Pemrograman C di Linux #1: Bismillah


Saatnya kita memulai belajar pemrograman C di Linux. Posting ini adalah materi pertama dari bab pertama, yaitu pengenalan fungsi dan tipe variabel dasar. Sekitar ±10 posting ke depan, kita akan membahas bab ini. Kali ini, kita akan membuat sebuah program berbasis teks untuk mencetak kata Bismillah ke layar. Ini setara dengan budaya menuliskan “Hello world!” di dunia pemrograman, ketika pertama kali mempelajari bahasa pemrograman. Saya enggak cocok dengan budaya itu. Saya lebih suka bismillah. Maka, ayo kita ubah tradisi itu :) Mulai belajar.

//Program pertama kita
#include <stdio.h>
void main()
{
printf("Bismillah");
}

Kode ini jika ditulis di Geany, begini tampilannya: Simpanlah dalam format.c. Kalau saya, saya beri nama 1.c. Yah, namanya juga bahasa C. Sederhana, bukan? Setelah Anda menuliskan kode di atas ke Geany (atau salin-tempel juga boleh), lakukan tiga hal: kompilasi, bangun (build), dan jalankan. Geany memiliki tiga tombol yang berfungsi untuk itu semua. Ini gambarnya:Setelah dikompil dan dijalankan, Anda akan memperoleh tayangan terminal/shell yang bertuliskan Bismillah. Jika ya, selamat! Anda telah belajar untuk pertama kalinyal. Jika tidak, barangkali ada 2 hal yang belum beres. Apa itu? Satu, build-essential belum terinstal di sistem Ubuntu. Dua, ada yang salah di kode yang Anda ketik. Coba betulkan. Baiklah, ini hasil pemrograman kita:

Analisis Kode Program

Saya akan mencoba menjelaskan baris per baris kode yang kita tulis. Namun penjelasan ini tidaklah seakurat jika Dennis Ritchie sendiri yang menjelaskan (jelaslah). Saya coba jelaskan menurut pemahaman saya. Yuk mulai!

//Program pertama kita

Baris pertama. Ini adalah sebuah komentar. Dalam bahasa C (juga bahasa pemrograman lainnya), ada suatu pengecualian untuk pemrograman. Apa itu? Komentar. Komentar adalah baris kata-kata atau kalimat dalam kode yang BUKAN kode. Komentar adalah kata-kata yang ditujukan sebagai catatan dan tidak akan memengaruhi hasil pemrograman. Artinya, komentar adalah baris yang diabaikan oleh kompiler. Dalam C, sebuah baris komentar diawali dengan // (double slash). Ada juga komentar yang panjang, diawali /* dan diakhiri */. Bedanya, // ini cuma bisa digunakan untuk 1 baris (jadi kalau ada baris lagi ya ngetik // lagi) sedangkan /* */ bisa dipakai untuk berapa baris pun (cukup satu untuk banyak baris). Anda bisa ubah isi // dengan apa pun. Coba saja. Oya, // ini tidak harus ditaruh di atas. Bisa saja setelah akhir baris Anda menambahkannya. Namanya juga catatan. Heheheh.

#include <stdio.h>

Baris kedua. Ini adalah sebuah arahan. Kode #include adalah perintah untuk kompiler. Artinya kira-kira “sertakan ini:”. <> adalah kurungan untuk isi dari “yang mau disertakan”. Dalam konteks baris ini, #include menyuruh kompiler untuk menyertakan stdio.h. Apa maksudnya menyertakan? Apa itu stdio.h? Apa bukannya studio.h? baik, saya akan jelaskan.

Baris ini sangat penting dalam pemrograman C, terutama jika dalam tubuh kode pemrogram memakai suatu fungsi yang harus didefinisikan dahulu. Contoh fungsi yang harus didefinisikan dulu ialah printf() (nulisnya gini aja, jangan printf doang :D). Sekadar info, sebetulnya kita sudah sangat dienakkan oleh para pelopor C dengan keberadaan pustaka dasar C. Tambah enak lagi dengan adanya build-essential, kita dapat semua pustaka C dasar. Di dalam pustaka C dasar ini, ada definisi-definisi untuk seluruh fungsi dasar (termasuk printf() itu tadi) dalam C. Seharusnya kita mendefinisikan tiap-tiap fungsi yang akan kita gunakan. Namun untuk satu fungsi saja bisa ribuan baris definisinya. Maka dari itu para pelopor itu membikinkan pustaka dasarnya biar kita enggak perlu mendefiniskan ulang satu-per-satu fungsi di C. Soalnya, banyak banget! Oya, definisi ini adanya di berkas-berkas header. Salah satunya stdio.h. Nah, definisi ini kita hubungkan ke dalam program dengan cara #include <stdio.h>. Maksudnya, sertakan definisi-definisi yang ada di situ karena saya mau pakai printf(). Definisi ini akan digunakan kompiler untuk mewujudkan program yang Anda inginkan. Dan stdio itu maksudnya standard input/output, bukannya studio.  Bisa ditebak dari namanya, stdio.h adalah berkas yang berisi definisi-definisi untuk masuk/keluarnya data. Maka dari itu, printf() yang notabene fungsi untuk mengeluarkan/mencetak tulisan, didefinisikan di sini. Semoga penjelasan saya mudah dipahami.

void main()

Baris ketiga. Ini adalah fungsi utama C. Seluruh program C (ini pemahaman saya) memiliki fungsi ini. Ini adalah fungsi yang mengawali keseluruhan program. Tanpa ini, program C tidak akan jalan. Anda boleh menuliskan main () (ada spasinya) atau main() (tanpa spasi).

{

Baris keempat. Ini adalah tanda dimulainya sebuah fungsi. Dalam hal ini, fungsi utama. Tanda ini punya pasangan, yaitu }.

printf("Bismillah");

Baris kelima. Ini adalah baris yang memerintahkan komputer untuk mengeluarkan tulisan di dalam “” ke layar. Dalam hal ini, Bismillah dicetak ke layar. Perhatikan, baris ini diakhiri dengan ; (titik koma). Ini memang sudah aturan C, bahwa setiap baris fungsi dalam {} selalu berakhiran ;.

}

Baris keenam. Ini adalah tanda penutup fungsi program. Pada program yang lebih kompleks, Anda akan menemukan {} yang banyak sekali dan ada nanti {} dalam {} saking kompleksnya program :).

Rangkuman

Yap, Anda telah belajar sedikit tentang pemrograman C. Ini masih awal, lho ;) Intinya, pemrograman C itu adalah bagaimana meneruskan ide ke dalam kode. Kode dalam C adalah serangkaian fungsi-fungsi. Setidaknya Anda telah mendapatkan beebrapa hal dari sini:

  1. Komentar. Dimulai dengan // dan bisa ditulis di mana saja.
  2. #include <apasaja>, dipakai untuk menyertakan suatu header dalam kompilasi.
  3. void main(), awal dari suatu fungsi utama. Pasti ada di seluruh program C.
  4. {}, pengapit/pengurung suatu fungsi.
  5. printf(), fungsi dasar C untuk mencetak tulisan ke layar. ini berasosiasi dengan stdio.h.

Unduh

  1. Kode sumber Bismillah (80 bytes) [Unduh .c]
  2. E-book dari posting ini (100 KB)  [Unduh PDF]
  3. E-book dari posting ini (100 KB)  [Unduh ODT]

6 thoughts on “Pemrograman C di Linux #1: Bismillah

  1. arifur

    Mas Ade, mau tanya, membuat tulisan seperti ini
    //Program pertama kita
    #include
    void main()
    {
    printf(“Bismillah”);
    }

    yang ada garis hijau dan nomor sebelah kiri itu bagaimana?? mohon pencerahannya

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis Tulisan

      Oh, akang arif tanya cara menulis source code di postingan WordPress? Tulis dulu source code akang lalu apit itu dengan kode “[ source ]” di awal dan diakhiri “[ /source ]” di akhir tanpa tanda kutip tanpa tanda spasi. Cobalah.

      Balas
      1. arifur

        Terima kasih mas ade, lebih baik tanya dari pada tidak tau.. hehe
        Nah lanjut mas ade, untuk memberi warna pada tulisannya.. aduh maaf mas ade kalo saya tanya terus, solanya pengen tau..

Dilarang menggunakan emotikon

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s