Belajar Menggunakan KDE Edisi 5


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Logo KDETulisan ini adalah seri ke-5 dari tulisan berseri Belajar Menggunakan KDE. Tulisan ini akan membawakan pengetahuan lebih lanjut mengenai komponen-komponen desktop KDE itu sendiri mulai dari KWin selaku Window Manager di KDE, Plasma Desktop selaku lingkungan kerja KDE, KRunner selaku Run (Win + R), KDE Widgets atau Plasmoids selaku pernak-pernik desktop, dan macam-macam konfigurasi dengan KDE System Settings. Tulisan ini membahas pula cara mengganti dan menginstal tema desktop plus bagaimana mengonfigurasi proxy server connection. Jika tulisan sebelumnya belum fokus membahas bagaimana bekerja sehari-hari dengan KDE, maka tulisan ini akan fokus melakukannya. Tulisan ini dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu detail bagian-bagian penting KDE dan bagaimana menggunakan KDE sehari-hari (termasuk konfigurasi). Semoga tulisan ini bermanfaat.

Kata kunci: kde, dolphin, linux, sehari-hari

Daftar Isi

1  Bagian-Bagian Desktop KDE

1.1  KDE Plasma

KDE Plasma adalah istilah untuk menyebut keseluruhan desktop yang tampak pada layar Anda. KDE Plasma memiliki 2 bentuk, yakni Desktop dan Netbook. KDE Plasma Desktop adalah keseluruhan antarmuka yang Anda lihat ketika menggunakan KDE di desktop. Namun, KDE Plasma Desktop tidak sendirian. Developer juga menciptakan desktop khusus untuk netbook yang bernama KDE Plasma Netbook. Lihat 2 skrinsot berikut untuk lebih jelasnya. Tulisan ini akan fokus membahas KDE Plasma Desktop.

1.1.1  KDE Plasma Desktop


mari-menggunakan-kde-5-1


1.1.2  KDE Plasma Netbook


mari-menggunakan-kde-5-2


1.2  Anatomi KDE Plasma Desktop

KDE Plasma Desktop itu terdiri dari 2 komponen dasar saja. Pertama panel dan kedua widget. Selain panel, maka seluruh komponen desktop KDE adalah widget. Di KDE, widget disebut juga Plasmoid. Berikut ini gambar anatomi yang menjelaskan satu per satu komponen desktop KDE.


anatomi-kde

Figure 1: Anatomi KDE Plasma Desktop

Legenda:

  1. Panel.
  2. Tombol Menu, KMenu.
  3. Ikon-ikon shortcut.
  4. Workspace Switcher.
  5. Ikon-ikon shortcut.
  6. Taskbar (istilah KDE: Task Manager).
  7. Ikon-ikon shortcut.
  8. Notification Area.
  9. System Tray.
  10. Calendar Widget.
  11. Panel Tool Box.
  12. Widget, yang ini namanya Analog Clock.
  13. Jendela aplikasi.
  14. Tombol Tool Box.

1.3  Anatomi KDE System Tray

Selain menjelaskan KDE Plasma Desktop, saya perlu menjelaskan KDE System Tray pula. Ini karena KDE System Tray memiliki fitur yang lengkap dan perlu penjelasan tersendiri. Pada keumumannya, KDE System Tray itu sangat mirip Windows System Tray. Anda yang menggunakan Windows akan mudah mengenalinya. Penjelasan anatominya dimulai dari angka 1 sampai 8 mulai dari kiri ke kanan.


anatomi-system-tray

Figure 2: KDE System Tray

  1. System Tray
  2. Klipper
  3. KDE Keyboard Layout
  4. KMix
  5. KDE Device Notifier
  6. KDE Network Manager
  7. KDE Battery Monitor
  8. KDE Digital Clock

Penjelasan satu per satu sebagai berikut.

1.3.1  System Tray

KDE System Tray menyediakan tempat untuk aplikasi yang dapat disimpan dalam tray. Contoh dalam tulisan ini adalah Amarok, KNotes, dan Alarm Clock berurutan dari kiri ke kanan. Setiap aplikasi yang mendukung tray akan bertengger di sini. Aplikasi tray default KDE akan bertengger tepat di sebelah kanannya.

1.3.2  Klipper

Di KDE, ada yang berbeda dengan di Windows. Ada aplikasi khusus clipboard manager tersendiri. Tugasnya adalah mengelola apa pun yang Anda copy dan paste. Sehingga jumlah data yang di-copy bisa lebih dari 1 (tidak seperti clipboard di Windows) dan Anda bisa memilih data yang mana yang mau di-paste dengannya. Itulah kegunaan Klipper. Ikonnya adalah gunting.

1.3.3  KDE Keyboard Layout

Jika Anda mengaktifkan lebih dari satu layout, maka ikon keyboard layout akan tampak di sini. Dalam contoh ini, yang sedang aktif adalah layout US tanpa gambar bendera.

1.3.4  KMix

Di KDE, ikon penanda volume pun merupakan widget. Namun ikon yang satu ini sedikit berbeda karena ia adalah aplikasi tersendiri yang bernama KMix. Ia bertugas menayangkan status volume, mengatur volume input/output, dan mengatur pencampuran suara (mixing).


mari-menggunakan-kde-v-25

Figure 3: KMix

1.3.5  KDE Device Notifier

Di KDE, ada juga device notifier. Namanya KDE Device Notifier. Tugasnya adalah menayangkan status device yang Anda tancapkan dan mengelolanya (cabut/mount). USB Flash Disk, Hard Disk Drive, DVD Drive, semuanya akan dikelola terpusat di sini.

1.3.6  KDE Network Manager

KDE Network Manager adalah program system tray yang bertugas mengelola jaringan Anda. ia adalah salahs atu widget paling canggih di KDE dan akan sering Anda gunakan. Fungsinya sama dengan Network Manager di Windows maupun Unity. Anda bisa mengatur koneksi jaringan entah itu LAN, WIFI (WLAN), USB Modem (Mobile Broadband), DSL, maupun VPN dengannya. Dengan inilah Anda terhubung ke internet ketika memakai modem USB atau hotspot wifi publik.


mari-menggunakan-kde-v-network-manager

Figure 4: KDE Network Manager

1.3.7  KDE Battery Monitor

Di KDE, segalanya adalah widget. Termasuk yang namanya ikon penanda baterai. Di KDE, ia bernama KDE Battery Monitor. Tugasnya adalah menayangkan status kapasitas baterai Anda dan mengelola daya komputer Anda (termasuk kecerahan layar dan waktu sleep).


mari-menggunakan-kde-v-battery

Figure 5: KDE Battery Monitor

1.4  KDE Panel

KDE Panel, seperti namanya, adalah komponen panel yang ada di KDE Plasma. Panel itu adalah sebuah papan panjang yang biasanya berisi menu di Windows. Panel dalam istilah KDE, sangat luas penggunaannya. Kita bisa membuat panel berapa pun jumlahnya. Kita bisa mengatur apa pun yang ada di dalam sebuah panel, tidak terbatas hanya menu atau bahkan bisa buat panel tanpa menu.

1.5  KRunner

KRunner adalah Windows Run (Win+R) di KDE. Dengan perangkat kecil ini, Anda bisa memanggil aplikasi, perintah Terminal, atau berkas yang akhir-akhir ini dibuka (Recent Files) hanya dengan mengetik namanya. KRunner sangat membantu pekerjaan asal Anda tahu cara pakainya.

1.6  Plasmoids

Plasmoid adalah widget, suatu elemen tersendiri yang bisa ditambahkan atau dihapus dari desktop. Plasmoid ini sama saja dengan widget di Windows Vista atau widget di blog kita. Contoh Plasmoid yang sering digunakan adalah Analog Clock (Jam), Hard Disk Space Usage, CPU Monitor, Folder View, dan lain-lain.

1.7  KDE Pager

KDE Pager, seperti namanya, bertugas mengganti halaman dari desktop Anda. Halaman di sini lebih familiar disebut sebagai workspace atau virtual desktop. Di Linux desktop pada umumnya, memang desktop memiliki lebih dari satu workspace. Di KDE, jika Anda memasang lebih dari satu workspace, maka KDE Pager dipakai untuk berpindah dari satu workspace ke workspace yang lain.

1.8  KDE System Settings

KDE System Settings adalah Control Panel di KDE. Anda mengatur segala macam hal bersangkutan dengan KDE di dalamnya. Karena ada KDE System Settings, pengaturan KDE secara manual melalui Terminal akan relatif jarang diperlukan. Jika Anda perhatikan, struktur KDE System Settings itu mirip sekali dengan Windows Control Panel. Perhatikan Gambar 6 berikut.


mari-menggunakan-kde-v-system-settings

Figure 6: KDE System Settings


Adapun hal-hal normal yang bisa Anda atur dengan KDE System Settings di antaranya:

  • Pengaturan jaringan dan internet, termasuk proxy connection.
  • Pengaturan desktop, termasuk efek 3D, tema jendela, tema desktop, font, ikon, wallpaper, dan lain-lain.
  • Power Management, termasuk kecerahan layar, aksi pilihan ketika baterai melemah, sleep, dan lain-lain.
  • Startup Items, menambahkan / mengurangi program yang dijalankan ktika KDE start.
  • Monitor, mengatur resolusi layar, penambahan monitor baru, proyektor LCD, dan sebagainya.
  • Shortcut Key, mengatur shortcut key global dan spesifik untuk aksi apa pun di KDE.
  • dan lain-lain.

Dengan KDE System Settings, Anda akan sangat dimudahkan untuk mengatur desktop sesuai keinginan Anda.

2  Produktif dengan KDE

Saya akan menggunakan pendekatan contoh untuk menjelaskan. Anda bisa langsung mencobanya di KDE. Adapun rangkuman apa saja yang akan kita lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Menggunakan KRunner
  2. Memasang Widget
  3. Menghapus Widget
  4. KDE System Settings
  5. Memanfaatkan Workspace

2.1  Menggunakan KRunner

KRunner ini berguna untuk utamanya 2 perkara. Pertama untuk membuka aplikasi layaknya menu (percayalah, KRunner seringkali lebih cepat). Kedua untuk menjalankan perintah Terminal tanpa membuka Konsole (percayalah, KRunner juga seringkali lebih cepat). Selain fungsi tersebut, KRunner juga mampu memanggil Recent Documents bahkan melakukan perhitungan matematika.

2.1.1  Membuka Aplikasi

Untuk membuka KRunner, tekan Alt+F2.


mari-menggunakan-kde-v-krunner

Figure 7: KRunner

Ketik beberapa huruf dari nama aplikasi yang ingin dibuka. Tekan enter untuk membuka.


mari-menggunakan-kde-v-krunner-actions

Figure 8: KRunner Membuka Aplikasi

2.1.2  Menjalankan Perintah

Selain berguna untuk menjalankan aplikasi pada umumnya, KRunner juga berguna untuk menjalankan perintah Terminal. Tujuannya adalah hanya menjalankan satu perintah tanpa membuka Konsole. Anda akan tahu manfaatnya jika telah mencoba. Berikut ini beberapa contoh perintah yang bisa dijalankan menggunakan KRunner.

  • Menjalankan XAMPP

    simple-screen-recorder-pengaturan-flac14

    Figure 9: XAMPP

  • Menjalankan XDMAN

    simple-screen-recorder-pengaturan-flac18

    Figure 10: XDMAN

  • Menjalankan Servis Tertentu

    simple-screen-recorder-pengaturan-flac17

    Figure 11: Servis network-manager

2.2  Memasang Widget

Untuk mengakses daftar Plasmoids (Widget), tekan tombol plasma di pojok kanan bawah panel KDE.


buaya-agregator49

Figure 12: Tombol Panel Toolbox

  • Kemudian tekan tombol Add Widgets.

    Desktop-1_010

    Figure 13: Tombol Add Widgets

  • Kemudian pilih salah satu widget dan seret ke desktop.

    Desktop-1_012

    Figure 14: Cara Menambahkan Widget

2.3  Menghapus Widget

Adakalanya pengguna bingung dengan widget yang ditambahkannya sendiri. Dia ingin menghapusnya. Untuk menghapusnya, ada 2 cara. Satu cara desktop, satu cara panel.

  • Cara pertama, arahkan kursor ke salah satu widget. Pasti muncul panel kecil yang memiliki tombol X. Klik tombol X, widget terhapus.

    buaya-agregator76-150x150 buaya-agregator12-300x173

    Figure 15: Menghapus Widget Cara I

  • Cara kedua, buka kembali Panel Tool Box (tombol plasma di pojok kanan bawah panel KDE). Sembari terbuka, arahkan kursor ke widget dalam panel yang ingin dihapus. Setelah muncul popup kecil bertuliskan nama widget, klik tombol X yang muncul.

    buaya-agregator11

    Figure 16: Menghapus Widget Cara II

2.4  Konfigurasi dengan KDE System Settings

Anda akan sering mengakses KDE System Settings karena segala pengaturan KDE tersedia di sana. Di KDE, sudah umum bahwa hampir segala pengaturan cukup dilakukan dengan GUI saja. Untuk mengaksesnya, buka menu, cari KDE System Settings. Inilah Control Panel Anda.


mari-menggunakan-kde-v-2

Figure 17: KDE System Settings

Perhatikanlah tombol-tombol menu yang tersedia. Yang akan dibahas dalam tulisan ini mulai dari atas dibatasi sebagai berikut.

  1. Applications Appearance (Gaya, Warna, Ikon, Fonta)
  2. Shortcuts and Gestures (Manipulasi Shortcut)
  3. Desktop Effects (Efek 3D)
  4. Workspaces Appearance (Tema Jendela dan Desktop)
  5. Network Settings (Proxy)
  6. Display and Monitor (Resolusi dan Lock Screen)
  7. Startup and Shutdown (Startup Items)

2.4.1  Mengubah Gaya, Warna, Ikon, dan Fonta Jendela

Saya mencontohkan bagaimana mengubah warna jendela dari default (Oxygen, perak) ke hitam (Obsidian Coast). Anda bisa membuka KDE System Settings > Application Appearance > Colors > Scheme. Pilih warna Obsidian Coast untuk mengubah menjadi hitam. Pilih default untuk mengembalikan ke semula.


mari-menggunakan-kde-v-21

Figure 18: KDE Application Appearance


mari-menggunakan-kde-v-20

Figure 19: Warna Default (Oxygen)

mari-menggunakan-kde-v-19

Figure 20: Warna Hitam (Obsidian Coast)

Figure 21: Perubahan Warna Jendela


2.4.2  Mengaktifkan 3D Desktop dan Wobbly

Salah satu hal paling menarik di KDE bagi pemula adalah efek desktop. KDE memiliki window manager bernama KWin. KWin adalah komponen desktop yang sama dengan Compiz di keluarga desktop GNOME1. Dengan kata lain, pengguna memperoleh efek yang sama dengan Compiz walau tidak menggunakan Compiz dan CCSM di KDE. Ketika saya menggunakan KDE, tampak efek desktop KWin lebih stabil daripada efek desktop Compiz.


mari-menggunakan-kde-v-53

Figure 22: Tombol Aktivasi Efek


mari-menggunakan-kde-v-54

Figure 23: Pilihan Efek Wobbly

mari-menggunakan-kde-v-55

Figure 24: Pilihan Efek 3D

mari-menggunakan-kde-v-66

Figure 25: Wobbly

simple-screen-recorder-pengaturan-flac11

Figure 26: 3D Desktop


2.4.3  Workspace Appearance – Tema Desktop

Tema di KDE terbagi menjadi beberapa bagian. Salah satunya adalah tema desktop. Tema desktop mengatur penampilan panel dan workspace. Jika Anda mencari tema untuk jendela, baca subbagian Tema Jendela di bawah. KDE sendiri sudah memiliki banyak tema desktop bawaan dan masih bisa ditambah.


backup-cp-archives10

Figure 27: Jendela KDE Desktop Theme

Contoh perubahan desktop theme adalah sebagai berikut.


mari-menggunakan-kde-v-59

Figure 28: Air

mari-menggunakan-kde-v-60

Figure 29: Oxygen

2.4.4  Workspace Appearance – Tema Jendela

Tema desktop dan tema jendela adalah dual hal berbeda di KDE. Anda bisa mengonfigurasikan tema jendela dari menu Workspace Appearances > Window Decorations. Istilah window decoration digunakan untuk menyebut tema jendela di KDE.


backup-cp-archives11

Figure 30: Jendela KDE Window Decorations

Decoration yang disediakan KDE secara bawaan di antaranya Oxygen (default), Plastik, dan beberapa lainnya. Contoh hasil perubahan window decoration sebagai berikut.


mari-menggunakan-kde-v-56

Figure 31: Plastik

mari-menggunakan-kde-v-58

Figure 32: Helium

mari-menggunakan-kde-v-72

Figure 33: Dark Translucent

mari-menggunakan-kde-v-73

Figure 34: Yosemite
Figure 35: Tema Jendela KDE

2.4.5  Workspace Appearance – Menginstal Tema

Menginstal tema desktop maupun tema jendela bisa dilakukan dengan tombol Get New Themes dan Get New Decorations. Koneksi internet harus ada ketika instalasi dilakukan.


mari-menggunakan-kde-v-61

Figure 36: Instal Tema Desktop

mari-menggunakan-kde-v-62

Figure 37: Instal Tema Jendela

mari-menggunakan-kde-v-69

Figure 38: Tema Jendela Diamond

mari-menggunakan-kde-v-68

Figure 39: Tema Jendela Windows 8
Figure 40: Instal Tema KDE dan Hasilnya

2.4.6  Konfigurasi Proxy

Anda bisa menemukan pengaturan proxy pada bagian Network Settings.Masukkan informasi alamat proxy dan nomor port-nya. Lalu tekan Apply atau Alt+A.


buaya-agregator47

Figure 41: Menu Network Settings

buaya-agregator48

Figure 42: Proses Memasukkan Alamat Proxy
Figure 43: Pengaturan Proxy KDE

2.4.7  Mengganti Resolusi Monitor

Untuk mengganti resolusi di KDE, Anda melakukannya dalam KDE System Settings juga. Pengaturan ada di KDE System Settings > Display and Monitor. Pilih ukuran resolusi pada bagian Size.


mari-menggunakan-kde-v-51

Figure 44: Mengganti Resolusi Monitor

2.4.8  Konfigurasi Startup Items

Pada bagian Startup and Shutdown, Anda bisa mengatur Startup Items Anda. Tujuannya adalah mengatur program apa saja yang akan berjalan ketika komputer start.


mari-menggunakan-kde-v-52

Figure 45: Menambahkan Startup

backup-cp-archives14

Figure 46: Jendela Startup Items
Figure 47: Startup di KDE

Contoh pembuatan startup adalah membuat KSuperkey berjalan ketika start. Jika Anda membuatnya, maka Anda tidak usah lagi menjalankan KSuperkey dengan Terminal setiap kali login. Caranya mudah. Cukup klik tombol Add Program > ketik perintah program di situ > OK. Anda juga boleh menambahkan argumen yang panjang untuk program tertentu misalnya Chromium dengan parameter --incognito.

2.4.9  Konfigurasi Shortcut Keys

Konfigurasi shortcut key sangat mudah di KDE. Anda bisa mengubah satu per satu shortcut key yang telah ditetapkan maupun membuat sendiri untuk program atau event tertentu. Gambar berikut ini adalah jendela Shortcut and Gestures. Bagian ini akan menjelaskan bagaimana membuat shortcut key sendiri maupun mengubah yang sudah ditentukan.


mari-menggunakan-kde-v-1

Figure 48: Jendela Shortcuts and Gestures

  1. Membuat Shortcut Key SendiriMembuat shortcut key sendiri di KDE sangat mudah. Pada jendela KDE System Settings di atas, klik tombol Edit, tahan, pada pilihan yang muncul klik New > Global Shortcut > Command/URL.

    mari-menggunakan-kde-v-30

    Figure 49: Membuat Command Baru

    Pada jendela yang tampak, di sisi kanan, Anda bisa mengisikan perintah yang ingin dikerjakan. Pertama, isikan Trigger dengan shortcut key Anda. Kedua, isikan Command dengan nama perintahnya. Saya memberikan contoh program dolphin (huruf kecil semua) dengan shortcut key Win + E (sama dengan Windows Explorer di Windows). Setelah selesai, tekan OK. Lalu coba tekan Win + E. Dolphin akan muncul. Lihat gambar berikut.


    mari-menggunakan-kde-v-31

    Figure 50: Mengatur Trigger (Shortcut Key)


    mari-menggunakan-kde-v-32

    Figure 51: Mengatur Action (Perintah)

  2. Mengubah Shortcut Key yang Sudah AdaPada jendela Shortcut and Gestures, Anda melihat 3 jenis tab berbeda di sebelah kiri. Mereka adalah Custom Shortcuts, Standard Keyboard Shortcuts, dan Global Keyboard Shortcuts. Lihat gambar berikut.

    mari-menggunakan-kde-v-1c

    Figure 52: Tiga Jenis Shortcut Key KDE

  3. Mengaktifkan atau MenonaktifkanAnda bisa menonaktifkan suatu shortcut key tanpa menghapusnya. Caranya adalah dengan menghilangkan centang atau menghilangkan pilihan key. Lihat gambar berikut.

    mari-menggunakan-kde-v-99

    Figure 53: Menonaktifkan Shortcut Key

2.5  Memanfaatkan Workspace

Workspace atau virtual desktop salah satu konsep desktop di Linux yang tidak ada di Windows2. Konsep ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi berbeda pada desktop yang berbeda dalam satu sistem operasi. Bayangkan saja aplikasi pemutar audio Amarok di desktop 1, lalu Anda bekerja dengan Libreoffice di desktop 2, lalu Konsole di desktop 3 sedang melakukan ping. Anda sesekali memantau desktop 3 untuk melihat apakah koneksi internet putus, dan sesekali membuka desktop 1 untuk mengganti audio. Konsep workspace membuat ruang kerja pengguna menjadi lebih luas. Kabar baiknya, workspace di desktop Linux terutama KDE, bisa diatur jumlahnya mulai dari 1 (sama dengan Windows) sampai 20 bahkan lebih. Umumnya pengguna Linux menggunakan 4 workspace saja. Di sini saya akan memperkenalkan bagaimana memanfaatkan fitur workspace di KDE, dengan KDE Pager.


simple-screen-recorder-pengaturan-flac11

Figure 54: Multiple Workspace di KDE


2.5.1  Berpindah Workspace

Default KDE memberi Anda 2 workspace. Jumlah workspace ditayangkan oleh KDE Pager. Secara default, ia terletak di panel utama KDE berdekatan dengan KDE Menu. Jika ia tidak tampak, tambahkan widget Pager dengan Add Widget. Anda bisa berpindah workspace dengan klik pada salah satu kotak pada Pager. Bisa juga dengan menggunakan shortcut key Ctrl+Alt+(Arah Panah).


simple-screen-recorder-pengaturan-flac10

Figure 55: KDE Pager

mari-menggunakan-kde-v-65

Figure 56: Desktop Grid

Figure 57: Pindah Workspace di KDE

Di KDE System Settings, Anda bisa mengatur efek Desktop Grid. Dengan efek ini, Anda bisa berpindah desktop 2×2 (jika jumlahnya 4) dalam satu layar. Anda juga bisa memindahkan jendela dari satu workspace ke workspace lain dengan drag and drop. Saya memberikan shortcut key Win + T3 untuknya. Lihat gambar 56 di atas.

2.5.2  Mengatur Jumlah Workspace

Anda bisa mengatur workspace di KDE dengan KDE Pager. Bentuknya kotak dan jumlahnya mengikuti jumlah workspace yang pengguna tentukan. Untuk menambah jumlah workspace, Anda bisa klik kanan pada Pager > Pager Settings > pilih tab Virtual Desktops > tentukan jumlah workspace pada isian Number of Desktops > tentukan jumlah baris pada isian Number of Rows. Sebagai contoh, dengan isian berurutan 4 dan 2, maka nanti Pager akan menayangkan 4 kotak bersusun seperti pada gambar.


mari-menggunakan-kde-v-33

Figure 58: Pengaturan KDE Pager

2.5.3  Efek 3D Workspace

Jika Anda ingin memiliki desktop 3D dengan KDE (tanpa Compiz/CCSM) sebagaimana pada Gambar 25, maka atur dengan KDE Desktop Effects. Anda bisa mengaksesnya melalui KDE System Settings > Desktop Effects > buka tab All Effects.

Cari efek bernama Desktop Cube. Aktifkan dengan mencentang kemudian atur shortcut key-nya pada tombol kunci inggris di sisi kanannya. Saya memberikan contoh Win + A (bahasa KDE: Meta + A) untuknya. Perhatikan Gambar 60 berikut.


mari-menggunakan-kde-v-34

Figure 59: Jendela Pengaturan KDE Desktop Effects

mari-menggunakan-kde-v-35

Figure 60: Shortcut Key untuk 3D Desktop

Figure 61: Pengaturan Shortcut 3D Desktop

3  Referensi

4  Tentang Dokumen Ini

Dokumen ini ditulis aslinya dalam bentuk PDF dari LaTeX.  Dokumen ini mulai ditulis pada 1 Januari 2014 dan diterbitkan pada Agustus 2015. Dokumen ini ditulis dengan LATEX dengan antarmuka Texmaker di atas Ubuntu 12.04. Dokumen ini diubah dari TEX menjadi HTML dengan hevea. Sebagian gambar di dalam dokumen diberi anotasi dengan Inkscape.

Dokumen ini adalah bagian dari usaha kecil memperbanyak panduan Linux dalam Bahasa Indonesia. Dokumen ini tidaklah bebas dari kesalahan yang membuat penulis memohon maaf dan mengajak Anda untuk menulis dokumen yang lebih baik.

5  Tentang Penulis

Penulis adalah warga Forum Ubuntu Indonesia. Penulis mendukung penggunaan perangkat lunak legal (terutama FOSS) untuk masyarakat. Penulis menyediakan buku-buku panduan Linux untuk pemula maupun ahli untuk diunduh secara gratis4. Penulis bisa dihubungi via email di alamat teknoloid@gmail.com.


1
Lebih tepatnya, GNOME yang dahulu pada versi 2.x bukan 3.x. Unity dan MATE adalah keluarga GNOME yang saat ini bisa menggunakan Compiz.
2
Setidaknya sampai Microsoft akan menerapkannya pada Windows generasi baru.
3
Di KDE, tombol logo Windows disebut Meta.
4
https://malsasa.wordpress.com/pdf

This document was translated from LATEX by HEVEA.

Iklan

10 thoughts on “Belajar Menggunakan KDE Edisi 5

  1. Ping balik: Artikel KDE Setelah Satu Tahun | RESTAVA

  2. amaulana8

    Assalamu’alaikum, kang punten mau konsultasi masalah system tray di KDE, saya tidak tahu cara suatu program ketika ditutup atau diminimalkan dia masih jalan dan dengan icon ada di system tray ?

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Wa’alaykumussalam.

      Ingin akang, aplikasi yang di-minimize, langsung masuk ke tray begitu? Tidak masuk ke taskbar? Seperti IDM begitu, ya? Kalau iya, maka si aplikasi sendiri wajib mendukung tray. Jika tidak, maka dipaksa seperti apa pun tidak bisa.

      Balas
      1. amaulana8

        iya kang saya oprek2 lagi. Software yang saya maksud sebetulnya adalah linphone kang, semenjak saya pake kd5 + migrasi OS juga, ketika di close dia hilang, biasanya linphone seperti skype kalau di close masih running.

      2. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

        Harusnya akang sebut sejak awal. Coba periksa aplikasi tray lain apa berkelakuan sama. Kalau sama, berarti KDE 5 akang bermasalah. Kalau tidak, berarti cuma Linphone. Cek dokumentasinya saja. Saya masih pakai KDE 4.

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s