Sosialisasi Linux untuk Indonesia


Bismillahirrahmanirrahim.

devhelp gimp openofficeorg3.0-writer1 scribus softwarecenter vim

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Anda bersemangat menyebarkan Linux kepada masyarakat? Ingin realisasikan Indonesia belajar Linux? Saya punya beberapa hal yang mungkin berguna. Tulisan ini dibuat dari sudut pandang saya sebagai warga Indonesia biasa dan sebagai newbie. Semoga tulisan ini bermanfaat.

ubuntu-baterai-penuh
1. Pegangan Dasar

Lebih baik serius mengurusi yang sudah ada daripada bersusah payah merengkuh yang belum ada tapi tidak punya niat.

2. Poin-Poin Penting Sosialisasi Linux Kepada Masyarakat

  1. Jika ada orang yang sudah jelas mau menggunakan Linux dari dalam hatinya dan sudah sampai menginstal, lalu ada orang yang tidak punya niat bahkan menolak nasihat Anda untuk menggunakan Linux, maka alihkan perhatian dan tenaga Anda untuk mengurus orang jenis pertama. Tinggalkan dan lupakan orang jenis kedua.
  2. Dengan poin pertama, maka kalau ada orang yang jelas-jelas berniat baik bertanya soal instalasi Linux (walaupun remeh temeh), itu lebih baik Anda jawab daripada Anda mengurusi orang-orang yang jelas-jelas menentang pemakaian aplikasi legal di seantero Indonesia.
  3. Dengan poin pertama dan kedua, kalaupun Anda capek, lebih baik capek dalam mengurusi orang yang sudah jelas niatnya daripada Anda hancur sia-sia meneriaki orang yang sudah jelas tidak mau meninggalkan pembajakan.
  4. Dengan semua poin di atas, lebih baik Anda fokus pada jumlah yang sedikit tapi niat daripada Anda seminar, ceramah, teriak-teriak, ngotot, menulis buku, dan sebagainya kepada jumah yang banyak tetapi tidak niat, tidak punya iktikad baik memakai open source software/aplikasi legal.
  5. Oleh karena itu, karena jumlah yang niat itu masih minoritas dan semuanya newbie, maka bersiap-siaplah fokus mengajar para newbie yang sudah ada dan akan selalu muncul di komunitas sambil bertanya perkara-perkara sepele.
  6. Oleh karena poin 5, maka mulailah saat ini mengusahakan solusi-solusi di Linux apa pun yang Anda mampu. Ini akan saya jelaskan di bagian berikutnya.

3. Permasalahan Sosialisasi

Ini perlu dituliskan sebagai pijakan untuk mengarahkan tenaga kita dalam sosialisasi ini. Tabel permasalahan ini saya susun berdasarkan permasalahan paling besar.

Nomor Masalah
1 Mayoritas orang di Indonesia tidak tahu kalau membajak program komputer itu tidak boleh[1].
2 Mayoritas pengguna komputer di Indonesia menggunakan sistem operasi + aplikasi bajakan, dan mayoritasnya masih tidak mau menggunakan aplikasi legal (baik membeli atau pilih Linux). Sisanya tidak tahu apa-apa masalah ini.
3 Masyarakat hanya tahu solusi-solusi ala Windows secara mutlak.

4. Pemetaan Solusi

Berikut ini tabel masalah dan solusinya dalam sosialisasi Linux di Indonesia. Semua isi tabel diusahakan berasal dari diri saya sendiri. Bukan untuk mengajak kepada diri saya, tetapi semata hanya usaha memberi contoh. Harus sumbut.

Nomor Masalah Solusi
1 Masyarakat tidak tahu cara menggunakan Linux Diadakan panduan-panduan cara menggunakan Linux baik secara global maupun khusus.
2 Masyarakat tidak mengenal Linux
  1. Diketahui dahulu bahwa masalah utamanya lebih kepada masyarakat tidak mengetahui apa saja yang bisa dilakukan dengan Linux.
  2. Diadakan aplikasi yang crossplatform, yang mengenalkan Linux tetapi bisa dijalankan di Windows. Lebih bagus lagi kalau dibuat juga versi mobileContoh: Otodidak.
  3. Diadakan solusi teknologi yang “memaksa” pengguna untuk menggunakan Linux. Contoh: Slitaz yang mampu me-recover sandi Windows yang terlupa.
  4. Disebarkan kepada pengguna Windows, tulisan-tulisan yang berisi gambar tampilan antarmuka Linux yang estetis seperti KDE, DDE, GNOME Shell, dan Tiling Window Manager. Contoh: artikel berseri Belajar Menggunakan KDE.indahnya-kde-i
  5. Diperbanyak skrinsot dalam setiap tulisan mengenai Linux. Contoh: ulasan openSUSE.
3 Aplikasi-aplikasi Linux yang tidak seperti padanannya di Windows baik dari segi kelengkapan fitur maupun kompatibilitas
  1. Diketahui dulu bahwa secara umum aplikasi padanan di Linux itu sudah cukup memenuhi kebutuhan mayoritas pengguna komputer di Indonesia.
  2. Diketahui dulu bahwa masyarakat tidak mengetahui secara umum fitur-fitur aplikasi padanan di Linux itu sudah sama (bahkan pada beberapa kesempatan melampaui lawannya di Windows).
  3. Diadakan penghargaan terhadap kreativitas dalam bidang ini.
  4. Diadakan panduan-panduan khusus yang membahas aplikasi padanan di Linux secara komprehensif sehingga tampak jelas bagi masyarakat aplikasi A sama dengan B di Windows dan seterusnya. Lalu, panduan ini diberikan kepada masyarakat luas. Contoh: artikel Kate pengganti Codevision AVR.atmega-avrdude-ubuntu14
  5. Diadakan aplikasi-aplikasi baru yang fiturnya sama atau melebihi aplikasi padanannya di Windows. ContohShutter.
  6. Diadakan solusi kreatif dalam satu bidang, misalnya solusi kreatif dalam hal dokumen yang menyimpang dari keumuman tetapi justru menarik. Contoh 1: menulis tutorial dengan LaTeXContoh 2: membagikan tutorial-tutorial yang ditulis dengan LaTeX. Contoh 3: membagikan skrinsot Texmaker/Gummi yang sedang dipakai menulis.texmaker-latex
4 Masyarakat tidak tahu fitur aplikasi di Linux demikian luar biasa
  1. Jangan diam saja, mulailah menulis tulisan mengenainya. Contohpengganti EAGLE Proteus Multisim di Linuxpengantar-avr-linux-ii3
  2. Ditulis kumpulan aplikasi yang paling bagus dalam 1 bidang tertentu, misalnya keamanan informasi.
5 Masyarakat tidak tahu aplikasi pengganti di Linux sebagaimana yang mereka pakai di Windows
  1. Jangan diam saja, mulailah menulis  tulisan mengenainya. Tulisan harus disusun sedemikian rupa supaya orang langsung paham dalam sekali lihat bahwa aplikasi A di Windows bisa diganti dengan B di Linux. Contoh 1IDM di LinuxContoh 2Matlab di LinuxContoh 3CorelDRAW di Linuxkget-ilmoe
  2. Disebarluaskan tulisan-tulisan yang membahas aplikasi pengganti baik tulisan itu sifatnya umum ataupun khusus.desain-inkscape-stiker
6 Masyarakat tidak tahu memulai dari distro apa
  1. Dituliskan 1 rekomendasi distro untuk pemula. Contoh: artikel panduan memilih distro.
  2. Disepakati 1 rekomendasi saja jika ada masyarakat bertanya. Selainnya dikesampingkan dahulu.
7 Masyarakat tidak tahu bagaimana melakukan pemrograman di Linux
  1. Diketahui dulu bahwa Linux adalah taman ria bagi setiap programer. Segala kebutuhan pemrograman akan terpenuhi di Linux.
  2. Diketahui dulu bahwa pemrograman yang dilakukan di Windows seluruhnya bisa dilakukan di Linux.
  3. Ditulis artikel pengantar pemrograman di Linux yang jelas menampakkan bahwa orang bisa memrogram di Linux. Contoh 1pengantar CContoh 2pengantar pemrograman GUIContoh 3pengantar pemrograman Qt C++.pemrograman qt
  4. Ditulis artikel berseri pemrograman tertentu di Linux. Harus disertai kode sumber dan skrinsot. Contoh: pemrograman qt 10.
  5. Disebarluaskan kode-kode sumber yang dibuat dengan Linux supaya nyata rasanya bagi masyarakat.
8 Masyarakat tidak tahu hal-hal spesifik di Linux
  1. Diketahui dulu bahwa inilah sebab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di semua forum.
  2. Dijawab dengan baik jika mereka bertanya.
  3. Dituliskan artikel mengenai konfigurasi tertentu di Linux. Contoh: mengatur kecerahan layar.
  4. Disebarluaskan artikel konfigurasi kepada masyarakat yang kebetulan memerlukannya. Contoh: simpan URL di KNotes lalu paste kepada setiap warga forum yang bertanya mengenainya.

texmaker-latex17    texmaker-latex18

texmaker-latex19

9 Masyarakat kesulitan masalah modem di Linux
  1. Dibuatkan aplikasi otomasi modem, bisa mengonfigurasikan modem tipe 1, 2, 3[2] secara otomatis. Contoh: Modem Manager GUI.
  2. Dibuatkan 1 web khusus menangani modem dari segala merek segala tipe. Disertakan tutorial, software-software, dan tulisan-tulisan mengenai modem di Linux. Contoh: http://modemlinux.wordpress.com.
  3. Direkomendasikan modem-modem tipe 1 untuk masyarakat yang belum punya modem. Contoh: HUAWEI EC1261-2.
  4. Ditulis skrip-skrip otomasi instalasi modem spesifik. Contoh: pahe.tar.gz dari Erdinote.
10 Masyarakat kesulitan masalah printer di Linux
  1. Dibuatkan aplikasi otomasi printer, bisa mengonfigurasikan printer apa saja dengan sekali klik. Contoh: belum ada.
  2. Dibuatkan 1 web khusus printer di Linux yang berisi driver beserta tutorialnya.
  3. Direkomendasikan printer yang kompatibel 100% dengan Linux kepada seluruh masyarakat.
  4. Dikirimkan surat kepada produsen printer supaya merilis drivernya untuk Linux.
  5. Dituliskan skrip-skrip otomasi instalasi printer spesifik. Contoh: belum ada.
  6. Dibuatkan driver printer untuk Linux. Contoh: tawarkan ini untuk mahasiswa informatika atau elektro atau embedded system yang bertanya ide skripsi.
11 Masyarakat kesulitan membaca tutorial dalam Bahasa Inggris
  1. Dituliskan ulasan aplikasi kamus Inggris-Indonesia di Linux. ContohStardict.
  2. Diterjemahkan tutorial-tutorial paling penting ke Bahasa Indonesia. Contoh: Tutorial Shell Dasar 5 Menit.
  3. Disebarluaskan tutorial terjemahan kepada orang-orang yang memerlukannya.
  4. Dijawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang kesulitan kata kunci atau istilah teknikal dalam artikel berbahasa asing.
12 Masyarakat tidak PEDE menggunakan Linux
  1. Proof of concept bahwa Linux mampu. Contoh: http://desaininkscape.wordpress.com.
  2. Perbanyak proof of concept yang benar-benar berkualitas.
  3. Dua proof of concept di atas harus dilakukan di atas Linux.
13 Masyarakat kesulitan dalam hal instalasi aplikasi yang selalu meminta internet
  1. Dibuatkan solusi sistem yang out of the box untuk menyelesaikan masalah semua orang. Contoh 1http://apt-web.dahy.atContoh 2KeryxContoh 3Cube.
  2. Dibuatkan tulisan untuk menerapkan solusi out of the box itu supaya masyarakat bisa menginstal aplikasi secara offline. Contoh: cara menggunakan apt-web.
  3. Dibuatkan tulisan untuk memahami metode instalasi secara offline ATAU memperkenalkan metode baru dalam instalasi secaa offline yang lebih pasti. Contoh: panduan ringkas apt-get.

5. Langkah-Langkah yang Salah

Berikut ini tabel daftar kesalahan sosialisasi Linux yang pernah saya lakukan. Ini diberikan agar Anda tidak mengikutinya.

Nomor Kesalahan Alasan
1 Mendirikan web Linux yang “berdiri di atas semua golongan” (Ubuntu, Mint, Mandriva, Slackware, FreeBSD, dkk.) alih-alih yang spesifik 1 distro saja. Ini akan merugikan Anda sendiri dari segi waktu, biaya, dan tenaga. Contoh: Teknoplasma. Yang namanya “berdiri di atas semua golongan” itu adalah mustahil dan sebuah kekeliruan. Kalaupun bisa Anda mendirikan, itu tidak akan bertahan lama. Portal itu butuh kontributor. Sedangkan pengguna Linux sendiri masih minoritas, lalu yang berkompetensi menulis hanya segelintir, itu pun masih dihambat oleh kepentingan-kepentingan. Maka keliru jika membuat web Linux untuk semua distro.
2 Memaksa semua pihak untuk menggunakan Linux. Misalnya terlalu bersemangat menyosialisasikan sampai tidak mau tahu keadaan orang, apakah dia itu awam atau tidak. Apakah orang itu mengerti atau tidak, semua di-gradak harus pakai Linux saat itu juga. Contoh: diri saya sendiri pada masa lalu. Masyarakat kita bertingkat-tingkat pemahamannya, tidak satu tingkat saja. Sosialisasi diberikan sesuai daya tangkap masyarakat.
3 Memaksa orang untuk menggunakan Linux tetapi tidak mau mengajarinya atau menyuruh belajar sendiri tanpa melihat usia dan daya tangkap orangnya. Contoh: diri saya sendiri pada masa lalu. Masyarakat kita berbeda-beda jenjang usianya, tidak bisa disamaratakan.
4 Memaksa orang untuk menggunakan Linux tanpa memberi mereka kebebasan memasang antarmuka Windows (misalnya GNOMEXP) dengan alasan kamu harus tinggalkan Windows 100%. Contoh: diri saya sendiri pada masa lalu. Orang yang baru datang ke suatu tempat, harus beradaptasi dahulu dengan masyarakat dan keadaan tempat itu. Sama halnya dengan perkara ini. Seharusnya justru pengguna didukung untuk memakai antarmuka mirip Windows terlabih dahulu lalu diajari perlahan-lahan. Di sini yang salah jelas pelaku sosialisasinya.
5 Fanatik Linux. Kalau tidak Linux tidak mau. Contoh: dengan percaya diri meyakini semua hal bisa dilakukan di Linux tanpa butuh Windows dan aplikasinya sedikit pun. Subjektivitas penilaian yang bodoh. Linux tidak sempurna. Linux desktop, setidaknya saat ini, belum secara sempurna didukung oleh seluruh vendor hardware dan software dunia sedangkan Windows sudah sejak lama. Contohnya saja perusahaan Autodesk, perusahaan perangkat wifi Broadcom, ATI dan NVIDIA, bahkan perlengkapan ngoprek Android pun yang terlengkap malah ada di Windows. Linux tidak sempurna, Linux hanyalah bagian dari dunia ini. Tidak ada fanatisme padanya, pada Windows, dan pada yang lain dari dunia ini.
6 Berlomba-lomba membuat distro baru alih-alih membuat aplikasi yang dibutuhkan masyarakat. Saya tidak pernah melakukannya tetapi pernah mendukung yang semacam ini. Sebuah kekeliruan. Masyarakat kita sebenarnya tidak pernah membutuhkan OS, mereka butuh aplikasi. Lagipula, membuat distro baru = membuat OS baru. Membuat OS itu butuh nama dan duit. Makan waktu lama dan sumber daya terlalu banyak, hasilnya pun lebih sering tidak berguna. Ujung-ujungnya berhenti sia-sia. Contoh: SolusOS, Pear OS, Onebase, Xnuxer, GarudaOS.
7 Merasa hebat dan meremehkan saingan (Microsoft dan Apple). Mereka punya duit, kekuasaan, massa yang banyak dan loyal, dan dukungan vendor yang lengkap. Tambah lagi, pengalaman profesional yang solid selama puluhan tahun. Kita?

6. Penutup

Jika Anda telah mengetahui kekurangan masyarakat itu di sisi mana saja, maka Anda bisa menyediakan solusinya dengan tepat. Semoga tulisan ini bermanfaat.

7. Tentang Tulisan Ini

Tulisan ini bagaimanapun adalah kepanjangan tangan dari esai-esai saya sebelumnya masalah sikap kepada newbie. Baik itu menyoal kebebasan, masalah user friendliness, masalah kemajuan,  dan lain-lain. Tulisan ini sifatnya cuma saran untuk Anda yang sedang melakukan sosialisasi. Saya senang jika masyarakat Indonesia menggunakan Linux tetapi kasihan kepada orang-orang yang terlalu ngotot melakukan ini. Terlalu ngotot sampai kepada newbie yang niat pun sikapnya keras. Oleh karena itu saya menulis ini. Tulisan ini tidak ditutup kemungkinannya untuk direvisi pada masa mendatang.

8. Rujukan

[1] http://www.darussalaf.or.id/fatwa-ulama/hukum-membajak-program-komputer-dan-semisalnya/

[2] http://modemlinux.wordpress.com/klasifikasi-modem/

Iklan

39 thoughts on “Sosialisasi Linux untuk Indonesia

    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Waiyyakum, semoga di antara para ustadz ada yang menulis mengenai hal ini, Akh. Tentunya kalau yang nulis ana kagak bakal sebaik tulisan orang yang berilmu. Soalnya ana lihat ada di kalangan salafiyyin yang menggunakan aplikasi bajakan.

      Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Ah, ini tulisan biasa-biasa saja, Kang. Saya sering lihat nama akang di FUI. Masalah kepenulisan, mungkin karena akang masih percaya mood itu ada. Anggap mood itu hanya mitos dan kebohongan publik untuk malas menulis. Mood itu tidak ada. Dengan begini akang bakalan semangat menulis.

      Jangan lupa cari tulisan-tulisan yang bagus biar semangat menulis itu kembali.

      Balas
      1. Pandu Aji Wirawan

        Mau nambahin sedikit, masyarakat awam khususnya tidak tahu menahu tentang sistem operasi yang digunakan. Tidak tahu apa itu windows, tidak tahu apa itu linux. Yang mereka tahu komputer ya seperti itu (kebetulan dominasi os windows).

        Saya sendiri baru tahu Linux saat duduk di bangku kelas 2 SMK :D

  1. Ikhwan Setiawan

    Saya ingin bertanya kang, diatas ditulis kalau Linux itu masih banyak kekurangan, seperti suport vendor dan software dan ditulis juga masyarakat kita tidak memerlukan OS, jadi kenapa harus mensosialisasikan Linux dan bukannya membuat aplikasi untuk Windows yang dibutuhkan masyarakat kita ?

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Bismillahirrahmanirrahim.

      Jawabannya adalah kita memigrasikan masyarakat yang menggunakan aplikasi bajakan menjadi menggunakan aplikasi yang legal.

      Salah satu caranya dengan Linux. Kalau sudah lakukan ini, fokuslah memerhatikan aplikasi karena sebetulnya masyarakat itu tidak butuh OS. Mereka butuh aplikasinya saja. Hal ini saja sudah sulit, maka poin utama esai ini adalah arahkan energi kepada orang yang niat saja. Apakah ini bisa diterima?

      Kalau menyosialisasikan Windows, dua hal. Kembali lagi mereka menggunakan aplikasi bajakan (kemungkinannya demikian) dan kami sendiri tidak punya uang untuk membelinya. Bisa memang menyosiaslisasikan Windows (yang legal), tetapi itu lebih sulit dan hanya orang-orang tertentu yang mampu. Contohnya http://ebsoft.web.id atau http://bukanpenggunawindows.blogspot.com. Kalau Linux, itu lebih mudah untuk semua kalangan.

      Balas
      1. theoran9e

        Kalau tujuannya untuk memigrasikan masyarakat yang menggunakan aplikasi bajakan menjadi menggunakan aplikasi yang legal bukannya lebih tepat kita mensosialisasikan aplikasi alternatif yang legal kang, misalnya seperti mensosialisasikan LibreOffice sebagai pengganti MS Office. Bukankah hal itu lebih efisien karena tidak perlu memulai dari nol dengan mengajarkan Linux dahulu lalu mengajarkan aplikasinya? Dalam hal ini saya berpandangan tidak semua pengguna Windows itu memakai versi bajakan dan jika Windows mereka itu legal kita tinggal mensosialisasikan aplikasi yang legal pula.

      2. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

        Bismillahirrahmanirrahim.

        Ahsan, kang theoran. Ahsan. Pernyataan akang “misalnya seperti mensosialisasikan LibreOffice sebagai pengganti MS Office” itulah jiwa esai saya. Dan perlu diketahui juga, sangatlah jarang ada orang bisa bilang “…jika Windows mereka itu legal kita tinggal mensosialisasikan aplikasi yang legal pula…” seperti akang. Percayalah, banyak sekali pengguna Linux kita yang fanatik sampai tidak mau berpikir lurus. Akang benar. Saya pun menganjurkan hal itu.

        Namun perlu digarisbawahi, saya mengatakan “Linux” sebagai kata ganti untuk OS-nya sekaligus aplikasinya semua. Untuk ringkas kata. Coba akang bayangkan judul ini jika saya mengikuti apa yang akang bilang (dan sudah saya perhitungkan sebelumnya): “Sosialisasi Aplikasi yang Legal Berbasis Linux, Windows, dan Mac OS X untuk Indonesia”. Bukanlah lebih singkat kalau “Sosialisasi Linux untuk Indonesia” saja? Dan bukankah keyword Linux lebih banyak dicari orang daripada “aplikasi legal”? Dua hal ini (ringkas kata dan SEO) yang menjadi pertimbangan tema dan judul saya.

        Di sini dasar saya menyosialisasikan Linux hanyalah Islam dan akan selalu kembali kepada Islam. Tiada sandaran lain, tiada alasan selainnya.

  2. muhajir saputra

    ulasan yang sangat pengalaman. saya pengguna linux untuk bekerja dan meraih rupiah demi sebuah hasil yang barokah meski saya masih menggunakan windows [trial] hanya untuk bermain game ketika suntuk. terkadang [menurut] saya migrasi dari windows ke linux itu seperti hidayah dari ESA, ada niat dan upaya untuk menuju yang lebih baik, maka akan ada jalan [hidayah] untuk itu. lebih dalam, linux mengajarkan sebuah proses pembelajaran tidak seperti windows/Mac yang tinggal klik jalan. ini yang saya terapkan untuk anak usia dini (tolong kereksi jika salah). semoga artikel ini lebih dari sebuah manfaat belaka. salam opensource.

    Balas
  3. Distroubuntu Cloth

    Mas bro Malsasa ini sangat aktive dan banyak ide yang sangat bermanfaat buat kita yang lagi belajar “baik” mengenal teknologi IT diantara HALAL dan Dosa. semoga kita semua tau akan kesalahan kita selama ini yang masih suka “membajak”. salam open source…

    Balas
  4. Aji Kurniawan

    Alhamdulillaah, “peta” yang sangat bermanfaat untuk siapapun yang ingin berbagi pengetahuan seputar open source..

    Bismillaah semoga bisa ikut berkontribusi dalam sosialisasi perangkat lunak legal di Indonesia.

    Balas
  5. anafajrin

    Wah…keren.Terima kasih banyak atas masukannya mas Ade. saya termasuk salah satu orang yang pengin juga sosialisasi linux ke semua orang yang masih awam dengan apa itu linux

    Balas
      1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

        Saya lahir Desember 1992. Makanya nama saya Awal Desember dan ada tambahan Malsasa. Sedangkan njenengan Maret.

        O, hanya soal waktu sampai Mbak Fajrin melampaui apa yang kami miliki. Karena sesungguhnya kami tidak memiliki apa-apa.

      2. anafajrin

        Amin ya rabbal alamin…oh..tapi cuma beda bulan nggih?saya kira njenengan sudah jauh diatas saya malah :-) hehehe…. saya mengirimi permintaan teman via fb tapi belum ada respon dari mas Ade. Atau mungkin sekarang sudah tidak aktif di fb ya?

      3. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

        Ya, beberapa orang juga salah sangka. Saya hanyalah seorang anak kecil. Saya memang tidak menerima teman baru. Itu keputusan privasi saya, Mbak. Demi kebaikan mbak juga.

        Jangan takut untuk eksplorasi Linux

      4. anafajrin

        Seorang anak kecil dengan segudang ilmu yg dipendam tetap saja njenengan adalah orang yang hebat :-) nggih nggak apa2 mas, saya mengerti.
        Yang penting saya selalu bisa membaca tulisan2 njenengan yang keren banget itu :-)

  6. triiwal

    Alhamdulilah akhirnya menemukan sebuah blog yang berisi turioal untuk Linux terutama Ubuntu baik bagi pemula yang seperti saya ataupun untuk kalangan lanjutan.
    Saya sebenarnya kepengin dari dahulu bisa Ubuntu, karena saya berkeinginan untuk membuat sebuah warnet dengan sistem operasi yang legal diantaranya Ubuntu.
    Jujur saja saya juga masih menggunakan Windows yang bajakan, dan ingin menggantinya ke Linux Ubuntu. Saya juga sedang menabung untuk membeli Windows yang original. Karena memakai produk yang legal membuat hati senang. :)
    Memang aplikasi Open Source memang bermanfaat :)

    Terima kasih mas Malsasa , senang bisa kenal sama mas :)
    Insya Allah nanti saya bisa meminta bantuan tentang permasalahan Ubuntu yang akan saya hadapi:)

    Balas
      1. tri waluyo

        Maaf baru bales Mas, iya mas terima kasih.

        Oh ya mas. Ada yang ingin saya tanyakan.
        Kalau untuk Linux Ubuntu supaya mau tak instal di Laptop Lenovo B480 bisa tidak yah? Kalau untuk mencari drivernya bagaimana ya Mas?

        Terima kasih Mas :)

      2. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

        Waduh, pertanyaan akang sangat global sehingga tidak mungkin saya jawab. Tentunya saya tidak memiliki laptop tersebut jadi saya tidak bisa menjawabnya. Namun akang saya sarankan melakukan livesession Ubuntu supaya akang tahu, ada masalah atau tidak dengan drivernya. Pada laptop saya, satu kali pun tidak pernah saya menginstal driver karena semua sudah terpasang di Ubuntu.

      3. tri waluyo

        Oh ya udah ga papa Mas.
        Alhamdulilah kemarin berhasil menginstal Ubuntu 12.04 LTS tapi di Laptop ASUS. Jadi jika instalasi selasai Ubuntu tersebut akan mendeteksi secara otomatis driver-drivernya. Dan kita diminta untuk mendownloadnya.

        Oh ya Mas, ada yang ingin saya tanyakan lagi.
        Saya ingin menginstal KDE. Jika suatu saat nanti saya ingin mengembalikan ke default (unity) itu gimana Mas?

        Sukron :)

      4. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

        Sekarang akang dapatkan kesimpulannya? Bagus.

        Saya pernah instal 4 destop sekaligus. Ketika ingin pindah, cukup logout lalu pilih nama destop yang ingin dimasuki sebelum login. Sangat mudah bukan, Kang? Cobalah mencari tutorialnya dulu sebelum melakukan. Saya yakin akang berhasil.

  7. Harry Nisar

    Jadi anda setahun lebih tua dari anak perempuan saya yg skrg kuliah di fak psikologi. saya tertarik Linux sejak thn 2007, belajar sendiri ga tau mo tanya sama siapa, cuma googling saat itu untuk cari tau soal Linux. Saat ini saya pakai Ubuntu 13.10 untuk desktop saya install KDE dan Gnome selain Unity bawaan dari Ubuntu, cuma untuk biar ga bosan. Saya pakai PC yg saya rakit sendiri thn 2008, punya HDD 500GB baru malah ga kepake lagi pdhal sdh ada Os windows 7 dan 8.1. selama ini saya pake Linux di laptop sj, baru inget punya HHD SATA lama 80 GB ya lsg saya install Ubuntu di PC lama, HHD baru msh terpasang di CPU tanpa kabel. Anak saya jg biasa /bisa pake Linux dilaptop saya, cuma dia sdh punya jg netbook windows 8.1 bwt kuliah. Tulisan anda sangat menarik. Mudah-mudahan kedepannya masyarakat di Indonesia lebih banyak yg menggunakan Os opensource, terlebih lagi ada dari pemerintah yang mulai menggunakan sistem opensource ini karena bisa menghemat dana ketimbang membeli OS berlisense. Terima kasih.

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Ini akang Hevy, ya? Terima kasih kembali, Kang. Amat sangat jarang orang seusia akang yang mau memakai Linux sampai pada tingkatan menginstal KDE supaya tidak bosan. Saya harap dapat berbincang dengan akang di chatroom #ubuntu-indonesia. Iya, harapan kita sama persis, Kang. Semoga legalitas software didukung mutlak oleh pemerintah sesegera mungkin. Aamiin.

      Balas
  8. Ping balik: Kumpulan Esai Kritik Saya | RESTAVA

  9. Ping balik: Kumpulan Tulisan Saya Tentang Menulis Artikel Linux | RESTAVA

  10. Ping balik: Pentingnya Menulis Tutorial | RESTAVA

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s