Arsip Tag: migrasi dari windows

Belajar Menggunakan KDE Edisi 1


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

kde-full-search-screen-03

Sebenarnya saya ingin mempromosikan KDE. Saya ingin membuat post di JS berjudul “Mari Menggunakan KDE” tentu dengan isi tautan ke posting yang membahas KDE. Pembahasan yang saya inginkan adalah yang khusus pemula. Ya, agar para pemula memulai Linux dengan antarmuka KDE terlebih dahulu sebelum mengenal yang lain. Semoga posting ini menjadi pengantar Anda dalam belajar Linux khususnya mempermudah Anda bekerja dengan tampilan yang paling enak, mudah, dan fungsional di Linux. Semoga posting ini berguna untuk Anda dan menjadi sebab saya memperoleh pahala.

Perkenalan

  1. Apa itu KDE?
  2. Mengapa saya mempromosikan KDE?
  3. Apa hubungan KDE dengan Linux?
  4. Ke mana arah tulisan ini?

Apa Itu KDE?

Lihat gambar-gambar ini:

kde-destop-asli.resized

kde-menu.resized

kde-widget-folderview-pratayang-gambar.resized

Itulah KDE. Nikmati gambarnya dulu. Penjelasan menyusul.

Mengapa Saya Mempromosikan KDE?

Karena sangat sedikit tutorial bahkan sekadar catatan saja mengenai KDE yang berbahasa Indonesia. Ini kesempatan bagi saya untuk menyikatnya. Saya ingin pengguna Linux yang bermigrasi dari Windows mengenal Linux dengan KDE. Agar mudah adaptasi terhadap Linux-nya. Itu saja. Semoga niat saya memudahkan Anda ini diberkahi oleh Allah.

Logo KDE

Logo KDE

Saya memilih KDE untuk ditulis adalah selain saya sendiri pengguna KDE, saya berpendapat KDE-lah antarmuka tampilan Linux yang paling mirip Windows sehingga pasti paling mudah bagi pemula. Saya melihat setiap pengguna Linux di Indonesia pasti sebelumnya pengguna Windows, sehingga sangat layak jika diajari dengan cara yang mirip Windows. Serta, saya berpendapat pengguna seharusnya cukup dipilihkan salah satu antarmuka dari sekian banyak pilihan di Linux supaya fokus dan mudah belajarnya. Oleh karena itu saya memilihkan KDE untuk Anda.

Apa Hubungan KDE dengan Linux?

KDE adalah satu dari sekian banyak tampilan di Linux. jadi, Linux yang asli itu asalnya seperti ini:

tty_shell

Hitam putih. Tidak ada mouse sama sekali. Ini sangat berbeda dengan Windows Anda yang sudah begini sejak awal:

minixp-desktop

Aslinya, jika Anda menggunakan Linux, maka Anda harus menggunakan tampilan yang hitam putih seperti di atas. Segala-galanya dilakukan dengan perintah (menghafal perintah dan mengetikkannya). Namun beberapa distro populer macam Ubuntu, Fedora, openSUSE, dan Mint memasukkan tampilan ke dalam Linux sehingga Anda melihat Linux yang sekarang jadinya seperti ini:

Di sini saya ingin menunjukkan dahulu kepada Anda bahwa apa yang Anda pakai itu ada “wajah aslinya”. Aslinya yaa hitam putih teks semua tanpa kursor di atas. Tampilan hitam putih macam itu dinamakan CLI (command line interface) atau sering pula disebut shell atau baris perintah. Itulah aslinya Linux dan aslinya Windows juga. Ingat, Windows juga aslinya seperti itu. Bedanya dengan Linux, apa?

Windows menyatukan sejak awal antarmuka tampilan dengan sistem sedangkan Linux tidak. Linux memisahkan antara tampilan dengan sistem. Itu bedanya. Windows memiliki antarmuka tampilan tunggal (menjadi satu dengan sistem), tidak bisa diganti. Ya apa yang Anda lihat kala menyalakan Windows itulah antarmuka tampilan Windows. Sedangkan Linux memiliki banyak antarmuka tampilan. Semuanya bisa dipasang ke dalam Linux sekaligus dan bisa juga dipilih. Bahkan Linux ada yang seperti Windows, sejak Anda instal sudah termasuk antarmuka tampilan (ini yang Anda temukan di Ubuntu, Mint, Fedora, dan lain-lain). Inilah yang ingin saya tekankan kepada Anda. Perhatikan, Linux memiliki banyak antarmuka tampilan. Apa saja?

  1. KDE (yang akan saya bahas)
  2. GNOME
  3. XFCE
  4. LXDE
  5. MATE
  6. Cinnamon
  7. Razor-Qt
  8. DDE
  9. Enlightenment
  10. Openbox
  11. Awesome
  12. Xmonad
resized_test_by_rizal12345-d69h9tt

Openbox

Sengaja saya sebut beberapa saja biar tidak bingung. Jadi, apa sebetulnya hubungan KDE dengan Linux?

Sama dengan antarmuka Windows dan Windows itu sendiri. Yakni KDE menjadi penerjemah antara Anda dengan sistem. Ya, sehingga Anda jadi bisa klik, bisa drag, bisa klik kanan, bisa gerakkan mouse, dan seterusnya untuk mengerjakan kerjaan sehari-hari. Point and click sekaligus click and run. Anda akan melakukan segalanya dalam GUI (graphical user interface) dan tidak lagi menggunakan CLI (command line interface) sehingga Anda akan sangat dimudahkan dalam menggunakan komputer. Itulah tujuan diciptakannya KDE dan tujuan saya pula mempromosikannya kepada Anda. Dan sebagai antarmuka yang memudahkan itulah hubungan KDE dengan Linux. Saya harap bisa dimengerti.

Ke Mana Arah Tulisan Ini?

Memudahkan migrasi dan belajar Linux Anda dengan KDE. Nanti saya harap dengan tulisan ini, Anda tidak akan bingung lagi dengan antarmuka KDE yang sekilas rumit dan Anda mendapatkan bekal yang cukup untuk menggunakan antarmuka lainnya semacam GNOME. Juga, yang paling saya harapkan adalah Anda punya bekal supaya sesedikit mungkin meminta bantuan orang lain di Linux. Saya ingin Anda bisa Linux. Itu saja. Dan saya ingin tulisan ini banyak gambarnya sejak awal supaya tidak terlalu teknis dan menjadi tulisan yang santai ditulis serta santai dibaca.

kde-icons

Ikon-ikon khas KDE yang selalu kinclong

Saya akan memberikan pengarahan insya Allah mulai edisi-edisi berikutnya seputar:

  1. Istilah-istilah/penamaan-penamaan di KDE dan di Linux secara umum.
  2. Menginstal KDE ke dalam sistem yang belum punya KDE.
  3. Mengatur ini dan itu di KDE.
  4. Memperkenalkan penggunaan komponen-komponen KDE.
  5. Memberi contoh nyata penggunaan KDE untuk kerjaan sehari-hari.
  6. Mengembangkan KDE.

Sekian dulu. Semoga ini bermanfaat.

Bersambung…