Arsip Tag: blankon

Tutorial Membuat Multiboot Blankon dalam USB Flash Disk


Bismillahirrahmanirrahim.

Semua aplikasi multiboot saya, baik MultibootUSB, YUMI for Linux, maupun Multisystem, tidak mendukung Blankon. Saya sudah mencoba semua software itu bahkan saya pun pinjam laptop teman untuk mencoba bakar Blankon dengan YUMI di Windows. Semua usaha saya gagal. Awalnya saya kira ini mudah. Ternyata saya salah. Lalu bagaimana saya berhasil membuat multiboot Blankon? Berikut ini catatan teknis saya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Spesifikasi Sistem

Saya melakukan pembuatan multiboot flash disk di

  • Ubuntu 12.04 32 bit
  • Celeron 1.8 GHz RAM 2 GB
  • TOSHIBA 4 GB Flash Drive

Tujuan dan Bukan Tujuan Penulisan


  1. Artikel ini untuk Anda yang ingin membuat multiboot flash disk berisi Blankon.
  2. Artikel ini bukan untuk Anda yang ingin membuat multiboot DVD.

Baca lebih lanjut

Kesan-kesan Awal Saya Ketika Menjajal Blankon 7 Pattimura


Saya ingin bikin posting sederhana saja. Baik, ini adalah kumpulan kesan saya ketika mencoba Blankon 7 (tentu setelah diinstal :) ) di mesin saya. Oya, Blankon saya instal setelah Ubuntu 10.10.

1. Buat saya, yang pertama adalah penampilan. Compiz berjalan dengan sangat mulus. Ini ditandai dengan berjalan baiknya Ctrl+Alt+(Kiri/Bawah/Kanan/Atas) untuk memindah-mindahkan destop virtual. Animasi halus, disertai tampilan switcher yang transparan. Ini menunjukkan Compiz bekerja dengan baik, yang berarti driver untuk VGA sudah beres. Padahal Ubuntu 10.10 yang saya instal sebelumnya tidak bisa menjalankan Compiz (efek destop). Diagnosis: Ubuntu belum menyertakan driver VGA seperti yang disertakan oleh Blankon. Kesimpulan: Blankon sudah lengkap dan nyaman buat saya.
2. Perangkat Jaringan Nirkabel (wifi adapter) terdeteksi dengan baik. Ini mengakibatkan mesin dapat langsung digunakan saat ada sinyal wifi. Dan memang tepat, wifi dapat saya gunakan sebagaimana saya menikmati wifi dengan mesin teman saya Andriyan. Mudah sekali melakukan koneksi, tinggal lihat hotspot yang tersedia lalu pilih. Dan internetan pun lancar.
3. Aplikasi desain grafis sudah termaktub, eh, tersedia. Sehingga saya bisa langsung melakukan desain amatiran seperti biasanya. Saya langsung ganti latar belakang destop dengan latar saya sendiri. Khas, No Windows No Cry. Entah nanti saya ganti apa lagi. Kesimpulan: Blankon sudah sangat praktis untuk mengerjakan desain-desain menurut saya. Sudah ada aplikasi grafis vektor dan bitmapnya.
4. Multimedia beres. Semua video yang saya miliki bisa diputar tanpa masalah atau hang. Padahal Linux Mint yang saya instal setelah Blankon mengalami hang ketika memutar video apa saja. Hang sehingga mesin harus dijalankan ulang (restart).
5. Jam Blankon saya rasa sangat pas ada di pojok kanan bawah dengan keberadaannya yang santai (tidak mengganggu kerjaan saya). Saya merasa senang kalau bisa lihat jam yang jelas/gede seperti itu.
6. Blankon Menu saya rasa kurang tepat, atau kurang efisien. Coba kalau bentuknya tidak vertikal tetapi berkategori seperti KDE Menu atau menunya Linux Mint. Pasti akan lebih mudah bagi saya untuk bernavigasi antarentri menu. Iya juga, isi menu tidak dapat saya ubah seperti halnya pada menu di GNOME Menu biasanya. Isi menu seakan fixed dan urutan tidak bisa ditambah/dikurangi/digeser. Tapi saya senang dengan ikonnya (konsep penempatannya) yang mengambang di atas segala GUI di bagian atas layar begitu, ditambah punya transparansi pula. Kesimpulan: cukup berguna.
7. Blankon Panel kurang bisa dikustomisasi. Ikon/pintasan aplikasi tertentu tidak dapat saya tempatkan secara manual di situ. Blankon Panel seharusnya bisa autohiding, tetapi sering ia harus dilayangi kursor dulu baru bisa hilang. Ini mengganggu menurut saya. Ia pun menampilkan aplikasi yang jalan di destop lain tetapi ketika saya klik aplikasi itu, destop tidak pindah atau aplikasi yang saya tuju tidak muncul. Mestinya, kalau aplikasi dikecilkan di taskbar, kalau task-nya diklik, destop akan langsung pindah ke destop tempat aplikasi itu tadi ATAU aplikasi yang muncul di destop yang saya klik task-nya. Blankon Panel tidak begitu dan ini agak menyulitkan menurut saya. Tapi dengan konfigurasi yang fixed seperti itu, menurut saya Blankon Panel cocok buat pemula.

Begitulah kesan-kesan saya. Saya menikmati bekerja dengan mesin Blankon. Sangat nyaman.