Arsip Tag: sumber terbuka

[PDF] Baru Saja Menginstal Ubuntu 11.10


Sekitar 3 hari ini, saya mencoba Ubuntu 11.10 setelah saya menginstalnya di mesin saya. Kesan saya: indah. Saya mengulasnya dalam sebuah artikel yang saya jadikan PDF. Saya tujukan artikel ini untuk awam dan pemula, maka ada banyak gambar layar yang saya sertakan. Silakan diunduh atau dibaca daring (online).

Ukuran berkas: 7 MB
Jenis: PDF
Tautan unduh: Baru Saja Menginstal Ubuntu 11.10

Desain Kaos Gerigi


Ini desain kaos lagi yang tetap menggunakan Inkscape versi 0. Desain kaos gerigi ini (untuk sementara) adalah desain yang paling memuaskan buat saya. Kesan kaos masih sangat amatiran dan gerigi (gear) yang ada tidak 100% simetris. Oya, Dio di situ sebetulnya nama teman saya, Anandyo yang menemani saya pas saya bikin desain ini. Saya temukan susah juga seandainya salah satu gerigi diputar untuk membuat yang lain ikut berputar, meski ini desain kaos bukan animasi. Langsung saja gambar yang bicara.

Desain Kaos Gerigi 1

Ini yang paling saya suka.

Baca lebih lanjut

Kesan-kesan Awal Saya Ketika Menjajal Linux Mint 10 Julia


Semoga jadi posting sederhana. Baik, ini adalah kumpulan kesan saya ketika mencoba Linux Mint 10 Julia di mesin saya. Mint diinstal setelah Ubuntu dan Blankon.

  1. Penampilan nomor satu. Bagus sekali, berbeda dengan GNOME pada umumnya. Pengembang Mint mengubah total menu GNOME dan saya menyukai bentuknya. Saya sangat senang dengan tampilan tekstur menu Mint yang metal itu. Itu satu. Efisien buat saya. Latar belakang destop (wallpaper) indah dan tidak ada gambar makhluk hidup. Sangat nyaman di mata apalagi menggunakan dominasi warna hijau. Itu dua. Sayang sekali, Compiz tidak dapat langsung berjalan bersama mesin saya dan Mint 10 ini. Masih butuh driver tambahan, sepertinya. Tambahan lagi, terjadi hang ketika saya memutar video, dengan format apa pun. Mesin langsung berhenti pada tampilan itu juga. Pointer tidak dapat bergerak dan semua masukan dari papan ketik tidak berfungsi. Terpaksa mesin harus saya matikan paksa beberapa kali. Ini mungkin diakibatkan driver yang terinstal salah atau kurang. Keseluruhan: saya bisa hidup tanpa memutar video dengan hanya mengerjakan hal-hal biasa. Saya senang sekali dengan tampilan Mint.
  2. Aplikasi yang tersedia sangat banyak dalam 1 CD instalasi. Sudah ada kodek, aplikasi office, CCSM, Panel Kontrol Mint, manajer paket (ada 2 macam: asli Mint dan Synaptic). Ada juga penampil spesifikasi sistem. Bahkan ada APTOnCD (aplikasi backup instaler deb-deb yang sudah pernah diunduh) dan Mintbackup pembuat cadangan (backup) folder home. Saya tak menyangka, Ndiswrapper pun disertakan. Aduh, asik bener. Saya betul-bertul tidak menyangka Mint seperti ini. Dulu saya kira biasa saja. Ternyata sangat enak kalau dalam 1 CD instalasi ada aplikasi yang lengkap buat kerja sehari-hari.

Begitulah kesan-kesan saya. Saya memang sejak lama ingin pakai Mint. Sekarang terlaksanakan. Alhamdulillah.

Desain Kaos Aritmatika


Ini adalah desain kaos buatan saya dengan konsep operasi aritmatika. Ini juga dibikin pakai Inkscape versi 0. Langsung saja.

Desain Kaos Aritmatika 1

Ini versi pertama. Konsepnya sangat sederhana. Isi/gambarnya saya bikin 100% dari teks. Paling lingkaran/donatnya doang yang dari persegi. Tanda-tanda +, -, x, bagi, seluruhnya teks. Saya cuma ingin membuktikan pada iri sendiri bahwa teks pun bisa menarik :)

Baca lebih lanjut

Kesan-kesan Awal Saya Ketika Menjajal Blankon 7 Pattimura


Saya ingin bikin posting sederhana saja. Baik, ini adalah kumpulan kesan saya ketika mencoba Blankon 7 (tentu setelah diinstal :) ) di mesin saya. Oya, Blankon saya instal setelah Ubuntu 10.10.

1. Buat saya, yang pertama adalah penampilan. Compiz berjalan dengan sangat mulus. Ini ditandai dengan berjalan baiknya Ctrl+Alt+(Kiri/Bawah/Kanan/Atas) untuk memindah-mindahkan destop virtual. Animasi halus, disertai tampilan switcher yang transparan. Ini menunjukkan Compiz bekerja dengan baik, yang berarti driver untuk VGA sudah beres. Padahal Ubuntu 10.10 yang saya instal sebelumnya tidak bisa menjalankan Compiz (efek destop). Diagnosis: Ubuntu belum menyertakan driver VGA seperti yang disertakan oleh Blankon. Kesimpulan: Blankon sudah lengkap dan nyaman buat saya.
2. Perangkat Jaringan Nirkabel (wifi adapter) terdeteksi dengan baik. Ini mengakibatkan mesin dapat langsung digunakan saat ada sinyal wifi. Dan memang tepat, wifi dapat saya gunakan sebagaimana saya menikmati wifi dengan mesin teman saya Andriyan. Mudah sekali melakukan koneksi, tinggal lihat hotspot yang tersedia lalu pilih. Dan internetan pun lancar.
3. Aplikasi desain grafis sudah termaktub, eh, tersedia. Sehingga saya bisa langsung melakukan desain amatiran seperti biasanya. Saya langsung ganti latar belakang destop dengan latar saya sendiri. Khas, No Windows No Cry. Entah nanti saya ganti apa lagi. Kesimpulan: Blankon sudah sangat praktis untuk mengerjakan desain-desain menurut saya. Sudah ada aplikasi grafis vektor dan bitmapnya.
4. Multimedia beres. Semua video yang saya miliki bisa diputar tanpa masalah atau hang. Padahal Linux Mint yang saya instal setelah Blankon mengalami hang ketika memutar video apa saja. Hang sehingga mesin harus dijalankan ulang (restart).
5. Jam Blankon saya rasa sangat pas ada di pojok kanan bawah dengan keberadaannya yang santai (tidak mengganggu kerjaan saya). Saya merasa senang kalau bisa lihat jam yang jelas/gede seperti itu.
6. Blankon Menu saya rasa kurang tepat, atau kurang efisien. Coba kalau bentuknya tidak vertikal tetapi berkategori seperti KDE Menu atau menunya Linux Mint. Pasti akan lebih mudah bagi saya untuk bernavigasi antarentri menu. Iya juga, isi menu tidak dapat saya ubah seperti halnya pada menu di GNOME Menu biasanya. Isi menu seakan fixed dan urutan tidak bisa ditambah/dikurangi/digeser. Tapi saya senang dengan ikonnya (konsep penempatannya) yang mengambang di atas segala GUI di bagian atas layar begitu, ditambah punya transparansi pula. Kesimpulan: cukup berguna.
7. Blankon Panel kurang bisa dikustomisasi. Ikon/pintasan aplikasi tertentu tidak dapat saya tempatkan secara manual di situ. Blankon Panel seharusnya bisa autohiding, tetapi sering ia harus dilayangi kursor dulu baru bisa hilang. Ini mengganggu menurut saya. Ia pun menampilkan aplikasi yang jalan di destop lain tetapi ketika saya klik aplikasi itu, destop tidak pindah atau aplikasi yang saya tuju tidak muncul. Mestinya, kalau aplikasi dikecilkan di taskbar, kalau task-nya diklik, destop akan langsung pindah ke destop tempat aplikasi itu tadi ATAU aplikasi yang muncul di destop yang saya klik task-nya. Blankon Panel tidak begitu dan ini agak menyulitkan menurut saya. Tapi dengan konfigurasi yang fixed seperti itu, menurut saya Blankon Panel cocok buat pemula.

Begitulah kesan-kesan saya. Saya menikmati bekerja dengan mesin Blankon. Sangat nyaman.

Subdomain Baru Saya Telah Lahir!


Silakan kunjungi http://en.malsasa.tk, sebuah subdomain dari blog ini yang berbahasa Inggris. Sudah lama saya nantikan memiliki subdomain sendiri. Alhamdulillah, sekarang sudah kesampaian. Rencana saya, nantinya subdomain itu berisi ekspresi bebas saya dalam bahasa Inggris (tetapi tetap menghargai Tanah Air Sumber Terbuka) dan berisi banyak muatan sumber daya gratis (nonsumber terbuka) asalkan masih legal. Saya tidak membatasi Linux atau Windows. Yang penting halal. Bisa ditebak, saya memang ingin cari duit dengan Adsense.

Semoga bermanfaat.

Mengasosiasikan Tombol PrintScreen untuk Memanggil Shutter di Blankon 7


Saya sempat berhasil melakukannya, lalu gagal terus selama kurang lebih seminggu, lalu berhasil lagi. Gagalnya karena saya lupa cara melakukan asosiasi. Saya bepikir terlalu mbulet di sekitar Compiz, Gconf, dan TOmbol Pintas. Ini ada hubungannya dengan destop Unity yang dikenakan Blankon 7. Dan masalah tidak bisa asosiasi ini juga ada di Natty Narwhal dan Oneiric Ocelot. Saya pun sudah tanya ke kanal #blankon dn jawab bapak-bapak di sana sama: belum tahu. Ealah, ternyata sebetulnya gampang sekali. Saya baru ingat. Nah, sebelum lupa, saya tulis dulu di sini. Yap, ini juga berlaku untuk Ubuntu dan keluarganya.

Caranya yaitu masuk ke Pengaturan Preferensi (terserah letaknya di mana), Tombol Pintas, buat sebuah kunci baru (inilah intinya). Tulis perintah ‘shutter’ dan asoasiasikan dengan tombol PrintScreen. Ingat, jangan utak-atik yang sudah ada di atas karena tidak berfungsi.

Yap, silakan coba menekan tombol PrintScreen. Apakah Shutter keluar? Ya. Selamat!

Catatan Kecepatan Unduhku (Bagian 3)


Sekali lagi, saya dapat kecepatan tinggi. Saya mengunduh citra ISO Linux Mint 11 dan beberapa aplikasi. Tentu saya peroleh dari Kambing seluruhnya. Yang ketiga ini saya lakukan pada Sabtu, 15 Oktober 2011. Yap, sekali lagi, ini membuktikan infrastruktur Linux di Indonesia sudah sangat cepat dan mantap. Langsung lihat saja skrinsotnya :)

Mengunduh Linux Mint 11 dengan Firefox dari Kambing

Kecepatan pertama 1 MB/sKecepatan kedua 1,6 MB/s

Catatan Kecepatan Unduhku (Bagian 2)


Kali ini saya ingin membagi kepada Anda, kecepatan unduh saya pada hari Jumat tanggal 14 Oktober 2011. Pada hari itu, saya sempat dapat > 1 MB/s. Alhamdulillah, ini bukti bahwa infrastruktur pendukung Linux di Indonesia sudah demikian bagus dan cepat. Tinggal dipermak saja beberapa bagiannya :) Langsung saja saya tampilkan skrinsot-skrinsotnya.

Mengunduh OpenArena dengan Synaptic dari server Kambing

Kecepatan awal 1000 KB/s. Wawawa, ini sangat cepat buat saya sekarang. Baca lebih lanjut