Apa Artinya Bahasa Menunjukkan Bangsa?


Saya tuliskan khusus untuk mereka yang mencari makna peribahasa bahasa menunjukkan bangsa. Makna ini berasal dari kehidupan sehari-hari saya. Perlu diketahui bahwa makna peribahasa ini ada dua. Akan saya jelaskan salah satunya saja di sini karena makna pertama sudah banyak dikenal. Makna keduanya yang mungkin dicari oleh kita. Silakan menyimak.

Makna pertama:

Berbahasa Indonesia menandakan seseorang berasal dari negara Indonesia, berbahasa Arab menunjukkan seseorang berasal dari negara Arab, dan seterusnya yang maksudnya bahasa yang digunakan menunjukkan asal seseorang. Inilah makna pertama.

Makna kedua:

Bahasa menunjukkan jati diri seseorang. Maksudnya, bahasa menampakkan pola pikir, kebiasaan, sifat khusus, atau kecerdasan seseorang. Inilah mengapa seseorang bisa membaca bagaimana level berpikir orang hanya dari cara orang menggunakan bahasa. Makna yang kedua ini berhubungan dengan tata bahasa dan erat kaitannya dengan ketertiban memegang kaidah bahasa.

Penjelasan Makna Peribahasa

Tulisan ini hanya menjelaskan makna kedua dari peribahasa ini. Pertama, saya akan menyinggung masalah waktu. Akan saya perbandingkan bahasa milik orang Indonesia dengan bahasa milik orang Inggris. Cara perbandingan ini saya tempuh demi menyajikan penjelasan paling sederhana untuk Anda.

Bahasa Indonesia tidak mengenal waktu. Maksudnya, bahasa kita ini tidak memiliki aturan kebahasaan mengenai waktu semisal pembedaan kata kerja untuk waktu lampau, sekarang, dan akan datang. Misalnya kata mengambil akan tetap mengambil pada kalimat berwaktu lampau, tetap mengambil pada kalimat berwaktu sekarang, dan tetap juga mengambil pada kalimat berwaktu yang akan datang. Berbeda dengan Bahasa Inggris. Bahasa yang dipakai secara majemuk di luar negeri ini mengenal pembedaan kata kerja untuk setiap sisi waktu. Misalnya kata take akan menjadi took untuk lampau, take untuk sekarang, dan taken untuk yang akan datang. Apa yang bisa kita pahami? Ternyata Bahasa Inggris memberikan perhatian yang besar untuk waktu.

Kedua, Bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk majemuk suatu kata benda. Pernyataan ini sifatnya global dengan beberapa pengecualian. Pada dasarnya, kita akan mengalami sendiri betapa bentuk majemuk itu tidak dikenal di bahasa kita. Permisalan untuk hal ini ada banyak sekali. Kita ambil contoh saja:

  • kita biasa menggunakan kata pisang untuk menyebut setandan pisang yang sebenarnya beranggotakan banyak pisang
  • kita biasa menggunakan kata komputer untuk menyebut sekian komputer yang ada di laboratorium sekolah kita
  • kita biasa menggunakan kata buku untuk menyebut sekian buku yang ada di perpustakaan
  • dan contoh lainnya.

Hal ini sebetulnya bisa menjadi masalah karena pembedaan antara jamak dengan tunggal itu penting. Bahasa Indonesia menjembatani masalah ini dengan mengulang kata benda. Artinya, jika ada penyebutan kata benda yang diulang dengan dipisahkan oleh satu tanda minus (-), itu menunjukkan benda berjumlah jamak atau lebih dari satu. Kita ambil contoh lagi:

  • buku-buku,
  • komputer-komputer,
  • pisang-pisang,
  • permen-permen,
  • dan contoh lainnya.

Namun masalah akan muncul saat ada kata benda tunggal yang sudah berbentuk seperti jamak. Kita ambil contoh lagi:

  • biri-biri (tunggal),
  • ubur-ubur (tunggal),
  • laba-laba (tunggal),
  • jentik-jentik (tunggal),
  • uget-uget (tunggal),
  • anai-anai (tunggal),
  • bayan-bayan (tunggal, nama ikan; Hemipiraclodus borneensia),
  • dan sebagainya,

yang jika dijadikan jamak akan panjang. Silakan Anda bayangkan sendiri. Masalah ini tergolong kecil karena memang kecenderungan di pemakai Bahasa Indonesia, kesalahan berbahasa mudah ditoleransi. Lagi pula, hal ini semakin menunjukkan bahwa pada dasarnya Bahasa Indonesia itu tidak mengenal bentuk jamak.

Bandingkan dengan Bahasa Inggris. Lebih sederhana tetapi lebih cerdas. Cukup menambahkan ‘s’ di belakang setiap kata benda. Misalnya, bentuk tunggal ship jamaknya ships. Bentuk tunggal computer jamaknya computers. Sangat sederhana tetapi cerdas. Setiap pengguna cukup menambahkan ‘s’ di akhir kata. Pengecualian untuk kata tunggal seperti mouse yang berubah menjadi mice jika jamak. Lihat sifat ini. Ringkas tapi luas. Ini efisien.

Sampai sini kita memperoleh gambaran mengenai waktu dan jumlah. Dua-duanya tidak dikenal di Bahasa Indonesia. Lalu apakah hubungannya dengan makna peribahasa kita ini? Simak uraian berikut.

Bahasa Menunjukkan Kelas Anda

Bangsa yang menghargai waktu akan mudah dikenali dari bahasa yang mereka miliki. Bangsa yang memerhatikan lingkungan juga mudah dikenali dari bahasanya. Bagaimanakah dengan bangsa kita? Bangsa kita harus diakui masih belum termasuk bangsa yang disiplin. Bangsa kita seringkali tidak menghargai waktu. Inilah maksud bahasa menunjukkan bangsa. Berikutnya, bangsa yang acuh tak acuh lingkungan dengan alasan ‘ini hanya sedikit mengotori‘ melupakan orang lain yang bisa jadi juga melakukannya, juga mudah sekali dikenali dari bahasanya. Seakan sama antara tungal dengan jamak. Inilah bangsa kita, kenyataan yang jelas terjadi dan diisyaratkan oleh bahasa resminya sendiri. Bahasa menunjukkan bangsa.

Lebih lanjut mengenai peribahasa yang cantik ini, mari membandingkan kembali ketertiban menulis antara pengguna Bahasa Indonesia dengan pengguna Bahasa Inggris. Mana yang lebih tertib menjaga tata bahasanya, meskipun itu sedikit. Anda bisa melakukannya dengan melihat pada forum WordPress (mewakili Bahasa Inggris) dan forum Ubuntu Indonesia (mewakili Bahasa Indonesia). Tidak sulit, mudah sekali menemukan tata bahasa yang baik di forum WordPress. Sebaliknya, Anda akan sulit menemukan tata bahasa yang baik di forum Ubuntu Indonesia. Maksud tata bahasa di sini, tertib kaidah menulis dengan minimal menulis tanpa singkatan-singkatan. Lihat. Perhatikan. Penggunaan bahasa yang didominasi atau masih disusupi singkatan-singkatan menandakan jati diri penulisnya. Ketertiban kaidah tata bahasa secara tak langsung mengisyaratkan kelas penuturnya. Kelas di sini maksudnya level kecerdasan atau level daya berpikir jernihnya. Ini juga masuk makna kedua dari bahasa menunjukkan bangsa.

Bahasa, juga ketertiban memakainya, menunjukkan bangsa pemakainya. Bisa jadi bangsa yang berbahasa itu siap untuk menatap masa depan, atau malah takut menerima kenyataan. Bangsa yang tangguh dan pekerja keras meski tanpa sadar, akan menghasilkan bahasa yang baik. Inilah kelas yang dimaksud dari penggunaan bahasa. Mengapa masih membiarkan bangsa kita tenggelam dalam sindrom singkatan-singkatan sms? Hal ini justru mengisyaratkan bahwa bangsa kita bangsa yang malas, enggan bekerja keras, kurang menghargai waktu sendiri (dan waktu orang lain; yang membaca sms), bahkan mengisyaratkan bangsa yang masih terbelakang. Bukankah mudah menulis apa adanya? Meski tata bahasa belum seberapa bagus, apakah susahnya menulis dengan lengkap? Bahasa menunjukkan bangsa. Inilah yang saya maksud makna peribahasa ini.

Bahasa Menampakkan Ciri Suatu Bangsa

Meski hal ini bukanlah hukum mutlak, tetapi bisa dipakai di mana-mana. Kenyataan menunjukkan bahwa bangsa yang bahasanya tidak banyak memerhatikan waktu seperti Bahasa Indonesia, cenderung berciri kurang kerja keras secara umum. Ditambah lagi jika tertib penggunaannya cenderung banyak singkatan dan mengabaikan tata bahasa. Ciri yang tampak adalah bangsa ini bangsa yang malas. Ini sudah diakui oleh bangsa kita sendiri.

Saya sendiri memiliki sifat umum ini. Dari diri saya sendiri dan pengaruh lingkungan sekitar. Ini sangat terasa dan dampaknya buruk bagi diri saya. Lantas bagaimanakah kalau ini menyusup ke seluruh bangsa Indonesia? Bukankah ini malah lebih buruk lagi? Dan bangsa yang bagus adalah yang segera memperbaiki kesalahannya setelah dia tahu. Mengapa tidak kita mulai sekarang juga?

Satu lagi. Sisi positifnya adalah bahasa ini menandakan ciri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang sederhana. Sederhana dalam segalanya. Bahkan dari segi pola pikir, pada umumnya sederhana. Tahukah Anda susahnya menjadi sederhana itu? Tahukah Anda betapa banyak desainer yang justru berusaha mengejar desain-desain yang sederhana? Bahkan muncul ungkapan sederhana itu indah. Anda yang senang komputer bisa menengok Mac yang senantiasa didesain untuk sederhana tetapi elegan. Menyenangkan untuk menjadi sederhana. Tidak terlampau banyak beban, tidak terlalu ekstrem berusaha. Di luar topik, hal ini menjadi pelajaran bagi kami pengguna Linux untuk lebih kalem lagi dalam sosialisasi Linux untuk bangsa Indonesia. Ya, tentunya mustahil bangsa Indonesia yang berkarakteristik demikian kami dekati dengan metode untuk orang di luar Indonesia. Bangsa Indonesia itu sederhana, sesederhana bahasa mereka.

Lalu, Apakah Bahasa Indonesia Jelek?

Tidak. Justru Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat mudah dipelajari. Bahasa yang baik sekali bagi yang mau mendalaminya. Bagi orang yang berbahasa Inggris, cukup mudah kiranya untuk membuang past tense, future tense, dan hampir semua tense. Kecuali simple present tense saja. Mudah dipelajari, rumus sederhana, dan jumlah penuturnya sangat besar. Bisa jadi yang kekurangan adalah penutur aslinya. Bangsa yang memilikinyalah yang barangkali memiliki kekurangan. Dari banyak sisi. Dan inilah waktu yang tepat untuk memperbaikinya. Bukankah demikian?

Mungkin sebagian dari kita belum pernah melihat satu tulisan berbahasa Indonesia yang mendekati sempurna dalam hidupnya. Tahukah kita bahwa tulisan itu ada? Ya, jika ingin melihatnya, coba kunjungi http://bahtera.org. Itu adalah situs para penjaga Bahasa Indonesia yang sukarela menyisihkan waktu mereka untuk mengayomi bahasa ini. Banyak sekali tulisan di sana yang sangat baik. Penuturnya memiliki kepedulian (baca: kelas) yang tinggi dalam hal menyampaikan pikiran. Anda akan terinspirasi olehnya jika mau memikirkan. Jika sudah membacanya dan ada suatu kesan yang muncul, datanglah kembali ke sini dan tinggalkan komentar. Saya ingin membacanya.

Bangsa yang Benar-Benar Berbahasa Bangsa Itu Sendiri

Bahasa menunjukkan bangsa. Dari sisi bahasanya sendiri dan dari penuturnya. Keduanya adalah meteran untuk menilai jati diri suatu bangsa. Apakah cukup pantas kita mendengungkan membangun karakter(istik) bangsa sementara kita belum cukup peduli dengan bahasa sendiri? Saya kagum akhir-akhir ini dengan Bahasa Arab. Memang dulu saya tidak peduli tetapi kini saya paham, setidaknya bagi diri sendiri, Bahasa Arab-lah bahasa yang paling logis di dunia ini. Bahkan kompleksitas Bahasa Inggris dalam menangani semua permasalahan bahasa kalah jauh dengan Bahasa Arab. Jika ingin paham manisnya berbahasa, cobalah belajar Bahasa Arab. Saya rekomendasikan. Anda bisa memulai dari kitab-kitab Durusul Lughah. Gratis, unduh saja!

Apa maksudnya bangsa yang benar-benar berbahasa bangsa itu sendiri? Berhubungan dengan nasionalisme? Karena kita bangsa Indonesia maka kita hanya berbahasa Indonesia, menjaganya sampai mati, dan tidak boleh memakai bahasa asing sama sekali? Tidak, sama sekali tidak. Perhatikanlah Bahasa Arab dan masyarakat Arabnya. Yang dulu sampai yang sekarang. Anda akan menemukan kesinambungan sifat antara bahasanya dengan orangnya, kesamaan karakteristik yang kuat, keluasan rentang cakupan bahasa dengan keluasan pikiran masyarakat penuturnya, sangat mengesankan. Penutur bahasa Inggris biasa mengekspresikannya dengan awesome. Bukan kita katakan kapan ya bangsa Indonesia bisa seperti itu? melainkan maksudnya kita memulai dengan menyadari beberapa kekurangan bangsa kita dari jalan yang paling mudah. Lihat saja bahasanya. Kita perbaiki mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal kecil, mulai sekarang juga.

Tali Kekang

Tali kekang adalah tali yang dipakaikan kepada binatang ternak agar tidak lepas. Tali kekang di sini maksudnya adalah kata-kata pecegahan agar kita tidak gegabah dalam bertindak. Perlu diketahui, agar tidak salah jalan, Indonesia masih dalam masa transisi. Jadi kita tidak bisa bersikap ektrem ke depan atau ekstrem ke belakang. Semestinya kita bersikap pertengahan.

Apa maksudnya transisi? Ya, Indonesia adalah bangsa yang sedang beralih dari keterpurukan era lama ke masa gemilang era baru. Singkatnya, dari keterbelakangan menjadi bangsa yang maju. Ini proses. Ini sama dengan adik kita yang sedang belajar berjalan. Tentu kita tidak memaksanya untuk berlari, nanti bisa jatuh. Dan tentu kita tidak juga memaksanya kembali merangkak, nanti dia tidak bisa berjalan. Maka dari itu, sikap kita pertengahan. Jangan ekstrem depan, jangan pula ekstrem belakang. Jangan menuntut terlampau jauh untuk mengadopsi teknologi yang masih mustahil kita tangani, dan jangan juga membodohi dengan mengembalikan teknologi Indonesia ke era baheula. Yang paling baik adalah memulai dari diri sendiri.

Ini saja tulisan saya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam

4 gagasan untuk “Apa Artinya Bahasa Menunjukkan Bangsa?

  1. silver price

    Itu baru kita lihat dari satu sudut kehidupan bangsa Indonesia. Kita belum melihat dari sisi yang lain, seperti sisi pendidikan, kesehatan, keamanan, atau politik. Apabila dilihat dari berbagai sisi, mungkin kita bisa berpendapat bahwa korupsi di Indonesia sudah begitu menggurita. Lalu, kita semakin khawatir bahwa korupsi sudah menjadi karakter bangsa. Tentu saja, karakter korup yang merupakan efek dari karakter munafik sangat berbeda dengan karakter bahasa yang jujur. Karakter bahasa kita yang apa adanya. Apa yang tertulis sama dengan apa yang terdengar.Selain jujur, bahasa Indonesia juga memiliki karakter yang sederhana namun lengkap. Kelengkapan dalam bahasa Indonesia bisa kita lihat pada tataran morfologis (bentuk kata) dan sintaksis (kalimat). Pertama, mari kita simak kelengkapan bahasa Indonesia pada tataran morfologis.

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis

      Komentar Anda ini dikenali sebagai spam oleh WordPress saya. Namun saya tak peduli. Saya lebih peduli akan bentuk kepedulian Anda terhadap bahasa. Ternyata masih ada orang yang memerhatikan bahasa seperti Anda ini. Terima kasih. Pelajaran baru bagi saya.

      Adapun komentar Anda, sepertinya belum selesai ya? Kalau belum, saya bersedia menanti Anda kembali ;)

      Balas
  2. arhsa

    Mantap
    Saya sering memarahi orang yang mengirim sms serba singkat, banyak kata yang disingkat mengandung makna ganda (ambigu).

    Ya, Bahasa Arab sangat indah jika digunakan dengan benar, hari ini saya nambah dokumentasi 70 kosa kata Arab baru dari Internet. Lumayan untuk menambah perbendaharaan kata.

    Balas
    1. Ade Malsasa Akbar Penulis

      Waduh, Anda tegas. Saya sendiri belum pernah melakukan itu. Meski saya sangat membenci kepada budaya singkatan sms itu. Tapi itu keren, saya acungi jempol!

      Barakallahu fiikum, semoga niat Anda belajar Bahasa Arab dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang banyak.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s