Dialog Antara Duta Besar Fedora Indonesia dengan Saya


Bismillahirrahmanirrahim.

Saya sangat bergembira. Dalam keadaan sepinya kanal IRC #fedora-id, tiba-tiba ada seorang warga masuk menyapa saya. Kala itu saya menggunakan Quassel IRC (mIRC-nya Linux) untuk mengobrol di kanal #ubuntu-indonesia. Sungguh, alangkah bergembiranya saya menemukan arifiauo (Arif Tri Waluyo) ini. Mengapa? Sungguh rasanya seperti mendapat jawaban nyata dari esai saya kemarin. Saya sangat bergembira. Sampai-sampai saya berharap semua pengayom komunitas kita nantinya akan seperti beliau ini. Ramah sekali! Luar biasa!  Ini sengaja saya pampang log percakapan kami berdua di sini agar kita bisa mengambil pelajaran. Semoga kita termasuk kaum yang mau mengambil pelajaran.

[21:02:12] –> Malsasa (~quassel@114.79.63.146) has joined #fedora-id

[21:02:13] * Topic for #fedora-id is “Komunitas Fedora Indonesia: http://id.fedoracommunity.org/ | Fedora Indonesian Team: http://tinyurl.com/cog8t75 | Jalur komunikasi lain: http://tinyurl.com/cyftehb”

[21:02:13] * Topic set by arifiauo!~arifiauo@182.7.195.123 on Min Des 16 03:51:53 2012

[21:02:16] *** Mode #fedora-id +cnt by rajaniemi.freenode.net

[21:02:16] * Channel #fedora-id created on Sel Jan 19 00:49:49 2010

[23:11:55] –> arifiauo (~arifiauo@182.2.101.109) has joined #fedora-id

[23:12:05] <arifiauo> Hai

[23:13:57] <arifiauo> Malsasa, sentabi ..

[23:14:13] <Malsasa> Hai juga, Kang arifiauo :)

[23:14:23] <Malsasa> Saya senang ada yang aktif di kanal ini :)

[23:17:22] <arifiauo> Ini saya baru masuk :)

[23:17:47] <arifiauo> Sejak jam berapa ada di channel ini?

[23:19:02] <Malsasa> Waduh…

[23:19:05] <Malsasa> jam berapa, ya?

[23:19:34] <Malsasa> Saya lupa, Kang.

[23:19:42] <Malsasa> Jam 8 malam ini, barangkali.

[23:19:48] <Malsasa> Di sini sepi sekali.

[23:20:05] <Malsasa> Akang tahu kanal yang rame selain ubuntu-indonesia? Yang bahasa kita tentunya :)

[23:23:10] <arifiauo> Saya kurang tahu :), saya seringnya hanya disini.

[23:23:39] <arifiauo> Iya, disini sepi. Ramainya kalau ada meeting saja.

[23:32:47] <Malsasa> Oh gitu ya, Kang? Kapan ada meeting lagi? Saya ingin dengar pengguna Fedora ngobrol.

[23:32:56] <Malsasa> Waah, bisa tahu pengalaman akang akang sini

[23:33:06] <Malsasa> adalah sebuah kebahagiaan tersendiri buat saya

[23:33:19] <Malsasa> Kenalkan, saya pengguna Linux baru, Kang…

[23:33:31] <Malsasa> ;)

[23:34:12] <arifiauo> Salam kenal juga :)

[23:34:12] <arifiauo> .fas arifiauo

[23:34:12] <zodbot> arifiauo: arifiauo ‘Arif Tri Waluyo’ <arifiauo@gmail.com>

[23:34:44] <arifiauo> Sekarang pakai distro apa?

[23:34:47] <Malsasa> Waaaah, kok bisa gitu ya, Kang?

[23:34:52] <Malsasa> .fas itu perintah, ya?

[23:34:59] <Malsasa> Itu kok bisa begitu?

[23:35:05] <Malsasa> zodbot itu siapa?

[23:35:11] <zodbot> Malsasa: ‘itu perintah, ya?’ Not Found!

[23:35:36] <Malsasa> Eeehh… keluar apa ini?

[23:35:52] <Malsasa> arifiauo: saya sekarang pakai Ubuntu 12.04, Kang.

[23:36:14] <arifiauo> Ini channel memang resmi dari Fedora Project untuk komunitas Fedora Indonesia

[23:36:22] <Malsasa> Saya tertarik pada semua komunitas Linux. Saya senang kirim ide :)

[23:36:35] <arifiauo> yang dimaksud fas itu, Fedora Account System

[23:36:38] <Malsasa> arifiauo: hm, hm,

[23:36:45] <Malsasa> Apa lagi ya itu, Kang?

[23:36:57] <Malsasa> Itu semacam Gmail, begitu?

[23:37:08] <arifiauo> Jadi kalau sudah punya akun di Fedora, untuk saling mengenal biasanya dengan perintah itu :)

[23:38:04] <arifiauo> Bukan, itu semacam akun untuk pengembang Fedora :)

[23:38:37] <Malsasa> Oh, jadi akang ini developer Fedora?

[23:39:54] <arifiauo> Iya :)

[23:40:05] <Malsasa> Waaaah, senangnya…

[23:40:16] <Malsasa> Senang sekali ya kang, kalau bisa jadi developer?

[23:40:24] <Malsasa> Akang developer pada bagian apanya Fedora?

[23:40:48] <arifiauo> Bagus dong, kirim ide juga ke Fedora Project?

[23:41:06] <Malsasa> Oh, boleh?

[23:42:03] <arifiauo> .fasinfo arifiauo

[23:42:03] <zodbot> arifiauo: User: arifiauo, Name: Arif Tri Waluyo, email: arifiauo@gmail.com, Creation: 2010-10-29, IRC Nick: arifiauo, Timezone: Asia/Jakarta, Locale: en, GPG key ID: 2ABEFD88, Status: active

[23:42:03] <zodbot> arifiauo: Approved Groups: proventesters cla_fedora cla_done ambassadors triagers fedorabugs cla_fpca cvsl10n

[23:42:12] <arifiauo> Itu untuk lebih detailnya :)

[23:42:21] <arifiauo> Boleh, kenapa tidak? :)

[23:43:03] <arifiauo> Jadi saya bagian Proventester, Ambassadors, Triagers, FedoraBugs :)

[23:43:11] <Malsasa> Waduh, saya mana mengerti kode begitu. Itu bagaimana untuk bisa sumbit ide?

[23:43:25] <Malsasa> Proventester? Itu apa lagi?

[23:43:34] <Malsasa> Oh, khusus debugging?

[23:44:09] <Malsasa> Wah, Ambassador? Jabatan akang tinggi juga.

[23:44:48] <arifiauo> Proventester itu bagian yang mem-verifikasi bahwa suatu paket sudah siap untuk dipublish secara umum.

[23:45:18] <Malsasa> oh, keren…

[23:45:35] <Malsasa> Berarti kerjaan akang berat banget, ya? Kan paket fedora banyak banget?

[23:46:11] <arifiauo> Ambassadors itu orang yang tugasnya me-represent Fedora kapada masyarakat umum :)

[23:46:36] <Malsasa> Waaah, nambah-nambah kerjaannya. Saya merasa beruntung bisa berbicara.

[23:46:53] <arifiauo> Gak ada yang berat, kan kita ada di dunia opensource :)

[23:47:00] <Malsasa> Gimana cara saya submit ide? Bisakah seandainya saya bicarakan dulu ide saya kepada akang?

[23:47:06] <Malsasa> arifiauo: saya paham :)

[23:48:07] <arifiauo> Bisa :)

[23:49:39] <Malsasa> Oke. Apakah tidak ada sebelum ini, ide untuk membuat universal installer untuk modem-modem yang bisa diinstal di Linux? Yah, daripada pengguna akhir harus susah-susah pakai wvdial, harus oprek modul, harus macam-macam, Kang? Andai ada aplikasi kayak gitu (bash based juga gak papa), saya yakin akan sangat membantu ;)

[23:50:07] <Malsasa> Cotoh modem, Smartfren AC682. CE682. CE782. EC1261-2.

[23:50:27] <Malsasa> Namun kalau mustahil, bisa ditunda dulu :) Kan baru ide?

[23:51:15] <Malsasa> Sumber ide: berkas shell script dalam smarpret..tar.gz yang saya temukan dari googling.

[23:52:52] <arifiauo> bisa kasih link?

[23:53:47] <arifiauo> Modem EC1261-2 itu sudah otomatis terdeteksi di Fedora 16 dan Fedora 17. Karena saya punya modemnya. kalau yang lain saya kurang tahu :)

[23:55:50] <arifiauo> Salah satu masalah yang dihadapi berhubungan modem yaitu modem jaman sekarang menggabungkan installer drivernya pada penyimpanan modem itu sendiri.

[23:56:02] <Malsasa> arifiauo: sama, Kang. Ini EC1261-2 memang seperti yang akang katakan, jalan tanpa konfigurasi di mesin ini. Ini ngenetnya pakai modem itu :)

[23:56:12] <Malsasa> arifiauo: siap, sebentar saya carikan.

[23:56:16] <arifiauo> Tidak dipisahkan dalam bentuk CD.

[23:56:47] <Malsasa> Saya paham. Itu ZeroCD.

[23:56:51] <Malsasa> Itulah masalahnya.

[23:57:48] <arifiauo> Jadi modem yang belum dikenali oleh distro linux, cenderung terdeteksi sebagai media penyimpanan, bukan sebagai modem.

[23:57:56] <Malsasa> Kan sudah beberapa kawan kita bikin shell script untuk modem tertentu, yang beneran berhasil saya coba sendiri mengoneksikan CE682 di 12.04 ini, tanpa perlu saya lsusb dan usbserial :) tomatis. Meski, ya, saya harus buka terminal, tapi yang penting konek :)

[23:58:09] <arifiauo> Ini saya menggunakan smartphone android :)

[23:59:32] <Malsasa> http://antonsurot0.wordpress.com/2012/08/07/install-modem-smartfren-ce682-di-ubuntu-12-04/

[23:59:39] <Malsasa> Itu sumber smarpret saya.

[23:59:57] <arifiauo> Mungkin nanti bisa saya usulkan untuk dibuat paket di Fedora, selama tidak menyalahi peraturan. Karena Fedora Project sangat ketat mengenai hal itu. :)

[00:00:00] – {Day changed to Sab Des 29 00:00:00 2012}

[00:00:00] <Malsasa> arifiauo: akang beruntung ngenet pakai smartphone Andrid :)

[00:00:40] <Malsasa> arifiauo: saya yakin tidak akan menyalahi, karena tim fedora pasti bisa membuatnya sendiri. Akan sangat berguna untuk kami, orang-orang awam.

[00:00:49] <Malsasa> arifiauo: tapi saya sangat gembira:

[00:01:01] <Malsasa> Kutip: “Mungkin nanti bisa saya usulkan untuk dibuat paket di Fedora”

[00:01:29] <Malsasa> Alangkah riuh kalangan awam kalau tahu ada ambassador yang demikian peduli. Sampai diusulkan ke tim fedora ;)

[00:01:57] <Malsasa> Meski saya tak menggunakan Fedora, saya sangat menghargainya. Terima kasih banyak, Ambassador Arif Tri Waluyo…

[00:05:24] <arifiauo> Sama-sama :) Terima kasih juga untuk idenya :)

[00:19:02] <arifiauo> Untuk Ubuntu 12.04 jika tidak menggunakan script itu tidak bisa menggunakan Modem Smartfren CE682?

[00:26:55] <arifiauo> Malsasa

[00:27:49] <Malsasa> arifiauo: tetap bisa, cuma, untuk pengguna awam kayak saya ini, lebih ringkas kalau pakai skrip itu. Kan lebih sederhana? Kalau Fedora punya aplikasi GUI yang bisa melakukan itu, akan sangat menarik ;)

[00:29:13] <arifiauo> Tanpa script itu sudah bisa secara default?

[00:36:31] <arifiauo> Malsasa, setelah saya cek, seharusnya modem AC682, CE682, CE782, EC1261-2 sudah terdeteksi secara otomatis di Fedora karena semua konfigurasi untuk modem-modem tersebut sudah dibuat. Kita tinggal memasukkan username dan password saat pertama kali menggunakannya. Setelah itu cuma tinggal klik conect saja.

[00:37:04] <Malsasa> Alhamdulillah, jika benar demikian, pengguna akan merasa sangat terbantu dengan memakai Fedora.

[00:37:46] <Malsasa> Karena AC682 adalah modem yang sangat populer saat ini di kalangan Windowsian Indonesia. Sangat menggembirakan kalau mereka mau melirik Fedora lalu tangkas mengoneksikan modemnya :)

[00:37:59] <Malsasa> Begitu juga dengan CE, CE, dan EC.

[00:38:26] <Malsasa> arifiauo: terima kasih, Kang. Tapi kalau aplikasi universal installer-nya beneran dibikin, saya akan segera menyambutnya. Insya Allah.

[00:38:28] <Malsasa> ;)

[00:40:17] <arifiauo> Ya, jika Malsasa punya modem-modem tersebut. Tentu bisa mencobanya apakah benar itu bisa terdeteksi secara otomatis oleh Fedora. :)

[00:40:54] <Malsasa> Untuk Haier dan ZTE, sam sekali saya tak mengkhawatirkannya di Linux. Karena secara global, pasti bisa (meski dengan konfigurasi).

[00:41:12] <Malsasa> Yang saya khawatirkan, kalau pengguna Fedora punya Prolink P2000 dan yang semisal.

[00:41:20] <Malsasa> Kalau punya Windows dalam 1 mesin, tak apa.

[00:41:41] <Malsasa> Tapi kalau tidak, selamanya itu modem bakal tidak bisa dikonfigurasikan di Linux.

[00:42:36] <Malsasa> Di sisi saya kini ada EC1261-2 dan CE782. Belum saya jajal di Fedora. Saya hanya punya Ubuntu di mesin ini ;)

[00:45:16] <arifiauo> Prolink P2000 bisa kok di Fedora :)

[00:45:59] <arifiauo> Coba saja dengan Live Media, tidak perlu install di hardisk. Hanya perlu usbdisk :)

[00:46:25] <arifiauo> Jadi ubuntunya masih utuh. :)

[00:47:47] <arifiauo> Fedora yang saya maksud disini adalah Fedora yang masih dalam masa dukungan. Untuk saat ini Fedora 16 dan Fedora 17.

[00:50:18] <arifiauo> Tapi kalau mau menggunakan live media untuk mencobanya. Silahkan gunakan live media berikut http://tinyurl.com/live-respins

[00:52:34] <Malsasa> Benar?

[00:52:57] <Malsasa> P2000 itu tidak akan berganti product|vendor kecuali sudah di-flush dulu di Windows.

[00:53:02] <Malsasa> Saya tidak punya Windows.

[00:53:11] <Malsasa> Akang sudah pernah coba?

[00:53:20] <Malsasa> Kalau saya, sudah final: mustahil :)

[00:55:25] <arifiauo> Saya belum mencoba langsung, hanya berdasarkan konfigurasi yang saya lihat di paket Fedora modem-modem tersebut sudah disupport. :)

[00:55:42] <arifiauo> Lagipula saya tidak punya hardware yang bersangkutan. :)

[01:03:51] <Malsasa> Saya punya dan saya sudah mencoba hingga tahap copot salah satu modul kernel. Hasilnya gagal, Kang. Memang secara teoritis sudah termaktub di support list usbserial, bahwa si P2000 ini bisa. Masalahnya, bisanya P2000 ini hanya terjadi setelah di-flush di Windows pada mesin yang sama. Harus pada mesin yang sama. Sudah saya buktikan ;) Jadi, minimal kudu ada daftar modem yang support Linux dan yang tidak. Hanya sebatas ide kok, Kang.

[01:03:52] <Malsasa> :)

[01:04:46] <Malsasa> Sampai detik ini, akang menjawab orang bodoh seperti saya dengan sangat ramah. Akang telah menjawab apa yang saya harapkan dari seorang ‘pengayom’ komunitas.

[01:05:18] <Malsasa> Andai semua orang forum kita seperti Anda dalam meladeni user baru macam saya, akan sangat banyak Windowsian tertarik menggunakan Linux. Saya sangat yakin.

[01:06:04] <Malsasa> Saya sampai berharap kalau besok-besok main ke sini lagi, saya bisa berbicara lagi dengan Anda. Semoga Anda tidak merasa sia-sia bicara dengan saya…

[01:07:24] <arifiauo> Saya punya prinsip, saya tidak pernah memandang rendah seseorang karena saya yakin kita masih punya kekurangan. Ada sesuatu yang saya tahu dan mas e tidak tahu, adapula sesuatu yang mas e tahu tapi saya tidak tahu.

[01:08:10] <arifiauo> Intinya mari kita belajar bersama :)

[01:08:51] <Malsasa> Tahukah Anda, hilangnya orang seperti Anda inilah yang membuat saya menulis sebuah esai permohonan? ;)

[01:09:33] <Malsasa> arifiauo: prinsip Anda ini yang tampaknya hilang pada segelintir orang forum open source Indonesia, yang saya kira sangat mengecewakan

[01:10:00] <Malsasa> saya khawatirkan itu akan membuat lari Windowsian awam yang baru belajar Linux

[01:10:09] <arifiauo> Maaf, saya belum tahu mengenai esai itu :)

[01:10:11] <Malsasa> dan tampaknya sudah terjadi betul apa yang saya khawatirkan

[01:10:36] <Malsasa> arifiauo: tak apa, saya pun tak memaksakan akang membacanya. Judulnya Permohonan Saya Untuk Komunitas Linux Indonesia.

[01:11:04] <arifiauo> Saya dulu juga pengguna Ubuntu loh :)

[01:11:10] <Malsasa> Saya sangat berharap, para pengayom forum kita masa depan, akan mewarisi apa yang ada pada Anda hari ini dalam membantu saya.

[01:11:26] <Malsasa> arifiauo: saya juga pernah jadi pengguna Fedora ;)

[01:11:42] <arifiauo> Mungkin Malsasa sedikit berlebihan dalam menilai saya :)

[01:12:28] <Malsasa> Oh tidak, sama sekali tidak. Coba Anda baca lagi bagaimana Kosasih Iskandarsjah mengayomi user yang ingin belajar TI tapi tak punya komputer, coba akang telusuri lagi sejarah Onno Widodo Purbo…

[01:12:44] <arifiauo> Terus terang saya tertarik dengan Fedora karena komunitasnya :)

[01:12:55] <Malsasa> dan jika akang suatu saat tak sengaja membaca esai saya itu, akang akan tahu saya tidak berlebihan.

[01:13:02] <Malsasa> Saya sengaja cari orang sepertimu!

[01:13:25] <Malsasa> arifiauo: bisa sedikit ceritakan, bagaimana sih komunitas Fedora yang bikin akang tertarik itu?

[01:14:44] <arifiauo> Saya ceritakan dari awal saja ya..

[01:15:07] <arifiauo> Saya sebenarnya iseng saja saat mencoba linux

[01:15:24] <Malsasa> Silakan, senang hati saya dengar cerita Anda.

[01:16:05] <arifiauo> Karena seringnya install ulang windows, jadi muncul pertanyaan. Adakah os selain windows?

[01:16:24] <arifiauo> Terus saya putuskan mencoba ubuntu

[01:16:50] -*- Malsasa menyimak

[01:16:53] <arifiauo> karena menurut review, itu yang paling mudah digunakan untuk pemula

[01:18:04] <arifiauo> dan juga saat itu tidak ada satupun teman sedesa/kampus dan semua teman yang saya kenal yang menggunakan linux

[01:18:24] <arifiauo> jadi saya pilih amannya dulu :)

[01:19:13] <arifiauo> setelah berhasil install ubuntu, seminggu kemudian saya hilangkan windows dari hardisk saya.

[01:19:28] <arifiauo> lagipula itu windows bajakan :D

[01:20:07] -*- Malsasa masih menyimak

[01:20:49] <arifiauo> hal yang membuat saya berani untuk meninggalkan windows adalah beberapa keunggulan linux itu sendiri

[01:21:08] <arifiauo> mungkin Malsasa sudah tahu itu apa saja :)

[01:21:48] <Malsasa> Halal? Open source? Gratis? Legal? Bebas? Stabil? Robust?

[01:22:01] <Malsasa> All around platforms?

[01:22:46] <Malsasa> Atau ada faktor lain?

[01:22:54] <Malsasa> Tanpa virus?

[01:22:59] <Malsasa> Sekuriti?

[01:23:44] <Malsasa> Jatuh hati pada komunitasnya?

[01:23:50] <arifiauo> Menurut saya hanya satu kata “simple”

[01:24:11] <Malsasa> Oke. Mengapa tidak Mac OS X?

[01:25:16] <arifiauo> Mac OS X menurut saya OS yang egois :)

[01:25:56] <Malsasa> Oke. Anda benar-benar ‘simple’. Saya sampai hari ini susah jadi orang yang ‘simple’. Saya iri dengan orang yang ‘simple’.

[01:26:08] <arifiauo> Itu sama saja mengekang saya untuk berbagi, membantu satu sama lain :)

[01:26:30] <Malsasa> Berarti benar-benar back to basic, back to the root…

[01:26:33] <arifiauo> saya lanjut dulu

[01:26:40] <Malsasa> Silakan.

[01:26:45] -*- Malsasa menyimak kembali

[01:27:35] <arifiauo> setelah lama memakai, saya ingin software seperti ini akan terus ada

[01:27:59] <arifiauo> jadi saya mulai berfikir untuk berkontribusi

[01:29:14] <arifiauo> Sebuah software opensource bisa kita pakai secara gratis, bebas kalau bukan dari kebaikan para pengembang itu adalah hal yang mustahil

[01:29:54] <arifiauo> Saya kunjungi forum-forum online opensource Indonesia

[01:31:03] <arifiauo> Tapi kebanyakan sepi. Jadi pertanyaan saya baru ada yang menanggapi satu bulan kemudian.

[01:32:28] <arifiauo> Apa boleh buat, saya putuskan ke forum internasionalnya..

[01:33:36] <arifiauo> Eh kebetulan pada saat itu saya ada problem mengenai linux yang belum terpecahkan

[01:34:35] <arifiauo> Saya tanya di Forum kurang ada yang memperhatikan,

[01:35:06] <arifiauo> trus saya lari ke IRC ubuntu

[01:35:13] -*- Malsasa tetap menyimak

[01:35:17] <arifiauo> disana pertanyaan saya tidak ada yang jawab

[01:35:23] <arifiauo> Saya mulai putus asa, kemana lagi saya minta bantuan

[01:37:42] <arifiauo> Dari situ saya mulai kepikiran ganti distro yang komunitasnya lebih aktif

[01:37:53] -*- Malsasa : kemudian?

[01:38:27] <arifiauo> Sebelumnya minta maaf, ini saya menceritakan kisah saya

[01:38:27] <arifiauo> bukan bermaksud untuk menjelekan komunitas ubuntu atau yang lainnnya

[01:38:27] <arifiauo> Saya tidak tahu kondisi komunitas ubuntu sekarang :)

[01:38:55] <arifiauo> Saya lanjut..

[01:39:00] <arifiauo> Dari debian based, saya mencoba RedHat based..

[01:39:00] <arifiauo> Saya mencoba Fedora

[01:39:08] <Malsasa> Lho, saya malah senang sekali kalau akang bisa tunjukkan komunita yang ramai kepada saya. Saya tidak fanatik komunitas tertentu.

[01:40:09] <arifiauo> Di Fedora semua kendala saya dipecahkan oleh kontributor lain yang dengan senang hati mereka menjelaskan..

[01:41:00] <arifiauo> Kemudian saya mulai tertarik mempelajari semua mengenai Fedora

[01:41:41] <arifiauo> Dan ternyata Fedora Project mempunyai dokumentasi yang sangat lengkap

[01:42:19] <arifiauo> Awalnya saya mau kembali ke Ubuntu

[01:42:40] <arifiauo> karena Fedora saya rasa lebih sulit. Tapi karena adanya dokumentasi tadi. Saya bisa mempelajarinya.

[01:43:04] <arifiauo> Kemudian saya malah tambah suka dengan Fedora

[01:43:36] <arifiauo> Terus semua keputusan didasarkan pada komunitas

[01:43:46] <arifiauo> bukan keputusan mutlak seseorang

[01:44:31] <arifiauo> Jadi walaupun hanya codename rilis Fedora, itu juga dilakukan voting

[01:45:24] <arifiauo> Jadi peran komunitas adalah inti dari Fedora Project selama ini

[01:45:54] <arifiauo> Kemudian saya mulai bergabung menjadi kontributor Fedora

[01:46:25] <arifiauo> Setiap kontributor baru, tidak langsung terjun/mempelajari apapun sendiri

[01:46:51] <arifiauo> Ada kontributor yang bersedia menjadi mentor anda.

[01:47:13] -*- Malsasa menyimak terus

[01:47:35] <arifiauo> Semua pertanyaan bisa anda ajukan jika mengalami masalah pada bidang yang anda ambil

[01:48:28] <Malsasa> Saya ingin tanya.

[01:48:47] <arifiauo> Setelah lulus mentoring, baru saya resmi menjadi kontributor dan berperan aktif dalam setiap rilis Fedora

[01:48:47] <arifiauo> silahkan

[01:49:47] <Malsasa> Adakah yang seperti Launchpad di Fedora? Tempat saya bisa melakukan terjemah .po secara daring?

[01:50:48] <arifiauo> Tentu saja ada

[01:51:35] <Malsasa> Alamatnya apa, Kang?

[01:52:15] <arifiauo> Jadi translator kan?

[01:52:15] <arifiauo> https://fedoraproject.org/wiki/L10N

[01:52:35] <Malsasa> Kalau untuk yang seperti PPA?

[01:53:42] <arifiauo> Kalau di Fedora hal itu tidak ada

[01:53:47] <Malsasa> Oke.

[01:54:01] <Malsasa> Akang masih mau lanjutkan? Saya masih sedia menyimak.

[01:54:17] <arifiauo> Karena Fedora Project punya prinsip 100% free

[01:55:00] <Malsasa> PPA itu apa tidak 100% free?

[01:56:32] <arifiauo> 100% free disini maksudnya https://fedoraproject.org/wiki/Licensing:Main?rd=Licensing

[01:57:39] <arifiauo> Jadi yang bertentangan dengan itu, hanya akan disediakan oleh repository pihak ketiga

[01:57:43] <Malsasa> Saya tidak mengerti masalah lisensi sama sekali. Namun, terima kasih banyak.

[01:57:57] <arifiauo> Tidak akan disediakan oleh Fedora Project

[01:58:05] <Malsasa> Saya ingin memberi komentar.

[01:58:14] <arifiauo> Silahkan

[02:00:12] <Malsasa> 1 – Pengalaman Anda, sungguh mirip dengan apa yang saya alami. Kecuali bagian menghapus Windows. Saya tidak seberani itu. Masih butuh waktu beberapa lama untuk melakukannya. Saya salut Anda melakukan hal yang tepat menghapus bajakan.

[02:00:50] <Malsasa> 2 – Keputusan-keputusan Anda yang berani. Saya sudah lama mencari teman yang seperti ini.

[02:01:31] <Malsasa> 3 – Apa yang Anda rasakan selama tidak dijawab di forum-forum tertentu, mengingatkan saya apa yang saya tulis di esai ;)

[02:02:35] <Malsasa> 4 – Saya belum pernah tahu apa-apa yang terjadi di komunitas Fedora. Saat ini, saya merasa sangat gembira. Ternyata menyenangkan sekali! Anda benar, ” Fedora Project mempunyai dokumentasi yang sangat lengkap”. Ini saya barusan buka link dari Anda. Dan memang demikian adanya.

[02:03:21] <Malsasa> 5 – Pernyataan Anda: “Tapi karena adanya dokumentasi tadi. Saya bisa mempelajarinya.” ini khas otodidak. Sudah lama saya menanti bicara dengan orang seperti Anda.

[02:04:14] <Malsasa> 6 – Pernyataan Anda: “Di Fedora semua kendala saya dipecahkan oleh kontributor lain yang dengan senang hati mereka menjelaskan..” adalah yang saya cari dalam esai itu…

[02:05:01] <Malsasa> 7 – Ada sistem mentoring untuk kontributor yang baru gabung. Menyenangkan sekali. Baru ini saya dengar ada yang seperti ini di komunitas.

[02:06:33] <Malsasa> 8 – Dan yang terakhir, bahasa yang akang gunakan. Ini saya nilai sungguh sangat sopan dan beradab. Mengapa? Karena meski saya ini orang awam, akang tidak menggunakan bahasa singkatan-singkatan ala sms yang menurut bahasa etika, sangat tidak sopan jika dipakai bicara kepada orang lain. Saya sangat menghargainya. Maaf, saya sangat sensitif masalah bahasa.

[02:06:46] <Malsasa> Sudah, hanya itu komentar saya.

[02:07:52] <arifiauo> Terima kasih komentarnya, jangan lupa kritik dan saran juga saya nantikan :)

[02:08:54] <arifiauo> Selain komunitas, saya sekarang sudah mengetahui beberapa hal yang membuat saya sulit berpaling dari Fedora :)

[02:09:31] <arifiauo> Mungkin sampai disitu saja ceritanya. Jika ada yang terlewatkan, Silahkan ditanyakan..

[02:10:05] <Malsasa> Apa, apa yang membuat akang sulit berpaling? Katakan. Saya juga mau.

[02:11:33] <arifiauo> Di Fedora ada Presto http://fedoraproject.org/wiki/Features/Presto

[02:12:06] <arifiauo> Sehingga ini sangat membantu bagi yang koneksinya agak lemot :)

[02:12:52] <arifiauo> Manajemen paket yang mudah dan kaya fitur

[02:13:18] <Malsasa> Langsung saya buka.

[02:13:27] <arifiauo> seperti penyelesaian dependensi

[02:13:36] <arifiauo> fitur undo

[02:13:57] <Malsasa> Ini semisal Synaptic, ya?

[02:14:12] <Malsasa> Akang bisa kasih brief introduction kepada saya?

[02:14:49] <arifiauo> Mengenai?

[02:15:23] <Malsasa> Presto ini. Kasarannya bagaimana?

[02:15:38] <arifiauo> ok

[02:17:47] <arifiauo> Jika kita sudah me-nginstal sebuah paket dengan besar 25Mb. Kemudian ada update terbaru dari paket tersebut yang besarnya menjadi 27Mb. Dengan presto kita tidak harus mendownload secara keseluruhan paket.

[02:18:08] <Malsasa> Saya paham.

[02:18:14] <arifiauo> Kita hanya perlu mendownload perubahan yang diperlukannya saja

[02:18:29] <Malsasa> Apakah saya yang salah kira, atau ini mirip prinsipnya rsync?

[02:18:37] <arifiauo> Jadi hanya 2Mb yang perlu di download

[02:19:35] <Malsasa> Iya, sangat praktis.

[02:19:49] <Malsasa> Saya bisa memahaminya dengan kesederhanaan yang saya punya.

[02:20:38] <arifiauo> Saya kurang tahu prinsip rsync.

[02:20:51] <arifiauo> :)

[02:21:18] <arifiauo> Yang jelas, seperti itulah yang saya rasakan :)

[02:24:04] <arifiauo> Ya, mirip prinsipnya rsync :)

[02:24:10] <Malsasa> Aplikasi rsync sering dipakai oleh devboi. Saya bukan devboi tapi saya suka baca-baca.

[02:24:22] <Malsasa> Oke.

[02:24:32] <Malsasa> Boleh saya minta satu hal lagi dari akang?

[02:24:42] <arifiauo> Silahkan

[02:25:25] <Malsasa> Saya ingin menerbitkan dialog kita malam ini di blog saya https://malsasa.wordpress.com. Posting khusus, perdana, dialog IRC masuk blog saya. Boleh?

[02:25:28] –> agus_sintang (~agus_sint@unaffiliated/agus-sintang/x-8163995) has joined #fedora-id

[02:25:48] <agus_sintang> mana udah sepi bang Malsasa?

[02:25:49] <agus_sintang> hehe

[02:26:12] <Malsasa> agus_sintang: ini saya masih ngobrol dengan beliau, lho…

[02:26:25] <arifiauo> Malsasa, boleh :) semoga bermanfaat bagi yang membaca nanti

[02:26:53] <arifiauo> panggil saja arifiauo :)

[02:27:03] <Malsasa> arifiauo: terima kasih banyak, Kang. Terhitung sejak 23:12 tadi kita bicara.

[02:27:39] <arifiauo> Iya, tidak terasa sudah jam 2:32

[02:28:10] <Malsasa> kang agus_sintang datang agak terlambat. Ini saya sudah mau mundur dari medan tempur. Saya akan sangat rindu untuk bicara lagi dengan akang arifiauo.

[02:28:39] <Malsasa> Saya mundur dulu ya, Kang? Barakallahu fiikum. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

21 thoughts on “Dialog Antara Duta Besar Fedora Indonesia dengan Saya

  1. no yellow no glow

    mangtabs bro…. sungguh menginspirasi… jadi g takut lagi buat nyemplung ke linux…. mastah-nya ramah2 n baik hati… hehehehe…..

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Saya senang ada Fedoran yang datang kemari. Terima kasih, Kang. Saya bisa menerima pendapat akang. Saya saja yang selama ini tidak pernah tahu bagaimana komunitas Fedora itu.

      Silakan akang berpaling dari Ubuntu, itu hak akang. Saya pun berpaling dari komunitas Blankon karena alasan yang mirip dengan itu. Saya lebih betah berada di komunitas yang akhlaknya lebih baik dan lebih beradab dalam menerima kritik.

      Terima kasih :)

      Balas
  2. belthsazar

    komunitas ubuntu-id memang sempat mati suri selama beberapa saat. ini awal mula pak lurah Sudoers dan pak camat Kukakuchu membuat forum baru bernama ubuntu-indonesia.com. tujuannya untuk mewadahi pertanyaan yang tidak terjawab di ubuntu-id.org. sehingga sempat ada dualisme komunitas ubuntu di Indonesia.tapi Puji Tuhan sekarang komunitasnya sudah mulai aktif lagi dan berkat usaha pak lurah-, komunitas ubuntu-indonesia sekarang menjadi forum resmi ubuntu-id. sudah tidak ada lagi dualismenya.
    saya jujur sangat terbantu dengan keberadaan presto. maklum koneksi siput. tapi untuk berkontribusi secara langsung sepertinya masih belum bisa. dari segi waktu, sumber daya manusia, maupun koneksi yang tidak memadai untuk mempelajari hal baru. apalagi komunitas fedora terkenal ketat. ini salah satu hambatan tersendiri buat saya.
    terima kasih mas, sudah membagi hasil chat walaupun ada beberapa bagian yang kurang berkenan buat saya.

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Waduh, komentar akang ini masuk spam. Entah mengapa. Ini sudah saya keluarkan.

      Terima kasih, Kang. Saya senang dengan adanya kedua sumber besar Ubuntu kita ini. Lho, mana yang kuran berkenan?

      Balas
      1. belthsazar

        ketatnya seperti yang sudah dijelaskan mas ambassador di atas. di dokumentasi pun juga ada. ketat dalam hal lisensi terutama. Fedora tidak mau memasukkan repo restricted sehingga harus memakai repo pihak ketiga (rpm fusion) untuk melengkapinya. untuk hal yang ke-kurang berkenan-annya, biarlah jadi masalah saya sendiri. mungkin memang perbedaan pandangan, jadi jangan terlalu dibesar-besarkan. :D
        untuk spam, tak apalah. namanya juga false positif. seringkali terjadi di blog saya juga.

  3. muhta jamil

    aku tak tahu harus bilang apa, tapi aku merasa forum fedora banyak diisi oleh para ahli, di grup facebook sepertinya lebih berbobot, aku tak tahu aku hanya newbie. info bagus. terimakasih

    Balas
  4. M Dede

    soal distro aku pikir ini di kembalikan lagi ke pemakai , mana yang lebih ia kuasai , tapi esensi dari obrolan kang ade lebih ke pada ” Perbandingan Support Komunitas yang sepi di Indonesia” dan aku pikir saat ini sudah lebih baik support yang di berikan komunitas

    Balas
  5. barunyobalinux

    02:17:47] Jika kita sudah me-nginstal sebuah paket dengan besar 25Mb. Kemudian ada update terbaru dari paket tersebut yang besarnya menjadi 27Mb. Dengan presto kita tidak harus mendownload secara keseluruhan paket.

    aku suka bagian ini

    Balas
  6. Ping balik: YUM, Manajer Paket Fedora yang Mengesankan | RESTAVA

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s