Arsip Tag: kde

Belajar Menggunakan KDE Edisi 5


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Logo KDETulisan ini adalah seri ke-5 dari tulisan berseri Belajar Menggunakan KDE. Tulisan ini akan membawakan pengetahuan lebih lanjut mengenai komponen-komponen desktop KDE itu sendiri mulai dari KWin selaku Window Manager di KDE, Plasma Desktop selaku lingkungan kerja KDE, KRunner selaku Run (Win + R), KDE Widgets atau Plasmoids selaku pernak-pernik desktop, dan macam-macam konfigurasi dengan KDE System Settings. Tulisan ini membahas pula cara mengganti dan menginstal tema desktop plus bagaimana mengonfigurasi proxy server connection. Jika tulisan sebelumnya belum fokus membahas bagaimana bekerja sehari-hari dengan KDE, maka tulisan ini akan fokus melakukannya. Tulisan ini dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu detail bagian-bagian penting KDE dan bagaimana menggunakan KDE sehari-hari (termasuk konfigurasi). Semoga tulisan ini bermanfaat.

Kata kunci: kde, dolphin, linux, sehari-hari Baca lebih lanjut

Mengatasi Aplikasi GTK yang Terlihat Jelek di KDE


Bismillahirrahmanirrahim.

Logo KDEAplikasi GTK (semacam Geany, Libreoffice, Firefox, Filezilla, Synaptic, dll.) akan terlihat jelek di KDE jika tidak dikonfigurasi. Bagaimana jelek yang dimaksud? Bagaimana cara mengatasinya? Apa kesulitannya? Saya melakukan oprek semalam dan inilah catatannya. Hasil oprek ini mengubah tampilan pada semua aplikasi GTK saya termasuk GIMP, NTM, GNOME File Chooser, dan Alarm Clock. Semua tampilan menjadi nyaman dilihat seperti aplikasi KDE umumnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Baca lebih lanjut

Belajar Menggunakan KDE Edisi 4


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam format PDF.

Logo KDESatu jenis program yang paling banyak dibuka di komputer kita adalah file manager. Dengannya Anda melihat isi folder dalam hard disk, melihat file, melihat gambar, copypaste,cut, membuat folder, dan lain-lain. Sebagaimana Anda mengenal Windows Explorer di Windows, maka Anda akan mengenal Dolphin di KDE. Tulisan ini bertujuan untuk membuat Anda lancar menggunakan Dolphin untuk mengelola semua file.

Kata kunci: kde, dolphin, linux, sehari-hari Baca lebih lanjut

Belajar Menggunakan KDE Edisi 3


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan edisi ketiga ini sudah mencapai tahap mengenal banyak elemen penting KDE bagi pengguna. Saya bagi edisi ini menjadi 11 poin penting KDE. Saya sengaja menyusunnya secara nonteknis berdasarkan pertimbangan pribadi saya dimulai dari yang penting-penting.

Daftar Isi

      1. Tombol Menu KDE
      2. Dua Gaya Menu KDE
      3. Mengenal Aplikasi Terpenting KDE
      4. Tidak Ada Refresh
      5. Menambahkan Shortcut Key
      6. Menambahkan Ikon di Panel
      7. Memindahkan Posisi Ikon di Panel
      8. Mengubah Ukuran Panel
      9. System Tray: Volume Suara
      10. System Tray: Notifikasi
      11. System Tray: Klipper

Bersiap-siaplah menggunakan salah satu antarmuka Linux yang tercanggih.

1. Tombol Menu KDE

Logo KDE

Tombol Menu KDE

Ini adalah tombol menu KDE yang fungsinya sama dengan tombol Start di Windows. Secara default, tombol menu KDE berada di kiri bawah seperti tombol Start di Windows.

2. Dua Gaya Menu KDE

  • Gaya Pertama – Gaya Windows 7

resized_belajar-menggunakan-kde1

Anda bisa mencari dengan mengetikkan nama program di menu. Gaya ini dinamakan Application Launcher oleh KDE.

  • Gaya Kedua – Gaya Windows XP

resized_belajar-menggunakan-kde

Anda bisa mencari program secara manual. Gaya ini dinamakan Classic Menu oleh KDE.

  • Cara Mengatur Gaya

belajar-menggunakan-kde2

Klik kanan menu -> Switch to Classic Menu Style -> menu berubah jadi ala Windows XP.

belajar-menggunakan-kde3

Klik kanan menu -> Switch to Application Launcher Style -> menu berubah jadi ala Windows 7.

3. Mengenal Aplikasi Terpenting KDE

Aplikasi itu bernama Dolphin. Inilah “Windows Explorer” di KDE. Anda akan mengelola folder-folder dan semua data dengan aplikasi ini. Buka dari menu -> File Manager atau bisa dengan ketik dol di menu bergaya Windows 7 di KDE maka munculz nama File Manager.

belajar-menggunakan-kde13 belajar-menggunakan-kde12

4. Tidak Ada Refresh

Tidak perlu kaget. Di dalam antarmuka KDE, dan di Linux desktop pada umumnya, tidak ada Refresh. Mengapa? Karena KDE melakukan refresh secara otomatis. Dan tahukah kita refresh itu apa sebenarnya? Refresh hanyalah sebuah perintah untuk memperbaharui ikon-ikon desktop, tidak lebih. Refresh tidak berguna untuk memperbaiki sistem. Bila ada ikon yang baru tetapi Windows belum menayangkannya, maka dengan Refresh akan ditayangkan. Namun KDE tidak demikian. Ia otomatis sehingga tidak ada refresh di dalam klik kanan.

Klik kanan desktop -> tidak ada pilihan Refresh

Klik kanan desktop -> tidak ada pilihan Refresh

5. Menambahkan Shortcut Key

Kita bisa mengasosiasikan shortcut key untuk seluruh aplikasi yang terinstal dengan KDE. KDE punya Cntrol Panel ajaib yang bernama KDE System Settings. Silakan Anda buka dari menu -> Applications -> Settings -> System Settings -> Shortcut and Gestures.

belajar-menggunakan-kde5

Ikon paling kanan adalah Shortcut and Gestures

Jika sudah dibuka, maka muncul tampilan pengaturan shortcut key yang terbagi tiga seperti gambar berikut.

belajar-menggunakan-kde6

Perhatikan panel paling kiri, ada 3 opsi

Saat ini, Anda cukup mengetahui opsi pertama dulu yakni Custom Shortcuts. Apa pentingnya opsi ini? Dengan ini, Anda bisa mengatur supaya File Manager milik KDE bisa terbuka dengan shortcut key Win+E sebagaimana Anda membuka Windows Explorer di Windows. Canggih, bukan?

Cara Membuat Shortcut Key

belajar-menggunakan-kde7

  • Pada jendela yang sama -> klik tombol Edit di bawah -> New -> Global Shortcut -> Command/URL.
  • Akan muncul satu entri baru bernama New Action di atas tombol Edit.
  • Lihat panel kanan, ada 3 tab.
  • Buka tab Trigger -> klik tombol None itu -> tekan tombol Win (logo Windows di keyboard) dan E secara bersamaan. Jangan kaget, Linux biasa menyebut tombol Win sebagai Metabelajar-menggunakan-kde11
  • Buka tab Action -> tuliskan di situ dolphin. Jangan sampai salah. 
    belajar-menggunakan-kde10
  • Klik Apply. belajar-menggunakan-kde9
  • Silakan tekan Win+E sekarang maka File Manager akan muncul. 
  • Lakukan cara ini untuk aplikasi-aplikasi yang lain, yang Anda ingin pasangkan dengan shortcut key kesukaan Anda.

6. Menambahkan Ikon di Panel

Di Windows, kita bisa memasukkan ikon shortcut ke dalam panel bawah. Tujuannya tentu akses cepat. Di KDE, kita juga bisa melakukannya. Buka menu -> klik kanan salah satu aplikasi -> Add to Panel.

belajar-menggunakan-kde14

Hasilnya:

belajar-menggunakan-kde16

Lakukan cara yang sama untuk shortcut yang lain.

7. Memindahkan Posisi Ikon di Panel

Setelah kita menambahkan ikon di panel, kita biasanya perlu memindahkan posisinya. Bagaimana caranya? Klik logo Panel Tool Box pada bagian paling kanan panel -> arahkan kursor kepada ikon yang mau dipindahkan -> seret ikon ke posisi mana saja sepanjang masih dalam panel.

belajar-menggunakan-kde19

Seret ikon ke kiri

belajar-menggunakan-kde20

Hasil pemindahan ikon

8. Mengubah Ukuran Panel

Panel menu di Windows bisa dipertebal atau dipertipis ukurannya. KDE juga bisa melakukan itu. Bagaimana caranya? Sama dengan memindahkan ikon di atas. Klik logo Panel Tool Box pada bagian paling kanan panel -> seret ikon Height di tengah panel hitam yang muncul -> seret ke atas berarti mempertebal -> seret ke bawah berarti mempertipis. 

belajar-menggunakan-kde21

Mempertebal berarti ditarik ke atas

belajar-menggunakan-kde22

Mempertipis berarti ditarik ke bawah

9. System Tray: Volume Suara

Kita bisa mengatur semua kanal suara baik itu dari dalam Linux maupun dari aplikasi kita hanya dengan menggeser slider Suara di system tray. System tray di KDE bertempat sama dengan system tray di Windows yakni kanan bawah. Lihat ikon speaker. Klik ikon speaker lalu geser slider suara ke atas/bawah untuk mengatur volume suara.

resized_belajar-menggunakan-kde23

Keterangan pengaturan volume mulai kolom kanan ke kiri:

  1. Built-In Audio Analog Stereo: volume suara sistem. Ini mengatur suara sistem secara keseluruhan. Jika dimatikan, maka semua suara mati.
  2. Event Sounds: volume suara aksi. Misalnya suara ketika ada error, suara ketika ada pesan masuk, suara selesainya copy-paste, dan lain-lain.
  3. Amarok: volume suara untuk aplikasi Amarok (pemutar audio KDE). Jika aplikasi Amarok yang berjalan, maka kolom ini berisi Amarok. Jika aplikasi lain semisal Banshee (pemutar audio juga), maka Banshee yang muncul di sini. Dan seterusnya. Anda bisa memilih untuk mengatur langsung pada aplikasi yang bersangkutan maupun secara terpusat di system tray ini.

Tambahan: pengatur volume pada system tray ini dinamakan KMix oleh KDE.

10. System Tray: Notifikasi

Notifikasi itu adalah pesan-pesan yang muncul dari system tray. Misalnya pesan bahwa copy-paste telah selesai, pesan error, pesan bahwa unduhan telah selesai/baru dimulai, pesan ada pesan chat masuk, pesan adanya update, dan sangat banyak lainnya. Windows juga memiliki sistem notifikasi seperti ini. Jika Anda melihatnya, cukup biarkan saja.

notifikasi-kde

Applet notifikasi itu adalah bundaran kecil bertuliskan jumlah angka notifikasi (15 di sini)

11. System Tray: Klipper

Di Windows, ada program yang bernama clipboard. Clipboard inilah yang menampung segala cut atau copy yang Anda lakukan sehingga bisa dilakukan paste. Pernah terbayang bagaimana bisa kita menyalin data dan data tersebut tersampaikan ke tujuan? Itulah jasa clipboard sebagai tempat penyimpanan sementara. Di KDE, clipboard lebih canggih lagi. Jika di Windows secara default hanya ada 1 slot penyimpanan, maka di KDE ada puluhan slot penyimpanan sementara dan bisa dipilih mana yang mau di-paste-kan. Aplikasi clipboard KDE ini berlogo gunting. Lihat gambar berikut.

belajar-menggunakan-kde24

Jika Anda melakukan copy beberapa kata yang berbeda di sebuah dokumen, maka Anda mendapatkan semua kopian kata tersebut di dalam Klipper (clipboard-nya KDE) ini. Anda cukup klik kata sebelumnya yang sudah Anda copy, lalu Ctrl+V untuk paste. Ini kelebihan tidak akan Anda temukan di Windows secara default.

Penutup

Masih banyak sekali elemen-elemen KDE yang belum kita kenal. Perlu sedikit adaptasi jika kita baru bermigrasi dari Windows. Namun tenang saja karena itu semua bisa diatur. Anda akan mengenali bahwa KDE adalah antarmuka yang sangat canggih. Apa saja ada di KDE. Anda lambat laun juga akan mengenal bahwa KDE mudah dikonfigurasi dan tentunya user friendly untuk kita. Saran saya, perbanyaklah menggunakan KDE jika ingin lancar bekerja dengannya.  Semoga ini semua bermanfaat untuk Anda.

Belajar Menggunakan KDE Edisi 2


Bismillahirrahmanirrahim.

Logo KDE

Sebelum merambah beberapa hal penting di KDE, marilah kita bandingkan dulu KDE dengan antarmuka Linux lainnya. Ini karena memahami sesuatu itu akan lebih mudah jika diketahui lawannya. Antarmuka di Linux di antaranya GNOME, XFCE, LXDE, Enlightenment, Fluxbox, Openbox, Xmonad, dan lain-lain.

Daftar Isi

  1. GNOME
  2. KDE
  3. XFCE
  4. LXDE
  5. Unity
  6. Razor-Qt
  7. Enlightenment
  8. Fluxbox
  9. Openbox
  10. Xmonad
  11. Pembagian Jenis Antarmuka
  12. Cara Menginstal KDE di Ubuntu

GNOME

KDE

kde-destop-asli.resized

XFCE

LXDE

Unity

unity

Razor-Qt

Enlightenment

Fluxbox

Openbox

Xmonad

Pembagian Jenis Antarmuka

Secara umum, di Linux kita mengenal dua jenis antarmuka yang paling sering digunakan. Mereka adalah desktop environment dan window manager. Desktop environment lebih besar dan lebih lengkap daripada hanya window manager, sebab sebenarnya setiap desktop environment memiliki window manager. Namun sebagian pengguna (berpengalaman) menggunakan window manager murni (tanpa dekstop environment) dengan alasan kecepatan. Jelas jika kita hanya menggunakan window manager saja maka akan sangat ringan karena komponen berat lain tidak dipakai (contohnya Zeitgeist pada Unity dan Nepomuk pada KDE).

Contoh desktop environment: KDE
Contoh window manager: OpenBox

Cara Menginstal KDE di Ubuntu

Jalankan perintah ini dalam keadaan internet stabil terkoneksi langsung (sekitar 200 MB):

sudo apt-get install kde-standard

atau kalau ingin KDE lengkap tetapi tidak mengubah Ubuntu jadi Kubuntu (ukuran unduhan lebih besar):

sudo apt-get install kde-full

Jika belum pengalaman instal KDE, banyak-banyaklah baca tutorial instalasi KDE di internet dan persiapkan hati andai terjadi error. Karena sebagian orang nekad menginstal KDE dalam keadaan belum paham lalu tidak dapat login ke Ubuntu karena layar blank. Sekali lagi, hati-hati. Silakan lakukan dengan risiko hak milik Anda seutuhnya.

Rujukan tutorial instalasi:

bersambung…

Belajar Menggunakan KDE Edisi 1


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

kde-full-search-screen-03

Sebenarnya saya ingin mempromosikan KDE. Saya ingin membuat post di JS berjudul “Mari Menggunakan KDE” tentu dengan isi tautan ke posting yang membahas KDE. Pembahasan yang saya inginkan adalah yang khusus pemula. Ya, agar para pemula memulai Linux dengan antarmuka KDE terlebih dahulu sebelum mengenal yang lain. Semoga posting ini menjadi pengantar Anda dalam belajar Linux khususnya mempermudah Anda bekerja dengan tampilan yang paling enak, mudah, dan fungsional di Linux. Semoga posting ini berguna untuk Anda dan menjadi sebab saya memperoleh pahala.

Perkenalan

  1. Apa itu KDE?
  2. Mengapa saya mempromosikan KDE?
  3. Apa hubungan KDE dengan Linux?
  4. Ke mana arah tulisan ini?

Apa Itu KDE?

Lihat gambar-gambar ini:

kde-destop-asli.resized

kde-menu.resized

kde-widget-folderview-pratayang-gambar.resized

Itulah KDE. Nikmati gambarnya dulu. Penjelasan menyusul.

Mengapa Saya Mempromosikan KDE?

Karena sangat sedikit tutorial bahkan sekadar catatan saja mengenai KDE yang berbahasa Indonesia. Ini kesempatan bagi saya untuk menyikatnya. Saya ingin pengguna Linux yang bermigrasi dari Windows mengenal Linux dengan KDE. Agar mudah adaptasi terhadap Linux-nya. Itu saja. Semoga niat saya memudahkan Anda ini diberkahi oleh Allah.

Logo KDE

Logo KDE

Saya memilih KDE untuk ditulis adalah selain saya sendiri pengguna KDE, saya berpendapat KDE-lah antarmuka tampilan Linux yang paling mirip Windows sehingga pasti paling mudah bagi pemula. Saya melihat setiap pengguna Linux di Indonesia pasti sebelumnya pengguna Windows, sehingga sangat layak jika diajari dengan cara yang mirip Windows. Serta, saya berpendapat pengguna seharusnya cukup dipilihkan salah satu antarmuka dari sekian banyak pilihan di Linux supaya fokus dan mudah belajarnya. Oleh karena itu saya memilihkan KDE untuk Anda.

Apa Hubungan KDE dengan Linux?

KDE adalah satu dari sekian banyak tampilan di Linux. jadi, Linux yang asli itu asalnya seperti ini:

tty_shell

Hitam putih. Tidak ada mouse sama sekali. Ini sangat berbeda dengan Windows Anda yang sudah begini sejak awal:

minixp-desktop

Aslinya, jika Anda menggunakan Linux, maka Anda harus menggunakan tampilan yang hitam putih seperti di atas. Segala-galanya dilakukan dengan perintah (menghafal perintah dan mengetikkannya). Namun beberapa distro populer macam Ubuntu, Fedora, openSUSE, dan Mint memasukkan tampilan ke dalam Linux sehingga Anda melihat Linux yang sekarang jadinya seperti ini:

Di sini saya ingin menunjukkan dahulu kepada Anda bahwa apa yang Anda pakai itu ada “wajah aslinya”. Aslinya yaa hitam putih teks semua tanpa kursor di atas. Tampilan hitam putih macam itu dinamakan CLI (command line interface) atau sering pula disebut shell atau baris perintah. Itulah aslinya Linux dan aslinya Windows juga. Ingat, Windows juga aslinya seperti itu. Bedanya dengan Linux, apa?

Windows menyatukan sejak awal antarmuka tampilan dengan sistem sedangkan Linux tidak. Linux memisahkan antara tampilan dengan sistem. Itu bedanya. Windows memiliki antarmuka tampilan tunggal (menjadi satu dengan sistem), tidak bisa diganti. Ya apa yang Anda lihat kala menyalakan Windows itulah antarmuka tampilan Windows. Sedangkan Linux memiliki banyak antarmuka tampilan. Semuanya bisa dipasang ke dalam Linux sekaligus dan bisa juga dipilih. Bahkan Linux ada yang seperti Windows, sejak Anda instal sudah termasuk antarmuka tampilan (ini yang Anda temukan di Ubuntu, Mint, Fedora, dan lain-lain). Inilah yang ingin saya tekankan kepada Anda. Perhatikan, Linux memiliki banyak antarmuka tampilan. Apa saja?

  1. KDE (yang akan saya bahas)
  2. GNOME
  3. XFCE
  4. LXDE
  5. MATE
  6. Cinnamon
  7. Razor-Qt
  8. DDE
  9. Enlightenment
  10. Openbox
  11. Awesome
  12. Xmonad
resized_test_by_rizal12345-d69h9tt

Openbox

Sengaja saya sebut beberapa saja biar tidak bingung. Jadi, apa sebetulnya hubungan KDE dengan Linux?

Sama dengan antarmuka Windows dan Windows itu sendiri. Yakni KDE menjadi penerjemah antara Anda dengan sistem. Ya, sehingga Anda jadi bisa klik, bisa drag, bisa klik kanan, bisa gerakkan mouse, dan seterusnya untuk mengerjakan kerjaan sehari-hari. Point and click sekaligus click and run. Anda akan melakukan segalanya dalam GUI (graphical user interface) dan tidak lagi menggunakan CLI (command line interface) sehingga Anda akan sangat dimudahkan dalam menggunakan komputer. Itulah tujuan diciptakannya KDE dan tujuan saya pula mempromosikannya kepada Anda. Dan sebagai antarmuka yang memudahkan itulah hubungan KDE dengan Linux. Saya harap bisa dimengerti.

Ke Mana Arah Tulisan Ini?

Memudahkan migrasi dan belajar Linux Anda dengan KDE. Nanti saya harap dengan tulisan ini, Anda tidak akan bingung lagi dengan antarmuka KDE yang sekilas rumit dan Anda mendapatkan bekal yang cukup untuk menggunakan antarmuka lainnya semacam GNOME. Juga, yang paling saya harapkan adalah Anda punya bekal supaya sesedikit mungkin meminta bantuan orang lain di Linux. Saya ingin Anda bisa Linux. Itu saja. Dan saya ingin tulisan ini banyak gambarnya sejak awal supaya tidak terlalu teknis dan menjadi tulisan yang santai ditulis serta santai dibaca.

kde-icons

Ikon-ikon khas KDE yang selalu kinclong

Saya akan memberikan pengarahan insya Allah mulai edisi-edisi berikutnya seputar:

  1. Istilah-istilah/penamaan-penamaan di KDE dan di Linux secara umum.
  2. Menginstal KDE ke dalam sistem yang belum punya KDE.
  3. Mengatur ini dan itu di KDE.
  4. Memperkenalkan penggunaan komponen-komponen KDE.
  5. Memberi contoh nyata penggunaan KDE untuk kerjaan sehari-hari.
  6. Mengembangkan KDE.

Sekian dulu. Semoga ini bermanfaat.

Bersambung…

Pemrograman Qt 4 – QStackedLayout dan QComboBox untuk Window Layering


Bismillahirrahmanirrahim.

Saya ingin membuat program yang bisa layering. Saya tidak tahu istilah resmi untuk ini tetapi bayangkanlah aplikasi GUI yang jika satu tombol diklik, maka sebagian atau seluruh isi jendela berubah jadi susunan lain. Anda sering melihatnya di aplikasi yang tidak seperti Word, tidak seperti Excel, tidak seperti Notepad, tidak seperti Firefox. Mereka statis. Anda sering melihatnya ketika Anda menginstal aplikasi di Windows. Jika Anda klik Next/Back, sebagian isi jendela berubah. Yang seperti itu yang saya inginkan. Kali ini saya berhasil membuatnya dengan memanfaatkan QStackedLayout dan QComboBox. Sayang, saya hanya bisa memakai QComboBox bukan QPushButton, padahal yang saya maukan adalah QPushButton. Tetapi tidak apa. Ini insya Allah menambah pengetahuan kita dalam membuat aplikasi Qt.

Wujud Program yang Diinginkan

ngite-keempat ngite-keempat1

Pokoknya, tampilan dari satu jendela berubah total jika saya memilih salah satu opsi tampilan dari 4 yang ada. Sederhana saja. Saya hanya memasukkan tombol dalam setiap QFrame yang masing-masing QFrame itu bisa dipanggil ke atas (makanya saya kasih nama layering) dengan combo box.

Daftar Kelas Qt yang Dipakai

  1. QDialog = dipakai untuk membuat jendela tertinggi
  2. QVBoxLayout = dipakai untuk membuat kontainer yang menampung setiap blok/grup dari tombol
  3. QPushButton = dipakai untuk membuat tombol
  4. QFrame = dipakai untuk menggantikan QGroupBox dalam hal menampung tombol-tombol jadi satu blok/grup.
  5. QStackedLayout = dipakai untuk membentuk layer–layer tampilan yang setiap layernya bisa berisi widget apa saja.
  6. QComboBox = dipakai untuk mewakili masing-masing layer dan untuk switching antarlayer.

Daftar Method Qt yang Dipakai

  1. addWidget -> dipakai oleh QVBoxLayout, QStakedLayout
  2. setMinimumSize -> dipakai oleh QFrame
  3. setLayout -> dipakai oleh QFrame dan QDialog
  4. setMaximumWidth -> dipakai oleh QPushButton
  5. setFrameShadow -> dipakai oleh QFrame untuk membentuk bayangan; opsi-opsinya adalah QFrame::Raised, QFrame::Sunken, dan QFrame::Plain
  6. addItem -> dipakai oleh QStackedLayout untuk membuat opsi-opsi yang bisa diklik. Persis saat Anda memilih font di Word.
  7. setFrameShape -> dipakai oleh QFrame untuk membentuk wujud panel apakah itu timbul atau tenggelam; opsi-opsinya adalah QFrame::StyledPanel [dipakai oleh default-nya Qt Creator GUI Builder], QFrame::Box
  8. connect -> dipakai di antara QComboBox dengan QStackedLayout.

Qt Creator dan Kode

ngite-keempat2

Kode Program

Sama saja dengan ngite kemarin, hanya ada mainwindow.cpp yang paling penting. Jika bingung dengan kode Qt, silakan merujuk ke tulisan Qt sebelum ini.

#include "mainwindow.h"
#include "ui_mainwindow.h"

Dialog::Dialog()
{
    QVBoxLayout *mainlayout     =   new QVBoxLayout;
    QVBoxLayout *layouta        =   new QVBoxLayout;
    QVBoxLayout *layoutb        =   new QVBoxLayout;
    QVBoxLayout *layoutd        =   new QVBoxLayout;
    QPushButton *tombola        =   new QPushButton("A");
    QPushButton *tombolb        =   new QPushButton("B");
    QPushButton *tombolc        =   new QPushButton("C");
    QPushButton *tombold        =   new QPushButton("D");
    QFrame      *framea         =   new QFrame;
    QFrame      *frameb         =   new QFrame;
    QFrame      *framed         =   new QFrame;
    QStackedLayout *stackia     =   new QStackedLayout;
    QComboBox   *combo          =   new QComboBox;

    combo->addItem(tr("A"));
    combo->addItem(tr("B"));
    combo->addItem(tr("C"));
    combo->addItem(tr("D"));

    tombold->setFixedSize(55,55);

    layouta->addWidget(tombola);
    layoutb->addWidget(tombolb);
    layoutd->addWidget(tombold);

    framea->setLayout(layouta);
    frameb->setLayout(layoutb);
    framea->setMinimumSize(88,88);
    frameb->setMinimumSize(88,88);
    framed->setLayout(layoutd);

    //membentuk frame
    framea->setFrameShape(QFrame::StyledPanel);
    framea->setFrameShadow(QFrame::Raised);
    frameb->setFrameShape(QFrame::StyledPanel);
    frameb->setFrameShadow(QFrame::Raised);
    framed->setFrameShape(QFrame::StyledPanel);
    framed->setFrameShadow(QFrame::Raised);

    //mengecilkan ukuran tombol c
    tombolc->setMaximumWidth(33);

    stackia->addWidget(framea);
    stackia->addWidget(frameb);
    stackia->addWidget(tombolc);
    stackia->addWidget(framed);

    mainlayout->addLayout(stackia);

    mainlayout->addWidget(combo);
    setLayout(mainlayout);

    connect(combo, SIGNAL(activated(int)), stackia, SLOT(setCurrentIndex(int)));
}

Analisis Kode Program

Sedikit saja sebenarnya yang istimewa dari program ke-4 ini. Cukup tahu hal ini maka Anda bisa memodifikasi program menjadi lebih istimewa.

SATU

combo->addItem(tr("A"));
combo->addItem(tr("B"));
combo->addItem(tr("C"));
combo->addItem(tr("D"));

Gunanya untuk menambahkan opsi-opsi pada combo box.

DUA

connect(combo, SIGNAL(activated(int)), stackia, SLOT(setCurrentIndex(int)));

Ini sangat istimewa. Inilah inti dari pemrograman Qt yakni SIGNAL dan SLOT. Method connect() ini adalah suatu penghubung antara objek yang mengeluarkan SIGNAL dan objek yang menerimanya yaitu memiliki SLOT. Ini maksudnya jika suatu objek mengeluarkan SIGNAL tertentu maka objek satunya melakukan fungsi tertentu. Itu saja. Dan inilah yang saya pakai untuk mengendalikan layer di dalam QStackedLayout dengan menggunakan QComboBox. Kita pun pasti akan menggunakannya dalam mengendalikan objek lainnya dengan tombol atau dengan objek lainnya pula. Karena itu, inilah inti dari pemrograman Qt.

combo -> objek dari QComboBox
stackia -> objek dari QStakedLayout

Hasil Akhir

ngite-keempat

Rangkuman

  1. Layering dilakukan dengan QStackedLayout karena ia mengakomodasi frame-frame sebagai layer dan mampu mengatur susunannya yang kita lihat dengan SLOT setCurrentIndex().
  2. Layer-layer di dalam QStackedLayout bisa diatur mana yang terlihat dengan mengaturnya dari QComboBox dengan menghubungkan mereka berdua memakai connect().
  3. Sementara yang saya tahu, hanya QComboBox yang mampu mengatur layer dalam QStackedLayout dan QPushButton belum berhasil mengaturnya. Anda bisa melihat buktinya di sini dan di sini. Tampaknya, QStackedLayout ingin selalu dberi masukan berupa integer sementara QPushButton tidaklah seperti QComboBox yang mengeluarkan nilai integer untuk setiap opsi yang kita tentukan. Misalnya yaa, A itu 1, B itu 2, C itu 3, dan seterusnya seperti kode di atas.

[PDF] Tampilan KDE yang Indah


Saya telah menulis sebuah artikel singkat mengulas KDE. Baik, KDE adalah desktop environment yaitu sepaket aplikasi pengatur tampilan Linux, yang menurut saya teknologinya keren punya. Tampilannya sangat elegan :) Saya menuliskannya dalam PDF (ebook) yang siap diunduh atau dibaca daring (online). Saya publikasikan seperti ini karena terbatasnya waktu saya untuk menuliskannya di blog ini apalagi mengunggah gambar satu per satu. Satu harapan saya: semoga ilmu ini bermanfaat untuk Anda.

Ukuran berkas: 9 MB
Jenis: PDF
Tautan unduh: Tampilan KDE yang Indah