Istirahat Bersama Otodidak


Lama sekali tidak melakukan penulisan manual, mungkin 4 bulan sudah. Sejak Otodidak mulai dibuat, saya hanya terfokus pada pengetikan mesin. Itu pun sedikit esai yang sempat saya tulis. Namun hati kecil tak bisa dibohongi. Saya masih ingin terus menulis. Setidaknya masih ada beberapa rencana yang sudah saya canangkan. Di antaranya menulis esai Behind The Scene berseri untuk Otodidak dan menulis esai khusus mengapa Otodidak dibuat. Tujuannya jelas, mengajak semua anak muda Indonesia untuk mengembangkan aplikasi. Kalau sudah ada gerakan pemrograman Android yang sanggup menarik minat banyak orang, mengapa tidak untuk gerakan pemrograman aplikasi Linux? Biarlah saya memulainya.

Pertama-tama, yang paling penting, memikirkan objek. Objek saya adalah anak-anak muda Indonesia. Usia SD/SMP/SMA dan sangat saya harapkan ada anak SMK tertarik mengembangkan. Karena objeknya adalah mereka, dan mereka adalah bagian dari Indonesia, maka ada 2 hal penting yang harus dipersiapkan: (1) pola pikir sederhana (2) hindari menggunakan pemikiran Barat untuk mengajari mereka. Dengan memerhatikan 2 hal ini, saya akan melangkah. Tanpanya, orang Indonesia akan sulit mengenal pemrograman. Inilah konsep yang saya bangun dalam rencana tersebut.

Sekaang, apa wujud dari 2 hal penting ini? Menurut saya, tentu saja dengan

  1. mengenalkan pemrograman berbasis visual, dominan gambar minim kode, hasil instan, dan interaktif, serta proses pengerjaan aplikasi secara keseluruhan yang sederhana (dikurangi kerumitannya secara ekstrem).
  2. pemikiran barat yang saya maksud ialah metode mengajar supermandiri yang menurut saya tidak cocok untuk orang Indonesia, apalagi usia SD/SMP/SMA. Jadi rencana saya, wujudnya adalah saya yang akan menyiapkan segalanya mulai dari buku, tutorial, gambar, contoh aplikasi (Otodidak), dan lain-lain sehingga minim sekali nanti saya suruh mereka cari sendiri. Tujuan saya hanya mengajari mereka bikin aplikasi, bukan memperumit mereka. Sederhana, bukan?

Mengapa saya melakukan ini? Sederhana juga. Inspirasi saya adalah adik-adikku di seluruh Indonesia yang putus sekolah, teman-temanku di usia SMA yang mencari jati diri, dan kisah Lintang di buku cerita Laskar Pelangi. Kalian semuanya, janganlah menyerah. Aku tahu kalian ingin jadi orang yang berguna, yang bermanfaat bagi orang lain. Jika keterbatasan menghimpit kalian, lawan! Kalian sanggup melakukannya. Adik-adikku, kawanku semuanya, percayalah. Hari ini pun kalian bisa jadi orang yang berguna, tidak perlu menanti. Tidak perlu ada putus asa, tidak perlu ada perkelahian. Kalian semua ada di Indonesia yang subur teknologi informasinya. Kalian semua bisa berguna dengan mendayagunakan teknologi informasi. Salah satu bidangnya adalah pembuatan aplikasi. Ya, aplikasi seperti Otodidak. Oleh karena itu, kakak ingin mengajak kalian semua untuk memulai bidang ini. Industri besar kita yang baru ini. Kita bikin aplikasi, mulai dari yang cara termudah yang kalian pasti bisa. Adik-adikku, kalian semua adalah inspirasi bagi kakak. Jangan pernah menyerah.

Kapan akan dilakukan? Tentu setelah saya siap. Memang sesaat setelah saya putuskan membuat Otodidak, saya langsung mendokumentasikannya. Saya tulis dan gambar desain aplikasi di buku tulis sekolah saya (SIDU 58 lembar). Saya juga catat potongan kode istimewa yang dibutuhkan setiap saya mengedit Otodidak. Cukup lengkaplah dokumentasi manualnya. Hanya saja saya belum memotret buku itu (revisi: sudah dipotret pada 10 Maret 2013). Dokumentasi itulah yang akan menjadi titik berat Otodidak Behind The Scene nanti. Tentulah ditambah literatur luar agar tujuan membuat aplikasi tercapai. Sederhana dan mudah, bukan? Jadi, ini baru bisa dilaksanakan setelah buku itu selesai dipotret.

Apakah hanya dengan menulis esai? Tidak. Saya ingin menerapkan apa yang selalu dicari jawabannya oleh Microsoft: what’s next? Jadi, setelah ini, saya ingin mengadakan kuliah online bagaimana membuat aplikasi dengan Netbeans. Bentuk kuliahnya sama persis dengan kuliah kami biasanya yang diselenggarakan oleh komunitas. Bagaimana itu? Ya, chatting di kanal IRC #ubuntu-indonesia pada server freenode. Sederhana tetapi banyak manfaatnya. Kanal ini bisa menampung jumlah orang tak terhingga. Sebagaimana kuliah kami biasanya, nanti tentu bisa tanya-jawab di sana. Akan saya tunjukkan betapa menyenangkannya. Lagipula, ini berguna juga untuk meramaikan kanal ini.

Setelah merilis Otodidak pada 24 Februari 2013 ini, esok harinya saya langsung istirahat total selama 48 jam. Selama itu saya tidak menyentuh mesin sama sekali. Sekarang badan saya sudah bugar lagi dan siap bertempur kembali. Saya berharap semua ini bermanfaat untuk saya sendiri dan masyarakat Indonesia semuanya. Dukung Indonesia Goes Open Source! Sampai di sini, saya tutup esai ini dengan terima kasih. Terima kasih untuk semua inspirator dan para pembaca.

 

 

Diselesaikan di Mojokerto
pada 26 Februari 2013

14 thoughts on “Istirahat Bersama Otodidak

  1. mashudi

    Assalam’alaikum

    saya sangat tertarik dengan Otodidak, saya tunggu untuk Otodidak Behind The Scene nya. pengen sekali mengetahui bagaimana dibuatnya & pakai aplikasi apa. kalau boleh saya minta tolong, di kasih link downloadnya e-booknya (tutorial aplikasi yg digunakan untuk membuat otodidak),atau minimal keyword yg bisa saya gunakan ntuk searching di google.
    Terima Kasih

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

      Yaa akhii, saya sangat senang mendengar antusiasme antum. Ya, saya sedang memulai mengerjakannya. Otodidak dibuat menggunakan aplikasi yang bernama Netbeans, Akhii. Saya membuatnya dengan terlebih dulu membaca tutorial. Sudah saya kumpulkan jadi 1 kok. Silakan diunduh:

      http://bukanpenggunawindows.blogspot.com/2012/10/download-ebook-belajar-java-berbahasa.html

      Ini sementara dulu karena memang paket buku yang inilah yang saya sendiri gunakan pertama kali. Ada memang yang lain (total 200 MB+) tetapi antum sekarang silakan unduh itu dulu.

      Barakallahu fiikum wa jazakumullahu khairan.

      Balas
      1. mashudi

        Terima Kasih, dan saya tunggu Otodidak Behind The Scene nya & Otodidak v.2 . sekali lg terimakasih :D

  2. Benny Sinurat

    saya ga tau mau bilang apa, tetapi saya sangat senang dengan aplikasi otodidak ini.
    saya yang belum bisa menginstall dan menggunakan linux karena beberapa alasan jadi bisa belajar linux dengan mudah (walaupun masih sangat sederhana).

    Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Mas Malsasa

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Alhamdulillah, saya yakin masih banyak pengguna yang terkendala menginstal Linux. Saya yakin itu. Ternyata bapak salah satu orangnya. Yup, Otodidak memang dibuat agar pengguna Windows bisa belajar Linux tanpa instal Linux, Pak. Saya sangat senang kalau ini bermanfaat. Bapak jangan khawatir, tentu bisa instal Linux lain kali. Tidak perlu terburu-buru kan, Pak? :D

      Terima kasih kembali buat bapak.

      Balas

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s