Linux Sedang Naik Daun


Bismillahirrahmanirrahim.

Linux saat ini sedang menjadi tren di kalangan pengguna komputer. Setelah lama mendarat di Indonesia, akhirnya baru tahun-tahun terakhir ini naik daun. Dari mana? Dari “jasa” Android. Linux naik daun bersamaan dengan populernya Android. Semakin Android disukai, semakin Linux dikenal. Dalam tulisan ini, saya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai suksesnya Linux dengan bantuan Android ini.

Salah satu makna frase naik daun menurut KBBI versi III adalah menanjak. Dalam hal ini, Linux makin menanjak popularitasnya lantaran meledaknya Android. Yang menarik adalah semestinya Android yang naik daun lantaran Linux, bukan Linux yang naik daun lantaran Android. Siapa pun yang sampai hari ini masih mempromosikan Linux pasti sependapat. Mengapa demikian? Karena Android hanyalah anak keturunan Linux. Namun yang terjadi biar terjadi. Justru patut kita syukuri karena manfaatnya yang besar. Inilah yang hendak saya sampaikan.

Perjalanan kita hingga hari ini, akhirnya menampakkan pertanda baik. Dulu kita senantiasa mempromosikan Linux sendirian. Pemerintah pun sendirian. Tanpa ada back end tangguh di belakang kita semua. Namun sepertinya keberuntungan berpihak kepada kita. Justru bukan dengan si Linux itu sendiri, tidak pula aplikasi natif di atasnya, tetapi justru turunan jauhnya yang bernama Android. Kita selalu ingin orang mengenal ini Linux, atau ini pakai Linux, atau ini dibuat dengan Linux, dan semacamnya. Namun saat ini kita tak perlu repot-repot merangkai kata. Apa maksudnya?

Ya, katakan saja: ini adalah saudaranya Android. Lebih mudah dimengerti, bukan? Terlebih karena fenomena Android di masyarakat kita – masyarakat Windows – yang sangat aneh tetapi nyata. Apa fenomena itu? Pengguna Windows menggunakan “Linux” tetapi tidak sadar bahwa itu Linux. Lebih lanjut, pengguna Windows sampai rela mengeluarkan uang jutaan hanya demi membeli “Linux” untuk melakukan rooting – sesuatu yang sudah setiap hari dilakukan pengguna Linux desktop. Aneh, bukan? Satu jiwa beda wajah. Inilah fenomena Android yang sangat mengejutkan saya. Nah, apa manfaatnya fenomena ini?

Karena demikian banyak pengguna Windows kita – yang sebagian besarnya belum pernah mengenal Linux bahkan benci – yang suka Android, promosi Linux akan jadi lebih mudah. Biarpun Android hanya anak keturunan Linux – yang notabene jauh lebih junior – toh masyarakat kita sekarang lebih kenal Android daripada Linux itu sendiri. Mereka yang sebelumnya antiTerminal, antiCLI, antikonfigurasi, bisa ditanya dengan enteng: Anda dengan Android mau nge-root, kenapa dengan Ubuntu tidak? Padahal dengan Ubuntu cukup sudo saja (distro lain menyesuaikan). Dia akan ingat dan akhirnya sadar bahwa Android dan distro Linux lain itu sama saja. Dia juga akan sadar dengan maslahat besar yang bisa diambil dari penggunaan Linux. Dengan begini, akhirnya diharapkan dia akan mau menggunakan Linux desktop. Kita pun senang melihat orang lain menggunakan sistem operasi yang halal. Dan inilah akhirnya manfaat dari Android (baca: Linux) yang sedang naik daun. Inilah pendapat saya. Barakallahu fiikum.

10 thoughts on “Linux Sedang Naik Daun

  1. noveri22

    Yang lucunya ada temen saya yg sangat benci sama linux tapi sehari-hari pake smartphone android dan dia sempet bilang sama saya, ko pake linux itu kan susah, trus saya jawab dengan gampang nah kenapa lu pake android itu kan linux, disini kita bisa ambil kesimpulan berkat android orang yg tadinya benci sama linux bisa suka pake linux walaupun orang itu ga tau kalo android sebenernya linux.. :D

    Balas
  2. Andika

    Hahaha ngarep aja Loe!
    biar kata Android itu turunan Linux, tpi beda jauuuuhhhh banget…
    Android itu disupport ama raksasa Google & OHAnya dgn perushaan” kelas dunia…
    Android is simple & smart…
    Kgak kyak Linux dekstop yg ribet, bikin pusink, mau instal software aja kyak mau instal OS, malahan lbih gmpang instal Windows..
    Mimpi kali yeee si Linux dekstop mau trkenal :p
    ada juga klw Android dibikin versi dekstop bisa tewas smua tu Ubuntu cs. :D

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Apa mau Anda? Kalau soal marketing OS, Anda ingin pujian orang, ingin dilihat orang, atau apa? Kalau saya, saya hanya membantu saudara-saudara saya di Indonesia ini untuk menggunakan software legal. Saya bukan fanatis seperti Anda. Semoga Allah menjaga saya.

      Memangnya kalau Ubuntu dan distro lain punah, saya lantas bersedih? Apa arti dunia ini bagi Anda? Kalau di dalam Islam, dunia ini hina. Belajarlah lagi soal menyikapi dunia. Kita sama-sama belajar.

      Dengarkan kajian Ustadz Muhammad Umar as-Sewed ini, insya Allah Anda akan mudah menyikapi yang beginian: http://statics3.ilm0e.com/file/2013/03/06/rizkytulus.wordpress.com/ustadz-muhammad-as-sewed-dunia-itu-rendah.mp3

      Barakallahu fiik.

      Balas
  3. Edi Karsidi

    Assalammu’alaykum..
    Artikel yang menarik…. Meskipun linux katanya susah saya tetap menggunakan linux di PC dan netbook karena lebih menantang untuk belajar, meskipun masih dual boot dengan Wind**s karena dalam migrasi ke linux.
    Selain itu OS linux juga open source yang juga disediakan dukungan updatenya. Wind**s belum atau mungkin takkan dapat membuat efek fantastis seperti Compiz Fusion dengan Wobbly dan aneka Animation Addon yang ada di Linux, walaupun hanya dengan PC spesifikasi rendah.
    Sayang Android sepertinya belum bisa menyematkan Compiz Fusion. Saat ini saya menggunakan Windows Phone, tapi saya akan rela meninggalkannya demi Android JIKA Android bisa dipasang Compiz Fusion beserta plugin-pluginnya… :-)
    Semoga Ubuntu Touch yang kini dapat dipasang di Smartphone dan tablet, dapat menjadi langkah tepat untuk kemajuan Linux..
    Wassalammu’alaykum

    Balas
  4. meongbego

    sebenarnya saya cukup panas dengan satu komentar diatas, tapi itu adalah pelecut semangat saya untuk mempromosikan linux di kampus ku ini yg masih di kuasai windows xp diantara rasa kasian saya juga terhadap yunior dan senior dengan alasan masih menggunakan sistem operasi yang sudah tidak di dukung lagi tapi ini lah faktanya bahwa di kampus hanya beberapa orang saja termasuk saya yg benar-benar memakai linux. terima kasih atas tulisannya sangat menginspirasi diriku :D . Telah membuat semangat saya lagi menyala

    Balas

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s