Belajar Menggunakan KDE Edisi 4


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam format PDF.

Logo KDESatu jenis program yang paling banyak dibuka di komputer kita adalah file manager. Dengannya Anda melihat isi folder dalam hard disk, melihat file, melihat gambar, copypaste,cut, membuat folder, dan lain-lain. Sebagaimana Anda mengenal Windows Explorer di Windows, maka Anda akan mengenal Dolphin di KDE. Tulisan ini bertujuan untuk membuat Anda lancar menggunakan Dolphin untuk mengelola semua file.

Kata kunci: kde, dolphin, linux, sehari-hari

Daftar Isi

1  Perkenalan Dolphin


Dolphin adalah Windows Explorer-nya KDE. Dia dan Windows Explorer tergolong aplikasi file manager di dalam ilmu komputer. File manager itu suatu program untuk mengelola filesystem. Jadi, dengan Dolphin Anda bisa lakukan segala yang bisa Anda lakukan dengan Windows Explorer. Percayalah, Dolphin adalah salah satu file manager tercanggih yang pernah ada. Versi Dolphin yang digunakan dalam tulisan ini adalah 2.2.

2  Tampilan Dolphin

Anda perlu mengenal wajah-wajah Dolphin yang sangat fleksibel. Bisa dimodel begini dan begitu.

2.1  Tampilan Default

Demikianlah antarmuka Dolphin yang default.

mari-menggunakan-kde-iv126

Gambar 1: Tampilan default Dolphin

2.2  Tampilan Pohon Folder

Demikianlah antarmuka Dolphin yang diatur supaya punya pohon folder (panel kiri) seperti Windows Explorer.



mari-menggunakan-kde-iv25

Gambar 2: Dolphin dengan model pohon folder

2.2.1  Cara Mengaturnya

Klik menu View > Panels > Folders. Bisa juga dengan shortcut key F7.

2.3  Tampilan Default + Pohon Folder

Demikianlah antarmuka Dolphin yang paling mirip Windows Explorer di Windows 7 dan 8 sekarang, yang pada panel kirinya ada Favorites (Dolphin menyebutnya: Places) di bagian atas dan My Computer Tree (Dolphin menyebutnya Folders Panel) di bawahnya.



mari-menggunakan-kde-iv127

Gambar 3: Places + Folders

2.3.1  Cara Mengaturnya

Klik menu View > Panels > Places kemudian Folder. Pastikan keduanya aktif. Bisa juga dengan shortcut key F9 kemudian F7.

3  Penjelasan Rinci Tampilan Dolphin



mari-menggunakan-kde-iv130

Gambar 4: Komponen-komponen Tampilan Dolphin

Keterangan gambar:

  1. Tombol kendali jendela (Window Menu): jika diklik, akan keluar menu khusus mengatur jendela yang sama dengan klik kanan pada titlebar. Lihat gambar ini.
  2. Tombol On all desktops: jika diklik (aktif), maka program Dolphin akan berada di semua workspace1 Anda. Berguna jika Anda sering berpindah-pindah workspace tetapi ingin selalu bertemu program yang sama.
  3. Titlebar: judul program Dolphin yang biasa diawali dengan nama folder sekarang yang dibuka.
  4. Tombol yang tiga: close, maxizime, minimize jika dilihat dari kanan.
  5. Panel Information: menayangkan properti (nama, ukuran, alamat, dsb.) sekaligus preview (baik untuk gambar, video, dan suara).
  6. Space Informationprogress bar yang menunjukkan kapasitas hard disk yang masih kosong (free). Progress bar ini juga bergerak-gerak ketika search berlangsung. Jika tidak ada, klik kanan status bar lalu centang Space Information.
  7. Zoom slider: memperbesar dan memperkecil ukuran ikon-ikon file.
  8. Status bar: sesuatu yang bernama status bar ada di semua aplikasi. Hanya saja, status bar milik Dolphin berisi keterangan berapa jumlah file, jumlah folder, serta total ukuran seisi folder sekarang.
  9. Devices: daftar partisi, USB flash diskhard disk, CD, dan media lain yang terhubung dengan komputer.
  10. Placesshortcut ke folder utama seperti Home dan Root. Home untuk direktori /home/usernameanda/ sedangkan Root untuk direktori /. Anda bisa menambahkan folder-folder lain yang sering dibuka) dengan klik kanan pada folder lalu Add to Places. Ini mirip Favorites di Windows.
  11. Menubar: menu seperti layaknya aplikasi lainnya. Menu bisa ditampilkan maupun dihilangkan dengan Ctrl+M.
  12. Toolbar: panel berisi ikon-ikon untuk perintah menu yng paling sering Anda gunakan. Bisa ditambah atau dikurang jumlah ikonnya.
  13. Location Bar dan Tab Barlocation bar untuk menayangkan alamat folder saat ini. Location bar di Dolphin ada 2 macam, yang otomatis (seperti Mac OS X File Manager, bisa diklik — pindah folder) dan yang manual (seperti address bar Firefox, bisa diketik sendiri alamatnya). Tab bar, seperti di Firefox, untuk menayangkan tab-tab Anda jika membuka banyak folder sekaligus. Location Bar bisa dibuka dengan Ctrl+L (tekan Esc untuk menutup) sedangkan Tab baru bisa dibuka dengan Ctrl+T (sama seperti Firefox).



mari-menggunakan-kde-iv23

Gambar 5: Window Menu

mari-menggunakan-kde-iv75

Gambar 6: Location Bar


4  Keistimewaan Dolphin

4.1  Tab Bar

Dolphin bisa tabbing seperti Mozilla Firefox. Jadi, Anda bisa membuka banyak folder dalam 1 jendela. Tab baru bisa dibuka dengan Ctrl+T (seperti Firefox). Bisa juga dengan tomboltoolbar New Tab (jika belum ada, tambahkan sendiri dengan klik kanan toolbar > Configure toolbar > pilih entri New Tab dari panel kiri > tekan tombol panah kanan sampai New Tab masuk panel kiri > OK). Saya selalu menggunakan fitur tabbing ini karena sangat efisien untuk menyelesaikan semua kerja saya. Fitur ini belum ada di Windows Explorer.



mari-menggunakan-kde-iv131

Gambar 7: Tabbed Browsing

4.2  Information Panel




mari-menggunakan-kde-iv136b

Gambar 8: Preview untuk audio

mari-menggunakan-kde-iv137b

Gambar 9: Preview untuk video


Dolphin sanggup menayangkan preview untuk teks, gambar, audio, maupun video dalam panel sampingnya. Jadi, ketika kursor Anda memilih 1 audio, Anda bisa memutar suaranya di panel samping tanpa membuka Amarok dahulu. Panel ini berfungsi pula untuk menayangkan properti dari file secara lengkap. Jadi, Anda bisa melihat properti suatu audio (size, bitrate, sample rate, genre, duration, dan seterusnya) tanpa klik kanan > Properties. Panel ini dinamakan Information Panel.

4.3  Terminal Terintegrasi

Dolphin terintegrasi dengan Konsole (Terminal Emulator milik KDE) sehingga kita bisa masukkan perintah Linux tanpa membuka Terminal terpisah. All in one. Saya sangat sering menggunakannya untuk melakukan kerja semacam memindahkan file ke direktori sistem (butuh sudo), menjalankan program (yang butuh sudo), ping ke server, mengerjakan file-file teks dengan awk dan sed, menginstal paket-paket LATEX, membaca man, dan bahkan ini sangat membantu saya untuk melakukan pemaketan Debian. Saya jadi tidak perlu membuka dua jendela untuk melakukan segalanya.




mari-menggunakan-kde-iv36

Gambar 10: Built-in Konsole

Ukuran Terminal di dalam Dolphin bisa diperluas dengan drag (seret kursor) pada batasan antara Terminal dan seluruh elemen di atasnya. Mereka dipisahkan oleh garis horizontal yang memiliki titik-titik (…). Perhatikan gambar berikut.


mari-menggunakan-kde-iv81

Gambar 11: Memperluas Area Terminal

4.4  Location Bar

Location Bar (atau Address Bar di Firefox) adalah elemen Dolphin yang menayangkan lokasi folder Anda sekarang. Ia terletak tepat di atas tampilan folder-folder. Location Bar di Dolphin punya 2 modus sebagai berikut.

4.4.1  Bread Crumb

Modus Bread Crumb (remah-remah roti) adalah modus Location Bar yang menyerupai File Manager di Mac OS X (clickable). Ini default di Dolphin. Jika membuka folder yang cukup dalam, Anda akan dapati Location Bar tampak seperti ini: Home > Dokumen > Folderku > Linux. Lihat gambar berikut.



mari-menggunakan-kde-iv139

Gambar 12: Bread Crumb

Modus Bread Crumb ini akan mempermudah kerja Anda. Klik pada tanda > maka Anda bisa memilih membuka folder di antara banyak folder dalam 1 tempat tanpa keluar folder. Jelas ini akan mempercepat kerja.


mari-menggunakan-kde-iv138b

Gambar 13: Cara Menggunakan Bread Crumb

4.4.2  Editable

Modus Editable adalah sama seperti Address Bar pada Firefox yakni alamat folder bisa ditulis sendiri. Ini akan sangat bermanfaat ketika Anda perlu menulis sendiri alamat yang dibutuhkan misalnya server FTP.



mari-menggunakan-kde-iv80

Gambar 14: Editable Location

4.5  Shortcut Keys Buatan Sendiri

Keistimewaan Dolphin berikutnya adalah mampu menerima shortcut key yang Anda tentukan sendiri tanpa adanya program tambahan. Atur dari menu Settings > Configure shortcuts…. Lihat gambar berikut sebagai contoh.



mari-menggunakan-kde-iv83

Gambar 15: Membuat Shortcut Key Sendiri

  1. Cari salah satu item Dolphin yang ingin dibuat shortcut key-nya. Dalam contoh ini, saya ingin memasangkan Ctrl+G kepada opsi descending (penyortiran terbalik).
  2. Klik nama Descending dari hasil pencarian lalu klik tombol None ()
  3. Tekan sekarang juga shortcut key yang diinginkan. Dalam contoh ini, Ctrl+G.
  4. OK.
  5. Sekarang silakan tes Ctrl+G. Apakah ia bekerja?
  6. Ini berlaku juga untuk menu-menu yang belum terpasangi shortcut key.

5  Menubar


mari-menggunakan-kde-iv19b

Gambar 16: Menu utama Dolphin


5.1  File

Menu ini mengatur pembuatan dan penghapusan file/folder. Menu ini sama dengan klik kanan area kosong di dalam Dolphin.

5.2  Edit

Menu ini berhubungan dengan manipulasi keberadaan file seperti UndoCutCopyPaste, dan seterusnya.

5.3  View

Menu ini berhubungan dengan manipulasi penayangan file semacam mengurutkan, menayangkan hidden files, melakukan grouping, ubah view mode, memanipulasi tayangan panel-panel,preview, dan seterusnya.

5.4  Go

Menu ini berhubungan dengan perpindahan kita dari folder ke folder semacam BackForwardUp, dan seterusnya.

5.5  Tools

Menu ini berhubungan dengan peralatan luar yang dapat diakses dari Dolphin untuk membantu mengelola file. Misalnya buka jendela Konsole baru atau lakukan Compare (jika sudah terinstal programnya).

5.6  Settings

Menu ini berhubungan dengan segala pengaturan Dolphin mulai dari preferensi sampai shortcut key-nya.

5.7  Help

Menu ini berhubungan dengan pusat bantuan Dolphin. Anda bisa membuka panduan lengkap cara menggunakan Dolphin darinya.

5.8  Menubar Istimewa

Menubar pada Dolphin bisa disembunyikan dalam 1 tombol Control (seperti Anda temukan di Google Chrome) dengan shortcut key Ctrl+M. Untuk mengembalikan seperti semula, tekan Ctrl+M sekali lagi. Ini berguna untuk Anda yang tidak sengaja menekan Ctrl+M lalu tidak tahu bagaimana mengembalikannya seperti semula. Ini juga berguna untuk Anda yang lebih suka model menu terpusat ala Chrome.


mari-menggunakan-kde-iv82

Gambar 17: Tombol Control Pengganti Menubar

6  Toolbar

Menjelaskan toolbar milik Dolphin.



dolphin-toolbar

Gambar 18: Penjelasan Dolphin Toolbar

Penjelasan toolbar mulai dari kiri ke kanan:

  • Back/Forward: kembali ke folder sebelumnya atau maju ke folder yang barusan ditinggalkan.
  • Up: naik ke folder di atas folder sekarang.
  • Icons View Mode: tampilan ikon besar dengan preview gambarnya (bila ada). Ini sama dengan Thumbnails View di Windows Explorer.
  • Compact View: tampilan ikon biasa dengan namanya saja, disusun berjajar ke kanan.
  • Details View: tampilan ikon kecil dengan detail keterangan ukuran, tipe, dan tanggal.
  • Search: mencari file atau folder.
  • Preview: menayangkan preview dari semua file jika diaktifkan.
  • Split View: membagi tampilan Dolphin jadi dua.

6.1  Icons View Mode

Model tampilan ini sama dengan Thumbnails di Windows. Model tampilan ini akan menayangkan seluruh file sebagai ikon yang disusun berurutan ke bawah. Model tampilan ini adalahdefault di Dolphin.



mari-menggunakan-kde-iv19

Figure 19: Thumbnails View

Jika Anda menginginkan tampilan yang sama dengan Windows Explorer Anda, yakni terdapat pengelompokan tipe file, lakukan:

  • Klik ikon Icons View.
  • Klik menu View > Sort by > Type.
  • Klik menu View > Show in Groups.

Hasilnya seperti gambar berikut.


mari-menggunakan-kde-iv18

Figure 20: Icons View Mode (Thumbnails)

Ciri-ciri dari Icons View Mode (Thumbnails) milik Windows Explorer adalah adanya garis melintang yang memisahkan satu kelompok tipe file dengan kelompok lain, dan ditera jenis file di setiap kelompok. Tipe tampilan ini sangat produktif untuk pengguna Windows biasanya. Hal ini dapat Anda peroleh dengan Icons View Mode + Show in Groups di Dolphin.

6.2  Compact View Mode

Model tampilan ini akan menayangkan seluruh file sebagai ikon susunan ke arah kanan. Jika pengaturan Sort by adalah Date, maka file diurutkan berdasarkan tanggalnya. Demikian pula untuk pengaturan Sort by lainnya.



mari-menggunakan-kde-iv20

Gambar 21: Compact View

6.3  Details View Mode

Model tampilan ini memperlihatkan properti semua folder dan file dalam Size, Type, dan Modification Date. Model ini diperlukan untuk mengetahui secara rinci, bekerja dengan cepat (karena ikonnya kecil), dan memudahkan kita mengurutkan file-file dengan 1 klik saja.



mari-menggunakan-kde-iv15

Gambar 22: Details View

6.3.1  Kunci Penggunaan Details View Mode

Perhatikan dua bagian gambar berikut yang saya tandai kuning dan merah.


mari-menggunakan-kde-iv22

Gambar 23: Panel Pengatur Kolom dan Judul Grup File

6.4  Split View

Model tampilan ini memungkinkan Anda membandingkan isi dari dua folder sekaligus dalam satu tab saja. Juga berguna untuk menyalin (copy) dari satu folder ke folder lain dengan cepat.


mari-menggunakan-kde-iv3

Gambar 24: Split View

7  Pengaturan Dolphin

7.1  Show Hidden Files

Pengaturan bisa diakses dari menu View > Show Hidden Files. Atau, bisa menggunakan shortcut key Alt + . (titik).

7.2  New Folder

Membuat folder baru bisa dilakukan dengan klik kanan > Create New > Folder…. Atau, bisa menggunakan shortcut key F10.

7.3  New File

Membuat folder baru bisa dilakukan dengan klik kanan > Create New > Text File.

7.4  Sort By

Fitur ini berguna untuk mengurutkan file-file berdasarkan pilihan tertentu. Misalnya mengurutkan berdasarkan nama, tipe, ukuran, dan tanggal modifikasinya seperti penjelasan berikut.

7.4.1  Sort by Type

Mengurutkan file-file berdasarkan jenisnya: menu View > Sort by > Type. Aktifkan pilihan Descending jika ingin membalik urutan tipe.

7.4.2  Sort by Date

Mengurutkan file-file berdasarkan waktunya: menu View > Sort by > Date. Aktifkan pilihan Descending jika ingin membalik urutan waktunya. Opsi ini yang paling sering saya gunakan.

7.4.3  Sort by Size

Mengurutkan file-file berdasarkan ukurannya: menu View > Sort by > Size. Aktifkan pilihan Descending jika ingin membalik urutan ukurannya.

7.5  Show in Groups

Fitur ini sangat berguna jika digabungkan dengan Sort by dalam Icons View Mode. Hasil tampilannya sama persis dengan Windows Explorer sehingga Anda mudah menggunakannya. Aktifkan dengan menu View > Show in Groups.

8  Menggunakan Dolphin Sehari-Hari

8.1  Satu Klik

Single click sudah dianggap sebagai open (membuka folder/file) di Dolphin, sedangkan Windows Explorer menganggap single click sebagai select (memilih folder/file) sedangkan untukopen harus double click. Jadi untuk memilih file, Anda harus klik pada tombol “+” warna hijau ketika kursor Anda mengenai file. Hal ini membutuhkan pembiasaan karena Anda akan banyak keliru dengannya. Adapun persoalan memilih file, sebetulnya ada beberapa cara di Dolphin:

  1. Klik pada tanda “+” hijau di setiap file (seperti di atas).
  2. Klik pada tanda “+” hijau di satu file, tekan Shift, tekan tombol panah di kibor untuk memilih banyak file sekaligus.
  3. Drag kursor untuk memilih banyak file sekaligus.
  4. Dengan 1 file terpilih, tekan Shift + Panah Bawah.

Dengan sebentar membiasakan diri, Anda akan mampu menggunakan Dolphin dengan lancar kendati sifatnya berbeda dengan Windows Explorer (1 klik). Namun jika Anda ingin Dolphin benar-benar meniru Windows Explorer (2 klik), itu bisa diatur. Berikut pengaturannya.



mari-menggunakan-kde-iv71

Gambar 25: Mengatur Dolphin Supaya Menerima Double Click

Buka menu Settings > Configure Dolphin > Klik logo Mouse bertuliskan Navigation > Pilih opsi Double-click to open files and folders > OK.

8.2  Search

Fasilitas Search ini sangat berguna tetapi banyak pengguna jarang memakainya. Banyak pengguna masih mencari suatu file di antara banyak folder secara manual dengan membukanya satu per satu. Padahal dengan Search Anda bisa menemukan berkas yang Anda inginkan dengan sangat cepat. Berikut ini contoh penggunaan Search di dalam Dolphin.



mari-menggunakan-kde-iv144

Gambar 26: Pencarian

  1. Buka dulu folder atau partisi teratas yang diperkirakan ada file yang hendak dicari.
  2. Tekan Ctrl+F.
  3. Ketik sebagian nama file yang hendak dicari. Dalam contoh di atas, shalat.
  4. Hasil pencarian akan muncul secara incremental (yakni tidak menunggu semua selesai baru ditampilkan melainkan langsung menayangkan hasil satu per satu setiap menemukan fileyang cocok)2.
  5. Tekan Esc untuk menutup atau membatalkan pencarian agar kembali ke folder sebelumnya.

8.2.1  Trik Pencarian Tambahan

Ada beberapa trik tambahan yang sangat menghemat waktu kala bekerja dengan pencarian. Berikut di antaranya.

  1. Membuka Folder dari File yang Ditemukan Klik kanan file > Open in New Tab. Ini sangat membantu ketika kita tidak tahu persis di folder mana sebenarnya letak file ini. Akan berguna lagi ketika kita butuh alamat foldernya, misalnya untuk keperluan Terminal.
  2. Wildcard Anda bisa memakai karakter * (bintang) maupun ? (tanda tanya) untuk mencari sebagaimana biasanya Anda memakai wildcard. Bintang mewakili satau atau lebih karakter yang cocok sedangkan tanda tanya mewakili tepat satu karakter yang dicari.

8.3  Mencabut Flash Disk

Pada dasarnya sama saja dengan Windows Explorer yakni klik kanan nama flash disk pada panel kiri > pilih Unmount. Ingat, seringkali Anda harus menutup tab yang membuka isi flash disk terlebih dahulu sebelum melakukan eject. Bisa juga dengan mengalihkan Dolphin untuk membuka folder selain flash disk barulah bisa flash disk di-eject. Cara ini berlaku juga untuk partisi lain, hard disk eksternal, dan media penyimpanan lainnya.



mari-menggunakan-kde-iv73

Gambar 27: Unmount

8.4  Shortcut Keys

Berikut ini saya tuliskan shortcut keys yang paling sering digunakan dalam Dolphin. Kuasai ini dan Anda akan sanggup bekerja dengan cepat di KDE.


Shortcut Key Kegunaan
Esc Batalkan operasi
F10 New Folder
F2 Rename
F3 Split View
F4 Built-In Terminal
F1 Bantuan
Ctrl+C Copy
Ctrl+V Paste
Ctrl+X Cut
Ctrl+L Akses Location Bar
Ctrl+T Buka Tab baru
Ctrl+W Tutup Tab
Ctrl+Q Tutup dan matikan Dolphin
Ctrl+I Filter
Ctrl+1 Aktifkan Icons View
Ctrl+2 Aktifkan Compact View
Ctrl+3 Aktifkan Details View
Ctrl+ScrollMouse Zoom in atau Zoom Out
Home Pilih file paling awal
End Pilih file paling akhir
Del Hapus file ke Trash
Shift+Del Hapus file secara permanen
Alt+Tab Pindah Tab ke kanan
Alt+Shift+Tab Pindah Tab ke kiri
Alt+. Show Hidden Files
Alt+F4 Tutup Dolphin
Tabel 1: Tombol Pintasan Dolphin


8.5  Koneksi FTP dengan Dolphin

Anda punya server sendiri? Tinggalkan FTP client Anda dan cukup gunakan Dolphin untuk mengirim file-file ke server. Cepat, mudah, dan efisien.



mari-menggunakan-kde-iv58

Gambar 28: Dolphin login ke FTP server


mari-menggunakan-kde-iv142

Gambar 29: Drag saja file ke server


mari-menggunakan-kde-iv62b

Gambar 30: Progres Mengunggah File

mari-menggunakan-kde-iv64b

Gambar 31: Notifikasi Sistem Ketika Pengunggahan Selesai


8.6  Konversi Gambar dari Klik Kanan

Pernah membayangkan mengubah format 100 gambar dengan 1 klik? Mengubah ukuran 100 gambar resolusi tinggi jadi separuhnya dengan 1 klik juga? Mengecilkan kualitas 100 gambar dengan 1 klik juga? Ini semua bisa dilakukan di Dolphin dengan bantuan plugin bernama KIM. Saya setiap hari menggunakannya dan terasa betul ini sangat membantu kerja saya setiap hari. KIM sangat sering saya gunakan karena jauh lebih cepat mengubah gambar daripada saya harus mengubah gambar satu per satu dengan Gwenview.

8.6.1  Cara Memasang KIM

8.6.2  KIM – Konversi Format Gambar

  • Pilih satu atau banyak gambar.
  • Klik kanan > Actions > > Kim – Convert and Rotate > Pilih format yang diinginkan {JPEG/TIFF/PNG/PDF/GIF/Custom}.
  • Pilih No untuk dialog replace yang muncul.
  • Praktis, bukan?

8.6.3  KIM – Ubah Ukuran Gambar

  • Pilih satu atau banyak gambar.
  • Klik kanan > Actions > Kim – Compress & Resize > Pilih salah satu pilihan ukuran {(300×225)/(600×450)/(800×600)/(1024×768)/…/Custom}.
  • Pilih No untuk dialog replace yang muncul.


mari-menggunakan-kde-iv55

Gambar 32: Convert Gambar Sekali Klik


mari-menggunakan-kde-iv57

Gambar 33: Resize Gambar Sekali Klik

9  Tentang Dokumen Ini

Dokumen ini mulai ditulis pada 3 November 2013. Dokumen ini ditulis dengan LATEX dengan antarmuka Gummi kemudian Texmaker (sejak 29 Desember 2013) di atas Ubuntu 12.04. Sebagian gambar di dalam dokumen diberi anotasi dengan Inkscape. Dokumen ini adalah bagian dari usaha kecil memperbanyak panduan Linux dalam Bahasa Indonesia. Dokumen ini tidaklah bebas dari kesalahan yang membuat penulis memohon maaf dan mengajak Anda untuk menulis dokumen yang lebih baik.

10  Tentang Penulis

Penulis adalah warga Forum Ubuntu Indonesia. Penulis mendukung penggunaan perangkat lunak legal (terutama FOSS) untuk masyarakat. Penulis menyediakan buku-buku panduan Linux untuk pemula maupun ahli untuk diunduh secara gratis3. Penulis bisa dihubungi via SMS di nomor 0896 7923 7257.


1
Workspace atau virtual desktop adalah desktop tempat Anda bekerja. Sama dengan desktop di Windows hanya saja bedanya di KDE Anda bisa menambahkan lebih dari 1 desktop(workspace) dan tiap-tiapnya bisa berisi aplikasi yang berbeda-beda serta bisa berpindah-pindah desktop dengan 1 klik saja kapan pun Anda suka. Konsep workspace telah ada di KDE (dan Linux desktop) sejak lama.
2
Inilah salah satu kelebihan Dolphin di atas file manager Linux lain semacam Nautilus yang membuat Dolphin lebih cepat untuk bekerja.
3
https://malsasa.wordpress.com/pdf

9 thoughts on “Belajar Menggunakan KDE Edisi 4

  1. bugie

    Assalamu’alaikum kang malsasa,

    jus my mind ==> hmm saya masih suka sama nautilus nya gnome 2 karena kemudahan dan simplisitasnya.

    but itu semua kembali kepada selera masing2 :)


    nugie
    #ubuntu-indonesia

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Wa’alaikumussalam.

      Iya, itu maksud tersembunyi esai ini. Kalau bisa mengungkapkan rasa suka terhadap GNOME, maka silakan menulis panduannya. Esai ini adalah ajakan untuk menulis juga, Kang.


      Ade Malsasa Akbar
      #ubuntu-indonesia

      Balas
  2. Ary Tebuana

    Salam..

    Q : Kalau untuk penggunaan memori dari si Dolphin sendiri dibandingkan dengan Nautilus apa ada perbedaannya? apa karena fiturnya yang kompleks akan membebani memori? Thanks..


    Ary Tebuana a.k.a. TebuCT
    #ubuntu-indonesia

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Bismillahirrahmanirrahim.

      Yang terjadi pada mesin saya adalah Nautilus membengkak kebutuhan memorinya, melambat, sedangkan dengan Dolphin saya justru bisa bekerja lebih cepat dan lebih enteng. Soal memori, saya belum membandingkan secara objektif, Kang.

      Terima kasih, Kang TebuCT. Akhirnya saya tahu nama asli akang.

      Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Cara saya menginstal KDE di Ubuntu saya hanyalah sudo apt-get install kde-standard.

      Untuk perbedaan antara KDE dan GNOME, itu perlu posting baru yang sangat panjang, Kang. Saya tidak mampu menjawabnya. Sementara saya jawab saya lebih menyukai KDE karena kelengkapan fiturnya.

      Terima kasih kembali, saya hanya melakukan sedikit dari yang paling sedikit.

      Balas
  3. Risky Eko Pambudi

    Kang saya mau tanya , saya install kde di kali linux , setiap buka dolphin untuk mount hdd slalu error , errornya authentication required , tp ga ada box buat masukin password , harusnya kan ada kayak di openSUS. Terima kasih ,

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Saya belum mengalaminya. Saran saya:

      1) selesaikan sendiri masalah ini
      2) jangan gunakan Kali

      Orang yang menggunakan distro macam ini harusnya mengerti sistemnya sendiri.

      Balas
  4. Ping balik: KNotes Ingat Aku Per 17 Maret 2015 | RESTAVA

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s