Kesan-kesan Awal Saya Ketika Menjajal Blankon 7 Pattimura


Saya ingin bikin posting sederhana saja. Baik, ini adalah kumpulan kesan saya ketika mencoba Blankon 7 (tentu setelah diinstal :) ) di mesin saya. Oya, Blankon saya instal setelah Ubuntu 10.10.

1. Buat saya, yang pertama adalah penampilan. Compiz berjalan dengan sangat mulus. Ini ditandai dengan berjalan baiknya Ctrl+Alt+(Kiri/Bawah/Kanan/Atas) untuk memindah-mindahkan destop virtual. Animasi halus, disertai tampilan switcher yang transparan. Ini menunjukkan Compiz bekerja dengan baik, yang berarti driver untuk VGA sudah beres. Padahal Ubuntu 10.10 yang saya instal sebelumnya tidak bisa menjalankan Compiz (efek destop). Diagnosis: Ubuntu belum menyertakan driver VGA seperti yang disertakan oleh Blankon. Kesimpulan: Blankon sudah lengkap dan nyaman buat saya.
2. Perangkat Jaringan Nirkabel (wifi adapter) terdeteksi dengan baik. Ini mengakibatkan mesin dapat langsung digunakan saat ada sinyal wifi. Dan memang tepat, wifi dapat saya gunakan sebagaimana saya menikmati wifi dengan mesin teman saya Andriyan. Mudah sekali melakukan koneksi, tinggal lihat hotspot yang tersedia lalu pilih. Dan internetan pun lancar.
3. Aplikasi desain grafis sudah termaktub, eh, tersedia. Sehingga saya bisa langsung melakukan desain amatiran seperti biasanya. Saya langsung ganti latar belakang destop dengan latar saya sendiri. Khas, No Windows No Cry. Entah nanti saya ganti apa lagi. Kesimpulan: Blankon sudah sangat praktis untuk mengerjakan desain-desain menurut saya. Sudah ada aplikasi grafis vektor dan bitmapnya.
4. Multimedia beres. Semua video yang saya miliki bisa diputar tanpa masalah atau hang. Padahal Linux Mint yang saya instal setelah Blankon mengalami hang ketika memutar video apa saja. Hang sehingga mesin harus dijalankan ulang (restart).
5. Jam Blankon saya rasa sangat pas ada di pojok kanan bawah dengan keberadaannya yang santai (tidak mengganggu kerjaan saya). Saya merasa senang kalau bisa lihat jam yang jelas/gede seperti itu.
6. Blankon Menu saya rasa kurang tepat, atau kurang efisien. Coba kalau bentuknya tidak vertikal tetapi berkategori seperti KDE Menu atau menunya Linux Mint. Pasti akan lebih mudah bagi saya untuk bernavigasi antarentri menu. Iya juga, isi menu tidak dapat saya ubah seperti halnya pada menu di GNOME Menu biasanya. Isi menu seakan fixed dan urutan tidak bisa ditambah/dikurangi/digeser. Tapi saya senang dengan ikonnya (konsep penempatannya) yang mengambang di atas segala GUI di bagian atas layar begitu, ditambah punya transparansi pula. Kesimpulan: cukup berguna.
7. Blankon Panel kurang bisa dikustomisasi. Ikon/pintasan aplikasi tertentu tidak dapat saya tempatkan secara manual di situ. Blankon Panel seharusnya bisa autohiding, tetapi sering ia harus dilayangi kursor dulu baru bisa hilang. Ini mengganggu menurut saya. Ia pun menampilkan aplikasi yang jalan di destop lain tetapi ketika saya klik aplikasi itu, destop tidak pindah atau aplikasi yang saya tuju tidak muncul. Mestinya, kalau aplikasi dikecilkan di taskbar, kalau task-nya diklik, destop akan langsung pindah ke destop tempat aplikasi itu tadi ATAU aplikasi yang muncul di destop yang saya klik task-nya. Blankon Panel tidak begitu dan ini agak menyulitkan menurut saya. Tapi dengan konfigurasi yang fixed seperti itu, menurut saya Blankon Panel cocok buat pemula.

Begitulah kesan-kesan saya. Saya menikmati bekerja dengan mesin Blankon. Sangat nyaman.

2 thoughts on “Kesan-kesan Awal Saya Ketika Menjajal Blankon 7 Pattimura

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s