Mengapa Otodidak Dibuat? (2/2 – Habis)


Bismillahirrahmanirrahim. Setelah alasan awal saya paparkan, sekarang saatnya alasan setelahnya. Alasan yang akan saya sebut ini adalah alasan psikis beserta teknis, yang menjadi tunggangan saya untuk mempromosikan Linux (sebagai OS halal) ke seluruh Indonesia. Nah bagi yang ingin tahu, apa saja alasan di balik pembuatan Otodidak itu, berikut ini dimulai dari sisi psikis. Barakallahu fiikum…

Alasan Psikis1

  1. Pengguna Windows cenderung takut untuk menggunakan Linux, apalagi untuk beralih total. Karena itu, Otodidak dibuat sesimpel dan segampang mungkin. Tombolnya saya bikin besar-besar biar jelas.
  2. Minimal satu kali, saya ingin dalam hidup ini berterima kasih kepada komunitas yang sudah banyak membantu saya saat kesulitan dengan jalan membuat aplikasi. Tentunya target utama saya adalah pengguna awam dan pemula, dengan GUI.
  3. Saya ingin mengumpulkan daftar modem-modem yang sudah terbukti pasti bisa konek di Linux, yang sudah dites oleh kawan-kawan KPLI seluruhnya. Saya telah mengutarakan ide ini berulang kali, dan saya merasa seluruhnya tak seide dengan saya. Oleh karenanya, saya membuat Otodidak ini. Barangkali dengan melihat langsung, kawan-kawan lebih paham maksud saya dengan daftar modem. Jadi ini semacam sarana untuk memperjelas ide saya saja.
  4. Otodidak dibuat GUI dan dititikberatkan pada skrinsot karena semua manusia yang saya temui selalu mengatakan lebih suka membaca buku yang banyak gambarnya daripada yang cuma tulisan saja.
  5. Otodidak sengaja dibuat besar semua fontanya, karena terinspirasi ayah dan ibu saya yang tidak dapat membaca tulisan kecil (harus pakai kacamata atau di-zoom manual).
  6. Akan lebih mudah saya promosi di laman-laman komunitas, saya bisa membuat satu pesan yang mengenai 2 komunitas sekaligus, Linux dan Windows, kalau Otodidak saya bikin untuk Linux sekaligus untuk Windows. Bagaimana komunitas Windows bisa menolak kiriman pesan saya kalau Otodidak-nya dalam format EXE?
  7. Saya ingin membantu pengguna Windows untuk mengenal Linux, dengan mem-bypass rasa takut mereka melalui Simulator Terminal dalam Otodidak dan keseluruhan Otodidak itu sendiri. Tentu, agar mereka bisa menjadi otodidak seperti kami.
  8. Saya ingin berguna bagi orang lain, minimal memberikan ide berupa aplikasi yang sudah ada beserta tutorial pembuatannya. Saya berharap bisa menghubungi anak-anak SMP/SMA (yang berminat) di tempat yang jauh untuk bersama belajar membuat aplikasi seperti Otodidak ini dengan Netbeans, secara daring (online). Saya melihat banyaknya bakat anak-anak itu tetapi sering mereka bingung mau disalurkan ke mana. Semoga bisa terwujud.
  9. Proof of concept bahwa ide bisa lebih bermanfaat daripada kemampuan pemrograman, melihat saya sendiri yang tidak bisa memrogram. Otodidak dibuat berdasarkan ide yang saya peroleh dari aplikasi ElectroDroid di Android teman saya. Saya hanya pernah melihat aplikasi itu 2-3 kali, dan saya merasa sangat terpukul ‘alangkah mudahnya membuat aplikasi yang seperti ini’. Hanya ide yang saya punya.

Alasan Teknis

  1. Saya sangat ingin mempelajari Java sebagai bahasa pemrograman, sekaligus mengobati “patah hati” saya terhadap Visual Basic yang terlampau mahal. Dengan membuat aplikasi GUI secara langsung.
  2. Saya ingin tahu sejauh mana Matisse bisa mewujudkan ide-ide saya.
  3. Saya ingin bisa pemaketan Debian/Ubuntu.
  4. Saya ingin bisa membuat aplikasi Windows namun 100% tidak menggunakan Windows, hanya Linux.
  5. Saya ingin membuat aplikasi Android meski tidak punya perangkatnya.

Pesan-pesan Saya

Mengapa psikis duluan? Bukankah teknis lebih penting? Jawabannya adalah karena saya termasuk orang yang mendahulukan ide daripada kemampuan. Percuma punya skill bagus tetapi gagal berkomunikasi, gagal beradab yang baik, gagal berbicara yang santun kepada orang lain. Saya tegaskan, orang Indonesia kebanyakan adalah manusia yang tak mengerti mahalnya sebuah ide. Oleh karena itu, janganlah jadi bangsa yang cemburu kalau ada anak bangsa yang lari ke luar negeri di mana ide-ide mereka (baru kemudian kemampuan mereka) lebih dihargai. Kalau mereka lari, mari instrospeksi diri apakah kita telah melukai sebuah hati. Anda punya teknologi tinggi? Oke. Namun sekali Anda kasar terhadap orang yang bertanya tentang teknologi Anda, janganlah berharap orang menghargai Anda.

Karenanya, mulai hari ini, ayolah mulai membuat aplikasi-aplikasi berdasarkan ide-ide yang cemerlang. Jangan sia-siakan itu. Mulai dari mengunduh Netbeans dan buatlah aplikasi Anda sendiri. Jangan lupa rilis versi Linux-nya, ya?

 

_______________________

1 KBBI: yang berbuhungan dengan psike (kejiwaan)

6 thoughts on “Mengapa Otodidak Dibuat? (2/2 – Habis)

  1. Awang

    Mas daripada java mendingan cpp mudah loh. . . Gratis lagi.
    Hanya saja susahnya membuat GUI karena pengalaman saya itu hasilnya full baris kode. Dan untuk app versi linux belum ada sepertinya karena kompilasinya ke .exe .

    Hanya saran

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Terima kasih, Kang. Ini tambahan yang berharga untuk saya.

      Mengapa saya memilih Java? Saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya Netbeans bisa membuatkan GUI dengan sangat mudah untuk saya. Maka otomatis saya memakai Java. Pandangan saya hanyalah GUI, bukan kode. Bisa dibilang saya hanya drag and drop tanpa memrogram dalam proyek ini.

      Mengenai C++, sudah sejak lama programer di Linux bisa membuat GUI dengan mudah. Pakailah QtCreator atau QtDesigner untuk membuat aplikasi GUI. Tentu dengan Qt framework. Dan itu sangat mudah. Saya jamin.

      Ini silakan diunduh beberapa bukunya: https://malsasa.wordpress.com/2013/02/10/pdf-buku-buku-literatur-linux-3/.

      Sekali lagi, terima kasih banyak, Kang!

      Balas
  2. Awang

    Anda berlebihan, Mas. Saya juga mau coba ah kalau terbuka dan gratis.
    Hore Jadi bisa ya,
    Wah ilmu saya kurang saya masih harus (teramat sangat) banyak (sekali) belajar lagi.

    Saya juga Terima kasih! Saya ingin membagi ilmu malah dapat bonus ilmu baru. Alhamdulilah niatan baik pasti balasannya baik pula.
    Saya yang Terima kasih!. =]

    Balas
  3. Ping balik: Pemasaran Sistem Operasi Linux | Ade Malsasa Akbar

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s