Arsip Tag: pemula

Belajar Menggunakan KDE Edisi 5


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Logo KDETulisan ini adalah seri ke-5 dari tulisan berseri Belajar Menggunakan KDE. Tulisan ini akan membawakan pengetahuan lebih lanjut mengenai komponen-komponen desktop KDE itu sendiri mulai dari KWin selaku Window Manager di KDE, Plasma Desktop selaku lingkungan kerja KDE, KRunner selaku Run (Win + R), KDE Widgets atau Plasmoids selaku pernak-pernik desktop, dan macam-macam konfigurasi dengan KDE System Settings. Tulisan ini membahas pula cara mengganti dan menginstal tema desktop plus bagaimana mengonfigurasi proxy server connection. Jika tulisan sebelumnya belum fokus membahas bagaimana bekerja sehari-hari dengan KDE, maka tulisan ini akan fokus melakukannya. Tulisan ini dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu detail bagian-bagian penting KDE dan bagaimana menggunakan KDE sehari-hari (termasuk konfigurasi). Semoga tulisan ini bermanfaat.

Kata kunci: kde, dolphin, linux, sehari-hari Baca lebih lanjut

Daftar Aplikasi Linux Sehari-Hari


Bismillahirrahmanirrahim.

distributor-logo-ubuntu

Daftar aplikasi di Linux yang menjadi padanan untuk aplikasi Windows itu sangat penting. Ini dikarenakan banyaknya orang awam yang berminat menggunakan Linux. Jika Anda belum banyak mengetahui tentang Linux, maka tulisan ini untuk Anda. Saya bagi tulisan ini menjadi 2 bagian, yakni daftar aplikasi bawaan Ubuntu maupun tambahan. Aplikasi yang ditera di dalam tulisan ini adalah aplikasi asli di Linux, bukan aplikasi EXE yang dijalankan melalui Wine. Daftar ini walaupun asalnya ditulis berdasarkan Ubuntu, tetapi semua aplikasinya tersedia di seluruh distro Linux selain Ubuntu juga. Daftar ini sengaja dilengkapi dengan banyak skrinsot agar menarik dibaca. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Daftar Isi

  • A. Aplikasi-Aplikasi Bawaan Ubuntu
  • B. Aplikasi-Aplikasi Tambahan Utama
  • Penutup
  • Referensi

Baca lebih lanjut

Membiasakan Diri Menggunakan Software Legal (Freeware Maupun Open Source)


Bismillahirrahmanirrahim.

Esai ringkas ini saya tujukan untuk setiap orang yang telah menyadari pentingnya penggunaan software legal. Esai ini ditulis sebagai panduan membiasakan diri dengan Linux, pada jauh hari sebelumnya. Esai ini pun ditujukan sebagai ajakan bagi pengguna Windows (dan Mac OS X) untuk menggunakan software legal. Jika Anda telah memiliki kesadaran mengenai pentingnya penggunaan software legal, maka jagalah. Ini adalah sikap yang baik dan membawa kemaslahatan. Jangan mencela sikap ini, karena ini adalah akhlak baik yang sangat langka pada zaman ini. Motivasi dasar esai ini adalah pertanyaan “apakah Anda ingin menggunakan Linux?” dan jawaban “jika ya, maka biasakanlah diri Anda menggunakan software legal”. Semoga esai ini bermanfaat.

Isi Esai Ini

  1. Asumsi Dasar
  2. Definisi Istilah-Istilah
  3. Bagaimana Seharusnya Sikap Seorang Pengguna Windows (dan Mac OS X)
  4. Bagaimana Seharusnya SIkap Seorang Pengguna Linux
  5. Bagaimana Rincian Sikap Menghargai Legalitas Ini?
  6. Kesimpulan
  7. Penutup
  8. Referensi

Baca lebih lanjut

Pentingnya Sebuah Tutorial Bagi Seorang Pemula


Bismillahirrahmanirrahim. 

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Tutorial itu adalah catatan sederhana mengenai bagaimana Anda bisa menyelesaikan 1 masalah di Linux.

Isi Tulisan Ini

  1. Pembukaan
  2. Permasalahan
  3. Penjabaran Permasalahan
  4. Solusi
  5. Penjabaran Solusi
  6. Contoh Implementasi
  7. Hambatan-Hambatan
  8. Kontra Hambatan
  9. Contoh-Contoh Tutorial
  10. Penutup

Baca lebih lanjut

Panduan Ringkas Apt-Get


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF

synapticTulisan ini adalah panduan penggunaan apt-get secara ringkas agar Anda dapat langsung menggunakan Ubuntu ketika pertama mengenalnya. Tulisan ini hanya berisi daftar perintah APT, penjelasannya, gambar-gambarnya, kemudian daftar error beserta solusinya. Dengan tulisan ini, Anda diharapkan mengerti secara gamblang sistem instalasi aplikasi di Ubuntu dengan apt-get. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda. Baca lebih lanjut

How To Become A Newbie


Bismillahirrahmanirrahim.

Hak cipta © 2014 Ade Malsasa Akbar

Tulisan ini tersedia dalam format PDF.

Tulisan ini adalah pengantar untuk menjadi newbie. Tulisan ini saya susun setelah merasa perlunya ada panduan ringkas untuk orang-orang yang belum mampu bertanya dengan baik di komunitas. Tulisan ini utamanya ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang sedang memulai menggunakan sistem operasi GNU/Linux. Tulisan ini diharapkan bisa menjadi landasan awal Anda dalam dua hal yakni menggunakan GNU/Linux secara mandiri dan mampu berdiskusi dengan baik di komunitas. Tulisan ini hanyalah perkenalan dari esensi dasar teknologi yakni mengatasi keterbatasan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda sekalian. Baca lebih lanjut

Pengantar Pemrograman C Dasar di Linux (Disertai Latihan)


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

kateTulisan ini menjelaskan bagaimana memulai belajar pemrograman dengan bahasa C di Linux. Tulisan ini dibuat karena cukup banyak permintaan dari para pemula yang ingin belajar pemrograman tetapi tidak tahu caranya. Tulisan ini dirancang agar mudah diikuti dengan contoh dan gambar-gambar. Tulisan ini mengutamakan minimal working example sehingga dengan sekali baca saja Anda sudah mampu melakukan pemrograman pertama Anda di Linux. Tulisan ini dilengkapi latihan-latihan bahasa C agar Anda memperoleh pemahaman terbaik. Yang diharapkan dari tulisan ini adalah Anda mengerti bagaimana pemrograman itu dan bagaimana melakukannya di Linux. Diharapkan pula Anda memperoleh feeling seorang tukang program supaya bisa mempelajari bahasa pemrograman apa pun dengan cepat setelah mempelajari C. Tulisan ini dirancang untuk diterapkan pada Ubuntu. Mohon maaf jika banyak kekurangan dan semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda. Baca lebih lanjut

Qt Creator – Pemrograman Aplikasi GUI di Linux


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tidak lain ingin memaparkan bagaimana membuat aplikasi GUI dasar dengan mudah menggunakan Qt Creator. Aplikasinya sederhana, hanya menunjukkan fungsi dasar tombol dan label (untuk gambar). Jika tombol pertama diklik, maka gambar A muncul. Jika tombol kedua diklik, maka gambar B muncul. Hanya itu saja sudah cukup untuk memahami cara pakai 2 dasar terpenting memrogram dengan Qt Creator yakni signal dan slot. Tutorial ini dibuat di Linux dan aplikasinya untuk Linux.

SATU :: Menyiapkan Proyek

1. Buka Qt Creator dan buat proyek baru. Pilih Qt Widget Project > Qt GUI Application. Selalu pilih ini untuk proyek yang akan datang.qtproject

2. Beri nama Double karena kita hanya akan membuat program dengan 2 tombol. Selanjutnya Next.

qtproject2

3. Next terus sampai pada bagian Class Information, berikan nama Double pada Main Class maka semuanya akan mengikuti secara otomatis.

qtproject3

4. Finish, maka tampilan Qt Creator Anda akan seperti ini.

qtproject4

5. Perhatikan, dalam proyek ini Anda 5 berkas penting secara otomatis:

                        • Double.pro (berkas proyek Qt Creator yang bisa dipakai di OS mana pun)
                        • double.cpp (berkas kode inti tempat signal dan slot dituliskan)
                        • double.h (berkas header)
                        • double.ui (berkas GUI)
                        • main.cpp (berkas berisi fungsi yang selalu ada dalam semua program C/C++ yakni main())

Selalu seperti ini jika Anda membuat proyek GUI baru.

DUA :: Sedikit Pengaturan Qt Creator

Klik pada ikon Filter Tree > Simplify Tree. Maka kerumitan folder yang tadinya begini:

 qtproject5  qtproject7

menjadi sederhana begini:

qtproject6

TIGA :: Membuat Aplikasi

1. Buka double.ui ini adalah berkas XML yang mengatur GUI. Kalau diklik, maka GUI Builder milik Qt Creator akan langsung muncul. Di sini letak enaknya memrogram dengan Qt Creator. Bisa drag and drop dan jadi GUI langsung seperti di Microsoft Visual Basic. Cari elemen GUI bernama Push Button. Tempelkan dua biji. Di bawahnya, tempelkan Label. Jadinya seperti ini.

qtproject8

2. Buang teks asli dari Label sehingga kosong. Lalu ganti teks Push Button dengan SATU dan DUA. Lihat ini. Pastikan Label masih terpilih.

qtproject9

3. Berikan nama objek untuk Label ini pada Property Panel di samping kanan. Di situ, di bagian atas sendiri ada QObject, di bawahnya pas ada objectName. Pas di situ, ganti tulisan label dengan Gambar. Ingat-ingat nama objek ini.

qtproject10

4. Sekarang ganti juga nama objek dari tombol SATU dan DUA menjadi SATU dan DUA.

5. Sekarang klik kanan tombol SATU > Go To Slot. Di sinilah Anda akan berjumpa 2 inti Qt Creator, signal dan slot. Lihat jendela yang muncul. Yang ada di situ semuanya adalah signal. Apa itu signal? Anggap saja sekarang, signal = nama fungsi ketika terjadi sesuatu pada tombol SATU. Kebetulan yang harus kita pilih adalah signal bernama clicked(). Anda tidak usah perhatikan kolom sebelah kanan. Tekan OK saja.

qtproject11

5. Hasil dari signal terpilih adalah slot, yakni satu fungsi baru yang kosong pada berkas double.cpp. Perhatikan, Anda sedang menyunting double.cpp. Dan perhatikan pula, nama objek SATU menjadi nama fungsinya. Apa sih, yang sedang kita kerjakan ini? Intinya, kita membuat jalan (signal) bagi tombol SATU, agar jika diklik (clicked), dia mengganti isi (slot) dari objek Gambar. Anda hanya akan fokus pada fungsi kosong ini.

qtproject12

6. Karena akan butuh dua buah berkas gambar (JPG/PNG), maka kita impor gambar dulu sebelum menuliskan kodenya ke dalam slot void Double::on_SATU_Clicked() yang baru jadi. Ini caranya mengimpor gambar. Klik kanan proyek kita > Add New > Qt > Qt Resource File. Ini akan membuat sebuah berkas baru berformat .qrc dalam proyek kita. Beri nama citra (karena tadi sudah ada nama Gambar), dan alamat foldernya sudah biarkan saja default pada proyek kita.

qtproject13

qtproject14

7. Tampilan Qt Creator Anda akan seperti demikian. Ini sebenarnya Qt Creator sedang menyunting isi dari citra.qrc yang baru saja dibuat.

qtproject158. Klik Add > Add Prefix. Pasti hasilnya /new/prefix1. Sekarang Klik Add > Add Files. Pilih gambar apa saja dari sistem Anda. Kalau ada peringatan, oke-oke saja. Yang penting nanti harus ada 2 gambar seperti ini. Ingat nama berkas gambarnya.

qtproject16

9. Kembali ke double.cpp. Isikan kode C++ berikut pada slot yang sudah dibuat.

QImage bingkai;
bingkai.load(":/new/prefix/desktopfungsional-3a.jpg");
ui->Gambar->setPixmap(QPixmap::fromImage(bingkai));

PENTING! Ubah nama berkas gambar Anda sesuai berkasnya. Misalnya satu.png, maka ganti desktopfungsional-3a.jpg dengan satu.png. Saya hanya memberi contoh global.

10. Lakukan hal yang sama dari poin 5 agar tombol DUA juga memiliki fungsi untuk memanggil gambar pada Label. Pokoknya bedakan gambar untuk SATU dengan yang untuk DUA.

11. Jika sudah, maka keseluruhan kode double.cpp Anda akan menjadi seperti ini.

qtproject17

12. Sudah cukup. Sekarang klik tombol segitiga hijau (Run | Ctrl+R). Program Anda akan berjalan. Dia pasti bisa ganti gambar setiap klik tombol. Sampai sini, program Anda sudah berhasil. Selamat, aplikasi pertama Anda baru saja tercipta!

qtproject18

qtproject19

EMPAT :: Publikasi

Anda ingin agar aplikasi buatan Anda ini digunakan orang lain? Mudah. Lakukan saja Build maka sebuah eksekutabel (mirip EXE) akan tercipta dan ini bisa Anda jalankan di Linux lainnya. Klik saja tombol palu (Ctrl+B). Maka pada folder QtProject kita, akan muncul folder baru bernama Double-build-desktop-Qt_4_8_1_in_PATH__System__Release. Dalam Ubuntu saya, folder ini berada di /home/master/Publik/QtProject. Ya, berdampingan dengan folder Double dan bukan di dalam Double. Buka folder ini dan Anda pasti temukan satu berkas bernama Double. Coba jalankan. Pasti aplikasi Anda muncul. Pindahkan saja berkas Double ini ke Ubuntu teman Anda dan jalankan. Berkas lainnya abaikan saja. Selamat, Anda telah berhasil membuat aplikasi selayaknya aplikasi buatan para programer!

qtproject20

qtproject21

PERINGATAN

Saya menduga build yang dilakukan Qt Creator pada kondisi default-nya adalah dynamic linking yang artinya aplikasi buatan Anda ini tidak mandiri di komputer orang lain. Dia tidak bisa sendirian sebagaimana EXE di Windows sehingga butuh suatu pustaka tambahan yang mesti diinstal duluan di komputer lain sebelum dia dijalankan. Pustaka itu adalah Qt. Ini sebabnya aplikasi buatan kita ini bisa berjalan mulus di sesama Ubuntu (karena Ubuntu prainstal sudah ada Qt-nya). Lakukan perintah ldd Double untuk mengetahui apa saja pustaka yang diperlukan oleh aplikasi Anda ini. Puaskan rasa ingin tahu Anda.

Penutup

Saya butuh fokus. Ketika menulis ini, sungguh rasanya saya bebas dari distraksi yang lama mengekang saya untuk menulis soal Qt. Alhamdulillah. Saya harap ini cocok untuk membuka pintu Anda memrogram Qt atau membuat aplikasi GUI di Linux. Semoga ini bermanfaat.

Otodidak Behind The Scene #1 – Panduan Lengkap Membuat Aplikasi GUI dengan Netbeans Khusus untuk Pemula dan Orang Awam


otodidak-behind-the-scene-cover-1

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, saya telah menyelesaikan Otodidak Behind The Scene #1. Sementara ada gangguan koneksi, saya hanya bisa mengunggah versi PDF. Insya Allah setelahnya saya akan tulis lengkap postingnya di sini di samping juga tautan unduh PDF. Ukuran PDF ini 3 MB.

Unduh PDF Otodidak Behind The Scene #1.

Panduan Memilih Distro Linux untuk Pemula


Isi tulisan ini:

– Distro apa yang terbaik untuk Anda?
– Mengapa memilih?
– Adakah sanggahan?
– Apakah harus menghapus Windows?
– Adakah nasihat dari para ahli Linux?
– Disklaimer

————-> Unduh tulisan ini: Panduan Memilih Distro

Distro apa yang terbaik untuk Anda?

Ubuntu. Jika Anda memutuskan untuk belajar Linux, maka mulailah dengan mengunduh ISO Ubuntu. Unduhlah Ubuntu 12.04 untuk era saat ini jika hardware Anda memiliki RAM 2 GB. Ukuran RAM kurang dari itu, gunakan versi sebelumnya. ISO Ubuntu dapat Anda peroleh dari http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/. Unduh yang ada tulisannya i386 kalau komputer Anda 32 bit atau amd64 kalau komputer Anda 64 bit, tidak peduli prosesornya merek apa. Untuk ISO Ubuntu sebelum era 12.04, ukurannya sekitar 600 MB, muat dibakar ke dalam CD. Namun ukuran ISO Ubuntu saat ini dan seterusnya 700 MB lebih, tidak muat dimasukkan ke dalam CD. Maka dari itu, untuk menginstal Ubuntu, pakai media flash disk saja. Jadi, ISO Ubuntu dibakar ke dalam flash disk bukan ke DVD. Ini jauh lebih hemat dan praktis. Bakar ISO Ubuntu ke flash disk dengan memakai aplikasi Unetbootin.

Mengapa memilih?

Karena pengguna hanya membutuhkan satu OS saja. Satu OS yang mencukupi kebutuhan mereka. Mengapa? Karena di Indonesia ini pengguna tidak pernah butuh OS, mereka hanya butuh aplikasi. Oleh karena itu, pengguna harus fokus, fokus pada aplikasi bukan pada OS-nya. Ubuntu memenuhi hal ini. Begini, jumlah distro Linux di dunia ada 300++ dan tidak mungkin calon pengguna memilah satu per satu semuanya. Maka posisi saya di sini adalah mengarahkan Anda ke jalan paling mudah. Dan dalam pertimbangan saya, seorang pengguna harus dimudahkan dalam mencari bantuan kalau terjadi error. Solusinya, pengguna harus memakai OS yang juga dipakai teman-temannya, dalam arti lain pengguna harus memakai OS yang umum. Gunakanlah distro yang paling banyak dipakai di Indonesia. Ubuntu memenuhi kriteria ini, jadi pantas jika Anda memilih Ubuntu. Jangan gunakan distro yang sedikit penggunanya, yang tidak umum, pakailah yang umum. Mengapa? Karena Anda baru mengenal Linux. Di sini akan saya jelaskan poin per poin alasan rincinya.

– Waktu: lebih hemat waktu jika Anda memperoleh rekomendasi dari seseorang mengenai distro paling cocok, dan hemat waktu untuk TIDAK MERABA-RABA SENDIRI. Jangan buang waktu Anda untuk mesin, cukup gunakan Ubuntu. Waktu sisanya bisa Anda gunakan untuk mengikuti atau mendengar kajian. Mengurus keluarga juga lebih penting.
– Biaya: jika Anda coba-coba, maka Anda harus mengunduh banyak ISO. Pasti uang untuk internet bertambah. Jangan buang-buang uang, cukup unduh 1 ISO dan pakai. Gunakan uang Anda untuk urusan yang lebih penting.
– Tenaga: jika Anda coba-coba, maka Anda harus kehilangan fokus untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih penting semisal mengerjakan PR atau mengurus anak. Hematlah tenaga Anda dengan menggunakan Ubuntu.
– Daya otak: jika Anda coba-coba, Anda akan seperti saya dahulu yang harus melakukan kompilasi manual hanya untuk sebuah aplikasi. Sudah lama, gagal pula. Ini tidak pantas dipegang oleh pengguna akhir, harusnya ini tugas developer. Ini akan membuat pusing pengguna akhir. Daya otak itu terbatas, gunakan untuk bekerja dengan aplikasi Anda, jangan untuk kompilasi manual dan segala konfigurasi manual. Masalah lainnya juga, dengan banyaknya pengguna Ubuntu di Indonesia, maka panduan Ubuntu dalam Bahasa Indonesia juga banyak dan paling banyak dibanding distro lain. Ini yang paling penting. Karena daya otak bisa terkuras untuk memahami panduan dalam Bahasa Inggris yang sudah menghabiskan waktu, belum tentu Anda mengerti. Hematlah daya otak Anda untuk fokus ke aplikasi, jangan fokus ke OS. Ubuntu memang tidak bersih dari konfigurasi manual, tetapi dengan banyaknya panduan berbahasa Indonesia, maka Ubuntu jelas lebih mudah dan lebih hemat daya otak. Ini juga alasan kenapa penting memilih distro yang dipakai banyak orang.

Sanggahan

– Semua distro bagus, bebas pilih yang mana.
Sanggahan -> pengguna butuh rekomendasi dan kepastian, bukan sekadar petunjuk global. Pilih Ubuntu saja. Jangan jadi orang yang plin-plan.

– Pakai Slackware saja kalau pengguna memang ingin belajar (dengan nada bercanda)
Sanggahan -> pengguna dari Windows butuh yang praktis, bukan yang manual. Slackware tidak hemat waktu. Ubuntu memang tidak lebih praktis dari Windows secara total, tetapi Ubuntu jauh lebih praktis dibanding Slackware (dan distro kompilasi manual lain semisal Gentoo). Indonesia bukan negara kaya internet, jangan disamakan dengan Amerika.

– Pakai distro lokal saja.
Sanggahan -> apakah distro lokal itu memiliki repo pihak ketiga seperti PPA? Memiliki dukungan komunitas yang lebih besar dari Ubuntu? Memiliki komunitas yang ramah dalam menjawab pertanyaan? Apakah kelebihan distro lokal itu hanya pada teknologinya (sedangkan user friendly-nya tidak)? Apakah distro lokal itu membebaskan/memberikan freedom pada pengguna untuk just use no coding atau tidak? Jika jawabannya tidak, maka sebaiknya tidak memakainya. Pakailah Ubuntu.

– Anda harus bersedia belajar ekstrakeras untuk menggunakan Linux.
Sanggahan -> siapa butuh OS? Siapa mau belajar OS lama-lama? OS dibuat untuk pengguna agar mudah, bukan agar belajar lagi. Pengguna butuh aplikasi bukan OS. OS hanyalah tambahan yang harus ada agar pengguna akhir nyaman memakai aplikasi mereka. Jadi sarankanlah (jika Anda memang niat mengajak orang pakai Linux) menggunakan OS Linux yang less stress untuk pengguna akhir. Memang Ubuntu tidak bersih dari stress tetapi Ubuntu yang paling less stress daripada distro yang lain. Pakai Ubuntu.

Apakah harus menghapus Windows?

Tidak. Anda bisa melakukan dual boot. Ini maksudnya menginstal Ubuntu di partisi selain C: dan ketika booting nanti, Anda akan memilih masuk ke OS yang mana. Jadi ada 2 OS di komputer Anda nanti, Windows dan Ubuntu. Siapkan dahulu di Windows sebuah partisi kosong dan formatlah ke filesystem FAT. Nanti saat menginstal Ubuntu, arahkan agar diinstal ke partisi itu. Untuk lebih jelasnya, cari di Google: instal ubuntu dual boot dengan windows 7. Ini sedikit pengetahuan mengenai dual boot:

– Dual boot tidak membuat komputer Anda lamban. OS tidak sama dengan aplikasi. Hanya 1 OS yang berjalan di komputer Anda dalam 1 waktu. Jadi, ketika Ubuntu menyala, Windows mati. Dan sebaliknya.
– Dual boot OS tidak saling memengaruhi satu sama lain. Jadi, Ubuntu yang diinstal di partisi lain itu tidak akan mengganggu Windows. Dan sebaliknya. Malah, Windows tidak bisa membaca partisi Ubuntu. Virus yang menjangkiti Windows Anda tidak akan bisa masuk ke Ubuntu.
– Dual boot memungkinkan Anda untuk berganti OS dengan cara restart. Cukup restart komputer Anda, lalu pilih OS pada pemilih OS warna ungu, tekan Enter untuk masuk.
– Anda bisa membaca partisi Windows Anda dari Ubuntu bahkan bisa menulis data ke dalamnya.

Tidak perlu menghapus Windows.

Apa nasihat dari para ahli Linux?

Salah satu pioner Linux Indonesia yang juga pembawa internet untuk pertama kali ke Indonesia -Pak Rahmat M Samik Ibrahim- mengatakan dalam presentasi beliau:

– Samakan dengan teman anda!
– Mudah bertanya/konsultasi
– JANGAN memilih yang ”KATANYA BAGUS”
– Punya akses upgrade?

Beliau adalah ahli Linux. Nasihat beliau penting untuk kita perhatikan. Lagipula, beliau sudah memakai internet sebelum orang Indonesia memakainya. Saya mengikuti nasihat beliau dan alhamdulillah lancar menggunakan Linux. Presentasi beliau ini dapat Anda miliki dengan mengunduh: http://rms46.vlsm.org/1/99.pdf.

Disklaimer

– Saya menulis ini karena saya memang didorong untuk memudahkan urusan orang lain dan dilarang mempersulit di dalam agama saya. Tulisan ini semata-mata untuk tujuan itu bukan demi fanatisme kepada salah satu madzhab FOSS.
– Saya bukan nasionalis dan tidak menulis untuk nasionalisme. Saya juga bukan pluralis dan tidak mau mendukung keduanya.
– Banyaknya pengguna pemula yang kebingungan memulai dari mana tidak bisa disamakan kondisinya dengan mereka yang sudah bertahun-tahun menggunakan Linux. Tidak juga disamakan dengan mereka yang punya banyak waktu luang atau yang memang senang ngoprek. Tidak semua orang suka ngoprek. Tulisan ini bukan untuk pengguna intermediate apalagi pengguna expert. Tulisan ini hanya untuk pemula (termasuk ayah, ibu, paman, bibi, tetangga, dan teman-teman saya).
– Jika Anda tidak suka dengan Ubuntu dan tulisan ini, silakan buat blog sendiri dan tulis tulisan macam ini menurut distro Anda sendiri.
– Tulisan ini bertujuan untuk memudahkan. Jika masih tersisa kesulitan, maka saya meminta maaf. Silakan berdiskusi dengan saya secara langsung lewat blog ini bila ada masalah.

Penutup

Tidak ada tulisan yang tak cacat. Silakan kritik saya jika ada kesalahan dalam tulisan ini. Saya berterima kasih sebesar-besarnya. Untuk para pemula, semoga tulisan mini ini menjadi dasar pijakan yang pas untuk Anda semua. Semoga memudahkan.