Qt Creator – Mengasosiasikan Shortcut Key dengan Menu


Bismillahirrahmanirrahim.

qt-creator-logoSalah satu hal paling sering saya lakukan dengan Qt Creator adalah membuka gitk. Saya perlu belajar VCS (dalam hal ini, Git) dan karena itu gitk sangat penting. Dengannya, saya bisa melihat secara visual garis pengembangan program yang saya buat. Namun cukup repot untuk membuka gitk terus menerus, karena saya harus membuka menu Tools > Launch gitk setiap kali perlu. Tentu lebih mudah kalau saya asosiasikan saja menu tersebut dengan shortcut key. Berikut ini langkah-langkahnya dimulai dari menu Tools > Options. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Pengaturan

Menu_034 Options_032

Langkah-Langkah

Perhatikan gambar di atas, terutama nomor-nomor urutnya yang berwarna merah.

1. Buka entri pertama yaitu Environment.
2. Buka tab Keyboard.
3. Cari nama menu yang ingin diasosiasikan, dalam contoh ini gitk.
4. Tekan shortcut key yang diinginkan, dalam contoh ini Alt+G Alt+I.
5. Pastikan kolom Shortcut di atas berisi shortcut yang sudah diasosiasikan. Tekan OK.

Tentang Tulisan Ini

Tulisan ini adalah bagian dari seri tulisan Qt Creator sebagai IDE. Tulisan ini tidak ditutup kemungkinannya untuk direvisi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Bug Berbahaya Instaler Ubuntu


Bismillahirrahmanirrahim

https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/ubiquity/+bug/1265192

bug-ubiquity-ubuntu-launchpad

It removed all the partitions. Bahaya.

bug-ubiquity-ubuntu-berbahaya

Itu bug! Pilihlah selalu Something Else!

Hati-hati, jangan pilih “Erase and Reinstall” ketika mau instal ulang Ubuntu 14.04 (atau versi lain). Pilih Something Else, bikin partisi sendiri. Hati-hati, backup semua data. Sekali lagi, backup semua data. Malam ini ada seorang teman (Kang Arfani Hidayat) yang sudah mengalami kehilangan semua data di semua OS di HDD 500 GB karena bug ini.

 

Pengantar Pemrograman OpenCV C++ di Linux


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

Tulisan ini ditujukan kepada pemula OpenCV di Linux. Tulisan ini dibuat untuk siapa saja yang ingin tahu bagaimana menggunakan IDE untuk memrogram OpenCV dengan C++ di Linux. Tulisan ini juga dibuat untuk pengguna Microsoft Visual C++ di Windows yang ingin mencoba OpenCV di Linux. Tulisan ini mencakup pengenalan singkat, instalasi di Linux, dan contoh-contoh kode OpenCV. Tulisan ini juga berisi tip-tip memulai OpenCV semisal membaca dokumentasi resmi dan mencari sumber daya. Tulisan ini tidak berisi algoritma atau bahasan-bahasan OpenCV lanjutan yang lain. Tulisan ini hanya pengantar singkat untuk pemula. Tujuan dari tulisan ini adalah Anda mampu mengatur sendiri IDE di Linux untuk OpenCV dan bisa menjalankan kode sumber program dengan benar. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Isi Tulisan Ini

  1. Apa Itu OpenCV?
  2. Apa yang Bisa Dilakukan dengan OpenCV?
  3. Instalasi OpenCV di Linux
  4. Pilihan Editor/IDE untuk Memrogram OpenCV di Linux
  5. Cara Mengonfigurasi Build Options Kompiler g++ untuk OpenCV di Geany
  6. Contoh-Contoh Kode Sumber Program OpenCV
  7. Sumber Referensi Belajar OpenCV
  8. Tip-Tip Belajar OpenCV
  9. Penutup

Baca lebih lanjut

Pengguna Linux 14 Tahun Tidak Pernah Kena Virus


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Pengguna Linux 8 Tahun Tidak Pernah Kena Virus. Tulisan ini adalah testimoni dan dorongan moral kepada setiap pengguna baru supaya percaya diri dan tidak ragu-ragu dalam menggunakan Linux dan FOSS sebagai software legal. Sama seperti sebelumnya, testimoni ini saya peroleh dari percakapan IRC. Kali ini, saya berbincang dengan Akang Abdurrahman Soleh (asoleh) dari kanal #python-id (tentu saja pada server freenode). Beliau menggunakan Linux sejak era Windows 98 tepatnya sekitar tahun 2000. Saya menyorot baris-baris percakapan yang penting dan yang terpentingnya ada di baris nomor 75 dan 76 di bawah. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Percakapan ini terjadi pada 12 Mei 2014. Anda bisa melihat log-nya pada fasilitas bot IRC Botbotme ini: https://botbot.me/freenode/python-id/2014-05-12/Baca lebih lanjut

Membiasakan Diri Menggunakan Software Legal (Freeware Maupun Open Source)


Bismillahirrahmanirrahim.

Esai ringkas ini saya tujukan untuk setiap orang yang telah menyadari pentingnya penggunaan software legal. Esai ini ditulis sebagai panduan membiasakan diri dengan Linux, pada jauh hari sebelumnya. Esai ini pun ditujukan sebagai ajakan bagi pengguna Windows (dan Mac OS X) untuk menggunakan software legal. Jika Anda telah memiliki kesadaran mengenai pentingnya penggunaan software legal, maka jagalah. Ini adalah sikap yang baik dan membawa kemaslahatan. Jangan mencela sikap ini, karena ini adalah akhlak baik yang sangat langka pada zaman ini. Motivasi dasar esai ini adalah pertanyaan “apakah Anda ingin menggunakan Linux?” dan jawaban “jika ya, maka biasakanlah diri Anda menggunakan software legal”. Semoga esai ini bermanfaat.

Isi Esai Ini

  1. Asumsi Dasar
  2. Definisi Istilah-Istilah
  3. Bagaimana Seharusnya Sikap Seorang Pengguna Windows (dan Mac OS X)
  4. Bagaimana Seharusnya SIkap Seorang Pengguna Linux
  5. Bagaimana Rincian Sikap Menghargai Legalitas Ini?
  6. Kesimpulan
  7. Penutup
  8. Referensi

Baca lebih lanjut

Pemrograman Qt 20 – QSystemTrayIcon untuk Membuat Aplikasi System Tray


Bismillahirrahmanirrahim.

Tulisan ini tersedia dalam PDF.

qt-creator-logoApa Anda ingin membuat aplikasi system tray? Aplikasi semacam ini punya fasilitas ikon di pojok kiri bawah panel menu desktop ala KDE atau di kiri atas pada panel menu ala GNOME. Contoh aplikasi yang memakai fitur ini misalnya antivirus, audio playersound appletdownload manager, dan lain-lain. Ciri khas aplikasi dengan fitur ini adalah jika ditutup jendelanya maka dia tidak hilang tetapi bertengger di lokasi system tray. Kita akan membuatnya dengan berdasarkan pada contoh kode dari dokumentasi resmi Qt Framework sendiri yang sudah ada di dalam Qt Creator. Saya berusaha memodifikasi program contoh Qt yang bernama systray sehingga tersisa hanya fungsi-fungsi paling minimal untuk sebuah program system tray. Saya lakukan ini karena ingin tahu bagaimana kode paling minimal untuk program system tray itu dan alhamdulillah berhasil. Semoga tulisan ini bermanfaat. Baca lebih lanjut

The Quieter You Become, The More You Are Able To Hear


Bismillahirrahmanirrahim.

Lama sekali rasanya saya tidak menulis esai kritik. Esai ini saya tujukan untuk diri saya sendiri dan sebagian pengguna Linux muda yang terlalu bersemangat. Inti esai ini adalah ajakan untuk menghentikan sikap membangga-banggakan apa yang kita miliki di depan orang lain terutama pengguna Windows. Esai ini mengajak Anda untuk mengakui bahwa setiap proses belajar membutuhkan waktu. Saya ingin membentuk esai ini to the point dan serealistis mungkin. Semoga esai ini bermanfaat.

Isi Esai Ini

  1. Sedikit Mengenai “The Quieter You Become, The More You Are Able To Hear
  2. Apa Itu Mendengar?
  3. Masalah Kita
  4. Ironi Kita
  5. Akar Solusi
  6. Solusi
  7. Yang Ingin Saya Katakan
  8. Apa Manfaat Diam?
  9. Apa Ruginya Tidak Diam?
  10. Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya?
  11. Penutup
  12. Bacaan

Baca lebih lanjut