Panduan Praktis Troubleshooting di Linux untuk Pemula


Bismillahirrahmanirrahim.

distributor-logo-ubuntuPanduan ini ditulis semata-mata untuk membimbing setiap pemula dalam hal menyelesaikan masalah di Linux. Panduan ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan bimbingan para senior di komunitas Ubuntu. Panduan ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang paling jelas kepada pemula mengenai bagaimana troubleshooting dilakukan di Linux. Panduan ini dititikberatkan pada contoh, untuk memangkas waktu berpikir pembaca dan diperluas dengan definisi-definisi untuk memudahkan pencarian lebih lanjut. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Rangkuman Cara Praktis Troubleshooting

  1. Salin tempel (copy-paste) pesan error ke Google.
  2. Identifikasi masalah.
  3. Analogi.
  4. Bertanya kepada ahlinya.

1. Copy-Paste Ke Google

Peringkat satu cara praktis troubleshooting di Linux dipegang oleh salin-tempel pesan error ke Google. Mengapa cara ini menempati peringkat satu? Karena mayoritas masalah di Linux telah memiliki dokumentasi troubleshooting masing-masing di Google. Anda tidak perlu memedulikan cara-cara lain jika Anda telah memiliki metode ini. Cepat, praktis, dan tepat sasaran. Itulah sebabnya dia menempati peringkat satu.

Contoh:

  1. Masalah: Failed to fetch http://kartolo.sby.datautama.net.id/ubuntu/pool/universe/y/yum/yum_3.2.25-1ubuntu2_all.deb Temporary failure resolving ‘kartolo.sby.datautama.net.id’ Penyelesaian: salin-tempel ke Google.
  2. Masalah: dpkg: error processing samba4 (–configure): subprocess installed post-installation script returned error exit status 126 Penyelesaian: salin-tempel ke Google.
  3. Masalah: bash: cd: /hom: No such file or directory Penyelesaian: salin-tempel ke Google.
  4. Masalah: cobacoba: command not found Penyelesaian: salin-tempel ke Google.
  5. Masalah: E: Unable to fetch some archives, maybe run apt-get update or try with –fix-missing? Penyelesaian: salin-tempel ke Google.
  6. Masalah: dpkg: error: need an action option Penyelesaian: salin-tempel ke Google.
  7. Masalah: bagaimana cara menginstal font di ubuntu? Penyelesaian: salin-tempel pertanyaan itu ke Google.
  8. Masalah: bagaimana cara menginstal wine di ubuntu? Penyelesaian: salin-tempel pertanyaan itu ke Google.
  9. Masalah: bagaimana cara menggunakan wine di ubuntu? Penyelesaian: salin-tempel pertanyaan itu ke Google.
  10. Masalah: bagaimana cara shutdown ubuntu dengan gnome shell? Penyelesaian: salin-tempel pertanyaan itu ke Google.
  11. Masalah: bagaimana cara update archlinux? Penyelesaian: salin-tempel pertanyaan itu ke Google.
  12. Masalah: bagaimana konfigurasi squid untuk memblokir mp3? Penyelesaian: salin-tempel pertanyaan itu ke Google.

Catatan I: untuk contoh nomor 1, seringkali Anda tidak akan menemukan hasil pencarian Google karena kata kunci Anda terlalu spesifik. Solusinya, buang bagian pesan error yang terlalu spesifik (yakni URL menuju paket), sisakan bagian yang global.

Catatan II: googlingwalau terkesan gampang— juga butuh kemampuan. Anda butuh latihan yang banyak untuk bisa googling dengan baik. Bacalah panduan googling seperti ini. Perbanyak praktik supaya feeling Anda terlatih.

2. Identifikasi Masalah

Sebenarnya, langkah awal yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah adalah dengan identifikasi masalah itu sendiri. Bagaimana Anda bisa selesaikan masalah tanpa tahu apa sebenarnya yang terjadi? Bagaimana Anda bisa selesaikan masalah tanpa tahu bagian mana yang salah? Identifikasi masalah dilakukan dengan mencocokkan kondisi-kondisi masalah yang terjadi dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Identifikasi masalah itu bergantung kepada ilmu pengguna sendiri –walau ia adalah inti dari troubleshooting– sehingga peringkatnya berada di bawah googling. Teknik identifikasi masalah yang baik (tepat) bisa Anda peroleh dengan banyak membaca tutorial dan artikel soal Linux. Kemampuan identifikasi masalah akan senantiasa bertambah atau berkurang tergantung kemauan belajar dari sang pengguna sendiri.

Contoh:

  1. Masalah: Linux dualboot Windows tiba-tiba gagal booting. Identifikasi: bagian mananya yang error? GRUB, Windows Bootloader, partisi rusak, atau masalah lain?
  2. Masalah: kecepatan unduh internet ketika menggunakan Linux kalah jauh dengan kecepatan ketika menggunakan Windows. Identifikasi: sudah adilkah parameter perbandingan yang dipakai? Berapa jumlah koneksi simultan yang dipakai di Windows dan di Linux? Server mana yang jadi tujuan unduhan? ISP apa yang digunakan? Kapan waktu terjadinya unduhan? Sudah samakah download manager yang dipakai?
  3. Masalah: aplikasi XYZ tidak bisa dibuka. Identifikasi: apa yang akhir-akhir ini Anda kerjakan sebelum XYZ tidak bisa dibuka? Sudahkah Anda mencari pesan error-nya dengan cara menjalankan XYZ via Terminal?
  4. Masalah: Linux HIJ tidak bisa diinstal. Identifikasi: bagaimana kronologi tidak bisa diinstalnya HIJ? Laptop merek/seri apa yang dipakai? Sudahkah Anda mencari tutorial instalasi HIJ sebanyak mungkin? Sudahkah Anda memahami tutorial yang Anda cari? Sudahkah Anda membuat partisi baru dengan benar? Pesan error apakah yang muncul ketika instalasi?
  5. Masalah: aplikasi QRS tidak bisa diinstal. Identifikasi: bagaimana cara Anda menginstalnya? Bagaimana kronologi instalasi Anda? Apa repo yang Anda pakai? Apakah versi distro Anda masih dalam masa dukungan atau tidak? Tutorial instalasi mana yang Anda gunakan?
  6. Masalah: Linux ABC saya crash. Identifikasi: apa yang akhir-akhir ini Anda lakukan sebelum terjadi crash? Apakah crash ini terjadi sejak awal atau baru-baru ini saja? Apa desktop environment Anda? Apakah Anda sudah mengonfigurasi driver NVIDIA/ATI (jika ada)? Apakah hard disk Anda masih dalam keadaan baik? Apakah Anda sudah membuat partisi swap secukupnya?
  7. Masalah: Linux DEF saya bekerja lambat. Identifikasi: bagaimanakah spesifikasi mesin Anda? Apa distro Anda? Apakah Anda sudah membuat partisi swap? Apakah desktop environment yang Anda gunakan? Aplikasi apa saja yang Anda jalankan ketika melambat? Sudahkah Anda memeriksa proses-proses dan daemon-daemon yang berjalan di latar belakang?
  8. Masalah: Linux GHI saya boros baterai. Identifikasi: apa distro Anda? Sudahkah Anda mengonfigurasi driver NVIDIA/ATI dengan benar (jika ada)? Sudahkah Anda mematikan salah satu driver jika VGA Anda bertipe Hybrid? Berapa sel baterai Anda? Berapa jam lama pemakaian normal baterai di Windows? Berapa jam di Linux? Sudahkah Anda mengonfigurasi power management di Linux?
  9. Masalah: printer errorIdentifikasi: apa merek printer Anda? Seri berapa? Sudahkah Anda instal driver-nya? Sudah benarkah konfigurasinya? Apa distro Anda?

Catatan I: semua contoh di atas adalah gambaran global. Praktik nyatanya bisa lebih sederhana atau sebaliknya.

3. Analogi

Analogi (kias/qiyas) bisa diartikan menganggap sama dua masalah yang berbeda tetapi memiliki pola yang mirip. Dengan cara ini, Anda dapat menyelesaikan masalah baru dari hasil penyelesaian masalah-masalah lama yang mirip. Bahkan, seseorang seringkali dapat menyelesaikan masalah yang sama sekali berbeda bidang hanya dengan analogi.

Contoh:

  1. Masalah: Ubuntu versi terbaru tidak bisa memutar MP3. Analogi: Ubuntu versi lama bisa memutar MP3 dengan terlebih dulu dipasangi paket tertentu -> Ubuntu versi baru berarti juga begitu.
  2. Masalah: Fedora juga. Analogi: berarti Fedora sama seperti Ubuntu -> cari cara instalasi paket tersebut untuk Fedora.
  3. Masalahdownload manager di Linux tidak secepat IDM di Windows. Analogi: di IDM di Windows, rahasia kecepatannya terletak pada pengaturan multiple connections number dengan nilai 16 -> berarti download manager di Linux harus diatur untuk memiliki nilai multiple connections number yang sama atau lebih besar. Bisa juga dengan sengaja mencari download manager yang mendukung multiple connections number.
  4. Masalah: Anda tidak tahu bagaimana menggunakan zypper di openSUSE. Analogi: di Ubuntu, komunitas banyak menulis soal apt-get cheatsheet (selembar PDF berisi kumpulan contoh perintah apt-get siap pakai) -> berarti seharusnya komunitas openSUSE juga punya -> cari dengan Google.
  5. Masalah: Anda juga tidak tahu cara menggunakan yum di Fedora, pacman di Archlinux, emerge di Gentoo, dan slackpkg di Slackware. Analogi: samakan kasus dengan nomor 4.
  6. Masalah: Anda tidak tahu bagaimana cara menggunakan Inkscape. Analogi: di Windows, banyak komunitas CorelDRAW yang mengajarkan desain vektor di Youtube -> berarti seharusnya di Linux komunitas Inkscape juga sama -> cari video pelajaran Inkscape di Youtube.
  7. Masalah: Anda juga tidak tahu bagaimana cara menggunakan GIMP, Krita, MyPaint, Pinta, dan Darktable. Analogi: samakan kasus dengan nomor 6.
  8. Masalah: mengerjakan LFS itu sangat sulit. Analogi: setiap kejayaan membutuhkan pengorbanan -> sama dengan pengerjaan LFS -> lakukan tanpa keluh kesah.

Catatan I: analogi itu tidak harus dengan dua hal yang sama bidangnya. Saya sering melakukan analogi dengan prakiraan pikiran developer. Misalnya, jika saya kesulitan menggunakan suatu aplikasi, saya cukup berpikir “seandainya saya adalah developernya, kira-kira tombol/item ini saya tujukan untuk…”. Dengan analogi kasar macam ini, saya mudah beradaptasi dengan software apa saja.

Catatan II: analogi prakiraan pikiran developer juga bisa dilakukan dengan berpikir “seandainya saya developernya, yang saya lakukan adalah…” ketika menemukan suatu error. Hal ini sangat membantu bagi saya untuk menyelesaikan masalah demi masalah.

Catatan III: Anda akan sering menemukan senior-senior mampu menjawab pertanyaan khusus distro tertentu dalam keadaan mereka sama sekali tidak menggunakan distro tersebut. Itu karena para senior telah menguasai analogi. Mereka telah memperoleh fondasi-fondasi dasar distronya sendiri, sehingga mampu menganalogikannya dengan sistem baru (karena semua distro memiliki garis besar yang sama). Jika Anda juga menguasainya, maka masalah untuk distro Anda sendiri tentunya lebih mudah diselesaikan. Inilah salah satu kekuatan analogi untuk troubleshooting.

4. Bertanya kepada Ahlinya

Jalan terakhir jika seluruh cara di atas gagal adalah bertanya kepada ahlinya. Cara ini patut menjadi pilihan terakhir setelah Anda berusaha semaksimal mungkin. Cara ini adalah yang paling manusiawi dari seluruh cara yang disebutkan. Orang yang paling mengetahui perihal suatu software adalah si developer software itu sendiri.

Contoh:

  1. Masalah: Ubuntu versi terbaru tidak memiliki antarmuka tampilan GNOME. Solusi: tanya kepada para senior di #ubuntu-indonesia.
  2. Masalah: Slackware tidak mengenali MicroSD merek XYZ Solusi: tanya kepada para senior di milis slackware-id.
  3. Masalah: Fedora tidak memiliki paket Kingsoft Office. Solusi: tanya kepada para senior di forum Fedora Indonesia atau Internasional.
  4. Masalah: apt-get tidak memiliki fitur XYZ Solusi: tanya kepada developer apt-get.
  5. Masalah: zypper mengalami bug XYZ Solusi: tanya kepada developer zypper.
  6. Masalah: yum mengalami error XYZ Solusi: tanya kepada developer yum.
  7. Masalah: slackpkg mengalami error ABC Solusi: tanya kepada developer slackpkg.
  8. Masalah: Ubuntu Tweak tidak bisa melakukan HIJKLMN Solusi: tanya kepada developer Ubuntu Tweak.
  9. Masalah: Blankon mengalami error OPQ Solusi: tanya kepada developer Blankon.
  10. Masalah: Libreoffice mengalami kegagalan RST Solusi: tanya kepada developer Libreoffice.
  11. Masalah: modem merek UVW seri 1234 tidak dikenali oleh Ubuntu Solusi: tanya kepada developer kernel Linux atau developer usb_modeswitch.
  12. Masalah: XDMAN tidak bisa ini dan itu Solusi: tanya developer XDMAN.

Catatan I: Anda tidak harus bertanya langsung kepada developer. Seringkali pengguna berpengalaman bisa ditanyai. Mereka banyak perkumpul di kanal-kanal IRC, salah satunya adalah #ubuntu-indonesia.

Catatan II: jika Anda mau bertanya kepada developer, gunakanlah email. Belajarlah menulis email pertanyaan yang baik. Jika email Anda jelek, apalagi jika ternyata banyak kesalahan ketiknya, janganlah Anda berharap email Anda akan dibaca. Bukan hanya Anda orang yang berkirim email dengan developer. Buatlah si developer merasa email Anda pantas diprioritaskan untuk dijawab.

Catatan III: jika Anda sadar bahwa developer itu sibuk, maka dengan mudah Anda akan sadar mereka sering membuat dokumen FAQ. Dokumen ini adalah kumpulan pertanyaan yang sering diajukan. Jadi carilah dahulu FAQ mereka karena besar kemungkinan pertanyaan Anda sudah pernah mereka jawab.

Catatan IV: informasi tentang developer selalu berada pada menu Help > About di setiap software. Jika software hanya berjalan di Terminal, maka perintah man <namaprogram> selalu menyertakan informasinya. Biasakan membacanya untuk bisa bertanya.

Penutup

Tulisan ini telah dibaca oleh Akang Nugie Abinya Fahmi (suka|baik) dari #ubuntu-indonesia. Tulisan ini memiliki kekurangan dan tidak ditutup kemungkinannya untuk direvisi. Penulis mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

5 thoughts on “Panduan Praktis Troubleshooting di Linux untuk Pemula

  1. Ping balik: KNotes Ingat Aku Per 17 Maret 2015 | RESTAVA

  2. Ping balik: KNotes Ingat Aku Per 17 Maret 2015 | RESTAVA

  3. Ping balik: Mulai Belajar Linux | RESTAVA

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s