Pentingnya Sebuah Tutorial Bagi Seorang Pemula


Bismillahirrahmanirrahim. 

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Tutorial itu adalah catatan sederhana mengenai bagaimana Anda bisa menyelesaikan 1 masalah di Linux.

Isi Tulisan Ini

  1. Pembukaan
  2. Permasalahan
  3. Penjabaran Permasalahan
  4. Solusi
  5. Penjabaran Solusi
  6. Contoh Implementasi
  7. Hambatan-Hambatan
  8. Kontra Hambatan
  9. Contoh-Contoh Tutorial
  10. Penutup

1. Pembukaan

Kemarin pagi (9 Mei 2014) saya mendapatkan ide baru dari salah satu komentar di situs Fedora Indonesia1 yang berbunyi demikian: 

Lutfi Putra3/22/2014 7:05 PM

terima kasih mas, membantu sekali…
maklum baru install fedora…

Betapa pentingnya sebuah tutorial. Kalau dihitung-hitung, tutorial mengenai apa yang harus dilakukan setelah instal Fedora adalah hal yang sangat tidak penting. Mungkin Fedoran yang berpengalaman tidak akan pernah membutuhkannya. Pendek kata, sudah tahu. Namun bagi mereka yang baru hari ini instal Fedora, atau baru hari ini mengenal Linux, sebuah tutorial semacam itu berubah menjadi sangat penting. Pendek kata, tutorial itu penting bagi pemula. Setelah membaca laman itu, saya langsung merasa ingin menulis sebuah esai pendek mengenai hal ini.

2. Permasalahan

  1. Pemula itu banyak.
  2. Setiap pemula tidak mengetahui apa yang harus dilakukan dengan sistemnya.
  3. Setiap pemula memiliki keinginan sendiri-sendiri terhadap sistemnya.
  4. Setiap pemula memiliki masalah dengan sistemnya.
  5. Linux semestinya diperkenalkan kepada masyarakat untuk mengurangi pembajakan, menghemat biaya secara nasional, dan meningkatkan inovasi di bidang ilmu komputer.

3. Penjabaran Permasalahan

  1. Karena pemula itu banyak, maka banyak masalah yang sama terjadi.
  2. Karena banyak masalah yang sama terjadi, maka banyak pertanyaan yang sama terjadi.
  3. Walau banyak masalah terjadi, banyak masalah sudah terselesaikan.
  4. Sementara itu, masalah-masalah yang sudah terselesaikan tidak tercatat.
  5. Dan masalah-masalah yang sudah tercatat masih banyak yang tidak sampai kepada yang membutuhkannya. 

4. Solusi 

  1. Kita sebaiknya menulis tutorial mengenai apa yang kita telah selesaikan.
  2. Walaupun tutorial itu sangat sederhana, hanya berisi bagaimana langkah kita sendiri hingga 1 masalah itu selesai.
  3. Walau tutorial itu hanya berupa ulasan suatu software, yang isinya cuma memberitahukan fungsi utamanya.
  4. Kita bisa memberikan pranala (link) dari suatu solusi yang telah kita ketahui kepada yang membutuhkannya agar mereka dapat menyelesaikan masalah dengan cepat.
  5. Kita juga bisa menulis suatu tutorial yang komprehensif mengenai masalah dengan niat akan memberikan pranalanya kepada setiap penanya hal yang sama.
  6. Kita juga bisa sekadar memberikan kata kunci Google terhadap permasalahan yang ditanyakan walau kita tidak membuat tutorial atau tidak memiliki pranalanya.

5. Penjabaran Solusi

Makin banyak pengguna yang mendokumentasikan masalah-masalahnya, maka makin kecil jumlah masalah yang tersisa. Dengan menuliskan bagaimana Anda menyelesaikan suatu masalah, maka Anda membantu pengguna lain dengan masalah yang sama. Untuk membersihkan pemahaman, bayangkanlah Anda memiliki beras dan kebutuhan pokok yang melimpah di tengah ribuan orang yang terkena musibah. Tentu dengan sangat sukarela Anda akan membagi-bagikannya kepada orang-orang itu. Situasi kita mirip dengan perumpamaan ini.

6. Contoh Implementasi

Ada tulisan-tulisan saya yang sengaja ditulis untuk diberikan. Saya sendiri melakukan solusi nomor 5 pada beberapa tulisan saya semisal:

  1. Panduan Googling: https://malsasa.wordpress.com/2013/05/26/googling-pun-butuh-kemampuan/; saya akan berikan kepada penanya yang saya nilai belum bisa googling (menanyakan pertanyaan berulang, yang menanyakan pertanyaan remeh, yang kesulitan menyelesaikan suatu masalah sepele, atau yang sudah berulang kali mengalami masalah berbeda tetapi masih juga belum bisa memecahkan masalah sendiri).
  2. Panduan Pengaturan Repo Ubuntu: https://malsasa.wordpress.com/2013/10/15/daftar-lengkap-repositori-lokal-ubuntu-12-04-plus-cara-mengaturnya/; saya akan berikan kepada penanya yang mengalami error pada sources.list, atau yang bertanya soal repo Ubuntu.
  3. Panduan apt-get: https://malsasa.wordpress.com/2014/01/27/panduan-ringkas-apt-get/; saya akan berikan kepada penanya yang ingin solusi offline untuk instalasi aplikasi, atau penanya yang bermasalah dengan apt, atau penanya yang sengaja tanya bagaimana cara menggunakan apt.
  4. Panduan Etika dan Teknik Menjadi Pemula: https://malsasa.wordpress.com/2014/01/05/how-to-become-a-newbie/; saya akan berikan kepada penanya yang “membuat masalah” di dalam forum.
  5. Panduan Menjadi Penjawab: https://malsasa.wordpress.com/2014/02/22/indonesia-masih-dalam-masa-transisi/; saya akan berikan pada pertanyaan yang mengarah kepada flame antara senior dan junior karena masalah pertanyaan berulang.
  6. Panduan apt-web: https://malsasa.wordpress.com/2013/10/29/tutorial-menggunakan-apt-web/; saya akan berikan kepada penanya masalah instalasi Wine (atau aplikasi lain) secara offline atau yang sengaja bertanya mengenai apt-web.

Anda bisa melakukan hal yang sama untuk bidang-bidang lain yang dirasa belum ada tutorialnya dalam Bahasa Indonesia.

7. Hambatan-Hambatan

  1. Hambatan pertama dan terutama adalah persepsi. Setiap orang menyangka menulis tutorial itu harus megah semegah skripsi. Harus dikerjakan selama berhari-hari. Hanya bisa dikerjakan oleh pengguna ahli. Intinya, persepsi yang mengakar di benak semua orang adalah menulis tutorial itu sulit.
  2. Hambatan kedua adalah adanya kesadaran yang minim mengenai pentingnya tutorial untuk orang lain.
  3. Hambatan ketiga adalah minimnya keberadaan pihak yang mengajak untuk menulis tutorial.
  4. Banyak orang menyangka sudah cukup banyak tutorial di Google.

8. Kontra Hambatan

  1. Tutorial itu tidak harus megah. Catatan sederhana Anda untuk menyelesaikan 1 masalah sudah disebut tutorial. Cukup pikirkan saja nanti ada yang terbantu dengan membaca tutorial Anda.
  2. Saya sendiri adalah pengguna Ubuntu. Saya membayangkan saat ini juga menginstal CentOS. Saya membayangkan, tentu saya akan kebingungan mengenai apa yang harus saya lakukan pertama kali setelah menginstal CentOS. Saya tidak pernah menggunakan CentOS sebelumnya (inilah perasaan mereka yang baru kenal Linux atau yang baru menginstal distro). Jika saya bisa menemukan tutorial dasar CentOS setelah menginstal (sebagaimana contoh di atas) maka itu akan sangat membantu saya. Terlebih lagi, hal itu meringkas waktu saya dan bisa jadi dengan itu saya bisa menulis tutorial yang membahas CentOS dari sisi lain. Efeknya beruntun, sehingga nantinya orang lain bisa mendapatkan menfaatnya juga. Hal ini berlaku tidak hanya pada Centos, tetapi juga seluruh aspek FOSS2 yang lain.
  3. Tulis tutorial sebisa Anda lalu ajak orang lain menulis dengan lebih baik.
  4. Ada benarnya tetapi tidak selalu. Ada tutorial-tutorial tertentu yang justru lebih baik kalau ada dalam Bahasa Indonesia. Misalnya tutorial mengganti pengaturan repo untuk distro tertentu, panduan ringkas package manager distro tertentu (misalnya apt), panduan instalasi dual boot, panduan manajemen partisi, pengantar pemrograman, dan hal-hal krusial lainnya. Ini dikarenakan ada 2 klasifikasi dalam jenis tutorial itu sendiri, yakni tutorial pengantar (semacam yang saya sebut tadi) dan tutorial lanjutan setelah pengantar. Untuk masyarakat kita, prioritas tertinggi berada pada tutorial pengantar. Sementara masih sangat banyak tutorial pengantar yang belum ada dalam Bahasa Indonesia sedangkan minat masyarakat awam terhadap Linux makin bertambah.

9. Contoh-Contoh Tutorial 

Untuk memperkuat esai ini, saya telah mengumpulkan beberapa tutorial karya warga KPLI yang saya nilai bagus dan sesuai maksud esai ini. Tutorial yang saya sebutkan di sini adalah catatan pribadi mengenai bagaimana si penulisnya menyelesaikan 1 masalah di Linux.

  1. Apa Itu Quassel dan Bagaimana Menggunakannya, Bagus Aji Santoso, http://www.poss-upi.org/2014/05/chit-chat-di-irc-bersama-quassel/. Sisi positif artikel ini ada pada kesederhanaannya yang hanya sekadar pendapat pribadi mengenai Quassel. Ini terlihat pada kalimat “…namun pada artikel ini saya hanya akan menunjukan dua kelebihan Quassel yang saya ketahui.” Perhatikan bahwa tulisan yang dimulai dari pendapat dan pengalaman pribadi seperti ini bisa berkembang jadi satu tutorial utuh yang sangat megah.
  2. Panduan Instalasi Ubuntu, Nur Hasan, http://nurhasan257.wordpress.com/2014/03/29/panduan-instalasi-linux-ubuntu/. Sisi positif tulisan ini ada pada kesederhanaannya sebagai sebuah catatan pribadi. Ini terlihat dari kalimat “Menurut pendapat saya, jawabanya adalah…”. Penulisnya sengaja menambahkan banyak skrinsot bahkan memberi penekanan pada bagian-bagian Windows yang perlu diklik untuk membuat partisi. Tutorial semacam itu langka karena membutuhkan keseriusan untuk membuat skrinsot dan menggambar penekanan. Tulisan ini diantarkan dengan bahasa yang sangat santai dan pemula betul sehingga sesuai dibaca oleh khalayak. Nilai plus patut diberikan untuk skrinsot yang banyak dan berurutan. Nilai plus berikutnya patut diberikan untuk peringatan penting yang ditekankan pula oleh penulisnya “Sebelum kita menginstallnya, hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan hardisk kosong”. Walaupun suatu tulisan asalnya pendapat pribadi, tetapi ia bisa berkembang jadi bagus seperti tulisan ini.
  3. Memperkenalkan Ubuntu dan Unity, Ridwan Fajar, http://ridwanbejo.wordpress.com/2014/05/09/mengenal-ubuntu-14-04-bagian-ke-1/. Tulisan ini langka karena tidak banyak orang berpikir ke arah ini. Sisi positif tulisan ini adalah kesederhanaannya sebagai pendapat pribadi. Ini jelas termaktub dalam pernyataan penulisnya sendiri “Dari hal yang paling sederhana sekali, saya ingin menunjukkan sebuah fitur penting ketika menggunakan Ubuntu 14.04 ini, yaitu Dash Menu…”. Tulisan ini menjelaskan bagaimana cara memakai Unity Desktop di Ubuntu. Secara langsung, tulisan ini juga menjelaskan bagaimana menggunakan Ubuntu. Tulisan ini mengumpulkan dua kebaikan dalam 1 wadah, yakni menjelaskan A dan menjelaskan B sekaligus.
  4. Ulasan Kingsoft Office, Himawan Mahardianto, http://www.newbienote.com/2014/03/kingsoft-office-alternatif-aplikasi.html. Sisi positif tulisan ini ada pada sesuatu yang dibahas. Tulisan ini membahas Kingsoft Office, aplikasi office Linux yang sangat mirip Microsoft Office 2007/2011. Tampaknya sang penulis sadar betul bahwa yang diperlukan pengguna itu justru aplikasi office. Ini terlihat dari kalimat pertamanya “Ketika pengguna awam beralih dari sistem operasi Microsoft Windows ke Ubuntu, biasanya yang dicari adalah aplikasi padanan yang biasanya ia gunakan di Windows”. Kalaupun mungkin sang penulis tidak menyadarinya, tetapi dia sebetulnya memerhatikan sisi psikologis pengguna dengan kata yang saya garisbawahi. Tulisan ini pun berisi pendapat pribadi yang tersebar di dalamnya. Nilai plus patut diberikan pada skrinsot-skrinsot beruntun yang diberikan. Nilai plus berikutnya ada pada bentuk kerendahan hati pada kalimat “…anda tinggal klik Unity Bar yang ada di pojok kiri atas, kemudian ketik…”. Tidaklah banyak orang sabar mengajari orang lain sampai tingkat kedetailan demikian.
  5. Cara Instalasi GNOME Classic, Faisal Gifars, http://garismasuk.blogspot.com/2014/05/cara-install-classic-desktop-di-ubuntu.html. Sisi positif tulisan ini ada pada kesederhanaannya sebagai catatan biasa. Tulisan ini adalah yang paling singkat dan sederhana dari sekian contoh yang saya bawakan. Walaupun sederhana, tetapi tulisan ini sudah lengkap karena skrinsot terakhirnya. Banyak pengguna baru bingung cara masuk desktop kedua hanya gara-gara ketiadaan gambar penjelas seperti gambar terakhir di sini.

10. Penutup 

Haruskah menulis tutorial untuk seluruh permasalahan? Tidak. Lakukan semampu Anda saja. Bantu orang lain semampu Anda. Tidak perlu membebani diri. Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

 


 

2 Free/Open Source Software.

19 thoughts on “Pentingnya Sebuah Tutorial Bagi Seorang Pemula

  1. bagusaji946

    Artikel yang sangat bagus sekali kang Ade.

    Bangga sekali rasanya tulisan saya bisa dibahas di artikel ini :)

    Balas
  2. noveri22

    waw saya kira udah, ternyata masih banyak yg belum pake, padahal banyak yg ingin saya tanyakan soal 14.04 :sad:

    Balas
  3. zaky

    Waktu itu ada konverensi BlankOn Linux d Semarang.
    Saya tanya sama pembicaranya : “Dari tadi semua pembicara bilang mengenai aplikasi x y z blankOn, tp tdk menjelaskan kenapa saya harus menggunakan blankOn.. kenapa saat saya pulang saya harus menginstal blangOn di komputer saya dan membuang OS lama saya… kenapa blankOn lbh superior dibanding OS saya…”
    Lalu si pembicara bilang : “Itu pertanyaan yg saya tunggu2. Km sekarang pakai OS apa?”
    Sy bilang : “Fedora 15”
    Si pembicara bilang : “Hmmm… tetaplah pd OS km. Saya akan katakan jujur pada kalian semua yg hadir di sini ‘Apapun OS yg kalian gunakan sekarang, tetaplah gunakan OS kalian’. Kalian tidak harus menggunakan blankOn. Sejujurnya… jangan gunakan blankOn. Tidak ada yg spesial dr blankOn.”

    Pembicara waktu itu adl Mas Dwi Sasongko yg dulunya kerja di MeeGo Indonesia tp berhenti karena Nokia bangkrut.

    Tutorial sepanjang yg saya tau itu adl kewajiban dr penulis perangkat lunak.
    Kewajiban pengguna adl melihat dokumentasi, menggunakan, memperbaiki perangkat lunak yg rusak, mengetahui alat yg digunakan luar dalam.

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Terima kasih banyak, Kang zaky. Saya belum pernah punya pengalaman ikut seminar Linux macam itu. Terima kasih telah memberikan petunjuk nama Dwi Sasongko. Saya suka itu. Saya undang akang untuk singgah di #ubuntu-indonesia.

      Balas
  4. Ping balik: Kumpulan Tulisan Saya Tentang Menulis Artikel Linux | RESTAVA

  5. Ping balik: Pentingnya Menulis Tutorial | RESTAVA

  6. Ping balik: Pentingnya Sebuah Tutorial Bagi Seorang Pemula |

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s