapkan apa yang selalu dicari jawabannya oleh Microsoft: what’s next? Jadi, setelah ini, saya ingin mengadakan kuliah online bagaimana membuat aplikasi dengan Netbeans. Bentuk kuliahnya sama persis dengan kuliah kami biasanya yang diselenggarakan oleh komunitas. Bagaimana itu? Ya, chatting di kanal IRC #ubuntu-indonesia pada server freenode. Sederhana tetapi banyak manfaatnya. Kanal ini bisa menampung jumlah orang tak terhingga. Sebagaimana kuliah kami biasanya, nanti tentu bisa tanya-jawab di sana. Akan saya tunjukkan betapa menyenangkannya. Lagipula, ini berguna juga untuk meramaikan kanal ini.

Setelah merilis Otodidak pada 24 Februari 2013 ini, esok harinya saya langsung istirahat total selama 48 jam. Selama itu saya tidak menyentuh mesin sama sekali. Sekarang badan saya sudah bugar lagi dan siap bertempur kembali. Saya berharap semua ini bermanfaat untuk saya sendiri dan masyarakat Indonesia semuanya. Dukung Indonesia Goes Open Source! Sampai di sini, saya tutup esai ini dengan terima kasih. Terima kasih untuk semua inspirator dan para pembaca.

 

 

Diselesaikan di Mojokerto
pada 26 Februari 2013

Terima Kasih untuk Para Tester Otodidak


Bismillahirrahmanirahim,

Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan besar para penguji aplikasi Otodidak (pada masa testing). Seluruh penguji telah memberikan jasa yang besar sekali untuk Otodidak. Karena Otodidak adalah proyek rahasia, maka hanya sedikit orang yang mendapat bocoran keberadaannya. Merekalah para tester, dan semua dari forum Ubuntu Indonesia. Saya memilih tester hanya dari forum Ubuntu Indonesia karena sungguh saya merasa percaya dan sangat nyaman dengan keramahan warga yang ada di sana. Inilah mereka:

blackshirt
Alakulihal
v1rus
p4t_k4i
pingsut
ilham
rizaaal
mepro
CDX
chiki
yogieza
KuKuKaChu

Dari luar FUI (kalau berkualitas, saya langsung minta):
ibnutoriq
wahidin <<< hidup di pedalaman hutan tapi pengguna Slackware, saya sangat kagum

Terima kasih dari sisi lain:
Ayah <<< atas segalanya
Ibu <<< atas inspirasi keawaman beliau
Ridlo Widyanto <<< atas dukungan beliau

Dan untuk semua orang yang membantu saya hingga Otodidak bisa dirilis. Mohon maaf saya terlambat sekali menulis laman ini (namun tetap FUI yang dapat posting ini pertama kali). Mohon maaf juga jika ada nama akang yang tidak saya sebut di sini karena saya lupa (mohon diingatkan). Jazakumullahu khairan wa barakallahu fiikum.

Otodidak Versi 1 Dirilis


Pemula-1Bismillahirrahmanirrahim,

Halaman ini dimutakhirkan pada 14 Agustus 2016

Dengan mengharap rahmat Allah, saya merilis aplikasi Otodidak versi 1 hari ini. Otodidak adalah aplikasi open source baru yang terinspirasi dari Electrodroid, dengan kegunaan utama sebagai aplikasi belajar Linux yang all-in-one untuk pemula. Otodidak mulai dibuat pada 6 November 2012 dan siap diunduh hari ini. Dengan antarmuka GUI berbahasa Indonesia, prinsip click and run, beserta dominasi gambar untuk menjelaskan, jadilah Otodidak aplikasi khusus untuk orang awam dan pemula dalam belajar Linux. Otodidak dirilis untuk Linux dan Windows (serta Mac OS X) dengan harapan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Otodidak dirancang agar bisa dimanfaatkan oleh perorangan, sekolah dasar maupun menengah, perguruan tinggi, korporasi, warnet, dan siapa pun yang ingin migrasi ke sistem operasi Linux. Kini dengan Otodidak, diharapkan pembelajaran Linux dapat dikurangi kerumitannya karena cukup membuka satu aplikasi ini untuk:

1) Simulator Terminal (Anda bisa belajar Terminal tanpa Terminal).

2) Kumpulan tutorial instalasi modem di Ubuntu.

3) Kumpulan penjelasan mengenai Ubuntu semisal kelebihan/kekurangan.

4) Tabel perbandingan aplikasi Windows dan Ubuntu.

5) Semua kumpulan pengetahuan Linux bergambar.

6) Tutorial instalasi aplikasi di Ubuntu.

7) Tutorial instalasi kodek MP3 di Ubuntu.

8) Kumpulan penjelasan mengenai 5 desktop environment di Linux.

9) Kumpulan perintah Terminal yang sering digunakan.

10) Kumpulan trik cepat menggunakan Terminal.

11) Kumpulan pengetahuan dasar Linux, GNU, Free Software, Open Source, Repositori, dan cara belajar Linux dalam Bahasa Indonesia dan disertai ilustrasi (didesain dengan Inkscape).

Otodidak dirancang agar sederhana. Karenanya Otodidak dirilis dalam format DEB (bisa langsung diinstal di Ubuntu) dan EXE (Windows). Dan siapa pun yang menemukan kerumitan atau kesalahan di dalamnya hendaklah melaporkan ke pengembangnya.

Unduh Otodidak

Linux dan Windows: Otodidak_versi_1.jar (12 MB)

Ubuntu: Otodidak_versi_1.deb (12 MB)

Windows: Otodidak.exe (12 MB)

Kode Sumber:

*) Linux lainnya dan Mac OS X bisa menggunakan versi JAR saja (terima kasih untuk Pak Dedy yang telah mengetes Otodidak di Mac OS X dan melaporkan bahwa ia berjalan lancar di sana)

**) Otodidak dibuat dengan Java, sehingga Anda memerlukan Java Runtime Environment (JRE) di komputer Anda untuk bisa menjalankannya. Baca cara instalasi JRE untuk Linux Anda di sini.

Plus

Bagi yang ingin tahu, nantikan Otodidak Behind The Scene di web resmi Otodidak yang menjelaskan bagaimana tahapan desain dan pemrograman selama Otodidak dikembangkan.

Skrinsot

Simulator-Terminal

Pemula-2 Lanjutan-2 Lanjutan-1