Penjelasan Ringkas Lisensi-Lisensi Perangkat Lunak


Bismillahirrahmanirrahim.

Pernahkan Anda membaca tulisan yang menjelaskan perbedaan lisensi-lisensi perangkat lunak? Contoh tabelnya bisa dilihat di bawah. Jika pernah membaca, Anda sangat beruntung. Karena pada dasarnya orang Indonesia tidak pernah memperoleh pendidikan seperti yang Anda dapatkan. Pendidikan bahwasanya perangkat lunak memiliki lisensi yang berbeda-beda. Pendidikan yang ujungnya pemahaman bahwa hak pembuat perangkat lunak wajib dihormati. Kenapa? Karena pembahasan masalah ini sangat pelik sehingga jarang orang dapat memahaminya dengan jelas. Oleh karena itu, tulisan ini berusaha menjelaskan mengenai norma lisensi perangkat lunak dalam hal menyikapi mereka dengan seharusnya. Tulisan ini dibuat to the point untuk mengurangi pembajakan perangkat lunak di Indonesia. Tulisan ini berfokus pada commercial proprietary saja dengan mengontraskannya pada free software. Tulisan ini tidak didedikasikan untuk orang yang tidak mau sadar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

1. Tabel Perbandingan Lisensi Perangkat Lunak


Jenis Nama Lain Keterangan Contoh
Freeware Proprietary Freeware Ini adalah perangkat lunak gratis. Harganya gratis, bisa disalin gratis, tetapi tidak menyertakan source code dan tidak boleh diubah. Menjual sebuah freeware adalah terlarang. Memodifikasi freeware juga terlarang. Fitur (umumnya) kurang lengkap (karena biasa dipakai pemancing membeli versi komersialnya). Masa pemakaian selamanya. Google Earth, CCleaner, Avira Antivir PE
Free Software Open Source Ini adalah perangkat lunak bebas (kebebasan). Anda memperoleh sebuah free software selalu sekaligus dalam dua bentuk yakni program jadi (binary) dan source code. Ketersediaan source code membedakan free software dengan freeware. Menjual sebuah free software adalah boleh. Memodifikasi boleh, mendistribusikan ulang boleh, mendistribusikan modifikasi boleh. Modifikasi dari sebuah free software harus tetap free software. LibreOffice, Mozilla Firefox, VLC, Blender
Commercial Proprietary Commercial Ini adalah perangkat lunak proprietari (berhak milik) yang komersial (harus bayar untuk menggunakan). Berbayar, tidak menyertakan source code, tidak boleh diubah. Meminjamkan sebuah perangkat lunak proprietary commercial terlarang, menggandakan program terlarang, menginstal pada lebih dari satu mesin terlarang, menjual ulang terlarang, menggunakan crack terlarang, menggunakan serial number ilegal terlarang, memodifikasi juga terlarang. Windows, Microsoft Office, Photoshop, CorelDRAW, 3D Studio Max, AutoCAD, Sony Vegas Studio, IDM
Public Domain Ini adalah perangkat lunak yang dilepas total oleh pembuatnya. Menyertakan source code, modifikasi apa pun diizinkan, menjual kembali diizinkan, mengubah nama penulis asal diizinkan. Penulis program tidak bisa berbuat apa-apa setelah program sampai di pengguna.  SQLite (sumber)
Shareware Trial, Demo Ini adalah perangkat lunak proprietari (berhak milik) yang gratis. Harganya gratis, tidak menyertakan source code, tidak boleh diubah. Fitur lengkap, masa aktif dibatasi (15 atau 30 hari biasanya). Pembatasan masa aktif diberikan sebagai pancingan membeli versi full-nya. Meminjamkan shareware diizinkan, mendistribusikan ulang diizinkan, menjual ulang terlarang, menggunakan crack terlarang, menggunakan serial number ilegal terlarang, memodifikasi juga terlarang.  IDM

2. Apa Itu Source Code


Supaya semua orang mengerti apa yang disebut dengan perangkat lunak sebenarnya, saya memberikan contoh beberapa source code perangkat lunak free software dibandingkan dengan perangkat lunak proprietary. Supaya diketahui bahwa free software memberikan kebebasan yang diwujudkan dengan selalu adanya source code. Dengan tabel ini, bisa dipahami bahwa secara umum di dunia ini ada dua jenis lisensi perangkat lunak yakni proprietary dan free software. Saya memberikan pranala-pranalanya supaya Anda bisa memperoleh program yang dimaksud. Walaupun source code itu hanya berguna bagi programer, tetapi Anda perlu memahami keberadaannya.

Proprietary Free Software
Nama Binary Source Code Nama Binary Source Code
Ccleaner  5.06 GIMP  2.8.14  2.8.14
IDM  6.23 Inkscape  0.48.5 0.48.5
Google Earth  7.1 Blender  2.74 2.74
Windows  (harus beli) Ubuntu 12.04 12.04

Tabel di atas sebelah kiri menunjukan perangkat lunak proprietary (freeware, shareware, dan commercial) dan sebelah kanan menunjukkan free software. Seperti bisa dilihat pada tabel di atas, free software selalu memberikan source code. Sedangkan proprietary freeware, shareware, dan proprietary commercial memberikan binary saja tanpa pernah memberikan source code.

Source code jika dijelaskan secara mudah adalah berkas-berkas teks yang berisi kode-kode resep asli sebuah perangkat lunak. Dengan menulis sebuah source code sebuah perangkat lunak diciptakan. Maka setiap perangkat lunak entah itu Photoshop atau GIMP, semuanya memiliki source code. Hanya saja, distribusi keduanya berbeda oleh karena lisensi yang berbeda pula. Satu dirahasiakan atau diberi hak paten, satunya disebarluaskan bebas. Anda bisa mengambil source code seperti ditera pada tabel free software bagian kanan di atas.

3. Tabel Harga Commercial Proprietary


Nama Harga
Adobe Photoshop CS6 7 juta (sumber)
CorelDRAW X5 Graphic Suite 5 juta (sumber)
Microsoft Office Suite 2007 6 juta (sumber)
Autodesk AutoCAD Design Suite Standard 2015 45 juta rupiah (sumber, Juni 2015)
Autodesk 3D Studio Max 48 juta rupiah (sumber, Juni 2015)

Saya sengaja memberikan versi-versi lawas supaya tercetak paham “lawas saja sudah sekian bagaimana barunya?”. Saya nyatakan saya tetap mendukung setiap penggunaan program-program ini secara legal dan saya tidak memboikot masyarakat darinya. Saya hanya memahamkan bahwa mayoritas program ini yang beredar di Indonesia adalah bajakan. Saya juga mengajak berpikir mereka yang masih menyebarluaskan versi bajakan program-program berikut. Betapa mahalnya total uang yang sudah Anda ambil secara tidak sah dari mereka penjual software yang asli. Uang-uang itu bukan hak Anda. Semoga Anda sadar.

3. Penyalahgunaan yang Biasa Beredar di Indonesia


Saya perlu menuliskan beberapa contoh penyalahgunaan supaya langsung dimengerti setiap pembaca. Tulisan ini memang ditujukan untuk memahamkan pembaca mengenai penyalahgunaan tersebut.

Crack – Program kecil yang memanipulasi suatu perangkat lunak commercial proprietary agar bisa diinstal dan dijalankan tanpa membayar lisensi atau tanpa memasukkan serial number legal. Biasa pula disebut secara keliru sebagai patch. Contoh aplikasi yang sering dibajak dengan cara crack adalah Photoshop, Microsoft Office, dan CorelDRAW. Ini ilegal.

Serial Number Ilegal – Suatu kode serial number yang dibuat oleh suatu pihak pembajak atau yang diperoleh dengan suatu cara yang bisa digunakan untuk membuka full version dari suatu shareware. Disebut ilegal karena diperoleh tidak dengan cara membeli lisensi atau tidak didistribusikan dengan cara yang diizinkan pemegang lisensi. Program yang sering dibajak dengan cara serial number ilegal di antaranya IDM. Ini ilegal.

Loader – Suatu program yang membohongi sistem operasi supaya pengguna tidak perlu membayar lisensinya untuk aktivasi. Loader biasa disebut secara salah dengan aktivator. Contoh perangkat lunak yang sering dibajak dengan cara loader adalah Windows. Ini ilegal.

Penipuan Bundling– Tindakan penjualan komputer yang sudah diinstali perangkat lunak bajakan di dalamnya dengan harga murah. Biasanya, penjual PC rakitan di Indonesia menjual PC dengan isi OS: Windows bajakan, aplikasi: Microsoft Office bajakan, Adobe Photoshop Suite bajakan, CorelDRAW Suite bajakan, AutoCAD bajakan, dan lain-lain. Ini kenyataan. Boleh periksa riwayat pembelian komputer Anda sendiri. Jika Anda membeli itu semua di bawah ~40 juta rupiah (karena harga AutoCAD sendiri sudah ~40 juta), maka kemungkinan besar Anda telah ditipu. Lihat harga commercial proprietary di atas. Masalah ini serius karena terdapat unsur menipu pembeli dan membentuk budaya tidak mau tahu pada akhirnya yang menjerumuskan orang memanfaatkan barang yang bukan haknya.

Jasa Instal Ulang Ilegal – Tindakan menjual jasa instal ulang Windows atau perangkat lunak lain tentu dengan bajakan. Jika Anda hanya membayar 50 ribu untuk Windows maka Anda ditipu. Windows 7 reguler paling murah saja berharga sekitar 500 ribu++ (sumber). Apalagi jika Anda dapat plus Photoshop dan CorelDRAW. Total sekitar 13 juta rupiah jika benar lisensinya. Ini juga ilegal.

Rental Perangkat Lunak – Tindakan menyewakan perangkat lunak commercial proprietary yang seharusnya tidak boleh dipersewakan. Biasanya di Indonesia, yang disewakan adalah CD game dan CD Visual Basic atau semacamnya. Ini sama ilegalnya.

4. Yang Tidak Boleh Dilakukan dengan Commercial Proprietary


Jika Anda belum pernah menerima penjelasan seperti ini sebelumnya, Anda sangat beruntung. Karena seperti yang disebut di awal, terlalu sedikit orang yang menjelaskan dan menerima penjelasan mengenai legalitas perangkat lunak di Indonesia. Yang paling pokok dipahami adalah perangkat lunak macam Windows, Photoshop, CorelDRAW, AutoCAD, atau IDM dan semacamnya itu tidak boleh dilanggar lisensinya. Pelanggaran lisensi termasuk pemakaian crack dan serial number ilegal (tidak membayar, memperoleh fitur full). Pelanggaran lisensi Windows di antaranya termasuk pemakaian loader ilegal supaya tidak perlu mengaktivasi (berbayar) Windows padahal seharusnya aktivasi dilakukan dengan membayar. Itu pelajaran paling mendasar dalam hal lisensi.

Perjanjian – Anda bisa jual beli jika terdapat saling rela di dalamnya. Jika salah satu pihak menyalahinya, maka pihak lain bisa menuntut. Di dalam dunia perangkat lunak, perjanjian saling rela tersebut disebut lisensi. Jika Anda menginstal Photoshop, Anda melihat teks EULA dan Anda diminta menyetujuinya atau membatalkannya. EULA adalah lisensi. Itu adalah perjanjian antara Anda dan pembuat Photoshop. Tentu saja, perjanjian ini telah dilindungi oleh pemerintah melalui peraturan-peraturan mengenai HAKI.

Nasi Soto – Anda bisa makan nasi soto jika Anda membelinya. Sama dengan commercial proprietary. Anda bisa menggunakan Photoshop jika sudah membelinya. Photoshop itu sama seperti Nasi Soto, barang jualan. Photoshop juga mendapat hak yang sama (hak dijual, hak dibeli) dengannya. Penggunaan serial number yang ditemukan di internet, atau crack, atau suatu crack khusus yang disebut patch, semua itu ilegal karena menyalahi perjanjian jual belinya. Seperti orang makan nasi soto tidak mau bayar (tambah lagi, terang-terangan mengajak semua orang lakukan hal yang sama). Ini tidak boleh. Sayang kita kekurangan orang yang mengajarkan hal demikian.

Konsekuensi – Ada perjanjian, ada konsekuensi. Perangkat lunak commercial proprietary melarang Anda menginstal satu lisensi Windows di lebih dari satu komputer. Satu CD Windows reguler boleh diinstal di satu komputer saja. Meminjamkan CD Windows reguler untuk dipasang di komputer teman adalah tindakan ingkar janji. Menggunakan satu CD Windows reguler untuk dipasang di 10 komputer sekolah juga tindakan ingkar janji. Mendistribusikan ulang salinan-salinan CD Windows kepada orang lain juga tindakan ingkar janji. Semua itu untuk ringkasnya dalam satu kata saja disebut sebagai pembajakan. Pembajakan itu istilah untuk menyebut mengambil sesuatu yang tanpa hak. Anda telah sepakati perjanjiannya maka Anda harus mematuhi konsekuensinya.

5. Masalah Penipuan Bundling dan Jasa Instal Ulang Ilegal


Masalah penipuan bundling sangat pelik. Mau dikata tidak ada tidak mungkin, karena justru sulit (mungkin mustahil) menemukan penjual rakitan yang tidak membundel jualannya dengan perangkat lunak bajakan. Karena itu, penjual yang jujur sangat saya dukung dan saya promosikan dalam tulisan ini. Masalah penipuan bundling sudah lama dan dialah penyebab maraknya pembajakan di kalangan pengguna akhir karena dia yang mendidiknya. Penipuan bundling saya anggap serius karena berujung pada penggunaan barang yang bukan haknya di masyarakat yang mereka itu tidak tahu apa-apa. Jika masyarakat menggunakannya untuk berdagang, apakah barokah? Penjualan komputer dengan isi perangkat lunak bajakan itu namanya penipuan.

Jasa instal ulang ilegal juga sangat pelik. Secara teknis memang mudah membajak Windows oleh karena itu banyak orang menawarkan jasa instal Windows. Seringkali dengan tambahan aplikasi yang juga bajakan. Ini ilegal. Ini penipuan bagi masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Ini bahkan bisa digolongkan tindakan kerja sama ilegal jika si pembeli juga sama-sama mengerti hal tersebut bajakan. Jika digunakan untuk berdagang, dari mana barokahnya? Ini penipuan. Saya mengingatkan kepada para penyedia jasa macam ini.

Tambahan, jasa persewaan CD perangkat lunak juga masalah yang sangat pelik. Ini masalah yang turut membantu rusaknya ekosistem perangkat lunak di sini. Orang menjadi bermudah-mudahan membajak program berharga sangat mahal oleh karena jasa macam ini. Orang menjadi tertipu pada akhirnya, menyangka kalau Autodesk AutoCAD dan semacamnya itu gratis dan boleh disebarluaskan seenaknya. Ini salah.

6. Peringatan Terhadap Situs Pembajakan Perangkat Lunak


Jika Anda masih awam dalam hal ini (dan itu sangat dimaklumi), belum bisa membedakan, saya beri tahu contoh-contoh situs yang melakukan tindakan pembajakan perangkat lunak atau mendistribusikan pembajakan perangkat lunak dan terang-terangan tanpa malu mengajak orang untuk turut membajak. Situs semacam ini tidak mendidik dan menjadi sumber ketidakadilan dalam ekosistem perangkat lunak Indonesia. Orang-orang jujur menjadi terpojok dan tidak bisa berdagang perangkat lunak (terdzalimi) karenanya. Berhati-hatilah darinya.

  • bagas31.com
  • samehadaku.net
  • master-cyber.com
  • kenyangdownload.com
  • remo-xp.com
  • softwarefullversion.com
  • gudangnyasoftware.com
  • rizkysoftware.com
  • gigapurbalingga.com

7. Rekomendasi Situs Perangkat Lunak yang Mendidik


Kontras dengan peringatan, saya berikan contoh-contoh situs perangkat lunak yang konsisten mendidik masyarakat Indonesia untuk tidak membajak dan menggunakan perangkat lunak legal atau alternatif. Situs-situs ini aman dari perangkat lunak bajakan.

  1. ebsoft.web.id
  2. sourceforge.net
  3. softpedia.com
  4. filehippo.com
  5. majorgeeks.com
  6. snapfiles.com

8. Contoh-Contoh Free Software di Indonesia


Setelah mengetahui permasalahan ini, tahu betapa pelik masalahnya, sebagian orang biasanya akan mulai resah dan mencari alternatif. Saya tidak mengurusi yang tidak resah, tetapi saya memberikan solusi untuk sebagian orang yang resah tersebut. Berikut sejumlah perangkat lunak powerful yang bisa digunakan secara aman (gratis, legal, tidak membajak) untuk menggantikan program yang ilegal.

  • Photoshop – bisa digantikan dengan GIMP. Alternatif selainnya adalah Paint, Krita, MyPaint. Semua tersebut free software. Di Windows, kita bisa menggunakan juga freeware Paint.Net atau Photoscape.
  • Coreldraw – bisa digantikan dengan Inkscape. Kita juga memiliki alternatif free software sK1 dan freeware XaraLX.
  • 3D Studio Max – bisa digantikan dengan Blender. Di Windows, kita juga memiliki alternatif freeware trueSpace3D dan Google SketchUp. Kita juga masih memiliki free software K3D dan WINGS3D.
  • Windows – bisa digantikan dengan Linux. Pilihan varian paling mudahnya Ubuntu.

Tambahan daftar lebih panjang mengenai perangkat lunak alternatif ini bisa Anda dapatkan di tulisan Pak Romi Satrio Wahono atau wiki LQ atau lengkapnya di AlternativeTo.

9. Yang Bisa Dilakukan dengan Free Software

Kontras dengan hal-hal yang tidak boleh, kini saya paparkan hal-hal yang boleh Anda lakukan namun dengan free software.

Menjual Free Software – FSF sendiri menyatakan dengan tegas bahwa Anda boleh menjual (memberikan charge harga) suatu free software. FSF menyatakan bahwa anggapan free software tidak boleh dijual adalah salah. Bacalah referensi ini.

Memodifikasi Free Software – Ini berhubungan dengan programming. Inilah inti free software, kebebasan untuk memodifikasi suatu source code (kembali ke pemrograman). Termasuk menjaga lisensi suatu free software tetap free software untuk bisa tetap dimodifikasi di masa depan. Anda boleh memodifikasi suatu free software (forking, patching, packaging, deploying, redistributing). Anda tidak dapatkan itu di proprietary.

Menggunakan Free Software – Ini jelas. Ini juga membedakannya dengan lisensi jenis lain yang bisa saja di dalamnya ada pembatasan misalnya tidak boleh digunakan untuk tujuan ini dan itu. Misalnya tidak boleh dipakai untuk keperluan komersial (dagang, bisnis, menghasilkan uang). Sedangkan free software memperbolehkan penggunaan mutlak untuk segala macam keperluan. Termasuk untuk komersial.

Menyebarluaskan Free Software – Anda bebas menyebarluaskan suatu free software. Anda tidak dituntut sama sekali ketika meminjamkan suatu free software kepada teman Anda. Sedangkan Anda menyalahi lisensi jika meminjamkan suatu proprietary commercial yang harusnya dilisensikan kepada Anda, kepada orang lain.

Penutup


Tulisan ini awalnya berjudul Betapa Beruntungnya Anda. Karena, tulisan ini diawali dari sadarnya saya betapa orang yang tahu tabel lisensi itu sangat beruntung. Karena mereka tahu sejak awal mana program yang boleh digunakan gratis, mana yang tidak boleh. Mana program yang boleh dipinjamkan, mana yang tidak boleh. Mana yang boleh disalin, mana yang tidak boleh. Mereka pasti tahu kalau Windows tidak boleh dikopi dalam DVD lalu dijual ulang seenaknya (biasanya seharga 5.000-an). Tulisan ini tidak ditutup kemungkinannya untuk direvisi kelak. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi mereka yang mencari kebenaran dalam masalah lisensi ini. Semoga ada rekan-rekan lain yang peduli dan membuat penjelasan lebih mendetail untuk tulisan ini.

Referensi